Penelitian ini memiliki tujuan guna memahami makna pengalaman mahasiswa PIAUD dalam pembelajaran berbasis service learning pada mata kuliah Playdate untuk menumbuhkan nilai kewirausahaan sosial. Pendekatan kualitatif fenomenologi digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif 12 mahasiswa yang dipilih secara purposif berdasarkan tingkat keterlibatan dan kemampuan artikulasi reflektif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis tematik mengidentifikasi empat tema utama: transformasi pemahaman kewirausahaan sosial dari orientasi keuntungan menuju dampak sosial, pengembangan kompetensi profesional melalui peningkatan keterampilan komunikasi dan leadership, pembelajaran experiential yang bermakna melalui integrasi teori-praktik, dan pembentukan identitas profesional yang berorientasi pada pelayanan masyarakat. Program Playdate Library Tour yang menjangkau 300 anak dari 7 lembaga PAUD memberi pengalaman autentik mahasiswa dalam mengembangkan nilai-nilai empati, tanggung jawab sosial, inovasi, dan sustainability. Siklus experiential learning Kolb terbukti efektif dalam mentransformasi pengalaman konkret menjadi pembelajaran yang mendalam melalui proses refleksi terstruktur. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa service learning mampu menjadi model pembelajaran yang efektif guna mempersiapkan calon pendidik PAUD yang tidak hanya akademis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan sosial untuk pendidikan berkelanjutan. Rekomendasi penelitian selanjutnya agar melibatkan partisipan yang lebih beragam, menggunakan pendekatan mixed methods agar lebih komprehensif, serta melakukan studi longitudinal untuk menelusuri dampak jangka panjang service learning terhadap profesional lulusan PIAUD.