Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN DASAR-DASAR FOTOGRAFI DAN EDITTING VIDEO UNTUK PROMOSI PRODUK BAGI PELAKU USAHA MIKRO DAN KECIL DI KOTA PONTIANAK Krisiandy, Samuel Dendy; Yuardani, Ade M; Arief, Verdico Arief; Wahyuni, Endang; Sihombing, Grace Kelly H.P.; Saputra, Haris Mirza; Rachimoellah, Muhammad
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3554

Abstract

Becoming an entrepreneur in Indonesia is not only a professional choice, but also a force that drives the wheels of the country's economy. The use of online platforms by MSMEs in Indonesia is still relatively low, with only 8% utilizing this media in 2021. This training is designed to provide understanding and skills in creating and editing photography and marketing videos so that they can not only highlight the product image, but It also makes it easier for consumers to understand and be interested in the products offered through lecture methods and direct practice carried out by each participant. By carrying out training in photography and video editing techniques, knowledge and skills will certainly increase so that they can improve the visual quality of their products, which is very important in marketing in the digital era
INTEGRASI DATA PERKAWINAN ANAK: URGENSI, TANTANGAN, DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN DI KALIMANTAN BARAT Rinaldi, Hasymi; Yuardani, Ade M; Mahendra Jaya
JURNAL PERSPEKTIF ADMINISTRASI DAN BISNIS Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38062/jpab.v6i2.1035

Abstract

Pernikahan anak tetap menjadi masalah yang serius di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat, di mana prevalensinya secara konsisten melebihi rata-rata nasional. Pada tahun 2023, provinsi ini menempati peringkat ketiga tertinggi secara nasional, setelah sebelumnya menempati posisi kedua pada tahun 2020. Tidak adanya data yang akurat dan terintegrasi berkorelasi erat dengan tingginya angka perkawinan anak, yang menghambat pengembangan dan pelaksanaan undang-undang pencegahan yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi urgensi, tantangan, dan konsekuensi kebijakan dari integrasi data perkawinan anak. Penelitian ini menyelidiki perbedaan data antarinstansi, hambatan integrasi, dan efeknya terhadap perumusan kebijakan berbasis bukti. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kerangka analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data institusi tidak selaras satu sama lain, tidak ada pencatatan perkawinan siri, ada perbedaan dalam definisi "anak" di antara sektor, dan institusi tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk mengintegrasikan data. Studi ini menemukan bahwa upaya untuk mencegah perkawinan anak akan tetap terfragmentasi dan tidak efektif tanpa adanya basis data yang komprehensif dan harmonis. Oleh karena itu, untuk mendukung intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran, pembangunan basis data perkawinan anak yang terintegrasi membutuhkan peningkatan kolaborasi antarinstansi, penyatuan definisi, dan peningkatan kapasitas institusi.