Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Factors Associated with Diabetes Mellitus among Adults Aged ≥ 25 Years in DKI Jakarta: Analysis of the Indonesian Health Survey 2023 Annisa Ryan Thahara; Dewi Utami Iriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 1 (2026): JIKM Vol 18, Issue 1, February 2026
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v18i1.892

Abstract

Background: The global prevalence of diabetes mellitus (DM) continues to rise and is projected to increase significantly by 2045. In Indonesia, DKI Jakarta reports the highest prevalence of DM. This study aimed to examine factors associated with DM among adults aged ≥ 25 years in DKI Jakarta using data from the 2023 Indonesian Health Survey. Methods: A cross-sectional study was conducted using secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey, which employed a stratified multistage sampling design. A total of 6,185 respondents aged ≥ 25 years residing in DKI Jakarta were included. Data were collected in 2023 and analysed from January to July 2025. Multiple logistic regression analysis was performed to estimate adjusted odds ratios (aORs) and 95% confidence intervals (CIs) for factors associated with DM. Results: Significant risk factors for DM among adults aged ≥ 25 years in DKI Jakarta included age (OR=21.99; 95% CI: 13.13–36.85; p<0.001), sex (OR=1.63; 95% CI: 1.23–2.15; p=0.001), educational level (OR=1.86; 95% CI: 1.20–2.90; p<0.001), depression (OR=3.71; 95% CI: 1.81–7.58; p<0.001), and a hystory of hypertension (OR=5.05; 95% CI: 3.83–6.66; p<0.001). Based on multivariable analysis, older age was the most strongly associated factor (aOR = 16.081; 95% CI: 9.24–27.98; p<0.001). Conclusions: Several sociodemographic and health-related factors were associated with DM among adults in DKI Jakarta. Strengthening diabetes prevention and control efforts through the Posbindu PTM and GERMAS programmes by the DKI Jakarta Health Office is warranted.
Knowledge, Attitude, and Practice Regarding Iron Deficiency Anemia Prevention Among Female Adolescents in Bogor City, Indonesia Riastuti Kusuma Wardani; Muhammad Iqbal Nurmansyah; Yustiyani; Dewi Utami Iriani; Fajar Ariyanti; Zilhadia; Bulent Kilic
Public Health of Indonesia Vol. 12 No. 1 (2026): January - March
Publisher : YCAB Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36685/phi.v12i1.1276

Abstract

Background: Iron deficiency anemia (IDA) is a significant public health issue due to its prevalence and numerous contributing factors, specifically among female adolescents. Objective: The study aimed to examine the influence of knowledge and attitude on IDA prevention practice among female adolescents in Bogor City, Indonesia. Methods: This cross-sectional study was carried out among 20 junior high schools in Bogor City, Indonesia. A total of 1.410 female students were selected through a non-probability sampling method. The Spearman rank correlation test was then used to examine the relationship between knowledge, attitude, and practice regarding IDA prevention. Results: The results showed that the average scores for knowledge, attitude, and practice were 5.92 (out of 15), 11.56 (out of 15), and 8.95 (out of 12), respectively. In addition, knowledge had a significant correlation with attitude (p-value = 0.001, r = 0.185), and attitude showed a significant correlation with practice (p-value = 0.005, r = 0.075). Conclusion: The limited understanding of female students concerning IDA may influence their attitude and practice towards its prevention. This indicates that the implementation of diverse strategies is essential to enhance understanding of anemia, thereby improving prevention behavior. Keyword: Anemia, Chronic Diseases, Developing Countries, Female Student, School-Based
Pemanfaatan Edukasi Kader Kesehatan dan Media Kalender Edukasi dalam Intervensi Pengendalian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Situ Gintung Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 Deana Kalyca Widodo Putri; Shafa Rizka Tribanowati; Dinda Desfira; Rizky Adinda Maelani; Nadira Lianawati; Silmi Kusuma Wardhani; Dewi Utami Iriani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.27163

Abstract

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Kelurahan Serua, dengan capaian program pengendalian yang belum optimal yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan masyarakat, keterbatasan media edukasi, serta belum optimalnya peran kader kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemanfaatan edukasi kader kesehatan dan media kalender edukasi dalam upaya pengendalian TBC di wilayah kerja Puskesmas Situ Gintung, Kelurahan Serua. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan sasaran kader kesehatan dan masyarakat. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur pengetahuan kader, serta observasi pemasangan media kalender edukasi di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader kesehatan yang ditunjukkan oleh meningkatnya nilai sebelum dan sesudah edukasi. Pemanfaatan media kalender edukasi belum optimal, dengan proporsi pemasangan sebesar 45,7% dan sebagian besar status pemasangannya tidak teridentifikasi. Edukasi kader kesehatan menunjukkan efektivitas yang lebih optimal apabila diintegrasikan dengan monitoring dan pendampingan dalam pemanfaatan media edukasi untuk mendukung upaya pengendalian TBC di masyarakat.
Analisis Situasi dan Perancangan Intervensi Pengendalian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Situ Gintung Kota Tangerang Selatan Tahun 2026 shafa rizka tribanowati; Silmi Wardhani; nadira lianawati; dinda desfira; rizky adinda maelani; deana kalyca widodo; dewi utami iriani
Jurnal Dunia Kesmas Vol 15, No 3 (2026): Volume 15 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v15i3.27154

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Beban TBC di Indonesia masih tergolong tinggi dengan menempati peringkat kedua dunia. Kota Tangerang Selatan masih menjadi salah satu daerah yang menunjukkan peningkatan kasus TBC, menunjukkan bahwa upaya pengendalian yang dilakukan belum efektif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis situasi program pengendalian TBC di wilayah kerja Puskesmas Situ Gintung, serta merancang program intervensi yang tepat. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan analisis fishbone, Simple Additive Weighting (SAW), dan Force Field Analysis (FFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan TBC bersifat multisektoral, dengan rendahnya pengetahuan masyarakat sebagai masalah utama. Program SERGAP TBC terpilih menjadi intervensi prioritas berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan TBC.