Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Laporan Kasus: Penerapan Episiotomi Diikuti Kemoterapi Vincristin dalam Penanganan Transmissible Venereal Tumor pada Anjing Kampung Betina Saputra, Muhammad Rama Imam; Wandia, I Nengah
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.1024

Abstract

Transmissible Venereal Tumor (TVT) adalah tumor pada anjing yang dapat menular melalui proses perkawinan. Pada kasus ini, seekor anjing kampung berumur tiga tahun dengan bobot 11 kg, berjenis kelamin betina mengalami abnormalitas pada alat kelaminnya. Berdasarkan anamnesis, tanda klinis dan hasil pengujian histopatologi, anjing kasus didiagnosis mengalami TVT. Penanganan kasus TVT dilakukan dengan menerapkan metode episiotomi. Anjing diinjeksi asam traneksamat satu jam sebelum dilakukan operasi dengan dosis 10-20 mg/kgBB yaitu sebanyak 2 mL. Premedikasi menggunakan atropin sulfat dengan dosis 0,02-0,04 mg/kgBB diberikan sebanyak 1 mL subkutan. Anastesi diberikan kombinasi xylazine dengan dosis 1-3 mg/kgBB diberikan sebanyak 1 mL dan ketamin dosis 10-15 mg/kgBB diberikan sebanyak 1,3 mL intramuskuler. Episiotomi dilakukan dengan melakukan insisi pada vagina dan perineum untuk memperlebar bagian vagina sehingga memudahkan pengangkatan masa tumor. Dilanjutkan dengan penutupan daerah insisi menggunakan benang chromic catgut ukuran 3,0 dengan metode jahitan simple interrupted suture, dan diikuti dengan jahitan subcuticular untuk daerah dermis dan jahitan terakhir yaitu menggunakan benang jahit silk ukuran 2,0 dengan metode jahitan terputus. Perawatan pascaoperasi menggunakan antibiotik amoxicillin dengan dosis 10-20 mg/kgBB yang diberikan sebanyak 1/3 tablet dan analgetik asam mefenamat dengan dosis 10-30 mg/kgBB yang diberikan sebanyak 1/5 tablet secara per oral selama lima hari. Anjing diberikan obat kemoterapi vincristin sulfat dengan dosis 0,025 mg/kgBB dan diberikan sebanyak 0,27 mL secara intravena pada hari ke-4 pascaoperasi. Vincristin sulfat diberikan dua kali dengan interval satu minggu. Hasil penanganan mendapatkan hasil yang baik, perdarahan berhenti pada hari ke-2 pascaoperasi, luka insisi mengering pada hari ke-7.
Antibiotic Resistance in Escherichia coli Isolated from Feces of Bali Cattle With Reproductive Disorders Kholik, Kholik; Munawaroh, Muhammad; Saputra, Muhammad Rama Imam; Rahmawati, Rahmawati; Srianto, Pudji
Jurnal Biodjati Vol 6 No 2 (2021): November
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/biodjati.v6i2.13925

Abstract

Antimicrobial resistance (AMR) has become a global issue in animal, human and environmental health. The AMR profile of Escherichia coli reflects the use of antibiotics in production animals. The purpose of this study was to determine the antibiotic resistance of Escherichia coli bacteria isolated from the feces of female Bali cattle with reproductive disorders. Feces samples were taken purposively using a swab on 4 rectums from 7 Bali cattle with reproductive disorders in June 2021 in Lando Village, East Lombok Regency. Escherichia coli samples were isolated on Eosin Methylene Blue Agar media and identified by biochemical tests. An antibiotic resistance test against Escherichia coli was carried out by the disk diffusion method. The antibiotics used in the test were Penicillin G 10 U, Oxytetracycline 30 g, Gentamicin 10 g, and Tetracycline 30 g, and Cefotaxime 30 g. The results of planting on Eosin Methylene Blue Agar media obtained 4 Escherichia coli which were successfully isolated from 4 samples of Bali cattle feces. Data on the level of Escherichia coli susceptibility level to various antibiotics were analyzed using the chi-square test. The results of the susceptibility test to antibiotics showed that 4 samples of Escherichia coli (100%) were resistant to Penicillin G, (25%) were resistant to Oxytetracycline, (25%) were resistant to Cefotaxime, and (100%) samples of Escherichia coli were sensitive to Gentamicin and Tetracycline. The chi-square test on the level of Escherichia coli susceptibility to various antibiotics was significant with p˂ 0.05 (p-value = 0.012). The results of this study have shown that Escherichia coli from Bali cattle feces experience multidrug resistance which later on might have an impact on human health and the environment.