Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Anticancer Activity Of Plant Genus Clerodendrum (Lamiaceae): A Review Donald Emilio Kalonio; Rini Hendriani; Elisabeth N. Barung
Majalah Obat Tradisional Vol 22, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.123 KB) | DOI: 10.22146/mot.31554

Abstract

Plants of the genus Clerodendrum (Lamiaceae) is widespread in tropical and subtropical regions. Plants of this genus are used both empirically and scientifically as anti-inflammatory, antidiabetic, antimalarial, antiviral, antihypertensive, hypolipidemic, antioxidant, and antitumor. Results of the molecular docking simulation of chemical content of these plants could potentially provide an anticancer effect. This paper aims to review the anticancer activity of plant genus Clerodendrum based on scientific data. The method used in this study is the literature study. Searches were conducted online (in the database PubMed, Science Direct and Google Scholar) and on various books (Farmakope Herbal Indonesia and PROSEA). A total 12 plants of the genus Clerodendrum have anticancer activity in vitro and in vivo, thus potentially to be developed as a source of new active compounds with anticancer activity.
Percepatan Penutupan Luka Sayat pada Tikus Putih Akibat Pemberian Perasan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Elisabeth Natalia Barung; Rifny Wungow; Donald Emilio Kalonio
Jurnal Pharmascience Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9333

Abstract

Rimpang Temulawak atau Curcuma xanthorriza Roxb. adalah tanaman yang dikenal luas oleh masyarakat sebagai obat tradisional. Rimpang temulawak mengandung kurkumin dan xanthorrizzol, yang diketahui mampu mempercepat penutupan luka di kulit dan juga memiliki efek antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui efektifitas perasan rimpang temulawak terhadap percepatan penutupan luka sayat pada tikus putih. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan subyek 10 ekor tikus putih yang dibagi dalam 2 kelompok perlakuan yaitu kelompok yang diberi perasan temulawak dan kelompok kontrol negatif yang tidak diberi perlakuan. Data dikumpulkan dengan mengukur panjang luka tikus menggunakan alat ukur penggaris dan dihitung persentasi penutupan luka. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear dan nilai slope (b) dinyatakan sebagai kecepatan penutupan luka. Hasil penelitian ini, menunjukan bahwa rimpang temulawak mampu mempercepat penutupan luka sayat sebesar 15,262%/hari dibandingkan kelompok yang tidak diberi perlakuan sebesar 13,54%/hari. Kata Kunci: Perasan Rimpang Temulawak, Luka Sayat, Percepatan Penutupan Luka, Sediaan Sederhana, Obat Tradisional Indonesia Curcuma xanthorrhiza Roxb. is a plant that is widely known by the community as traditional medicine. The rhizome of C. xanthorrhiza contains curcumin and xanthorrhizol, which are known to be able to accelerate wound healing on the skin and also has antibacterial and anti-inflammatory effects. This study was aimed to determine the effectiveness of C. xanthorriza rhizome on the acceleration of incision wound healing on white rats. This study was an experimental study, with 10 white rat subjects divided into two treatment groups, namely the treatment group which was given by C. xanthorriza rhizome and the negative control group that was not treated. Data were collected by measuring rat wound length using a ruler and calculating the percentage of wound healing. By using linear regression analysis and the value of the slope (b) is expressed as the acceleration of wound healing. The results of the study showed that C. xanthorrhiza rhizome was able to accelerate incision wound healing by 15.262% / day compared to the untreated group of 13.54% / day.
Clerodendrum fragrans (Vent) Willd: Tinjauan Farmakognosi-Fitokimia dan Farmakologi: Clerodendrum fragrans (Vent) Willd: Tinjauan Farmakognosi-Fitokimia dan Farmakologi Donald Emilio Kalonio; Elisabeth Natalia Barung; Benedicta Irene Rumagit; Adeanne Caroline Wullur; Marco Antonio Timpalan
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 1 No. 4 (2022): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v1i4.96

Abstract

Introduction: Clerodendrum fragrans (Vent) Willd. was a plant that belongs to the genus Clerodendrum. Plants in this genus have unique species diversity with has wide therapeutic potential. The major phytochemical constituent of this plant was phenolic, flavonoid, terpenoid and steroid. This study was aimed to provide a systematic analysis review of the pharmacognosy-phytochemical aspects and pharmacological activities of C. fragrans (Vent) Willd. The research method was used a literature study. Scientific data searches were conducted on Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect online databases using the keywords “Clerodendrum fragrans”, “Clerodendrum chinense”, and “Clerodendrum philippinum”. Based on the scientific data has obtained, the C. fragrans (Vent) Wild. was shown antidiabetic, antimicrobial, antioxidant, analgesic, antipyretic, anti-inflammatory and larvicidal activities. These results have confirmed the potential of C. fragrans (Vent) Willd. as an alternative treatment or as a drug's material resources through various in-vitro and in-vivo tests. Pendahuluan: Clerodendrum fragrans (Vent) Willd. adalah tanaman yang termasuk dalam genus Clerodendrum. Tanaman dalam genus ini memiliki keanekaragaman jenis yang unik, serta memiliki potensi pemanfaatan dalam terapi yang luas. Kandungan utama dari tanaman ini adalah fenolik, flavonoid, terpenoid dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan tinjauan analisis sistematis tentang aspek farmakognosi-fitokimia dan aktivitas farmakologi tanaman C. fragrans (Vent) Willd. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur. Pencarian data ilmiah dilakukan pada database online Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan menggunakan kata kunci “Clerodendrum fragrans”, “Clerodendrum chinense”, dan “Clerodendrum philippinum”. Berdasarkan data ilmiah yang diperoleh tanaman C. fragrans (Vent) Willd memiliki aktivitas aktivitas antidiabetes, antimikroba, antioksidan, analgesik, antipiretik, antiinflamasi dan larvasida. Hasil ini mengkonfirmasi potensi tanaman C. fragrans (Vent) Willd. sebagai alternatif pengobatan atau sebagai bahan baku obat melalui berbagai pengujian in-vitro dan in-vivo.
PEMANFAATAN BAHAN ALAM DALAM PENGOBATAN ALTERNATIF PENYAKIT PASCA BENCANA DI DESA SILIAN I, MINAHASA TENGGARA Benedicta Irene Rumagit; Adeanne Caroline Wullur; Donald Emilio Kalonio
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 3 (2022): September, 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i3.25079

Abstract

Silian Satu Village is one of the villages located in Silian Raya District, Southeast Minahasa Regency. This village is an area affected by the eruption of Mount Soputan where the village's position is located near the foot of the mountain. In every disaster event, many health problems are encountered. Health problems generally arise as a result of volcanic ash and gas eruptions. There is also a risk of injury whether caused by a house collapse or an accident. Health problems will increase when faced with the availability of refugee facilities with limited capacity, poor sanitation, as well as health workers or medicines available. This program aims to provide community knowledge about the use of medicinal plants in alternative medicine after a volcanic eruption disaster, community empowerment in processing the leaves of an animal into a simple dosage form (rubbing oil) for inflammation due to injury after a volcanic eruption. In addition through the use and processing of natural materials can increase the economic value of society through the processing of medicinal plants into products of economic value.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Berbahan Minyak Kelapa Produk Lokal Di Desa Utaurano Kec. Tabukan Utara, Kab. Kepulauan Sangihe Elisabeth Natalia Barung; Elvie Rifke Rindengan; Djois Sugiaty Rintjap; Donald Emilio Kalonio
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.8518

Abstract

ABSTRAK Masyarakat Desa Utaurano menghasilkan produk usaha mikro berupa minyak kelapa. Proses pembuatan minyak kelapa secara tradisional menghasilkan produk sampingan berupa ampas kelapa dengan nilai ekonomis rendah. Oleh karena itu perlu upaya untuk memanfaatkan sumber daya lokal. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahun dan keterampilan masyarakat dalam menfaatkan sumber daya lokal untuk pembuatan sabun berbahan minyak dan ampas kelapa serta tata cara perijinan produksi dan pemasaran kosmetik produk usaha mikro. Solusi pemecahan permasalahan yang ditawarkan adalah participatory approach dengan metode penyuluhan dan pelatihan. Indikator target capaian dari kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta tersedianya produk sabun homemade. Hasil kegiatan ini bahwa melalui kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahun dan keterampilan masyarakat Desa Utaurano dalam menfaatkan sumber daya lokal untuk pembuatan sabun berbahan minyak dan ampas kelapa serta tata cara perijinan produksi dan pemasaran kosmetik produk usaha mikro. Kata Kunci: Sabun Dari Minyak dan Ampas Kelapa, Pelatihan, Sumber Daya Lokal, Desa Utaurano  ABSTRACT The Utaurano Village community produced coconut oil from micro-enterprise products. Coconut oil which was produced traditionally produces a by-product of coconut dregs with low economic value. Therefore it was necessary to make efforts to utilize local resources. This community service activity was aimed to increase the knowledge and skills of the community in utilizing local resources for the production of handmade soap made from oil and coconut dregs as well as procedures for licensing and marketing of cosmetics for micro-enterprise products. The problem-solving offered was a participatory approach with counselling and training methods. The target achievement indicators for this activity were increased community knowledge and skills as well as the availability of homemade soap products. The results of this activity are that through training, the knowledge and skills of the people of Utaurano Village could be increased in utilizing local resources for the production of soap made from oil and coconut dregs as well as procedures for license and marketing of cosmetics for micro-enterprise products   Keywords: Soap From Coconut Oil and Coconut Dregs, Training, Local Resources, Utaurano Village
EVALUASI TANAMAN DENGAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT KEPULAUAN SANGIHE DENGAN METODE STABILISASI MEMBRAN ERITROSIT: EVALUATION OF PLANTS WITH THE ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY USED BY THE SANGIHE ISLANDS COMMUNITY USING THE ERYTHROCYTE MEMBRANE STABILIZATION METHOD Donald Emilio Kalonio; Elvie Rifke Rindengan; Elisabeth Natalia Barung; Djois Sugiaty Rintjap
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.592

Abstract

Keanekaragaman flora dan fauna endemik serta kearifan lokal masyarakat Kepulauan Sangihe dalam pemanfaatan tanaman untuk pengobatan, khususnya sebagai antiinflamasi dapat dijadikan dasar penemuan dan pengembangan obat baru. Akan tetapi, untuk menyediakan bukti ilmiah, perlu dilakukan uji farmakologi untuk mengetahui mekanisme kerjanya. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiinflamasi tanaman yang digunakan oleh masyarakat Kepulauan Sangihe dengan metode stabilisasi membran eritrosit. Metode penelitian yang digunakan adalah survei eksploratif dan eksperimen. Penelitian dilakukan di wilayah Kepulauan Sangihe. Informan pada penelitian ini adalah pengobat tradisional atau sesepuh masyarakat yang menggunakan tanaman sebagai antiinflamasi. Data yang diperoleh adalah persentasi aktivitas stabilisasi membran dianalisis menggunakan regresi linear untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan tanaman obat yang dimanfaatkan secara tradisional sebagai antiinflamasi oleh masyarakat Kepulauan Sangihe. Tanaman tersebut adalah daun Limpa Dalreng, kulit batang Nonang, daun Bunalre, daun Duku Bunalre, duri Pasa, daun Bakeng, herba Malrunto dan herba Dumarela memperlihatkan aktivitas antiinflamasi yang diduga melalui mekanisme stabilisasi membran eritrosit dari hemolisis yang diinduksi panas, sedangkan kulit batang Pempararaeng bukan melalui melalui mekanisme tersebut.   Kata kunci : Tanaman dengan aktivitas antiinflamasi, Kepulauan Sangihe, stabilisasi membran eritrosit
EVALUASI TANAMAN DENGAN AKTIVITAS ANTIINFLAMASI YANG DIGUNAKAN MASYARAKAT KEPULAUAN SANGIHE DENGAN METODE STABILISASI MEMBRAN ERITROSIT: EVALUATION OF PLANTS WITH THE ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY USED BY THE SANGIHE ISLANDS COMMUNITY USING THE ERYTHROCYTE MEMBRANE STABILIZATION METHOD Donald Emilio Kalonio; Elvie Rifke Rindengan; Elisabeth Natalia Barung; Djois Sugiaty Rintjap
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.592

Abstract

Keanekaragaman flora dan fauna endemik serta kearifan lokal masyarakat Kepulauan Sangihe dalam pemanfaatan tanaman untuk pengobatan, khususnya sebagai antiinflamasi dapat dijadikan dasar penemuan dan pengembangan obat baru. Akan tetapi, untuk menyediakan bukti ilmiah, perlu dilakukan uji farmakologi untuk mengetahui mekanisme kerjanya. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antiinflamasi tanaman yang digunakan oleh masyarakat Kepulauan Sangihe dengan metode stabilisasi membran eritrosit. Metode penelitian yang digunakan adalah survei eksploratif dan eksperimen. Penelitian dilakukan di wilayah Kepulauan Sangihe. Informan pada penelitian ini adalah pengobat tradisional atau sesepuh masyarakat yang menggunakan tanaman sebagai antiinflamasi. Data yang diperoleh adalah persentasi aktivitas stabilisasi membran dianalisis menggunakan regresi linear untuk menentukan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sembilan tanaman obat yang dimanfaatkan secara tradisional sebagai antiinflamasi oleh masyarakat Kepulauan Sangihe. Tanaman tersebut adalah daun Limpa Dalreng, kulit batang Nonang, daun Bunalre, daun Duku Bunalre, duri Pasa, daun Bakeng, herba Malrunto dan herba Dumarela memperlihatkan aktivitas antiinflamasi yang diduga melalui mekanisme stabilisasi membran eritrosit dari hemolisis yang diinduksi panas, sedangkan kulit batang Pempararaeng bukan melalui melalui mekanisme tersebut.   Kata kunci : Tanaman dengan aktivitas antiinflamasi, Kepulauan Sangihe, stabilisasi membran eritrosit
Community Empowerment Through Training On Processing Turmeric And Red Ginger Into Instant Powder Preparations Banne, Yos; Ulaen, Selfie Petronela Joice; Nahor, Evelina Maria; Rintjap, Djois Sugiaty; Kalonio, Donald Emilio; Maramis, Rilyn Novita; Gurning, Sri Handayani
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 2 No 2 (2024): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v2i2.2267

Abstract

Diare merupakan penyakit yang sering dialami oleh mayarakat daerah pesisir. Hal ini terutama berhubungan dengan ketersediaan air besih, air minum, jamban, dan pengolahan sampah. Diare dapat diobati dengan pengobatan tradisional menggunakan bahan-bahan alam, salah satunya adalah kunyit dan jahe merah. Bahan alam dapat dibuat menjadi sediaan serbuk instan sehingga tahan dalam penyimpanan dan praktis penggunaannya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat dalam pembuatan serbuk instan kunyit dan jahe merah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh dosen dan mahasiswa Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado meliputi pelatihan pengolahan kunyit dan jahe merah menjadi sediaan serbuk instan dan penyuluhan tentang pemanfaatan obat tradisional, serta evaluasi kegiatan dengan mengisi kuisioner. Kegiatan dilaksanakan di balai desa Desa Lansa Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan dan pengolahan obat tradisional dari data kuisioner yang sebelumnya sebesar 50 % menjadi 90 % setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan dan penyuluhan yang dilakukan telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pembuatan serbuk instan kunyit dan jahe merah serta pemanfaatan obat tradisional.
POTENSI ANTIJAMUR MINYAK ATSIRI DAGING BUAH PALA (Myristica fragrans Houtt) ASAL PULAU SANGIHE PADA Malassezia furfur Nahor, Evelina Maria; Rindengan, Elvie Rifke; Maramis, Rilyn Novita; Rintjap, Djois Sugiaty; Soenjono, Steven Jacob; Kalonio, Donald Emilio
Jurnal Buana Farma Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Buana Farma : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jbf.v5i3.1513

Abstract

Pityriasis versicolor or tinea versicolor is a skin disease caused by the fungus Malassezia furfur. Nutmeg fruit pulp essential oil contains myristicin compounds that have potential as antimicrobials. The purpose of this study was to determine the antifungal activity of nutmeg fruit pulp essential oil (Myristica fragrans Houtt) from Sangihe Island against Malassezia furfur fungus using the Agar Diffusion and Vapor Phase Test methods. The samples used were nutmeg fruit taken directly from the garden, isolated nutmeg fruit pulp essential oil using the water vapor distillation method. The antifungal activity test for Malassezia furfur used the Agar Diffusion method, using nutmeg oil with concentrations of 20%, 40%, 60%, 80% and 100%, while the antifungal test with the Vapor Phase Test method used nutmeg oil with volumes of 0 μL, 10 μL, 20 μL, 40 μL, 80 μL and 100 μL. Observations were made by measuring the diameter of the clear zone after 24 hours of incubation. The results showed that essential oils of nutmeg fruit flesh at concentrations of 20%, 40%, 60%, 80% and 100% using the Agar Diffusion method were able to inhibit the growth of Malassesia furfur fungus, while with the Vapor Phase Test method the antifungal activity of essential oils of nutmeg fruit flesh was at test volumes of 40 μL, 80 μL and 100 μL.