Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN TRAINER KIT MIKROKONTROLER ATMEGA16 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Nahrowi, Djejen; Aribowo, Didik; Hamid, Mustofa Abi
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol 17, No 2 (2020): Edisi Juli 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.358 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v17i2.24366

Abstract

Lemahnya daya tarik siswa pada mata pelajaran mikrokontroler yang menyebabkan penurunan kualitas nilai dari hasil belajar yang diperoleh. Tujuan pengembangan trainer ini untuk mengetahui tingkat kelayakan trainer mikrokontroler serta  mengukur tingkat efektivitas trainer pada aspek proses pembelajaran dan hasil peningkatan belajar pada mata pelajaran mikrokontroler. Research and Development (R&D) model ADDIE digunakan dalam penelitian ini dengan sampel 22 siswa mengggunakan teknik purposive random sampling. Analisis data deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini.  Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa hasil dari validasi media dinyatakan sangat layak dengan skor X= 81, x= 52,5 dan SBx= 10,5 sehingga skor akhir diperoleh 81>63. (2) validasi materi dengan kategori sangat layak dengan skor X= 52,5,  x= 32,5 dan SBx= 6,5 sehingga skor akhir diperoleh 50,45>48. (3) hasil penilaian angket pengguna media trainer mendapatkan hasil sangat layak dengan perolehan X= 72,  = 47,5 dan SBx= 9,5 sehingga skor akhir diperoleh 72>57.
PENGEMBANGAN TRAINER KIT MIKROKONTROLER ATMEGA16 SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Djejen Nahrowi; Didik Aribowo; Mustofa Abi Hamid
Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Vol. 17 No. 2 (2020): Edisi Juli 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.358 KB) | DOI: 10.23887/jptk-undiksha.v17i2.24366

Abstract

Lemahnya daya tarik siswa pada mata pelajaran mikrokontroler yang menyebabkan penurunan kualitas nilai dari hasil belajar yang diperoleh. Tujuan pengembangan trainer ini untuk mengetahui tingkat kelayakan trainer mikrokontroler serta  mengukur tingkat efektivitas trainer pada aspek proses pembelajaran dan hasil peningkatan belajar pada mata pelajaran mikrokontroler. Research and Development (R&D) model ADDIE digunakan dalam penelitian ini dengan sampel 22 siswa mengggunakan teknik purposive random sampling. Analisis data deskriptif kuantitatif digunakan dalam penelitian ini.  Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa hasil dari validasi media dinyatakan sangat layak dengan skor X= 81, x= 52,5 dan SBx= 10,5 sehingga skor akhir diperoleh 81>63. (2) validasi materi dengan kategori sangat layak dengan skor X= 52,5,  x= 32,5 dan SBx= 6,5 sehingga skor akhir diperoleh 50,45>48. (3) hasil penilaian angket pengguna media trainer mendapatkan hasil sangat layak dengan perolehan X= 72,  = 47,5 dan SBx= 9,5 sehingga skor akhir diperoleh 72>57.
Pembelajaran Berbasis Teaching Factory Dalam Upaya Peningkatan Mutu Lulusan di SMK Nahrowi, Djejen; Setiyono, Riyanto; Liestiyowati, Dwi
International Journal of Social and Management Studies Vol. 5 No. 3 (2024): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v5i3.482

Abstract

Based on unemployment data revealed by Novrian (2018) that until August 2018 the unemployment rate for SMK reached 24.74% of the total open unemployment of 7.069 million. This indicates that the learning materials in vocational schools are not in accordance with the needs of the world of work, so efforts are needed to improve the quality, relevance and revitalization of vocational education in forming qualified, highly competitive human resources. Thus creating a link and match between learning in schools and the needs of the business world/industrial world (DU/DI). The factory teaching model is one solution to prepare students to have competencies that are in accordance with the competency needs of the industrial world. The teaching factory learning developed can be integrated into the production unit organized by the school. Based on this, the purpose of this study was to analyze the implementation of teaching factory model learning in SMK in an effort to improve the quality of graduates. This research is a literature study that reviews the development of the teaching factory model in a vocational school. The results of the study concluded that teaching factory management includes planning, organizing, implementing, and evaluating. The developed teaching factory is integrated with the production unit for the implementation of student practice.
Sosialisasi Bidang Sains dan Teknik untuk Santri Pondok Daarul Ahsan Tangerang Lusiani, Milawati; Nahrowi, Djejen; Arianto, Dede Brahma; Utami, Nur Kharismawati
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2025): JIPPM - Juni 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jippm.791

Abstract

Pondok pesantren Daarul Ahsan adalah salah satu pondok pesantren di Indonesia yang terletak di kabupaten Tangerang, Banten. Pondok pesantren ini mengadopsi sekolah formalitas berbasis agama. Namun pada dasarnya santri dan santriwati di pondok pesantren Daarul Ahsan lebih banyak diajarkan tentang ilmu agama. Melihat dari perkembangan zaman yang terus berubah bidang sains dan teknik menjadi salah satu peminatan yang semakin banyak dibutuhkan pada dunia kerja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendukung integrasi pendidikan sains dan teknik dengan kurikulum pesantren di Pondok Pesantren Daarul Ahsan. Melalui metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ceramah, praktik, dan survei lapangan, tim pengabdi memberikan pelatihan tentang bidang sains dan teknik, termasuk pengenalan jurusan teknik, gambaran dunia kerja, serta seminar kecerdasan buatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner Pretest-Post-test berbasis Google Form untuk mengukur peningkatan pemahaman santri. Integrasi ini tidak hanya memperkuat kompetensi ilmiah santri tetapi juga kemampuan mereka menghubungkan sains dengan nilai-nilai agama, membentuk sikap kritis dan terbuka. Kegiatan ini menjadi model inovatif bagi pesantren dalam menjawab tantangan era globalisasi.
Optimalisasi Teknologi Otomasi untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Manufaktur Indonesia di Era Ekonomi Digita Muhammad Natsir; Erwan Darmawan; Djejen Nahrowi
Journal of Economics, Management, and Accounting Vol 1 No 2 (2025): November: Scripta Economica: Journal of Economics, Management, and Accounting
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/anzkdh84

Abstract

Digital transformation has changed the landscape of the global manufacturing industry, including in Indonesia. This study analyzes the optimization of automation technology as a strategy to improve the competitiveness of Indonesia's manufacturing industry in the digital economy era. Using literature review and descriptive analysis methods on secondary data from various sources, this study explores the implementation of automation technology in Indonesia's manufacturing sector, the challenges faced, and its impact on productivity and global competitiveness. The results show that the adoption of automation technology in Indonesia will reach 35 percent for large manufacturing companies in 2024, with the manufacturing industry sector growing by 5.68 percent in the second quarter of 2025.The Making Indonesia 4.0 program is a strategic foundation with a target contribution of Industry 4.0 to the Gross Domestic Product of US$133 billion by 2025. Internet of Things technology, artificial intelligence, and robotics are the main pillars of this transformation. Despite challenges such as limited investment and availability of skilled human resources, the potential for increased operational efficiency, reduced production costs, and improved product quality are the main drivers for automation adoption. This study recommends strengthening collaboration between the government, industry, and academia to accelerate the digital transformation of Indonesia's manufacturing industry.