Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

TATA KELOLA KOPERASI DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR (Studi Kasus pada Koperasi Simpan Pinjam) Yusma, Lalu Nova Saza; Sakti, Dwi Putra Buana; Furkan, Lalu M.
Jurnal EMBA : Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol 9, No 2 (2021): JE VOL 9 NO 2 (2021)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.731 KB) | DOI: 10.35794/emba.9.2.2021.33239

Abstract

AbstrakPenerapan prinsip good governance untuk menciptakan koperasi yang maju dan berkembang yang mengedepankan asas tansparansi, akuntabilitas, responsibiliti, independensi dan kewajaran pada perkembangan koperasi di Kabupaten Lombok Timur pada kenyataannya belum sepenuhnya bisa diterapkan. tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami faktor-faktor yang menjadi kendala tata kelola koperasi di Kabupaten Lombok Timur. Untuk memahami bagaimana membangun tata kelola koperasi di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mengetahui proses membangun tata kelola koperasi di Kabupaten Lombok Timur. Hasil dari penelitian bahwa terjadinya penyimpangan kewewenangan yang dilakukan oleh beberapa pengurus dan pengawas bahkan anggota yang tidak mau menyetor dan pada intinya pengaturan managemen agar tidak terjadi penyelewengan yang tidak sesuai dengan teori stewardship sebagaimana untuk menjaga sebuah kepercayaan dari pemerintah dan anggota kepada managemen untuk mengelola dana koperasi yang sesuai dengan amanah yang diberikan juga mempunyai tanggung jawab penuh terhadap pengelolaan dana yang telah dikumpulkan. Sedangkan faktor kendala dari tata kelola koperasi yakni di kepengurusan yang ada dikoperasi itu sendiri, karena kepengurusan atau managemen salah satu faktor utama yang menjadi suatu kendala tata kelola koperasi untuk sebuah perkembangannya. Anggota, pengurus dan pengawas, kejujuran dan pemahaman adalah kunci dari sebuah organisasi koperasi untuk bisa menjadi koperasi yang berkembang dengan baik.Kata kunci: koperasi, tata kelolaAbstractThe application of the principles of good governance to create advanced and developing cooperatives that prioritizes the principles of transparency, accountability, responsibility, independence and fairness in the development of cooperatives in East Lombok Regency, in fact, has not been fully implemented. The purpose of this study is to understand the factors that constrain cooperative governance in East Lombok Regency. To understand how to build cooperative governance in East Lombok Regency. This study uses a qualitative approach to determine the process of building cooperative governance in East Lombok Regency. The results of the research show that there are deviations in authority committed by some administrators and supervisors and even members who do not want to deposit and in essence management arrangements so that there are no deviations that are not in accordance with the stewardship theory as to maintain a trust from the government and members to management to manage cooperative funds in accordance with the mandate given, they also have full responsibility for the management of the funds that have been collected. While the constraint factor of cooperative governance is in the management of the cooperative itself, because stewardship or management is one of the main factors that becomes an obstacle to cooperative governance for its development. Members, administrators and supervisors, honesty and understanding are the keys of a cooperative organization to become a well-developed cooperative.Keywords: cooperative, governance
Overconfidence Bias Sebagai Penguat Manajemen Koperasi di Kabupaten Lombok Timur Yusma, Lalu Nova Saza; H, Hilmiyatun
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 3, No 6 (2025): July 2025
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15785339

Abstract

This study aims to describe the advantages of behavioral finance in strengthening cooperative management, particularly through the application of the Overconfidence Bias indicator. The core issues addressed in this research include inefficiencies in financial management, membership administration, and decision-making processes influenced by managerial behavior. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through in-depth interviews involving key and supporting informants. The findings reveal that cooperative managers often overlook the feasibility of creditworthiness when granting loans. However, Mandiri Selong Cooperative has successfully applied behavioral finance principles, particularly in managing Overconfidence Bias, thereby enhancing its management system. This research recommends the adoption of standardized behavioral finance-based management practices by other cooperatives to improve organizational governance and promote sustainable development.
Meningkatkan Literasi dan Numerasi di SD Islam Darussalam melalui Kegiatan Program Kampus Mengajar Rahmawati, Lela; H, Hilmiyatun; Yusma, Lalu Nova Saza; Alfilail, Nur
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 3 (2025): Volume 4, Issue 3 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15775350

Abstract

Adapun tujuan pengabdian ini adalah melihat sejauh mana dampak peran mahasiswa dalam program Kampus Mengajar dalam meningkatkan literasi dan numerasi di sekolah sasaran yaitu SD Islam Darussalam. Mengingat begitu pentingnya pembelajaran bagi peserta didik untuk memiliki kemampuan literasi numerasi. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini adalah observasi dan wawancara. Observasi dilakukan sebagai awal penugasan di sekolah SD Islam Darussalam. Observasi dilakukan selama kurang dari 1 minggu yaitu pada saat setelah selesai pelepasan langsung melakukan observasi sekolah dengan melihat bagian bagian sudut sekolah. Selama 1 minggu observasi sekolah bertujuan menemukan beberapa hal seperti keadaan sekolah, fasilitas sekolah, jumlah murid dan jumlah guru, serta kegiatan-kegiatan sehari-hari di sekolah. Selain menggunakan metode observasi, wawancara juga dilakukan untuk mencari lebih jelas mengenai informasi tentang sekolah sasaran. Beberapa orang diwawancai untuk mendapatkan informasi antara lain melakukan wawancara kepada kepala sekolah, guru pamong, dan operator sekolah. Wawancara dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang sekolah SD Islam Darussalam. Beberapa rencana kegiatan dan hasil pelaksanaan kegiatan telah selesai berdasarkan hasil observasi yang ada di sekolah sasaran. Program yang direncanakan sudah berjalan sesuai harapan seperti berkolaborasi dengan guru kelas, diskusi terkait metode pembelajaran yang tidak monoton hanya satu arah, dan menciptakan suasana kelas yang hidup dan menarik dengan menggunakan media inovatif. Peserta didik sebelumnya sebelumnya hanya menggunakan buku paket saja, namun sejak diterapkan adaptasi teknologi peserta didik sudah mulai dikenalkan dengan media pembelajaran berbasis teknogi seperti penggunaan power point. Selain itu, aplikasi canva juga dimanfaatkan untuk membantu pembuatan media pembalajaran seperti pembuatan grafis media sosial, presentasi, poster, dokumen, dan konten visual lainnya.
Meningkatkan Literasi dan Numerasi di SD Islam Darussalam melalui Kegiatan Program Kampus Mengajar Rahmawati, Lela; H, Hilmiyatun; Yusma, Lalu Nova Saza; Alfilail, Nur
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 3 (2025): Volume 4, Issue 3 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.15775350

Abstract

Adapun tujuan pengabdian ini adalah melihat sejauh mana dampak peran mahasiswa dalam program Kampus Mengajar dalam meningkatkan literasi dan numerasi di sekolah sasaran yaitu SD Islam Darussalam. Mengingat begitu pentingnya pembelajaran bagi peserta didik untuk memiliki kemampuan literasi numerasi. Metode yang dilakukan pada pengabdian ini adalah observasi dan wawancara. Observasi dilakukan sebagai awal penugasan di sekolah SD Islam Darussalam. Observasi dilakukan selama kurang dari 1 minggu yaitu pada saat setelah selesai pelepasan langsung melakukan observasi sekolah dengan melihat bagian bagian sudut sekolah. Selama 1 minggu observasi sekolah bertujuan menemukan beberapa hal seperti keadaan sekolah, fasilitas sekolah, jumlah murid dan jumlah guru, serta kegiatan-kegiatan sehari-hari di sekolah. Selain menggunakan metode observasi, wawancara juga dilakukan untuk mencari lebih jelas mengenai informasi tentang sekolah sasaran. Beberapa orang diwawancai untuk mendapatkan informasi antara lain melakukan wawancara kepada kepala sekolah, guru pamong, dan operator sekolah. Wawancara dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang sekolah SD Islam Darussalam. Beberapa rencana kegiatan dan hasil pelaksanaan kegiatan telah selesai berdasarkan hasil observasi yang ada di sekolah sasaran. Program yang direncanakan sudah berjalan sesuai harapan seperti berkolaborasi dengan guru kelas, diskusi terkait metode pembelajaran yang tidak monoton hanya satu arah, dan menciptakan suasana kelas yang hidup dan menarik dengan menggunakan media inovatif. Peserta didik sebelumnya sebelumnya hanya menggunakan buku paket saja, namun sejak diterapkan adaptasi teknologi peserta didik sudah mulai dikenalkan dengan media pembelajaran berbasis teknogi seperti penggunaan power point. Selain itu, aplikasi canva juga dimanfaatkan untuk membantu pembuatan media pembalajaran seperti pembuatan grafis media sosial, presentasi, poster, dokumen, dan konten visual lainnya.
Circular Economy Approach to Waste Governance and Disaster-Resilient Villages (Destana): A Case Study of Pijot Village, Keruak Subdistrict Yusma, Lalu Nova Saza; H, Hilmiyatun
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18255196

Abstract

This community service program aims to enhance the awareness and capacity of the residents of Pijot Village, Keruak Subdistrict, East Lombok Regency, in managing household waste and strengthening the capacity of a Disaster-Resilient Village (Desa Tangguh Bencana/Destana). The approach employed is the circular economy, based on the principles of reduce, reuse, and recycle (3R), combined with the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The main activities include awareness campaigns on the hazards of waste, the distribution of 14 waste bins across eight hamlets, training on waste segregation, disaster mitigation simulations, and community assistance. The results indicate increased public awareness of the dangers of waste, the establishment of waste collection points, and the utilization of agricultural waste (tobacco residues) as organic compost. The program also supports village ecotourism by maintaining environmental cleanliness. The novelty of this program lies in the integration of waste governance, disaster mitigation, and ecotourism-based productive economy within a circular economy framework.
PENINGKATAN EFEKTIVITAS PRODUKSI TERASI REBON MELALUI SISTEM HYGIEDRY RECTANGULAR DI DESA JEROWARU, LOMBOK TIMUR Parmi, Handri Jurya; Aini, Muslihuddin; Yusma, Lalu Nova Saza; Junaidi, Junaidi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 12 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i12.3352

Abstract

Jerowaru Village is the largest center for rebon shrimp paste production in East Lombok. The traditional sun-drying process, which depends on weather conditions, often hinders production and reduces product quality. In addition, the group’s business management lacks the ability to determine accurate production costs. These issues lead to low efficiency and profitability, thus requiring technological innovation and improved business management capacity. This program aims to improve production effectiveness and business management of the Askia Duta Group through the implementation of the HygieDry Rectangular system, CPPOB training, and Excel-based cost calculation. The methods included program socialization, CPPOB training, cost of goods sold (COGS) training, implementation of the HygieDry Rectangular system, mentoring, and evaluation. Evaluation was carried out using pre- and post-tests and field observations to assess knowledge improvement and production capacity changes. The CPPOB training increased participants’ knowledge scores to 80–100%, while the COGS training achieved similar improvements. The implementation of the HygieDry Rectangular system increased production capacity from 25 kg to 100 kg per batch, accelerated drying by 30%, and produced more hygienic products. The group’s ability to calculate costs and determine selling prices also improved significantly. The program enhanced product quality, reduced production time, and is projected to increase revenue by 20–30% within six months. The program successfully improved production capacity, product quality, and business management skills, strengthening the competitiveness and sustainability of coastal MSMEs.
Circular Economy Approach to Waste Governance and Disaster-Resilient Villages (Destana): A Case Study of Pijot Village, Keruak Subdistrict Yusma, Lalu Nova Saza; H, Hilmiyatun
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2026): January
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.18255196

Abstract

This community service program aims to enhance the awareness and capacity of the residents of Pijot Village, Keruak Subdistrict, East Lombok Regency, in managing household waste and strengthening the capacity of a Disaster-Resilient Village (Desa Tangguh Bencana/Destana). The approach employed is the circular economy, based on the principles of reduce, reuse, and recycle (3R), combined with the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The main activities include awareness campaigns on the hazards of waste, the distribution of 14 waste bins across eight hamlets, training on waste segregation, disaster mitigation simulations, and community assistance. The results indicate increased public awareness of the dangers of waste, the establishment of waste collection points, and the utilization of agricultural waste (tobacco residues) as organic compost. The program also supports village ecotourism by maintaining environmental cleanliness. The novelty of this program lies in the integration of waste governance, disaster mitigation, and ecotourism-based productive economy within a circular economy framework.