Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI GELATIN TERHADAP SIFAT FISIK GRANUL DAN TABLET EKSTRAK KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) Handayani, Kiki Rizki; Artanti, dian; Mafaza, Mafaza
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v13i1.942

Abstract

Pengembangan formulasi tablet herbal memerlukan optimasi bahan pengikat untuk menghasilkan granul dan tablet yang memenuhi persyaratan mutu fisik. Ekstrak kayu manis (Cinnamomum burmannii) berpotensi sebagai antidiabetik dan diformulasikan dalam bentuk tablet menggunakan metode granulasi basah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelatin terhadap sifat fisik granul dan kualitas tablet ekstrak kayu manis. Granul dibuat dengan metode granulasi basah menggunakan gelatin sebagai pengikat pada konsentrasi 1% (F1), 3% (F2), dan 5% (F3). Evaluasi granul meliputi uji organoleptik, waktu alir, sudut diam, kompresibilitas, kadar air, dan distribusi ukuran partikel. Tablet dievaluasi melalui uji organoleptik, keseragaman bobot, dan keseragaman ukuran. Hasil menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan mutu fisik granul dan tablet. Formula F2 (gelatin 3%) memberikan karakteristik terbaik dengan waktu alir 4,79 g/detik, sudut diam 29,24°, kompresibilitas 6,35%, kadar air 7,3%, serta keseragaman bobot dan ukuran yang memenuhi Farmakope Indonesia. Disimpulkan bahwa variasi konsentrasi gelatin memengaruhi sifat fisik granul dan tablet, dengan konsentrasi 3% menghasilkan formula paling optimal.
PENGARUH FORTIFIKASI SARI KACANG HIJAU DENGAN PEMANIS STEVIA TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN TINGKAT KESUKAAN MINUMAN YOGURT Fitri Yuliani; Kiki Rizki Handayani
Jurnal Kesehatan Madani Medika Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/jmm.v16i2.584

Abstract

Fortification of mung bean (Vigna radiata) extract aims to enhance the nutritional content of yogurt. However, the distinctive sour taste of mung bean yogurt is often less preferred by consumers; therefore, stevia, a natural sweetener, was added to improve its flavor. This study aimed to evaluate the effect of mung bean extract fortification on the organoleptic characteristics and consumer preference of yogurt drinks, as well as to determine the formulation that meets acceptable pH and total titratable acidity (TTA) standards. Four yogurt formulations were prepared with different concentrations of mung bean extract: 0% (F1), 30% (F2), 60% (F3), and 90% (F4). The samples were analyzed for organoleptic properties, consumer preference, pH, and TTA. Data were analyzed using SPSS software. The results showed that the addition of mung bean extract significantly affected the aroma, taste, and viscosity of yogurt. Increasing concentrations of mung bean extract reduced consumer preference for aroma and taste. The pH values of fortified yogurts ranged from 3.73 to 4.42, while TTA values ranged from 0.16 to 0.95. Overall, the 30% mung bean extract formulation (F2) achieved the most favorable balance, with neutral preference scores and acceptable acidity levels.
Pendampingan Pengembangan Usaha: Pembuatan Jamu Antidiabetes Teregistrasi P-IRT untuk Peningkatan Kesehatan Keluarga Kiki Rizki Handayani; Liza Wijaya; Fitri Yuliani
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v12i1.21857

Abstract

Diabetes melitus masih menjadi permasalahan nasional dengan tingkat angka kejadian yang terus meningkat setiap tahunnya. Obat tradisional dari bahan alam menjadi salah satu alternatif  pengobatan  seperti  diabetes  mellitus. Kelompok Desa Prima Mekarsari merupakan wilayah yang memilikipotensi tanaman obat keluarga. Potensi ini belum termanfaatkan optimal karena keterbatasan keterampilan teknis, sarana produksi, akses legalitas, serta pemasaran. Solusi yang ditawarkan melalui program pengabdian masyarakat adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pembuatan jamu antidiabetes berbasis saintifik dan teregistrasi P-IRT. Kegiatan pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pelatihan cara produksi pangan olahan yang baik , pendampingan pembuatan produk “DIABITA” serta evaluasi dan keberlanjutan. Kegiatan ini melibatkan 20 anggota Kelompok Desa Prima Mekarsari, Kalurahan Sitimulyo. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan tingkat pengetahuan  secara  masif.  Tingkat pengetahuan tidak tahu menurun sebanyak 45%, tingkat pengetahuan kurang menurun sebanyak 45 %, tingkat pengetahuan cukup meningkat sebanyak 10%, tingkat pengetahuan baik meningkat 75% dan tingkat pengetahuan sangat baik meningkat 5%. Pendampingan pengembangan usaha pembuatan jamu antidiabetes berhasil meningkatkan kapasitas dan keberdayaan kelompok mitra dalam produksi serta pemasaran jamu antidiabetes.
Formulasi Granul dan Tablet Ekstrak Akar Eurycoma Longifolia Terfermentasi kiki rizki Handayani; Dhia Nurrahmah; Nayla Ayodya Azzahra
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9967

Abstract

Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) merupakan tanaman herbal yang mengandung senyawa bioaktif, seperti quassinoid, alkaloid, flavonoid, dan triterpenoid yang berperan sebagai tonik dan antioksidan. Fermentasi keadaan padat (SSF) dengan Aspergillus spp. digunakan untuk meningkatkan kualitas ekstrak melalui penurunan senyawa pahit serta peningkatan fenolik bebas dan aktivitas antioksidan, sehingga ekstrak terfermentasi memiliki bioavailabilitas yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi gelatin sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik granul dan tablet ekstrak Pasak Bumi terfermentasi. Granul diproduksi dengan metode granulasi basah dan dievaluasi berdasarkan waktu alir, sudut diam, indeks pengetapan, kadar air, serta distribusi ukuran partikel. Tablet yang dihasilkan diuji meliputi keseragaman bobot, ukuran, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi gelatin memperbaiki kompresibilitas granul, namun sedikit menurunkan sifat alir. Kadar air pada formula masih berada di atas rentang ideal, tetapi granul tetap dapat dikompresi menjadi tablet. Evaluasi tablet menunjukkan seluruh formula memenuhi persyaratan keseragaman bobot dan ukuran, namun nilai kerapuhan masih melebihi batas 1%, sehingga tablet cenderung rapuh. Secara keseluruhan, konsentrasi gelatin memengaruhi sifat fisik granul dan tablet, namun rentang konsentrasi yang digunakan belum menghasilkan tablet dengan kekuatan mekanik optimal. Optimasi konsentrasi gelatin diperlukan untuk menghasilkan tablet ekstrak Pasak Bumi terfermentasi yang stabil dan memenuhi standar mutu.
Pengaruh Aerosil Terhadap Sifat Fisik Kapsul Ekstrak Pasak Bumi (Eurycoma longifolia) Terfermentasi kiki rizki Handayani; Yunita Zian Safira; Rasti Sahada
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 15, No 1 (2026): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v15i1.9968

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi konsentrasi Aerosil terhadap sifat fisik kapsul ekstrak pasak bumi (Eurycoma longifolia) terfermentasi. Simplisia difermentasi selama 3×24 jam untuk meningkatkan pelepasan senyawa bioaktif dan menurunkan rasa pahit, kemudian diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol 70% dan dilanjutkan remaserasi. Ekstrak kental dikeringkan menggunakan Aerosil sebagai adsorben dan diformulasikan menjadi tiga granul kapsul dengan konsentrasi Aerosil 5% (F1), 7% (F2), dan 9% (F3). Evaluasi meliputi organoleptis, hedonik, waktu alir, sudut diam, kompresibilitas, distribusi ukuran partikel, kadar air, keseragaman bobot, dan waktu hancur. Hasil menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki karakteristik organoleptis dan tingkat penerimaan panelis yang serupa, dengan sifat alir dan sudut diam berada pada kategori baik hingga sangat baik. Kompresibilitas meningkat seiring bertambahnya konsentrasi Aerosil, sementara distribusi ukuran partikel didominasi fraksi 600 µm. Kadar air granul masih melebihi batas persyaratan, sedangkan uji keseragaman bobot dan waktu hancur seluruh kapsul memenuhi standar. Secara keseluruhan, variasi konsentrasi Aerosil tidak memberikan perbedaan bermakna pada sebagian besar parameter fisik, namun konsentrasi yang lebih tinggi memberikan kompresibilitas terbaik tanpa mengganggu mutu fisik sediaan.