Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MARGINALIZATION OF FEMALE CHARACTERS IN THE NOVEL "HATI SUHITA" BY KHILMA ANIS Naida, Winka; Firmansyah, Muhammad Hilman; Akbar, Dioka Muhammad
Journal Civics And Social Studies Vol. 9 No. 1 (2025): Vol 9 No 1 tahun 2025
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v9i1.2773

Abstract

This study is entitled "Marginalization of Women in the Novel 'Hati Suhita' by Khilma Anis". The formulation of the problem in this study is how is the form of marginalization of women in the novel "Hati Suhita" by Khilma Anis? This study aims to describe the form of marginalization of women in the novel "Hati Suhita" by Khilma Anis. This research is a qualitative descriptive study. The research methods that are relevant to this study are the description method and literature study. Data were collected through written documentation techniques. The research instrument used was a data card. The data were analyzed using descriptive analysis techniques. Descriptive analysis techniques are techniques that reveal characteristics by describing the form of marginalization of women in the novel being studied. The results of the study indicate that in the novel "Hati Suhita" there is a form of marginalization of women. Alina Suhita, the female character analyzed in this study, experienced marginalization. The marginalization action received by Alina Suhita began when she was asked to become the daughter-in-law of Kyai and Bu Nyai Hannan since MTs. The matchmaking was intended so that Alina would become the school leader in the Al-Anwar Islamic boarding school environment. Alina never had full power over herself, because since school everything had been prepared by Kyai and Bu Nyai Hannan. Likewise when Alina got married, she was marginalized because Gus Biru's feelings were still owned by his past, namely Ratna Rengganis.
Sawer Panganten Sebagai Sastra Tradisional: Analisis Tema, Simbol, dan Amanat Akbar, Dioka Muhammad; Naida, Winka
Prosiding Seminar Nasional Humaniora Vol. 4 (2025): Prosiding Seminar Nasional Humaniora
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawer Panganten is a form of traditional oral literature in the Sundanese culture of West Java. The Sawer Panganten text analyzed is part of a traditional wedding ceremony that is rich in cultural, moral, and religious values. The purpose of this study is to identify and analyze the themes, symbols, and messages contained in the sawer text. The method used is descriptive qualitative with a content analysis approach to the sawer texts collected from documentation of the oral traditions of the Sundanese people. The results of the analysis show that the main themes in the Sawer Panganten text include advice on household life, husband and wife obligations, respect for parents, and piety to God. Sawer Panganten is not only a traditional entertainment, but also a medium for conveying noble values passed down from generation to generation. Thus, this study confirms that Sawer Panganten has an important position in the preservation of oral literature and Sundanese culture, and is relevant as a source of character and cultural learning in the modern era. AbstractSawer Panganten sebagai salah satu bentuk sastra tradisional lisan dalam budaya Suku Sunda di Jawa Barat. Teks Sawer Panganten yang dianalisis merupakan bagian dari prosesi adat pernikahan yang sarat akan nilai-nilai budaya, moral, dan religius. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis tema, simbol, serta amanat yang terkandung dalam teks sawer tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi (konten) terhadap teks-teks sawer yang dihimpun dari dokumentasi tradisi lisan masyarakat Suku Sunda. Hasil analisis menunjukkan bahwa tema utama dalam teks Sawer Panganten meliputi nasihat kehidupan berumah tangga, kewajiban suami istri, penghormatan kepada orang tua, dan ketakwaan kepada Tuhan. Sawer Panganten selain sebagai hiburan adat, tetapi juga sebagai media penyampaian nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa Sawer Panganten memiliki kedudukan penting dalam pelestarian sastra lisan dan budaya Suku Sunda, serta relevan dijadikan sumber pembelajaran karakter dan budaya di era modern.
Digital Marketing sebagai Strategi Pemasaran bagi UMKM Desa Cinta Manik Kab Garut Yusuf, Ramayani; Murwenie, Ira; Avrianto, Alam; Akbar, Dioka Muhammad; Halimahnur, Wahidah
INCOME: Indonesian Journal of Community Service and Engagement Vol 4 No 4 (2025)
Publisher : EDUPEDIA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/income.v4i4.1800

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam memproduksi media promosi atau marketing kit yang efektif dan siap digunakan. Pelatihan dilaksanakan bagi 20 pelaku UMKM di Desa Cinta Manik, Kabupaten Garut, dengan fokus pada pembuatan elemen marketing kit, seperti logo, kartu nama usaha, brosur, katalog produk, serta konten digital untuk media sosial. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, workshop, pendampingan, dan presentasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu menghasilkan marketing kit dasar yang dapat langsung dimanfaatkan dalam pemasaran produk. Selain itu, pelatihan ini meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya identitas merek dan visual branding dalam meningkatkan daya saing produk UMKM. Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kualitas media promosi UMKM, serta mendorong kesiapan pelaku usaha dalam memanfaatkan pemasaran digital