Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Prevalensi Operasi Apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sebelum Dan Saat Pandemi COVID-19 Hafni Zuchra Noor; Pandu Tri Atmojo
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2485

Abstract

Apendisitis adalah peradangan akut maupun kronis pada apendiks vermiformis yang memerlukan penanganan medis segera. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama selama pandemi COVID-19, di mana perubahan pola kesehatan masyarakat dapat mempengaruhi prevalensi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Gamping selama pandemi COVID-19 dan membandingkannya dengan periode sebelum pandemi, guna memberikan pemahaman yang lebih baik tentang epidemiologi penyakit ini di masa krisis kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder dikumpulkan dari rekam medis pasien yang didiagnosis apendisitis antara tahun 2018 hingga 2022. Populasi penelitian mencakup semua pasien dengan diagnosis apendisitis, dan sampel diambil dari rekam medis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 407 pasien yang terdiagnosis, mayoritas (67,07%) terdiagnosis selama pandemi COVID-19, dengan 273 pasien yang teridentifikasi. Jenis kelamin terbanyak adalah wanita, dengan 182 pasien (66,6%) selama pandemi, sedangkan kelompok usia >18 tahun mencatat 218 pasien (79,85%). Temuan ini mengindikasikan bahwa prevalensi apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Gamping selama pandemi lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Selain itu, prevalensi apendisitis pada pasien perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dan kelompok usia >18 tahun menunjukkan angka prevalensi tertinggi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap diagnosis dan penanganan apendisitis, serta pentingnya upaya edukasi kesehatan masyarakat mengenai gejala dan penanganan penyakit ini selama situasi pandemi. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi apendisitis selama periode tersebut.
PERBANDINGAN TINGKAT PENGETAHUAN PERALATAN BEDAH MINOR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UMY Fatimah Hayati, Asyifa; Noor, Hafni Zuchra
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 7 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i7.641

Abstract

Prosedur pembedahan minor memerlukan suatu instrument yaitu alat bedah minor untuk memudahkan tindakan. Keterampilan bedah minor merupakan kompetensi sesuai SKDI yang harus dimiliki seorang mahasiswa kedokteran. Pengetahuan yang baik mengenai jenis dan fungsi peralatan minor merupakan kewajiban bagi mahasiswa kedokteran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbadingan pengetahuan mahasiswa Program Studi Kedokteran UMY mengenai peralatan bedah minor. Desain penelitian ini menggun akan metode deskriptif-komparatif dengan desain studi cross sectional menggunakan instrument kuesioner. Responden yang memenuhi kriteria inklusi mengisi kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan pertanyaan mengenai jenis dan fungsi peralatan bedah minor. Data penelitian menggunakan data primer dan dioleh menggunakan analisis uji Kolmogorov Smirnov. Pada penilitian ini didapat hasil angkatan 2019 dengan tingkat pengetahuan baik 6 orang (13,9%), cukup 30 orang (69,8%), dan buruk 7 orang (16,3%). Angkatan 2020 dengan tingkat pengetahuan baik 9 orang (20,5%), cukup 18 orang (40,9%), dan buruk 17 orang (38,6%). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan angkatan 2019 dan 2020 dengan p=0,227 (p>0,05). Berdasarkan jenis kelamin terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan p=0,048 (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan mahasiswa Program Studi Kedokteran UMY angkatan 2019 dengan angkatan 2020, namun berdasarkan jenis kelamin terdapat perbedaan yang signifikan.
Prevalensi Operasi Apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sebelum Dan Saat Pandemi COVID-19 Noor, Hafni Zuchra; Atmojo, Pandu Tri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2485

Abstract

Apendisitis adalah peradangan akut maupun kronis pada apendiks vermiformis yang memerlukan penanganan medis segera. Kondisi ini menjadi perhatian penting, terutama selama pandemi COVID-19, di mana perubahan pola kesehatan masyarakat dapat mempengaruhi prevalensi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Gamping selama pandemi COVID-19 dan membandingkannya dengan periode sebelum pandemi, guna memberikan pemahaman yang lebih baik tentang epidemiologi penyakit ini di masa krisis kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder dikumpulkan dari rekam medis pasien yang didiagnosis apendisitis antara tahun 2018 hingga 2022. Populasi penelitian mencakup semua pasien dengan diagnosis apendisitis, dan sampel diambil dari rekam medis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 407 pasien yang terdiagnosis, mayoritas (67,07%) terdiagnosis selama pandemi COVID-19, dengan 273 pasien yang teridentifikasi. Jenis kelamin terbanyak adalah wanita, dengan 182 pasien (66,6%) selama pandemi, sedangkan kelompok usia >18 tahun mencatat 218 pasien (79,85%). Temuan ini mengindikasikan bahwa prevalensi apendisitis di RS PKU Muhammadiyah Gamping selama pandemi lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Selain itu, prevalensi apendisitis pada pasien perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, dan kelompok usia >18 tahun menunjukkan angka prevalensi tertinggi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap diagnosis dan penanganan apendisitis, serta pentingnya upaya edukasi kesehatan masyarakat mengenai gejala dan penanganan penyakit ini selama situasi pandemi. Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi apendisitis selama periode tersebut.