Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Studi Penentuan Nilai Curve Number DAS Pataruman berdasarkan Satuan Peta Tanah Indonesia Ramadan, Anri Noor Annisa; Nurmayadi, Dicky; Sadili, Anwar; Solihin, Rega Rizaldy; Sumardi, Zefri
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 26, Nomor 2 (2020)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.205 KB) | DOI: 10.14710/mkts.v26i2.26563

Abstract

The rainfall-runoff model is commonly used in flood discharge computation. One of the most frequently employed methods to estimate the flood discharge in the ungauged basin is NRCS-CN. This study is aimed to determine the CN value with/without soil drainage capacity from the soil information in SPT Indonesia. The location used is Pataruman watershed by calibrating the simulation discharge results with the observed discharge. Soil conditions in the Pataruman watershed show that the soil texture has a fine texture (HSG D), a slightly fine texture (HSG C), and a slightly coarse texture (HSG A). The average composite CN in the Pataruman watershed without soil drainage capacity was 85.58 while soil drainage capacity was 81.01. The results of the analysis show that with/without taking into account the soil drainage capacity in the Pataruman watershed there is no significant difference in discharge with a relation coefficient of 0.734 (without soil drainage capacity) and 0.732 (with soil drainage capacity). CN calculations with/without soil drainage capacity are recommended for small watersheds.
PENINGKATAN KUALITAS WALKBILITY DI RUAS JALAN H.Z. MUSTOFA KOTA TASIKMALAYA Dicky Nurmayadi; Farhan Sholahudin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.883

Abstract

Abstract: Walkability is an innovation concept in creating pedestrian path facilities that prioritize pedestrian comfort and minimize air pollution levels. The purpose of this study is to identify the application of the walkability concept in Tasikmalaya City, especially the H.Z. Musthofa to support the City of Tasikmalaya as a productive and sustainable city. The research uses a literature study methodology or literature review by reviewing books and journals related to walkability and other literature such as news and regulations. The results show that the application of the concept of walkability in Tasikmalaya City in realizing Tasikmalaya City as a productive and sustainable city is still very low when viewed from several global walkability index indicators. In realizing the City of Tasikmalaya as a pedestrian-friendly city, there are still some obstacles, such as the misuse of pedestrian paths as parking lots or as places or stalls for Street Vendors (PKL).Abstrak: Walkability merupakan sebuah konsep inovasi dalam menciptakan fasilitas jalur pedestrian yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki dan meminimalisir tingkat polusi udara.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan konsep walkablility di Kota Tasikmalaya khususnya Ruas Jalan H.Z. Musthofa untuk mendukung Kota Tasikmalaya sebagai kota yang produktif dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metodologi studi kepustakaan atau literature review dengan menelaah buku dan jurnal terkait walkability serta litelature lainnya seperti berita dan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan konsep walkability di Kota Tasikmalaya dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai kota yg produktif dan berkelanjutan masih sangat rendah apabila dilihat dari beberapa indikator global walkability index. Dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai Kota yang ramah bagi pejalan kaki masih ditemui beberapa hambatan seperti halnya penyalahgunaan jalur pedestrian sebagai lahan parkir maupun dijadikan tempat atau lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).
PENINGKATAN KUALITAS KEANDALAN SARANA DAN PRA-SARANA SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PASAR TRADISIONAL DI KOTA TASIKMALAYA Dicky Nurmayadi; Mohammad Syarif Al Huseiny
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 2, No 3 (2018): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2018
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.903 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v2i3.137

Abstract

Abstract:. The level of risk of public buildings, especially traditional markets, is very high, the facilities and infrastructure available to protect the market are largely unable to function optimally. The purpose of this research is to find out and measure the extent to which traditional markets in Tasikmalaya City are ready and responsive in protecting buildings and the environment from the risk of fire. The method starts with the formulation of the problem, setting the goals to be achieved, compiling a literature review, formulating hypotheses, collecting and processing data, conducting discussions, and the final stage is by drawing conclusions. Based on the results of research and observations carried out in four traditional markets in Tasikmalaya City, the readiness of market facilities and infrastructure as measured by 1) safety procedures in all four markets is still low, 2) evacuation routes and gathering points, there are still no clear evacuation routes and gathering points (there has not been found a marker / director), 3) active protection system (hydrant and APAR), three of the four markets are equipped with a hydrant system but the condition is largely unable to function properly, 4) there is a distance between each building block, from the four observation sites are only the Pancasila market which does not have a clear distance between each building block, 5) supervision and control, management and application of rules on fire risk in almost all market locations is still very low. Overall based on the results of research in four traditional market locations in the City of Tasikmalaya it is still very necessary to improve the quality of fire protection system facilities and infrastructure.Keyword: Facilities_infrastructure, fire_protection, traditional_markets Abstrak: Tingkat risiko bangunan publik khususnya pasar tradisional terhadap bahaya kebakaran sangat tinggi, sarana dan prasarana yang tersedia untuk memproteksi pasar sebagian besar tidak dapat berfungsi secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui serta mengukur sejauh mana pasar tradisional yang ada di Kota Tasikmalaya siap dan tanggap dalam memproteksi bangunan dan lingkungan dari risiko kebakaran. Metode yang dilakukan dimulai dengan melaksanakan perumusan masalah, menetapkan tujuan yang akan dicapai, menyusun tinjauan pustaka, merumuskan hipotesa, pengumpulan serta pengolahan data, melakukan pembahasan, dan tahapan terakhir adalah dengan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengamatan yang dilaksanakan di empat pasar tradisional di Kota Tasikmalaya kesiapan sarana dan prasarana pasar yang diukur berdasarkan 1) prosedur keselamatan di keempat pasar masih rendah, 2) jalur evakuasi dan titik kumpul, masih belum ditemukan jalur evakuasi dan titik kumpul yang jelas (belum ditemui adanya penanda/pengarah), 3) sistem proteksi aktif (hydrant dan APAR), tiga dari empat pasar sudah dilengkapi dengan system hydrant akan tetapi kondisinya sebagian besar tidak dapat berfungsi dengan baik, 4) ada jarak antara tiap blok bangunan, dari keempat lokasi pengamatan hanya pasar pancasila yang tidak memiliki jarak yang jelas antara masing-masing blok bangunan, 5) pengawasan dan pengendalian, pengelolaan dan penerapan aturan tentang risiko kebakaran di hampir seluruh lokasi pasar masih sangat rendah. Secara keseluruhan berdasarkan hasil penelitian di empat lokasi pasar tradisional di Kota Tasikmalaya masih sangat perlu untuk dilakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana sistem proteksi kebakaran. Kata Kunci: Sarana_prasarana, Proteksi_kebakaran, Pasar_Tradisional.
STUDI ANALISIS PENINGKATAN FASILITAS PELAYANAN JALAN RUMAH SAKIT KOTA TASIKMALAYA Ega Sri Wulandari; Dicky Nurmayadi; Farhan Sholahudin
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.123 KB) | DOI: 10.36423/jitsi.v1i2.719

Abstract

Abstract— Tasikmalaya City Hospital Street is an urban road with road type 2/2 UD. The Hospital Street area is a place for public transportation to stop passengers, there are public hospitals, schools and shops that are busy with pedestrians. Hospital road infrastructure has several shortcomings, namely fading road markings, lack of traffic signs, road body parking which results in a decrease in vehicle speed, and more optimized safety of vehicle users and pedestrians. Analysis of road performance using the Indonesian Road Capacity Manual method (MKJI, 1997) and pedestrian characteristics using the Highway Capacity Manual method (HCM, 2000). Hospital roads have a traffic volume of 1108 pcu / hour with a road capacity of 2859.0288 pcu / hour, so the degree of saturation is 0.38 and results in a road service level at the "B" level. Data from the number of pedestrians reaches 59 people / hour, pedestrian travel time is 0.010 km / hour, pedestrian flow is 6 ped / m / minute, pedestrian speed is 1.66 m / sec, pedestrian density is 0.0332 ped /m2, and pedestrian space of 30.0659 m2/ ped, resulting in a pedestrian service level at level “A”. Recommendations to improve Tasikmalaya City Hospital Road services, for example by completing traffic signs and facilities for the School Safe Zone (ZoSS). Keywords — Traffic flow, Capacity, Level of Service, Pedestrians, Road Facilities. Abstrak— Jalan Rumah Sakit Kota Tasikmalaya merupakan jalan perkotaan dengan type jalan 2/2 UD. Kawasan Jalan Rumah Sakit merupakan tempat pemberhentian kendaraan umum untuk menaik turunkan penumpang, terdapat rumah sakit umum, sekolah dan pertokoan yang ramai oleh pejalan kaki. Infrastruktur ruas jalan Rumah Sakit terdapat beberapa kekurangan yaitu memudarnya marka jalan, kurangnya rambu-rambu lalu lintas, parkir badan jalan yang mengakibatkan terjadinya penurunan kecepatan kendaraan, dan keselamatan pengguna kendaraan maupun pejalan kaki yang lebih dioptimalkan. Analisis kinerja ruas jalan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997) dan karakteristik pejalan kaki menggunakan metode Highway Capacity Manual (HCM, 2000). Jalan Rumah Sakit memiliki volume lalu lintas sebesar 1108 smp/jam dengan kapasitas jalan mencapai 2859,0288 smp/jam maka hasil derajat kejenuhan sebesar 0,38 serta menghasilkan tingkat pelayanan jalan pada tingkat “B”. Data hasil jumlah pejalan kaki mencapai 59 orang/jam, waktu tempuh pejalan kaki 0,010 km/jam, arus pejalan kaki 6 ped/m/menit, kecepatan pejalan kaki 1,66 m/det, kepadatan pejalan kaki 0,0332 ped/m2, dan ruang pejalan kaki 30,0659 m2/ped, maka menghasilkan tingkat pelayanan pejalan kaki pada tingkat “A”. Rekomendasi untuk meningkatkan pelayanan Jalan Rumah Sakit Kota Tasikmalaya misalnya dengan melengkapi rambu-rambu lalu lintas dan fasilitas Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Kata kunci —  Arus Lalu Lintas, Kapasitas, Tingkat Pelayanan, Pejalan Kaki, Fasilitas Jalan.
ANALISIS PENINGKATAN FUNGSI PELAYANAN FASILITAS PEJALAN KAKI (Studi Kasus Jalan KHZ. Mustofa Kota Tasikmalaya) Willy Firmansyah; Dicky Nurmayadi; Farhan Sholahudin
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 1 No. 2 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.5 KB) | DOI: 10.36423/jitsi.v1i2.743

Abstract

Abstract— KHZ Street. Mustofa is an area dominated by shops, trade and services, street vendors and other activities. However, the condition in the area is still lacking in proper traffic management, especially on the existing pedestrian facilities which look chaotic and unorganized as well as the presence of street vendors. The purpose of this study is to identify the characteristics of pedestrians on Jalan KHZ. Tasikmalaya City Mustofa Identify. Traffic characteristics on Jalan KHZ. Mustofa Kota Tasikmalaya. Provide an overview of the pedestrian facilities design needed on Jalan KHZ. Mustofa, Tasikmalaya City. Data collection methods used are primary data collection and secondary data collection. Primary data collection is carried out by conducting field surveys to obtain pedestrian volume, traffic volume and road variation. Secondary data collection was obtained from related agencies (Dishub Kominfo Kota Tasikmalaya Year 2020). The results of the Pedestrian Characteristics Analysis show that the largest volume of pedestrians crossing the road on weekdays is at point 4 in the afternoon observation of 139 people / hour, then on holidays it is at point 7 at 140 people / hour, while for the largest volume of pedestrians along on weekdays it is at point 4 in the afternoon observation of 304 people per hour. then on holidays at the observation point 9 at noon observation of 314 people per hour. As for the traffic volume characteristics, the highest volume on weekdays occurs in afternoon observations of 1,472 pcu / hour, then on holidays occurs in the afternoon observations of 1,518 pcu / hour, with an average vehicle speed of less than 40 km / hour with the category service levels for roads B and C, as well as recommendations for Zebra Crossing facilities at 7 points with a total of 9 units. Kata Kunci— Pedestrian Characteristics Traffic Volume Characteristics, Crossing Facilities Abstrak— Jalan KHZ. Mustofa merupakan kawasan yang  didominasi oleh area pertokoan, perdagangan dan jasa, pedagang kaki lima dan kegiatan lainnya. Tetapi keadaan pada kawasan tersebut masih kurang penataan lalu lintas yang baik khususnya pada fasilitas pejalan kaki yang ada terlihat semerawut dan tidak tertata serta dengan adanya PKL. Tujuan dari penelitian ini untuk Mengidentifikasi karakteristik pejalan kaki di Ruas Jalan KHZ. Mustofa Kota Tasikmalaya Mengidentifikasi. Karakteristik lalu lintas di Ruas Jalan KHZ. Mustofa Kota Tasikmalaya.Memberikan gambaran desain fasilitas pejalan kaki yang dibutuhkan di Ruas Jalan KHZ. Mustofa Kota Tasikmalaya. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pengumpulan data primer dan pengumpulan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan survai di lapangan untuk mendapatkan Volume Pejalan kaki, Volume lalu lintas dan inventariasi Jalan. Pengumpulan data sekunder didapatkan dari instansi terkait (Dishub Kominfo Kota Tasikmalaya Tahun 2020). Hasil Analisis Karakteristik Pejalan Kaki menunjukan bahwa volume pejalan kaki meyeberang jalan terbesar pada hari kerja berada di titik 4 pada pengamatan sore sebsar 139 orang/jam, lalu pada hari libur berada pada titik 7 sebesar 140 orang/jam, sedangkan untuk volume pejalan kaki menyusuri terbesar pada hari kerja berada pada titik 4 pada pengamatan siang sebesar 304 orang per jam. Lalu pada hari libur berada pada titik pengamatan 9 pada pengamatan siang sebesar 314 orang per jam. Sedangkan untuk karakteristik Volume lalu lntas menunjukan volume tertinggi pada hari kerja terjadi pada pengamatan sore sebesar 1.472 smp/jam, lalu pada hari libur terjadi pada pengamatan sore sebesar 1.518 smp/jam, dengan kecepatan rata – rata kendaraan kurang dari 40 km/jam dengan kategori tingkat pelayanan jalan B dan C , serta rekomendasi fasiltas penyeberangan  Zebra Cross pada 7 titik dengan total 9 unit. Kata kunci—Karakterisik Pejalan Kaki Karakteristik Volume Lalu Lintas, Fasilitas penyeberangan
STUDI KESIAPAN KONTRAKTOR DI KOTA TASIKMALAYA DALAM MENGHADAPI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU Usep Risman; Agi Rivi Hendardi; Dicky Nurmayadi
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 2 No. 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.818 KB) | DOI: 10.36423/jitsi.v2i2.997

Abstract

Abstract— The City of Tasikmalaya has imposed restrictions on Covid-19 emergency community activities by enforcing rules starting with the implementation of WFH (Work From Home) as well as restrictions on company operating hours. In accordance with the Instruction of the Minister of Home Affairs No. 15 of 2021 on the enactment of restrictions on Covid-19 emergency community activities in Java and Bali that the implementation of construction activities can operate 100% by strictly implementing health protocols. This research aims to find out the readiness of contractors in Tasikmalaya City in facing a new habit adaptation era based on three aspects, namely human resources, information systems and costs. The population in this study is a contractor in Tasikmalaya City with a small qualification of 80 companies with a sample of 13 companies. Instruments in this study used questionnaires. The results showed that overall contractors in Tasikmalaya City were ready to face the new habit adaptation era with an average value of 70%. The largest aspect is the human resources and information systems aspect which is 85% of the number of contractors. While the lowest aspect of readiness is the cost of 77%. Keywords — Readiness of contractors, New habit adaptation era, Small contractors. Abstrak— Kota Tasikmalaya melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat Covid-19 dengan memberlakukan aturan-aturan dari mulai pemberlakuan WFH (Work From Home) serta pembatasan jam oprasional perusahaan. Sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat Covid-19 diwilayah Jawa dan Bali bahwa pelaksanaan kegiatan konstruksi dapat beroperasi 100%  dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan kontraktor di Kota Tasikmalaya dalam menghadapi era adaptasi kebiasaan baru berdasarkan tiga aspek yaitu sumber daya manusia, sistem informasi dan biaya. Populasi pada penelitian ini adalah kontraktor yang ada di Kota Tasikmalaya dengan kualifikasi kecil berjumlah 80 perusahaan dengan sampel sebanyak 13 perusahaan. Instrument pada penelitian ini menggunakan angket kuesioner. Hasil Penelitian menunjukan secara keseluruhan kontraktor di Kota Tasikmalaya telah siap dalam menghadapi era adaptasi kebiasaan baru dengan nilai rata-rata 70%. Aspek yang paling besar adalah sumber daya manusia dan aspek sistem informasi yaitu sebesar 85% dari jumlah kontraktor yang dijadikan sampel. Sedangkan aspek yang paling rendah kesiapannya adalah biaya yaitu sebesar 77%. Kata kunci — Kesiapan kontraktor, Adaptasi kebiasaan baru, Kontraktor kecil.
PENINGKATAN KUALITAS WALKBILITY DI RUAS JALAN H.Z. MUSTOFA KOTA TASIKMALAYA Dicky Nurmayadi; Farhan Sholahudin
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v6i1.883

Abstract

Abstract: Walkability is an innovation concept in creating pedestrian path facilities that prioritize pedestrian comfort and minimize air pollution levels. The purpose of this study is to identify the application of the walkability concept in Tasikmalaya City, especially the H.Z. Musthofa to support the City of Tasikmalaya as a productive and sustainable city. The research uses a literature study methodology or literature review by reviewing books and journals related to walkability and other literature such as news and regulations. The results show that the application of the concept of walkability in Tasikmalaya City in realizing Tasikmalaya City as a productive and sustainable city is still very low when viewed from several global walkability index indicators. In realizing the City of Tasikmalaya as a pedestrian-friendly city, there are still some obstacles, such as the misuse of pedestrian paths as parking lots or as places or stalls for Street Vendors (PKL).Abstrak: Walkability merupakan sebuah konsep inovasi dalam menciptakan fasilitas jalur pedestrian yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki dan meminimalisir tingkat polusi udara.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penerapan konsep walkablility di Kota Tasikmalaya khususnya Ruas Jalan H.Z. Musthofa untuk mendukung Kota Tasikmalaya sebagai kota yang produktif dan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metodologi studi kepustakaan atau literature review dengan menelaah buku dan jurnal terkait walkability serta litelature lainnya seperti berita dan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan konsep walkability di Kota Tasikmalaya dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai kota yg produktif dan berkelanjutan masih sangat rendah apabila dilihat dari beberapa indikator global walkability index. Dalam mewujudkan Kota Tasikmalaya sebagai Kota yang ramah bagi pejalan kaki masih ditemui beberapa hambatan seperti halnya penyalahgunaan jalur pedestrian sebagai lahan parkir maupun dijadikan tempat atau lapak Pedagang Kaki Lima (PKL).
STUDI EVALUASI TINGKAT KEANDALAN RESIKO KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG Astyasari, Melinda; Nurmayadi, Dicky
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 3 No. 1 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v3i1.1104

Abstract

Abstract— Hospitals are public buildings that have a high risk of fire. One of the reliability requirements for buildings that must be met is fire safety. One of the hospitals that has a large number of patients in Tasikmalaya City is RSUD Dr. Soekarno. This hospital is located in a densely populated area in the middle of the city. For this reason, it is necessary to have a building analysis on the level of fire risk reliability. This study aims to determine the level of building reliability against fire risk in the Mitra Batik building at RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. This study used a field survey to identify site completeness, life-saving facilities, and active and passive fire protection. After that, a building safety assessment was carried out by giving a weight value using AHP. From the results of this study, the application of site completeness resulted in a value of 23.00 with a percentage result of 92.00%, life-saving facilities produced a value of 22.88 with a percentage result of 91.52%, the active protection system produced a value of 22.64 with a percentage result of 94.30%, and the active protection system produces a value of 25.16 with a percentage yield of 96.73%. All reliability assessments on the Mitra Batik Building are included in the good category. The results of the safety reliability value in the Mitra Batik Building at RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya are in the good category with a score of 93.67% and meet the requirements. Keywords — Building reliability, Fire hazard.   Abstrak— Rumah sakit adalah bangunan publik yang memiliki risiko besar terhadap terjadinya kebakaran. Salah satu persyaratan keandalan bangunan gedung yang harus dipenuhi adalah keselamatan terhadap bahaya kebakaran. Salah satu rumah sakit yang memiliki jumlah pasien banyak di Kota Tasikmalaya adalah RSUD Dr. Soekardjo. RSUD ini berada di wilayah padat penduduk dan berada di tengah kota. Untuk itu perlu adanya analisis bangunan terhadap tingkat keandalan risiko kebakaran. Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keandalan bangunan terhadap risiko kebakaran pada bangunan gedung Mitra Batik RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan survei lapangan untuk mengidentifikasi kelengkapan tapak, sarana penyelamatan jiwa, proteksi kebakaran aktif dan pasif. Setelah itu dilakukan penilaian keselamatan bangunan Gedung dengan memberikan nilai bobot menggunakan AHP. Dari hasil penelitian ini, pada penerapan kelengkapan tapak menghasilkan nilai 23,00 dengan hasil persentase 92,00%, sarana penyelamatan jiwa menghasilkan nilai 22,88 dengan hasil persentase 91,52%, sistem proteksi aktif menghasilkan nilai 22,64 dengan hasil persentase 94,30% dan sistem proteksi aktif menghasilkan nilai 25,16 dengan hasil persentase 96,73%. Semua penilaian keandalan pada bangunan Gedung Mitra Batik termasuk dalam kategori Baik. Hasil dari Nilai Keandalan Keselamatan pada Bangunan Gedung Mitra Batik RSUD Dr. Soekardjo Tasikmalaya berkategori Baik dengan menghasilkan nilai sebesar 93,67% dan telah sesuai dengan persyaratan.   Kata kunci — Keandalan bangunan, Bahaya Kebakaran.
STUDI ANALISIS POTENSI SUMBER MATA AIR UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR MASYARAKAT KECAMATAN CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA Pahrezi Sepyan, Aqmal; Ramadhan, Anri Noor Annisa; Nurmayadi, Dicky
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 3 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v3i2.1485

Abstract

Mata air merupakan salah satu sumber air yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air sehari – hari, seperti di Kampung Cipeteuy Desa Sukamukti Kecamatan Cisayong masyarakat setempat memanfaatkan sumber Mata Air Cipeteuy untuk memenuhi kebutuhan airnya. Sumber Mata Air Cipeteuy diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan air masyarakat Kecamatan Cisayong setiap tahun. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk meninjau ketersediaan air dan daya dukung Mata Air Cipeteuy Desa Sukamukti untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Kecamatan Cisayong pada tahun 2028. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode Model NRECA dan di kalibrasi dengan model NSE dari hasi pengamatan harian di lokasi penelitian. Dengan ketersediaan air Mata Air Cipeteuy dengan jumlah debit setiap bulannya dari bulan Januari hingga Desember adalah 82.218.240 liter, 109.252.800 liter, 113.322.240 liter, 109.978.560 liter, 93.648.960 liter, 75.660.480 liter, 62.259.840 liter, 49.066.560 liter, 44.167.680 liter, 49.455.360 liter, 86.106.240 liter, dan 96.163.200 liter, setelah dilakukan analisis daya dukung air debit Mata Air Cipeteuy tidak dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Kecamatan Cisayong pada tahun 2028.
ANALISIS POTENSI KENDALA INFRASTRUKTUR PANTAI BATU KARAS SEBAGAI DESTINASI WISATA DI KABUPATEN PANGANDARAN elma anggara; Nurmayadi, Dicky
JITSi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/jitsi.v4i1.1626

Abstract

Abstract— Infrastructure of the facilities available at the tourist attractions should be adequate as it will affect the comfort of visitors. However, there are still many tourist attractions in the district of Pangandaran that are still not adequate, one of them is the lack of temporary garbage disposal facilities and a lot of infrastructure due to the tourist attraction of the Karas Stone Beach which is said to be unsuitable for use and requires development and repair. The study aims to assess the viability of Karas Stone infrastructure as a tourist attraction in Pangandaran. Methods to conduct this research with qualitative descriptive techniques to determine how much the degree of infrastructure viability in Batu Karas as a tourist attraction in Pangandaran District. The sampling process is random (probability sampling), then the data that has been evaluated is then presented in the Table of Accessibility of Respondents (TCR). Data is collected through transportation, observations, interviews, and documentation. From the overall results of the Accessibility Level of Responds (TCR) of the tourist infrastructure of Batu Karas coast according to tourists obtained a score of 72.2% that falls into sufficient category, and changes are necessary to infrastructure to meet the goals and expectations in the future. The state of the Karas Stone Coast is not adequate because the local government has not undertaken development. Keywords — Batu Karas Beach, Infrastructure, tourist. Abstrak— Infrastruktur fasilitas yang ada pada objek wisata harus memadai karena akan berpengaruh pada kenyamanan pengunjung. Akan tetapi masih banyak objek wisata di Kabupaten Pangandaran yang masih belum memadai, salah satunya adalah kurangnya fasilitas tempat pembuangan sampah sementara dan banyaknya infrastruktur dikawasan objek wisata Pantai Batu Karas yang terbilang sudah tidak layak untuk digunakan sehingga membutuhkan pengembangan dan perbaikan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan infrastruktur Batu Karas sebagai tempat wisata di Pangandaran. Metode untuk melakukan penelitian ini dengan metode deskriptif kualitatif untuk mengetahui sejauh mana tingkat kelayakan infrastruktur di Batu Karas sebagai tempat wisata di Kabupaten Pangandaran. Proses pengambilan sampelnya dilakukan secara acak (probability sampling), lalu data yang telah dievaluasi kemudian disajikan dalam tabel Tingkat Capaian Responden (TCR). Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dari hasil keseluruhan Tingkat Capaian Responden (TCR) kelayakan infrastruktur wisata pantai Batu Karas menurut wisatawan didapatkan nilai 72,2% yang masuk ke kategori cukup, dan perubahan sangat diperlukan supaya infrastruktur memenuhi tujuan dan antisipasi mendatang. Keadaan prasarana Pantai Batu Karas belum memadai karena pemerintah daerah belum melakukan pengembangan. Kata kunci —  Pantai Batu Karas, Infrastruktur, Pariwisata