Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Toxicity Test of Ethanol Extract Stelechocarpus Burahol (Kepel) Fruits through Brine Shrimp Toxicity Assay Rahmawati, Naili; Zakaria, Zainul Amiruddin; Sani, Mohd. Hijaz Mohd; -, Kintoko; Jaziri, A.Aziz
Plexus Medical Journal Vol. 3 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v3i4.1810

Abstract

Pendahuluan: Stelechocarpus burahol (Kepel) merupakan tanaman yang tumbuh alami di Indonesia. Kepel termasuk dalam famili Annonaceae. Evaluasi terhadap toksisitas ekstrak tanaman ini sangat penting untuk mendukung untuk penelitian selanjutnya. Stelechocarpus burahol mengandung senyawa flavonoid, sebagai antimikroba dan kontrasepsi, selain itu flavonoid mengaktifkan jalur antioksidan yang memberikan efek antiinflamasi. Kontrasepsi yang cocok untuk pria dan wanita harus mampu mencegah pembuahan, murah, tidak memiliki efek samping, sehingga diperlukan tanaman obat alami sebagai agen kontrasepsi (KA) karena aman, murah, memiliki antioksidan, dan antiinflamasi. Brine Shrimp Toxicity Assay terhadap ekstrak etanol tanaman ini telah diuji. Metode: Desain true eksperimen, sampel terdiri 6 kelompok, dan tiap kelompok terdiri dari 10 nauplii hidup. Konsentrasi  ekstrak : 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, dan 1000 ppm. Sepuluh nauplii hidup ditambahkan ke setiap konsentrasi, dan volume akhir disesuaikan menjadi 1 ml menggunakan air laut buatan (35 ppt). Botol kontrol negatif berisi 1 ml air laut buatan, sedangkan botol kontrol positif berisi 50% etanol dalam air laut. Setelah 24 jam, semua botol diperiksa dengan senter/kaca pembesar, dan jumlah nauplii yang bertahan hidup dihitung. Percobaan diulang tiga kali, dan data direpresentasikan sebagai Mean±SD Hasil: Ekstrak etanol buah Stelechocarpus burahol (EESB) yang diuji toksisitasnya terhadap udang air asin memiliki nilai konsentrasi mematikan 50% (LC50) lebih dari 1000 ppm (2787,225 ppm). Kesimpulan: Ekstrak etanol buah kepel tidak menimbulkan toksisitas terhadap udang air asin. Oleh karena itu, ekstrak etanol buah kepel dapat dipertimbangkan untuk penelitian lebih lanjut dengan uji akut, subakut, dan antifertilitas.
Mapping rheumatoid arthritis susceptibility through integrative bioinformatics and genomics Medi Sushanti, Nining; Adikusuma, Wirawan; Afief, Arief Rahman; La’ah, Anita Silas; Firdayani, Firdayani; Chong, Rockie; Zakaria, Zainul Amiruddin; Purwanto, Barkah Djaka; Satria, Rahmat Dani; Khair, Riat; Septama, Abdi Wira; Irham, Lalu Muhammad
Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi Vol. 20 No. 1: March 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mf.v20i1.24912

Abstract

Rheumatoid arthritis (RA) is an autoimmune disease that influences several organs and tissues, especially the synovial joints, and is associated with multiple genetic and environmental factors. Numerous databases provide information on the relationship between a specific gene and the disease pathogenesis. However, it is important to further prioritize biological risk genes for downstream development and validation.  This study aims to map RA-association genetic variation using genome-wide association study (GWAS) databases and prioritize influential genes in RA pathogenesis based on functional annotations. These functional annotations include missense/nonsense mutations, cis-expression quantitative trait locus (cis-eQTL), overlap knockout mouse phenotype (KMP), protein-protein interaction (PPI), molecular pathway analysis (MPA), and primary immunodeficiency (PID). 119 genetic variants mapped had a potential high risk for RA based on functional scoring. The top eight risk genes of RA are TYK2 and IFNGR2, followed by TNFRSF1A, IL12RB1 and CD40, C5, NCF2, and IL6R. These candidate genes are potential biomarkers for RA that can aid drug discovery and disease diagnosis.