Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJIAN AUTEKOLOGI Areca vestiaria Giseke PADA HUTAN PEGUNUNGAN BAWAH NGATA TORO KAWASAN TAMAN NASIONAL LORE LINDU SULAWESI TENGAH Andi Wirdani Pettalolo; Wahyu Harso; Ramadanil Pitopang
Biocelebes Vol. 14 No. 2 (2020)
Publisher : Biology Department, Mathematics and natural science, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/bioceb.v14i2.15265

Abstract

The research entitled Autecolgical study of Areca vestaria in Sub-Montane Forest Lore Lindu National Park at Toro village area has been conducted from April to May 2016. The objective of the research was to know the biotics and abiotics factor arround the habitat of Areca vestiaria. The results showed that The highest important value index (IVI) of tree, sapling, pole and seedling species wereFicus ampelos (68.69%), Aphanaximis polistachy (40.01%), Ardisia lateriflora (31.73%) and Ardisia lateriflora (19.23%) respectively. The insects actively interacted with A. vestaria were black ant and bee. Based on soil analyzed indicated that pH of soil 6.6 while N, P and organic matter concentration were 0.26, 0.207 mg/g and 76.1% respectively. A. vestaria grew under light intensity of 540.4 lux, humidity of 76.1% and average daily temperature of 24.4%.
Profil Mikrobiologis Infeksi Kulit: Isolasi dan Karakterisasi Bakteri dari Infeksi Kulit: Microbiological Profile of Skin Infection:Isolation and Characterization of Bacteria from Skin Infections Marina Ratte; Andi Wirdani Pettalolo; Ririn Elpira
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10355

Abstract

Infeksi kulit merupakan masalah kesehatan yang masih sering ditemukan dalam praktik klinis dan umumnya berkaitan dengan infeksi bakteri, baik yang bersifat komensal maupun patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil mikrobiologis bakteri penyebab infeksi kulit melalui metode isolasi dan karakterisasi bakteri. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan pendekatan laboratorium yang dilaksanakan selama tiga bulan di Laboratorium Mikrobiologi Program Studi D4 Teknologi Laboratorium Medis Universitas Widya Nusantara. Sampel penelitian berasal berupa swab bisul, infeksi luka, dan alergi. Isolasi bakteri dilakukan menggunakan media Mannitol Salt Agar (MSA), MacConkey Agar (MCA), dan Blood Agar Plate (BAP) dengan waktu inkubasi selama 3 x 24 jam, dilanjutkan dengan pewarnaan Gram dan pengujian katalase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan bakteri paling optimal diperoleh pada media MSA dan BAP. Jumlah koloni terbanyak diperoleh dari sampel swab infeksi luka, yaitu sebanyak 58 koloni sedangkan pada swab bisul diperoleh 21 koloni pada media MSA. sebanyak 9 isolat terpilih menunjukkan karakteristik dominan sebagai bakteri Gram positif berbentuk kokus yang tersusun berkelompok menyerupai buah anggur serta memberikan hasil uji katalase positif. Meskipun demikian, beberapa isolat bakteri juga menunjukkan karakteristik Gram negatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bakteri Gram positif berperan dominan sebagai penyebab infeksi kulit pada sampel yang diteliti dengan adanya keterlibatan bakteri lain pada kondisi tertentu.
Efektivitas Penerapan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) di Puskesmas Tawaeli, Kota Palu: Effectiveness of Implementation of Health Center Management Information System (Simpus) in Tawaeli Health Center, Palu City Arsella Indra Lestari; Fitriani; Andi Wirdani Pettalolo
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i5.7486

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (Simpus) merupakan suatu sistem yang terstruktur menyangkut dengan pengumpulan data, penyajian informasi, analisa dan penyimpulan informasi yang dibutuhkan untuk mencapai sasaran dan tujuan kegiatannya. Dengan diterapkannya program SIMPUS yang menggunakan sistem komputer, membantu mempermudah tenaga medis dalam pendataan pasien sehingga timbul yang namanya efektifitas waktu dan efisiensi tenaga. Program SIMPUS merupakan program yang telah digunakan di seluruh puskesmas di Indonesia guna membantu proses pendataan pasien di Puskesmas mulai dari pendaftaran, pengobatan, rujukan, hingga pengambilan obat yang terkomputerisasi dan terhubung dengan layanan internet. Namun implementasi SIMPUS di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan. Studi pendahuluan telah dilakukan untuk mengetahui sejauh mana cara kerja dan apa yang menjadi permasalahan dalam implementasi penggunaan SIMPUS di Puskesmas Tawaeli. Terdapat kendala-kendala yang timbul dalam mengimplementasikan program ini diantaranya adalah masih ada beberapa sistem yang sulit dimengerti, jaringan internet yang tidak stabil, serta pemadaman listrik secara tiba-tiba yang kadang terjadi di Kota Palu menyebabkan matinya komputer yang mengoperasikan SIMPUS tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan kuesioner yang diberikan kepada para petugas SIMPUS di Puskesmas. Menggunakan teori efektivitas menurut Sutrisno dengan lima indikator yaitu pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan dan perubahan nyata, untuk melihat sejauh mana tingkat efektivitas program SIMPUS yang digunakan di Puskesmas Tawaeli Kota Palu.
Karakteristik Bakteri Telapak Tangan Melalui Pewarnaan Gram dengan Perlakuan Cuci Tangan dan Tanpa Cuci Tangan: Characteristics of Palm Bacteria Through Gram Staining with and Without Hand Washing Treatment Andi Wirdani Pettalolo; Marina Ratte; Arsella Indra Lestari
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8680

Abstract

Telapak tangan merupakan salah satu media penting dalam penyebaran mikroorganisme patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik bakteri pada telapak tangan melalui perbandingan hasil pewarnaan Gram antara sampel tanpa cuci tangan dan setelah cuci tangan. Penelitian dilaksanakan secara deskriptif menggunakan metode pewarnaan Gram terhadap isolat bakteri yang diperoleh dari usapan telapak tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari delapan isolat bakteri, tujuh di antaranya bersifat Gram positif dan satu isolat bersifat Gram negatif. Pada sampel tanpa cuci tangan lebih dominan ditemukan bakteri Gram positif dengan morfologi basil dan kokus, sedangkan pada sampel setelah cuci tangan jumlah bakteri lebih sedikit namun masih ditemukan bakteri Gram positif dengan bentuk basil dan kokus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan mencuci tangan berperan dalam menurunkan jumlah bakteri pada telapak tangan, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkan keberadaan bakteri.