Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Addie Model-Based Learning To Improve Competences Of Clinical Nurse Leaders Djojo, Achmad; Suhariyanto, S; Kapadia, Raju; Octary, Tiara; Junaidi, J; Sari, Delsy Cantika; Fitriadi, Khairul; Merry, Maria; Lestari, Astuti; Nilaprapti, Endang; Rosyada, Ida; Yudi, Yudi; Novita, Irawati; Nandang, Ignatius; Rachmadi, Agus; Hariyati, Tutik Sri; Handiyani, Hanny
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1442.921 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.774

Abstract

Introduction: Clinical nurse leaders (CNL) play a significant role in improving the quality of nursing services. Such a role includes satisfying clients during the care process by referring to the nursing goal. In meeting the standard, CNL should enhance their knowledge, attitude, and soft and hard skills. Purpose: Identifying the competences of CNL through ADDIE model-based learning. Method: The present study relied on a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test.This study used quantitative research with the pre experiment method, and pre and post test.As many as 20 clinical nurse leaders from inpatient units of accredited public and private hospitals in Singkawang were involved as the sample. Further, the data analysis in this study used Paired T test. The result of this study found a meaningfulimprovement of competences among CNL through ADDIE model-based learning (p=.006). Recommendation: ADDIE model-based learning attempts to enhance the competences of CNL. This research recommends the addition of the ADDIE model to advance the competence as the clinical nurse leaders.  Moreover, this strategy can be applied to develop CNL’s ability in other managerial fields.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea Di Ruang Santa Anna Rumah Sakit Santo Vincentius Singkawang Tahun 2016 Djojo, Achmad
Scientific Journal of Nursing Research Vol 1, No 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v1i2.926

Abstract

Pre operasi merupakan kondisi yang dimulai ketika keputusan untuk intervensi bedah dibuat dan berakhir ketika pasien dikirim ke kamar operasi. Proses perawatan di rumah sakit seringkali mengabaikan aspek-aspek psikologis, sehingga menimbulkan berbagai masalah psikologis bagi pasien salah satunya adalah kecemasan. Penelitian ini mencoba mengungkapkan hubungan karakteristik (jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, pen- galaman dan dukungan sosial keluarga) dan tingkat pengetahuan responden dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi sectio caesarea di sruang St. Anna Rumah Sakit St. Vincentius Singkawang Tahun 2016. Penelitian ini bersifat kuantitatif analisis dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 33 responden dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara usia responden dengan tingkat kecemasan diperoleh nilai p=0,048; Terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman operasi sebelumn- ya dengan tingkat kecemasan dengan nilai p=0,001; Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial keluarga dengan tingkat kecemasan dengan nilai p=0,037; Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tingkat kecemasan dengan nilai p=0,000. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signi- fikan antara tingkat pendidikan dengan tingkat kecemasan dengan nilai p=0,217.
PENGARUH FOTO TERAPI DAN PEMBERIAN ASI ADEKUAT TERHADAP KADAR BILIRUBIN PADA BAYI DENGAN IKTERIK NEONATORUM DI RUANG PERINATOLOGI RSUD dr. RUBINI MEMPAWAH yulita, yulita; Sulistyawati, Dwi; Djojo, Achmad
Scientific Journal of Nursing Research Vol 4, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/sjnr.v4i1.1301

Abstract

Latar Belakang : Ikterik neonatorum adalah keadaan klinis pada bayi yang ditandai oleh pewarnaan ikterus atau kuning pada kulit dan sklera akibat tingginya bilirubin tak terkonjugasi secara berlebih. Fototerapi merupakan salah satu tatalaksana terkini untuk mengatasi hiperbilirubinemia pada bayi baru lahir. Tujuan fototerapi yaitu untuk mencegah kadar bilirubin indirek dalam darah mencapai kadar yang neurotoksik.Tujuan Penelitian : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh fototerapi dan pemberian asi adekuat terhadap kadar bilirubin pada bayi.Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan quasy experimental with control group design. Dengan desain pre-test dan post-test yang dilakukan pada 34 responden. Uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui penurunan nilai bilirubin adalah “Paired sample t-test” dan Untuk mengetahui pengaruh fototerapi dan asi adekuat terhadap nilai bilirubin pada bayi ikterik neonatorum menggunakan uji Man-Whitney Hasil Penelitian : Hasil penelitian terjadi penurunan nilai bilirubini pre dan post intervensi 4,1909 dengan p-value 0,000 dan ada pengaruh fototerapi dan pemberian ASI adekuat terhadap kadar bilirubin pada bayi icteric neonatorum di Ruang Perinatologi RSUD dr. Rubini Mempawah dengan p value sebesar 0,000 (α <0,05). Kesimpulan : Ada pengaruh tindakan fototerapi dan pemberian asi adekuat terhadap kadar bilirubin pada bayi dengan ikterik neonatorum
PEMBELAJARAN MENTORSHIP PRAKTIK KOMUNIKASI EFEKTIF KESELAMATAN PASIEN PADA PERAWAT PELAKSANA: PILOT PROJECT DI RUMAH SAKIT Suhariyanto, Suhariyanto; Djojo, Achmad; Ndeta, Egidius Umbu; Fauziningtyas, Rista
Menara Medika Vol 7, No 2 (2025): VOL 7 NO 2 MARET 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v7i2.7077

Abstract

Latar Belakang: Komunikasi efektif merupakan salah satu mencegah kejadian tidak diinginakan di rumah sakit. Banyak faktor yang mempengaruhi praktek komunikasi, satu diantaranya adalah komunikasi yang belum optimal didalam kerjasama tim. Diperlukan metode pembelajaran yang baik berupa pendekatan mentor dan mente melalui mentorship. Tujuan: penelitian ini menerapkan pengembangan metode pembelajaran mentorsip sebagai upaya peningkatan kompetensi perawat pelaksana dalam praktik komunikasi efektif. Metode: penelitian ini mengggunakan metode pilot project pada 60 orang perawat pelaksana dengan melaksanakan observasi mentorsip dan praktik komunikasi efektif dengan terdiri dari 30 item. Tahapan dimulai dengan identifikasi masalah, analisis fishbone, implementasi, dan evaluasi. Implementasi berupa pembuatan pedoman, standar prosedur operasional, modul dan role play. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan hand over 30 %, transfer 40 % dan laporan kritis 50%. Keberhasilan praktik komunikasi dengan peningkatan dengan rata-rata hand over 45 %, Transfer 40% dan laporan kritis 35%. Diskusi: keberhasilan praktik komunikasi efektif dipengaruhi oleh dukungan manajerial, kemauan belajar dan pendampingan mentor dengan mente. Studi ini dapat menjadi evidence base nursing management dalam praktik komunikasi efektif untuk kesalamatan pasien.