Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksi Tanggap Pangan Korban Banjir Matang Seulimeng Melalui Dukungan Logistik Rumah Amal USK-UNG Akbar, Fachrul; Sari, Dian Permata; Lestari, Triami; Amelia, Riska; Amanah, Ummi; Darmansyah; Mulyara, Budi; Pulungan, Ahyar; Asri, Dian; Setyawan, Febby Hadi
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8axq2136

Abstract

Flood disasters that struck Langsa City, particularly Matang Seulimeng Village, have led to a logistics crisis and the paralysis of economic activities for the affected communities. This Community Service (PKM) activity aims to provide rapid intervention through emergency food assistance to ensure the food security of residents during the emergency response period. This program was implemented through a strategic collaboration between Universitas Syiah Kuala (USK Charity House) and Universitas Negeri Gorontalo (UNG) as a tangible manifestation of the Tri Dharma of Higher Education. The methods employed include the preparation phase (data verification), the distribution phase (direct door-to-door delivery), and the evaluation phase. The results of the activity indicate that 20 packages of basic food assistance were successfully distributed to the 20 most affected households. This assistance proved capable of meeting the residents' basic nutritional needs during the flood isolation period while providing significant psychosocial support. The conclusion of this activity is that inter-university synergy is highly effective in accelerating humanitarian responses in disaster-prone areas. Suggestions for future activities include the need to develop a more integrated community-based disaster mitigation system to enhance the resilience of coastal communities in the future.
Intervensi Makanan Bergizi untuk Mencegah Penurunan Status Gizi Anak Pasca Banjir di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang Zuhra, Nur Halimatuz; Munawaroh, Siti; Rizva, Dian Novira; Surbakti, Dian Permata Sara Br; Asri, Dian; Dary, Raihan; Akbar, Fachrul; Pulungan, Ahyar; Mulyana, Budi; Assayuti, Mufazzal
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/yktd0495

Abstract

Banjir yang terjadi secara berulang di Kabupaten Aceh Tamiang, khususnya di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Manyak Payed, tidak hanya menimbulkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Kondisi pascabanjir sering menyebabkan menurunnya ketersediaan pangan, buruknya sanitasi, serta meningkatnya risiko penyakit infeksi yang dapat memperburuk status gizi balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah penurunan status gizi anak pascabanjir melalui intervensi pemberian makanan bergizi serta edukasi gizi kepada orang tua. Metode yang digunakan adalah pendekatan aksi partisipatif dengan melibatkan tim pengabdian, kader Posyandu, dan perangkat desa. Kegiatan dilaksanakan pada 28 Februari 2026 di Desa Simpang Lhee dengan sasaran anak-anak yang terdampak banjir. Intervensi dilakukan melalui penyusunan dan distribusi 100 paket bubur bergizi berbahan dasar beras lokal yang diperkaya dengan protein hewani dan sayuran, serta pemberian air minum kemasan. Selain itu, dilakukan edukasi singkat mengenai pola asuh gizi darurat dan pembagian leaflet panduan gizi kepada para ibu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemberian makanan bergizi disertai edukasi kepada ibu dapat membantu mencegah penurunan status gizi anak dengan cara meningkatkan kesadaran ibu dari skor rata-rata 3,7 menjadi skor rata-rata 7,6 mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada masa pemulihan pascabencana. Dengan demikian, intervensi gizi berbasis komunitas ini berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung ketahanan pangan keluarga dan mencegah risiko gizi kurang maupun stunting pada anak di wilayah rawan bencana.