Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN DAN KELIMPAHAN IKAN KARANG DI PERAIRAN DESA SUNGAI DUA LAUT KABUPATEN TANAH BUMBU KALIMANTAN SELATAN Karim, Muhammad Fatahul; Rifa'i, Muhammad Ahsin; Hamdani, Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v4i2.11784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan dan kelimpahan ikan karang, mengetahui indeks keanekaragaman dan kelimpahan ikan karang, mengetahui hubungan kelimpahan ikan karang dengan niliai kualitas air seperti suhu, kedalaman, kecerahan, pH dan salintas. Penelitian dilakukan di daerah Perairan Desa Sungai Dua Laut Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan yaitu pada lokasi Karang Katoang, Karang Penyulingan dan Karang Mangkok.. Pengambilan data ikan karang menggunakan metode sensus visual atau visual census technique (VCT) – belt transect dengan cara menyelam (diving) maupun berenang di permukaan (snorkeling) di lokasi terumbu karang dan membentang roll meter 70 meter dengan interval 5 meter setiap 20 meter, kemudian 2,5 meter kekiri dan kanan sehingga luas 300 m2. Pengukuran parameter lingkungan dilakukan secara insitu dilokasi penelitian. Faktor yang dapat mempengaruhi kehidupan ikan karang seperti suhu, kedalaman, kecerahan, pH dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan ditemukan 8 jenis ikan karang yang termasuk 5 famili yaitu famili Apoginidae  (Cheilodipterus isistigmus), famili Pempheridae (Pempherie vanicolensis), famili Pomacentridae (Abudefduf septemfasciatus, Hemiglyphidodo plagiometopon, Neopomacentrus anabatoides), famili Serranidae (Epinephelus merra), dan famili Chaetodontidae (Chelmon rostratus, Chaetodon octofasciatus). Kelimpahan ikan karang tertinggi yaitu dengan nilai 84 ind/300 m2 dan terendah yaitu dengan nilai 38 ind/300 m2. Untuk kelimpahan berdasarkan kelompok yang tertingg yaitu kelmpok mayor dengan nilai 31-78 ind/300 m2 dan terendah kelompok target dengan nilai 3 ind/300 m2. Selanjutnya kelimpahan berdasarkan famili yang tertinggi yaitu famili Pomacentridae dengan nilai 62 ind/300m2 dan yang terendah yaitu famili Serranidae dengan nilai 3 ind/300 m2. Sedangkan kenanekaragaman ikan karang yang tertinggi yaitu dengan nilai 1,54 dan yang terendah dengan nilai 1,17. Hubungan korelasi kelimpahan ikan karang dengan faktor pembatas seperti suhu sebesar 0,131 hubungan lemah, kedalaman dan kecerahan 0,958 hubungan mendekati sempurna, pH dan salinitan 0,585 hubungan kuat sehingga hubungan kelimpahan ikan karang dengan faktor pembatas termasuk dalam tingkat hubungan positif sedang (searah), hubungan positif mendekati sempurna (searah) dan hubungan positif sangat kuat (searah).
ANALISIS KLOROFIL-A DAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN BUNATI KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Yanti, Novi; Rifa'i, Muhammad Ahsin; Hamdani, Hamdani
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v1i2.11678

Abstract

Penelitian ini akan di lakasanakan pada bulan Desember sampai dengan Juni 2018 di perairan Bunati Kabupaten Tanah  Bumbu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  kandungan klorofil-a pada fitoplankton, mengetahui  jenis dan  kelimpahan fitoplankton  di Perairan Bunati serta parameter lingkungan dan menganalisis hubungan antara klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton, nitrat dan fosfat.   data sampel klorofil-a menggunakan Kemerrer Water Sampler dengan metode Sutrisyani et al (2006). Sampel Fitoplankton dianalisis dengan metode APHA (1989). Hubungan antara kandungan klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton, nitrat dan fosfat dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment (PPM). Klorofil-a di perairan Bunati berkisar antara 0,018 – 0,1532 mg/m3. Ditemukan 2 kelas fitoplankton di perairan Bunati yaitu, kelas Bacillariophyceae 97,79 % dan kelas  Dinophyceae 2,21 %, dengan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 108 – 546 ind/L. Sebaran nitrat diperairan Bunati berkiasar antara 0,1 – 1,7 mg/l sedangkan fosfat berkisar antara 0,02 – 0,09 mg/l. Terdapat hubungan antara klorofil-a dengan kelimpahan fitoplankton dengan signifikan sebesar 0,022 dan memiliki nilai positif. Selain itu terdapat hubungan antara klorofil-a dengan nitrat yang memiliki nilai signifikan sebesar 0,019. Dan hubungan yang paling kuat atau hampir sempurna dimiliki oleh hubungan klorofil-a dengan fosfat dengan nilai signifikan sebesar 0,000.
ANALISIS KESESUAIAN BUDIDAYA KARAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN TANJUNG SAMALANTAKAN BERDASARKAN PARAMETER OSEANOGRAFI FISIK-KIMIA MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Syahril, Akhmad; Rifa'i, Muhammad Ahsin; Syahdan, Muhammad
Marine Coastal and Small Islands Journal - Jurnal ilmiah Ilmu Kelautan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/m.v3i1.11765

Abstract

Kalimantan Selatan memiliki kawasan budidaya laut kurang lebih 8.904 ha. Dari luasan tersebut baru dimanfaatkan sebesar 123 ha atau sebesar 1.38% dengan produksi sebesar 2.426,2 ton. Budidaya laut sebagian besar dilakukan di Kabupaten Kotabaru, seperti KJA, rumput laut, dan tiram mutiara. Dalam Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan No. 13 Tahun 2018 perairan Tanjung Samalantan merupakan salah satu perairan yang ditetapkan untuk kawasan pemanfaatan umum budidaya laut. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kesesuaian lahan berdasarkan parameter Fisaka, Kimia dan memetakan lokasi kesesuaian budidaya KJA menggunakan SIG di Perairan Tanjung Samalantakan Kecamatan Pakuman Selatan Kabupaten Kotabaru. tingkat kesesuaian untuk budidaya KJA di perairan Tanjung Samalantakan yang terbagi menjadi dua kelas yaitu Cukup Sesuai (S2) dengan total luasan 157,8 ha yang ditandai dengan warna cream sedangkan Tidak Sesuai (S3) dengan luasan 28,7 ha.