Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Disparitas Harga Beras Medium terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Implikasinya terhadap Inflasi Pangan di Indonesia Mahdi, Naufal Nur; Rianzani, Citra
AGRIFITIA : Journal of Agribusiness Plantation Vol. 5 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis INSTIPER Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55180/aft.v5i2.2066

Abstract

Medium-grade rice is a strategic staple food consumed by the Indonesian people. Rice price stability is achieved through the Highest Retail Price (HET) policy, which is implemented to protect middle- and lower-income consumers. However, the price of medium-grade rice tends to exceed the HET, which may contribute to inflation. Therefore, the effectiveness of the HET for rice needs to be reexamined. This study aims to analyze the disparity and effectiveness of the HET for medium-grade rice, based on the zoning system, and the relationship between price disparity and food inflation. The methods used in this study are statistical analysis and correlation with secondary data sourced from the Statistics Indonesia (BPS), the National Food and Agriculture Agency (Bapanas), and the Ministry of Agriculture. The results show that the price of medium-grade rice at the consumer level consistently exceeds the HET set across all zones, with an average disparity of 4.18% (zone 1), 7.36% (zone 2), and 15.68% (zone 3). Furthermore, there is a strong positive correlation between the price disparity of medium-grade rice compared to the HET in the previous month and food inflation. Policy implications include the government's immediate distribution of CBP rice and adjustment of the HET for medium-grade rice. Keywords: medium rice; stabilization; HET; disparity; inflation     ABSTRAK Beras kualitas medium merupakan bahan pangan pokok strategis yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Stabilitas harga beras dicapai melalui kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang diterapkan untuk melindungi konsumen berpenghasilan menengah ke bawah. Namun, harga beras kualitas medium cenderung melebihi HET, yang dapat berkontribusi pada inflasi. Oleh karena itu, efektivitas HET untuk beras perlu dikaji ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disparitas dan efektivitas HET untuk beras kualitas medium, berdasarkan sistem zonasi, dan hubungan antara disparitas harga dan inflasi pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis statistik dan korelasi dengan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pangan dan Pertanian Nasional (Bapanas), dan Kementerian Pertanian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga beras kualitas medium di tingkat konsumen secara konsisten melebihi HET yang ditetapkan di semua zona, dengan disparitas rata-rata 4,18% (zona 1), 7,36% (zona 2), dan 15,68% (zona 3). Lebih lanjut, terdapat korelasi positif yang kuat antara disparitas harga beras medium dibandingkan dengan HET bulan sebelumnya dan inflasi pangan. Implikasi kebijakan meliputi penyaluran beras CBP secara langsung oleh pemerintah dan penyesuaian HET untuk beras medium. Kata Kunci: beras medium; stabilisasi; HET; disparitas; inflasi
Implementasi Urban Farming Berbasis Hidroponik dalam Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kecamatan Baros, Kabupaten Serang Mahdi, Naufal Nur; Setiawan, Johan; Irnawati, Ririn; Apriani, Andy; Rusbana, Tb.Bahtiar; Saleh, Khaerul; Gunawan, Gugun; Suherna, Suherna; Supriyo Wibowo, Aris; Bukhari, Ahmad; Sutisna, Tatang; Mirajiani, Mirajiani; Krisdianto, Nanang
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jpkm.v2i3.2321

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan dan peri-urban menjadi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga. Urban farming merupakan salah satu solusi yang dapat diterapkan melalui pemanfaatan lahan terbatas secara optimal, salah satunya dengan teknik hidroponik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan urban farming berbasis hidroponik di Kelompok Tani Sederhana II, Desa Tejamari, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tiga tahapan, yaitu penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari petani dan perangkat desa. Materi yang disampaikan meliputi konsep urban farming dan teknik hidroponik sederhana, dilanjutkan dengan praktik budidaya menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh seperti gelas plastik, sekam, dan pupuk organik dengan tanaman caisim sebagai komoditas percontohan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki tingkat partisipasi yang tinggi, ditandai dengan keaktifan dalam diskusi dan keterlibatan langsung dalam praktik. Peserta mampu mengikuti tahapan budidaya hidroponik secara sederhana, yang mengindikasikan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan dasar. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas awal masyarakat dalam memahami dan mempraktikkan urban farming berbasis hidroponik, serta mendorong untuk dikembangkan sebagai strategi pendukung ketahanan pangan rumah tangga.