Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERILAKU OKSIDASI ISOTERMAL PADUAN 68,5Fe-14Ni-9Al-7,5Cr-1Mo PADA TEMPERATUR 800, 900, DAN 1000°C Muhammad, Fadhli; Basuki, Eddy Agus
Jurnal Rekayasa Mesin Vol. 15 No. 3 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/jrm.v15i3.1814

Abstract

Extensive research has been conducted on high-temperature alloys for power generation, with chromium-forming ferritic iron as the primary basis for these materials. However, the practical applications of these materials are limited to temperatures below 800°C. This study addresses the development of an alumina-forming 68.5Fe-14Ni-9Al-7.5Cr-1Mo austenitic iron-based alloy, isothermally oxidized at 800, 900, and 1000°C for 1, 10, 50, and 150 h, respectively. The formation of the protective layer was characterized using X-ray diffraction (XRD) and energy dispersive spectroscopy (EDS) attached in a scanning electron microscope (SEM). The thickness of the oxide layer was quantified using the ImageJ software. XRD analysis of the sample that had been oxidized for 150 h at various temperatures revealed the presence of Al2O3. The clustered grain morphology was observed at the sample's surface oxidized for 150 h at 800°C. In contrast, the sample oxidized at 900°C exhibited a hair morphology, and the sample oxidized at 1000°C exhibited a wrinkled morphology. EDS mapping of all samples revealed that O and Al dominated the oxide scales. Measurements of oxide thickness indicated an accelerated growth phase during the first 10 hours of exposure, which was subsequently followed by a gradual slowing down in growth rates over more extended periods of time
Pembuatan Paduan Tembaga Sebagai Bahan Baku Uang Logam: Eddy Agus Basuki, Khaidar Said Eddy Agus Basuki Eddy Agus Basuki; Khaidar Said Khaidar Said
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 16 No 3 (2020): October 2020 Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j24604682.v16i3.5824

Abstract

Umumnya perunggu digunakan sebagai material untuk perhiasan, medali dan koin mata uang, karena paduan logam ini memberikan warna yang baik dan kekerasan yang relatif tinggi. Indonesia pernah menggunakan perunggu aluminium untuk koin mata uang. Khusus untuk koin mata uang, persoalannya adalah bahwa material dasar untuk pembuatan koin ini diimpor dari luar negeri sehingga menyebabkan tingginya biaya pembuatan koin. Dalam kenyataannya Indonesia memiliki sumber yang memedai untuk menyediakan material dasar untuk memproduksi paduan logam ini. Makalah ini membahas studi pembuatan paduan logam berbasis Cu-Al-Sn untuk kegunaan sebagai bahan koin uang logam. Logam dasar yang digunakan, yaitu tembaga, timah dan aluminium diperoleh dari PT. Smelting, PT. Inalum dan PT. Timah. Sebanyak 12 variasi paduan dibuat untuk kemudian diuji sifat fisika dan sifat mekanis serta pengamatan struktur mikro. Semua hasil paduan yang dibuat dibandingkan dengan uang logam yang pernah digunakan sebelumnya yaitu koin Rp. 500,-. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan Sn dan Al ke dalam paduan Cu meningkatkan kekerasan dan menurunkan berat jenis paduan logam yang dihasilkan, tetapi pengotor Fe menurunkan ukuran partikel endapan. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dijumpai empat komposisi paduan yang memiliki sifat yang lebih baik dibandingkan dengan paduan logam yang pernah digunakan untuk koin Rp. 500,-.