Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PESAN MORAL DALAM LEGENDA MON SEURIBÈE DI GAMPÔNG PARANG IX, KECAMATAN MATANGKULI, KABUPATEN ACEH UTARA Muhammad Aidil Akbar; Radhiah Radhiah; Safriandi Safriandi
KANDE Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2, No 1 (2021): KANDE: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v2i1.4679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis pesan moral dalam legenda Mon Seuribèe di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara dan mendeskripsikan bentuk penyampaian pesan moral dalam legenda Mon Seuribèe Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik rekam dan catat. Teknik ini dilakukan dengan mengobservasi dan mewawancarai narasumber di Gampông Parang IX, Kecamatan Matangkuli terkait kisah legenda Mon Seuribèe. Hasil penelitian menunjukkan jenis dan wujud pesan moral, yaitu: 1) hubungan manusia dan Tuhannya dalam wujud beriman dan berdoa. 2) hubungan manusia dan dirinya sendiri dalam wujud kejujuran, bertanggung jawab, kemandirian, kerendahan hati. 3) Hubungan manusia dan manusia lain dalam wujud kekeluargaan, kerukunana, tolong-menolong, menghargai dan menghormati. Hasil penelitian selanjutnya yaitu, Bentuk penyampaian pesan moral secara langsung dilihat melalui uraian pengarang dan melalui tokoh, selanjutnya bentuk penyampaian secara tidak langsung dilihat dari peristiwa dan konflik. 
Peran Penting Promosi Kesehatan dalam Pencegahan Penyakit Kronik Nur Arifatus Sholihah; Fitriah Fitriah; Andi Ilham; Leni prawitasari; Rudy Kurniawan; Neneng Prihasti; Safriandi Safriandi; Fitrini Fitrini; Dewi Indiastuti
Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/detector.v3i1.4773

Abstract

Chronic diseases are degenerative conditions that significantly impact an individual's quality of life. Various degenerative diseases, such as diabetes mellitus, hypertension, and heart stroke, require immediate attention. Indonesia faces a dual burden in healthcare, grappling with both rampant infectious diseases and the rising prevalence of chronic degenerative illnesses. Therefore, health promotion efforts are crucial in preventing degenerative diseases among adolescents. This initiative targets teenagers due to their unhealthy lifestyle choices, which are evident in their smoking habits, poor dietary practices, insufficient consumption of fruits and vegetables, and a lack of physical activity. The primary objective of this initiative is to enhance awareness regarding the prevention of degenerative diseases among youth and to address the emergence of such conditions in this age group. The results of the community service activities indicate a notable increase in average knowledge from 6.61 to 13.80 and an improvement in attitudes from 9.61 to 14.47. The community service activities were successfully executed, as evidenced by the smooth conduct of the events and the active participation of the adolescents. To improve health quality, it is essential to foster awareness and enhance education among teenagers about the prevention of degenerative diseases.
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI PADA SMA DI KABUPATEN ACEH UTARA, BIREUN, DAN LHOKSEUMAWE Syahriandi Syahriandi; Trisfayani Trisfayani; Radhiah Radhiah; Safriandi Safriandi
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v6i2.792

Abstract

Gerakan literasi sekolah sudah dicanangkan sejak tahun 2016. Banyak sekolah yang belum menerapkannya dan merealisasikan gerakan literasi sekolah secara nyata. Bahkan, jika dilihat peringkat literasi Indonesia di dunia pada posisi ke-65. Aceh sendiri pada posisi ke-21 dari 34 provinsi di Indonesia. Mengacu pada permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi gerakan literasi sekolah pada SMA di Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, dan Lhokseumawe. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik observasi, angket, dan wawancara. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa implementasi gerakan literasi sekolah di wilayah Kabupaten Aceh Utara, Bireuen, dan Lhokseumawe telah dilaksanakan oleh sekolah-sekolah. Namun, ada beberapa sekolah, khususnya kategori sekolah rendah, yang belum optimal dalam pelaksanaannya. Masih ada indikator-indikator yang belum direalisasikan.
Kearifan Lokal dalam Pantun pada Rangkaian Adat Pernikahan di Kecamatan Kota Bahagia Agustina Tina; Safriandi Safriandi; Rani Ardesi Pratiwi
Kande : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 2 (2025): Vol.6 No. 2 (2025) Kande: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jk.v6i2.20146

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk kearifan lokal dalam pantun pada rangkaian adat pernikahan di Kecamatan Kota Bahagia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini adalah pantun pada rangkaian adat pernikahan di Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan. Sumber data penelitian ini adalah tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data penelitian ini ialah teknik wawancara, catat, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini ialah dalam pantun pada rangkaian adat pernikahan di Kecamatan Kota Bahagia, Kabupaten Aceh Selatan ditemukan dua jenis kearifan lokal, yaitu jenis kesejahteraan dan kedamaian. Pada jenis kesejahteraan ditemukan beberapa jenis, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pelestarian dan kreativitas budaya. Pada jenis kedamaian ditemukan beberapa jenis, yaitu kesopanan, kejujuran, kesetiakawanan sosial, kerukunan dan penyelesaian konflik, komitmen, dan rasa syukur. Pada bentuk kearifan lokal ditemukan beberapa bentuk, yaitu nilai, norma, etika, kepercayaan, dan adat istiadat.