p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JANITA Agribis
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agribis

Analisa Usahatani Dan Efisiensi Pemasaran Bawang Prei (Allium Porrum Bl.) Di Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung (Studi kasus di Desa Pinggirsari Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung) Ermawati Dewi
Jurnal AGRIBIS Vol. 4 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.321 KB)

Abstract

Bawang prei merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak dibudidayakan diIndonesia, khususnya pulau Jawa. Beberapa tahun belakangan, komoditas ini mulaidibudidayakan di Desa Pinggirsari yaitu sekitar 3 tahun yang lalu. Para petani beralasanbahwa usahatani bawang prei merupakan salah satu usahatani yang cukup menjanjikan. Disamping perawatannya yang relatif mudah, harganya pun relatif stabil.Penelitian dengan tujuan untuk: 1) mengetahui besar biaya rata-rata usahatanibawang prei, 2) mengetahui besar pendapatan rata-rata petani bawang prei, 3) mengetahuiapakah usahatani bawang prei di daerah penelitian menguntungkan atau tidak, dan 4)menganalisis efisiensi pemasaran dengan pendekatan lembaga dan saluran pemasaran,telah dilakukan pada lahan dengan jenis tanah lempung berliat.Penelitian dilakukan di Desa Pinggirsari, Kecamatan Ngantru, KabupatenTulungagung, Jawa Timur selama kurun waktu pada bulan Mei 2013. Data yangdikumpulkan merupakan data primer dan sekunder. Jumlah responden yang diambilsebanyak 15 orang petani, 3 orang pengepul dan 3 orang pengecer. Pengambilan sampeldilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan: a) karena keterbatasan waktu,biaya dan tenaga, b) di desa tersebut terdapat usahatani bawang prei pada musim tanam2013, dan c) di desa tersebut merupakan sentra tanaman sayuran, salah satunya adalahbawang prei. Metode analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) analisabiaya, 2) analisa pendapatan, 3) analisa R/C ratio dan 4) analisa efisiensi pemasaran.Hasil analisa biaya menunjukkan bahwa biaya total produksi sebesar Rp30.779.396,-/ha. Hasil analisa pendapatan menunjukkan bahwa pendapatan rata-ratasebesar Rp 60.978.598,-/ha. Hasil analisa R/C ratio menunjukkan bahwa R/C ratio > 1, ituberarti usahatani bawang prei di daerah penelitian sudah efisien. Sedangkan hasil analisaefisiensi pemasaran menunjukkan bahwa marjin pemasaran sudah efisien, karena beradapada kisaran 0-33%. Sedangkan farmer’s share juga sudah efisien, karena nilainya jauhlebih besar dari marjin pemasaran pada masing-masing lembaga pemasaran.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DENGAN SISTEM KOLAM TERPAL DI KECAMATAN KEDUNGWARU KABUPATEN TULUNGAGUNG ERMAWATI DEWI
Jurnal AGRIBIS Vol. 6 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.341 KB)

Abstract

Abstrak Ikan air tawar merupakan salah satu jenis usaha yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Tulungagung.Hal ini disebabkan karenapermintaan konsumen terhadap jenis-jenis ikan air tawar cukup tinggi, dapat dibudidayakan di lahan yang terbatas, biaya perawatannya relatif murah serta dapat diolah menjadi produk lainnya selain dikonsumsi secara langsung..Kondisi ini memberikan peluang bagi masyarakat Tulungagung untuk melakukan budidaya secara intensif.Banyak metode yang dilakukan agar menghasilkan produksi ikan air tawar yang tinggi, salah satunya dengan metode sistemkolam terpal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kelayakan usaha budidaya ikan air tawar dengan sistem kolam terpal di Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung.Adapun hasil yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan menggunakan analisis B/C rasio sehingga diketahui apakah usaha tersebut layak untuk dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai R/C rasio untuk ikan lele, gurami, nila dan patin berturut-turut sebesar 1,43, 1,30, 1,40 dan 1,34, dimana nilai ini lebih besar dari 1. Kesimpulannya, usaha budidaya ikan air tawar di Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung layak untuk diusahakan. Seluruh peternak dapat mengembalikan modal usaha dengan jangka waktu satu tahunatau 3 kali masa panen untuk ikan lele, nila dan patin, dan satu kali masa panen untuk ikan gurami dengan estimasi panen 80 % dari seluruh total bibit yang disebar