Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Formulasi Sediaan Lip Balm Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dengan Variasi Beeswax Ambari, Yani; Hapsari, Fitra Nanda Dwi; Ningsih, Arista Wahyu; Nurrosyidah, Iif Hanifa; Sinaga, Butet
Journal of Islamic Pharmacy Vol 5, No 2 (2020): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v5i2.10434

Abstract

Bibir merupakan salah satu bagian kulit yang membutuhkan perlindungan agar kelembaban bibir tetap terjaga. Akibat dari fungsi perlindungan yang buruk bibir menjadi kering, pecah-pecah, dan warna bibir menjadi kusam. Lip balm adalah sediaan yang diaplikasikan pada bibir untuk mencegah bibir kering dan melindungi dari efek lingkungan yang buruk. Kualitas fisik lip balm merupakan faktor yang harus dipenuhi sebelum sediaan lip balm dipasarkan ke konsumen. Pemilihan basis yang tepat akan menentukan kualitas kekerasan sehingga dapat diterima oleh masyarakat, karena basis merupakan pembentuk utama dari sediaan lip balm. beeswax mempunyai sifat sebagai pengikat yang baik, dimana membantu untuk menghasilkan massa yang homogen. Pada penelitian ini bahan aktif yang digunakan yaitu kayu secang karena mengandung senyawa brazilein yang bisa sebagai pewarna alami dan antiokasidan.. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental formulasi sediaan lip balm dengan menggunakan beeswax 5%, 10% dan 15%. Tujuan penelitian ini Mengetahui formulasi yang tepat sediaan lip balm dengan bahan aktif ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.), mengetahui stabilitas fisik sediaan lip balm dengan bahan aktif ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L.), mengetahui konsentrasi basis yang sesuai, untuk mendapatkan sediaan lip balm yang berkualitas (sesuai standart farmasi). Hasil penelitian telah didapatkan formula yang bagus dengan karakteristik fisik yang sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan meliputi pengamatan stabilitas, pengukuran pH, pengujian homogenitas, pengujian iritasi, pengujian kesukaan (Hedonic test) dan pengujian cycling test. formula yang tepat di dapat pada formula 1 dengan konsentrasi beeswax 5% menghasilkan tekstur warna, aroma, memiliki nilai daya lekat dan daya sebar yang baik, pH sesuai terhadap pH bibir, tidak mengiritasi, sediaan homogen, paling banyak disukai oleh responden dan stabil selama penyimpanan. Konsentrasi basis yang baik yaitu basis 5% pada formula 1 karena menghasilkan tekstur lip balm semi padat dan sangat halus.  Kata kunci : Lip balm, Beeswax , Bibir, Caesalpinia sappan
PELATIHAN USAHA AROMERIKAL (AQUAPONIK ROSEMARY DALAM EMBER IKAN LELE) SEBAGAI SUMBER PANGAN DAN BAHAN HERBAL DI DESA BOGEMPINGGIR Gualbertus, Yohanes; Pramudya, Erlangga; Rizky, Muhammad; Budi, Setya; Salsabila, Jihan; Setyadi, Agung Teguh; Sinaga, Butet
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 6 (2023): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i6.229

Abstract

Desa Bogempinggir adalah desa yang berpotensi untuk dilakukan pengembangan teknik budidaya aquaponik ikan lele dalam ember dan tanaman rosemary. Usaha yang dilakukan adalah usaha AROMERIKAL, yaitu aquaponik rosemary dalam ember ikan lele. Teknik budidaya secara tumpangsari antara tanaman dan ikan dapat menjadi salah satu sumber pemasukan bagi masyarakat. Pemilihan jenis ikan lele didasari oleh mudahnya pemeliharaan ikan lele dan keunggulan lainnya yaitu manfaat lele bagi kesehatan, sementara pemilihan tanaman rosemary karena manfaat rosemary bagi Kesehatan, sehingga diharapkan usaha AROMERIKAL selain dapat menjadi sumber penghasilan juga berdampak bagi Kesehatan masyarakat.Metode pelaksanaan program dilakukan dengan cara perencanaan dan persiapan tim, penyiapan materi, sosialisasi, pelatihan dan pendampingan mulai dari budidaya aquaponik AROMERIKAL sampai pada panen dan pemasaran produk. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah masyarakat mendapat ilmu pengetahuan dan mampu melakukan budidaya secara tumpangsari tanaman rosemary dan ikan lele serta tumbuh semangat berwirausaha pada ibu-ibu PKK di Desa Bogempinggir, sehingga dapat mendukung program wirausaha wanita mandiri di Kabupaten Sidoarjo
Employee Performance in Hybrid Work: The Role of Virtual Training and Job Autonomy Sunarto , Sunarto; Sinaga, Butet; Umar, Muhammad
Annals of Human Resource Management Research Vol. 5 No. 2 (2025): June
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/ahrmr.v5i2.3670

Abstract

Purpose: This study examines the effects of Virtual Training, Job Autonomy, Employee Engagement, Innovation Culture, and Work Well-being on Employee Performance in hybrid work settings in Indonesia. Research Methodology: This research adopts a quantitative explanatory design using a cross-sectional survey of 150 hybrid employees across multiple industries. Data were analyzed using Partial Least Squares structural equation modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4.0 to test the structural relationships among variables. Results: The findings revealed that only Innovation Culture had a significant effect on Employee Performance, but in a negative direction (? = ?0.204; p = 0.009). Virtual Training, Job Autonomy, Employee Engagement, and Work Well-being do not show direct significant effects. The model explains 6.5% of the variance in Employee Performance, indicating weak direct explanatory power and suggesting the presence of indirect or contextual influences. Conclusions: Employee performance in hybrid work is influenced more by dynamic organizational contexts than by the direct effects of training, autonomy, engagement, or well-being. Innovation culture may temporarily reduce short-term performance owing to adjustment and experimentation demands. Limitations: This study had a cross-sectional design, relied on self-reported data, and focused on the Indonesian context, limiting causal interpretation and generalizability. Contributions: This study extends the Job Demands–resources framework by revealing the nonlinear role of innovation culture in hybrid work and provides empirical evidence from an emerging economy context.