Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS GUNTUR KABUPATEN GARUT Amira, Iceu; Suryani, Suryani; Hendrawati, Hendrawati
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i1.677

Abstract

GAMBARAN PERILAKU KEBERSIHAN DIRI PADA ANGGOTA GENG MOTOR “X” DI KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT Afriliani, Lia; Hendrawati, Hendrawati; Yulianita, Henny
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i1.685

Abstract

Kiat Mengatasi Kecemasan pada Masa Pandemi COVID-19 Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Sukma Senjaya; Udin Rosidin
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 3, No 1: Februari (2022)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36596/jpkmi.v3i1.267

Abstract

Abstrak: Pandemi COVID-19 saat ini berdampak pada semua tatanan kehidupan manusia. Kasus COVID-19 yang terus meningkat pada saat ini membuat semua negara menerapkan kebijakan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia pemerintah menerapkan kebijakan diantanranya pembatasan sosial berskala besar untuk menekan penyebaran virus ini. Adanya pandemi COVID-19 tersebut membuat masyarakat mengalami ketakutan dan merasa tidak aman dan nyaman karena hampir setiap hari kasus COVID-19 terus bertambah. Orang yang positif COVID-19 dan angka kematian yang meningkat berdampak pada gangguan kesehatan psikososial yaitu kecemasan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kecemasan dampak COVID-19. Sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelaksanaan pendidikan kesehatan dengan menggunakan media ceramah, diskusi dan simulasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata rata nilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah dilaksanakan pendidikan kesehatan. Rata rata nilai pengetahuan peserta sebelum dilakukan pendidikan kesehatan adalah 56 dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan meningkat mejadi 80. Peningkatan pengetahuan masyarakat dalam mengatasi kecemasan pada masa pandemi COVID-19 ini berdampak pada peningkatan kemampuan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan COVID-19 dan melaksanakan perilaku hidup sehat secara mandiri.Abstract: The current COVID-19 pandemic has an impact on all aspects of human life. The increasing number of COVID-19 cases at this time has forced all countries to implement policies to impose restrictions on community activities to prevent the spread of the Corona virus. In Indonesia, the government has implemented policies including Large-Scale Social Restrictions to suppress the spread of this virus. The existence of the COVID-19 pandemic has made people experience fear and feel insecure and comfortable because almost every day the number of COVID-19 cases continues to grow. People who are positive for COVID-19 and the increasing mortality rate has an impact on psychosocial health disorders, namely anxiety. The purpose of implementing this community service activity is to increase public knowledge in overcoming anxiety about the impact of COVID-19. So that people feel safe and comfortable in the face of this COVID-19 pandemic. The method used in this activity is the implementation of health education using lectures, discussions and simulations. The results of the activity showed an increase in the average value of participants' knowledge before and after the implementation of health education. The average knowledge value of participants before health education was carried out was 56 and after health education increased to 80. Increased public knowledge in dealing with anxiety during the COVID-19 pandemic has an impact on increasing the community's ability to carry out COVID-19 health protocols and carry out healthy lifestyles independently.
TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA LAKI – LAKI Iceu Amira D.A; Hendrawati Hendrawati
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.465 KB) | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.166

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kejadian stres yang bisa dialami oleh siapa saja  termasuk  pada  masa  remaja, salah satunya adalah mahasiswa, baik di perguruan tinggi, institut atau akademi. Salah satu dampak stres pada remaja adalah perilaku merokok. Berdasarkan studi pendahuluan di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Garut didapatkan data dari 20 orang remaja laki-laki yaitu 17 orang perokok (85%) dan alasan terbanyak karena stres ada 12 orang (60%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja laki-laki di Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Garut. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan desain deskriptif korelasional. Populasi penelitian dengan total sampling pada 131 remaja laki-laki. Analisa data dengan uji chi-squar dengan hasil hampir seluruh remaja laki-laki mengalami stres ringan, dan sebagian besar remaja laki-laki perokok ringan. Analisis uji chi-square diperoleh nilai p (p-value) = 0.040, artinya terdapat proporsi yang signifikan diantara kedua kelompok tersebut atau terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan perilaku merokok (p value dari 0,05). Nilai Odds Ratio (OR) diperoleh sebesar 3,1 artinya remaja laki- laki yang mengalami stres sedang memiliki risiko untuk merokok sedang sebesar 3,1 kali dibandingkan dengan stres ringan. Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stress dengan perilaku merokok.
PENYULUHAN TENTANG MANAJEMEN STRES DI DESA CIBEUSI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Iceu Amira Dira Atmadja; Aat Sriati; Hendrawati Hendrawati; Sukma Senjaya
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 3 Nomor 1 April 2020
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v3i1.2465

Abstract

Manusia dikategorikan sehat jiwanya apabila yang bersangkutan merasa sehat, bahagia, bisa menerima diri sendiri seperti apa adanya, bisa menerima orang lain dan situasi kondisi di sekitarnya apa adanya dan juga bersikap optimis, serta senantiasa berupaya untuk hari esok yang lebih baik.Dalam menghadapi keadaan yang dinamis, dalam kehidupan itulah muncul mekanisme defens atau menyikapi suatu kejadian dari tiap manusia. Ada manusia yang memilih menggunakan mekanisme defens positif. Namun ada juga yang menyikapi masalah dengan cara yang negatif. Hal tersebut sangat berbeda antara satu dengan individu lainnya. Sebab, tiap manusia punya karakter dan memiliki berbagai mekanisme defens dan akan membentuk pola yang bersangkutan dalam menghadapi stres yang dialami. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat  tentang  cara mengatasi stres.Metode pelaksanaan PPM ini yaitu dengan Tindakan Preventif mengadakan penyuluhan diawali  menyusun media informasi  leaflet mengenai pengertian stres, tanda dan gejala, dampak stres dan cara mengatasinya, selanjutnya, melakukan penyuluhan kepada warga.  Hasil yang di capai dalam pengabdian ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang  cara mengatasi stres.Kesimpulannya adalah Kegiatan PPM ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa  terjadi peningkatan pengetahuan keluarga tentang manajemen stres di Desa Cibeusi Kecamatan JatinangorKabupaten Sumedang Kata kunci : masyarakat, manajemen, StresAbstract Humans are categorized as healthy if their souls feel healthy, happy, able to accept themselves as they are, can accept other people and the conditions around them as they are and also be optimistic, and always strive for a better tomorrow.In against of dynamic conditions, in the life, it emerges defens mechanism or responds an event from each human being. There are humans who choose to use positive defense mechanisms. But there are also those who respond with problems in a negative way. Of course, it is very different from one individual to another. Because, every human being has a character and has a variety of defense mechanisms and will form the relevant patterns in responding with stress experienced. The purpose of carrying out community service activities is to increase community knowledge about how to respond the stress.The method of implementing Community Service is preventive action to conduct counseling begins by preparing a media information leaflet about the understanding of stress, signs and symptoms of stress, the impact of stress and how to overcome them, then, conducting counseling to residents. The results achieved in this service are increasing public knowledge about how to respond the stress.The conclusion is Community Service activity has been carried out and based on the results of the evaluation of the implementation of the activity it is known that there is an increase in family knowledge about stress management in Cibeusi Village, Jatinangor District, Sumedang Regency Keywords: community, management, stress
Penyuluhan tentang Napza dan Dampaknya terhadap Gangguan Jiwa pada Siswa SMK Qurrotu A’yun di Samarang Kabupaten Garut Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7561

Abstract

ABSTRAK Masalah penyalahgunaan Napza telah mengkhawatirkan, jika tidak ditanggulangi merupakan ancaman bagi kesejahteraan generasi yang akan datang. Penyalahgunaan obat tersebut dapat menimbulkan gangguan, baik badan maupun jiwa seseorang, di ikuti dengan akibat    sosial yang tidak di inginkan. Apabila Napza dikonsumsi dengan cara ditelan, diminum, dihisap, dihirup, di hidu dan melalui suntikan maka Napza melalui peredaran darah sampai pada susunan saraf pusat (otak) yang mengganggu sistem neuro-transmitter sel-sel saraf otak. Akibat gangguan pada system neuro-transmitter itu terjadilah Gangguan Mental dan Perilaku akibat Napza. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat bertujuan  untuk meningkatkan pengetahuan tentang Napza dan dampaknya terhadap gangguan jiwa  pada siswa SMK Qurrotu A’yun di Samarang Kabupaten Garut. pelaksanaan Pengabdian pada masyarakat  ini menggunakan metode tindakan preventif dengan mengadakan penyuluhan kesehatan  diawali menyusun media informasi leaflet mengenai konsep Napza dan konsep gangguan jiwa serta bagaimana dampaknya, selanjutnya melakukan penyuluhan kesehatan kepada siswa SMK Qurotu A’yun. Dalam pengabdian ini hasil yang dicapai adalah meningkatnya pengetahuan siswa  tentang Napza dan dampaknya terhadap gangguan jiwa.  Kegiatan Peyuluhan  ini telah dilaksanakan dan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan maka diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa dari hasil pre dan post test yang dilaksanakan  di SMK  Qurrota  A'yun Samarang Kabupaten Garut. Kata Kunci: Gangguan Jiwa, Napza, Penyalahgunaan  ABSTRACT The problem of drug abuse has been worrying, if not addressed, it is a threat to the welfare of future generations. Misuse of these drugs can cause disturbances, both body and soul of a person, followed by unwanted social consequences. If the drug is consumed by swallowing, drinking, snorting, inhaling, inhaling and by injection, the drug through the blood circulation reaches the central nervous system (brain) which interferes with the neuro-transmitter system of the brain's nerve cells. As a result of disturbances in the neuro-transmitter system, mental and behavioral disorders due to drugs occur .The purpose of implementing this community service activity is to prevent drug use behavior in students of SMK Qurrota A’yun in Samarang, Garut Regency. The method of implementing this PPM is by Preventive Actions holding health counseling starting with compiling media information leaflets about the definition of drugs, kinds of drugs, the effects of drugs, and how to overcome them, then, conducting health education to students of SMK Qurrota  A'yun. The results achieved in this service are increasing students' knowledge about how to overcome drug abuse and its consequences on mental health. The conclusion is that this PPM activity has been carried out and based on the results of the evaluation of the implementation of the activity, it is known that there is an increase in students' knowledge about how to overcome drug abuse and its consequences on mental health at SMK  Qurrota  A'yun, Samarang Village, Garut Regency. Keywords: Mental Disorders, Drugs, Abuse
Peranan Keluarga dan Masyarakat pada Odgj (Orang dengan Gangguan Jiwa) Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Indra Maulana; Sukma Senjaya; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i2.8313

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa yaitu keadaan sejahtera, dimana individu yang memiliki kemampuan untuk menyadari potensi yang dimiliki dalam dirinya, dapat mengatasi tekanan kehidupan yang terjadi kepada individu, dapat bekerja secara produktif serta dapat berkontribusi dalam komunitasnya. Permasalahan – permasalahan kesehatan jiwa  yang sering terjadi salah satunya adalah kemampuan keluarga dalam kelolaan orang dengan gangguan jiwa(ODGJ), stigma yang ada ditengah masyarakat, seperti penggunaan istilah lokal terhadap ODGJ ternyata mempengaruhi ketidaknyamannya. Sikap penolakan masyarakat terhadap ODGJ juga berdampak pada penurunan harga diri dan mengoyak martabatnya. Tujuan penyuluhan  kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan keluarga tentang  pentingnya peranan keluarga dan masyarakat  pada  ODGJ. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan  dengan tatap muka. Hasil  kegiatan ini adalah  adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan yaitu sebesar 46,7 point. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang peranan keluarga dalam perawatan ODGJ. Sehingga diharapkan akan terjadi peningkatan kemampuan masyarakat dalam melakukan perawatan ODGJ. Kegiatan ini dapat dijadikan program tetap yang dilaksanakan secara periodik sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian keluarga dan masyarakat dalam melakukan perawatan ODGJ di rumah.   Kata Kunci: Keluarga, Masyarakat,Orang dengan Gangguan Jiwa,Peranan  ABSTRACT Mental health is a state of well-being, where individuals have the ability to realize their potential, can cope with the pressures of life that occur to individuals, can work productively and can contribute to their community. One of the mental health problems that often occurs is the ability of families to manage people with mental disorders (ODGJ). The stigma that exists in society, such as the use of local terms for ODGJ, actually affects their discomfort. The attitude of society's rejection of ODGJ also has an impact on reducing self-esteem and destroying their dignity. The purpose of this health education is to increase family knowledge about the importance of the role of the family and community in ODGJ. The method used in this activity is face-to-face counseling. The result of this activity is an increase in the average value of knowledge that is equal to 46.7 points. The conclusion is that there is an increase in family and community knowledge about the role of the family in the care of ODGJ. So it is hoped that there will be an increase in the ability of the community to treat ODGJ. This activity can be used as a permanent program that is carried out periodically as an effort to increase the independence of families and communities in carrying out ODGJ care at home. Keywords: Family, Society, People with Mental Disorders, Role
Penyuluhan tentang Kesehatan Jiwa Remaja di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Kelurahan Lebakjaya Kecamatan Karangpawitan Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Sukma Senjaya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i4.9479

Abstract

ABSTRAK  Kesehatan jiwa menurut WHO (World Health Organization) adalah ketika seseorang tersebut merasa sehat dan bahagia, mampu menghadapi tantangan hidup serta dapat menerima orang lain sebagaimana seharusnya serta mempunyai sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.Kesehatan jiwa sangat penting untuk menunjang produktivitas dan kualitas kesehatan fisik. Gangguan mental atau kejiwaan bisa dialami oleh siapa saja, baik usia muda maupun lanjut usia. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui pengetahuan yang dimiliki siswa pondok pesantren tentang kesehatan  tentang kesehatan jiwa. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan  untuk mencegah terjadinya gangguan mental di Kelurahan Lebakjaya  Kecamatan Karangpawitan .  Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan Kesehatan mental yang dilakukan pada usia remaja. Sebelum pelaksanaan penyuluhan diberikan pre test terlebih dahulu untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan masyarakat tentang kesehatan jiwa, setelah itu pemberian materi dan tanya jawab, serta diakhiri dengan pemberian post test untuk menilai keberhasilan dari penyuluhan ini. Dalam pengabdian ini hasil yang dicapai ada perubahan pengetahuan tentang Kesehatan jiwa dibuktikan dengan hasil pre dan post tests ada peningkatan. Kata Kunci: Jiwa,  Kesehatan, Penyuluhan, remaja  ABSTRACT Mental health according to WHO (World Health Organization) is when a person feels healthy and happy, is able to face life's challenges and can accept others as they should and has a positive attitude towards themselves and others.Mental health is very important to support the productivity and quality of physical health. Anyone can experience mental or psychiatric disorders, both young and old. The purpose of this activity is to find out the knowledge possessed by Islamic boarding school students about mental health. The implementation of this community service aims to prevent mental disorders in the Lebakjaya Village, Karangpawitan District. The method used in this activity is mental health counseling which is carried out at the age of adolescents,. Prior to the implementation of the counseling, a pre-test was given to find out how far the community's knowledge of mental health was, after that the material was given and questions and answers were given, and ended with the giving of a post-test to assess the success of this counseling. In this service, the results achieved are changes in knowledge about mental health, as evidenced by the results of the pre and post tests, there is an increase. Keywords: Soul, Health,  Counseling, teenager
Upaya Peningkatan Kesehatan Jiwa Lansia Melalui Deteksi Dini dan Edukasi Iceu Amira; Hendrawati Hendrawati; Indra Maulana; Nina Sumarni; Udin Rosidin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12578

Abstract

ABSTRAK Kesehatan jiwa merupakan bagian yang penting dalam kesehatan manusia secara keseluruhan. Individu dengan jiwa yang sehat mampu untuk menangani tekanan hidup, menyadari kemampuan dirinya, dapat melakukan kegiatan dan pekerjaan sehari-harinya dengan baik, serta dapat memberikan kontribusi yang positif kepada komunitasnya. Pengabdian Pada Masyarakat (PPM)  ini adalah untuk mengetahui  upaya peningkatan kesehatan jiwa  lansia melalui deteksi dini dan edukasi di Kelurahan Lebakjaya. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah penyebaran kuesioner SRQ-20 dan Edukasi. Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan peningkatan pengetahuan mengenai Kesehatan jiwa dan cara penanganannya,  pelaksanaan. Diskusi ini memberikan wadah bagi para lansia untuk membagikan keluh kesahnya dan menurunkan perasaan kesepian yang dialaminya. Kata Kunci: Lansia, Kesehatan Jiwa, Penyuluhan  ABSTRACT Mental health is an important part of overall human health. Individuals with a healthy soul are able to handle the pressures of life, realize their abilities, can carry out their daily activities and work well, and can make a positive contribution to their community. This Community Service (PPM) is to find out efforts to improve the mental health of the elderly through early detection and education in the Lebakjaya Village. The method used in this service is the distribution of SRQ-20 and Education questionnaires. After counseling, there was an increase in knowledge about mental health and how to handle it, implementation. This discussion provides a forum for the elderly to share their complaints and reduce the feelings of loneliness they experience. Keywords: Elderly, Mental Health, Counseling
GAMBARAN PERILAKU KEBERSIHAN DIRI PADA ANGGOTA GENG MOTOR “X” DI KECAMATAN CIKAJANG KABUPATEN GARUT Lia Afriliani; Hendrawati Hendrawati; Henny Yulianita
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 21, No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bakti Tunas Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36465/jkbth.v21i1.685

Abstract