Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PENJUAL DALAM PEMBATALAN SEPIHAK PADA SISTEM PRE ORDER DI APLIKASI LAZADA Pratama. E, M. Arya; Fauziah; Lubis, Ramiah
Al-muamalah Vol 10 No 2 (2024): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muamalah.v10i2.26276

Abstract

Penelitian ini berjudul Perlindungan  Hukum Bagi Penjual dalam pembatalan Sepihak Pada  Sistem  Pre Order Di Aplikasi  Lazada  Dalam Persepektif  Hukum Ekonomi Syariah.Banyak nya  konsumen melakukan pembatalan  secara sepihak sehingga berdampak bagi pelaku usaha yang mengalami kerugian. Berdasarkan hal ini dengan rumusan masalah dalam penelitian ini  bagaimana perlindungan hukum bagi penjual pada aplikasi Lazada dan  Bagaimana perlindungan hukum bagi penjual dalam pembatalan sepihak pada sistem pre order di aplikasi Lazada menurut perspektif hukum ekonomi syariah.Metode Penelitian ini menggunakan Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua sumber data  yaitu sumber data primer dan skunder , penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi dan penilitian ini menggunakan analisis data deskriptif. Dari hasil penelitian penulis menyimpulkan bahwa Perlindungan hukum bagi penjual dalam pembatalan sepihak pada sistem pre-order di aplikasi Lazada menurut hukum ekonomi syariah mencakup beberapa aspek penting yang menekankan prinsip keadilan, transparansi, dan tidak adanya unsur gharar (ketidakpastian) dan maysir (spekulasi). Dalam hal pembatalan sepihak, penjual dilindungi dengan adanya akad (kontrak) yang jelas dan rinci, yang mencakup hak dan kewajiban kedua belah pihak. Lazada sebagai platform wajib memastikan bahwa kontrak ini dipatuhi dan memberikan mekanisme penyelesaian sengketa yang adil jika terjadi perselisihan. Selain itu, adanya asuransi dan jaminan kualitas produk juga menjadi bagian dari perlindungan, mengurangi risiko yang ditanggung oleh penjual. Secara keseluruhan, perlindungan hukum bagi penjual di Lazada dalam konteks ekonomi syariah difokuskan pada kepastian hukum, keadilan dalam transaksi, dan perlindungan dari praktik-praktik yang merugikan.
THE ROLE OF CORRECTIONAL CENTERS IN OPTIMIZING DIVERSION AS A RESTORATIVE JUSTICE EFFORT IN THE JUVENILE CRIMINAL JUSTICE SYSTEM Safithri, Hijriyana; Safitri, Hijriyana; Lubis, Ramiah; Qonita, Ra; Sendika, Sendika; Nandita, Riski
Tazir Vol 9 No 2 (2025): Ta'zir: Jurnal Hukum Pidana
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tazir.v9i2.31726

Abstract

This study examines the Optimization of Diversion as a Restorative Justice Effort in the Juvenile Criminal Justice System which is motivated by the importance of child protection as a legal subject that is still in the development stage. The juvenile criminal justice system in Indonesia through Law Number 11 of 2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System (SPPA Law) regulates the diversion mechanism as an alternative to resolving cases outside the formal judicial channels. Diversion is expected to prevent children from negative stigma, provide opportunities to improve themselves, and restore relationships between perpetrators, victims, and society through the principle of restorative justice. This type of research uses a normative legal approach complemented by field studies. The data of this research was obtained through literature studies in the form of primary, secondary, and tertiary legal materials, and was complemented by primary data through interviews with law enforcement officials and related parties. The analysis technique used is qualitative analysis with an emphasis on synchronization between legal norms and implementation in the field. The results of the study show that the application of diversion in the juvenile criminal justice system still faces several obstacles, such as limited human resources, lack of public understanding of the concept of restorative justice. However, diversion has been proven to have a strategic function in realizing child protection, preventing labeling effects, and supporting children's social reintegration. Therefore, the optimization of diversion can be carried out through strengthening regulations, increasing the capacity of law enforcement officials, and continuous socialization to the community.