Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Penanaman Hidroponik Oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Pegambiran Kecamatan Lemahwungkuk Kota Cirebon Istiqomah Istiqomah
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.969 KB) | DOI: 10.24090/icodev.v3i1.6448

Abstract

Economic growth also affects food demand, in line with population growth and an increase in the economic value of the community. In the development of agricultural products, there is now another way to utilize the narrow land for the purpose of developing agricultural products, namely the hydroponic method. The Women Farmers Group (KWT) is a forum that can be a hope for farmer families, because the resources they have can be used as a special forum for women farmers in an effort to empower families. In this study, researchers used a qualitative narrative method of research results, in an effort to improve the community's economy through the hydroponic planting program by the Women Farmers Group (KWT) is to increase family income from the wife through hydroponic planting activities whose results can be resold, not only in terms of but also KWT members can develop their potential and take advantage of available natural resources. The purpose of this study was to determine the improvement of the community's economy through hydroponic planting by the Women Farmers Group (KWT) in Pegambiran Village, Lemahwungkuk District, Cirebon City.
Pengembangan Pendidikan Non-Formal: Pelaksanaan Program Pustaka Kampung Impian di Aceh rahadiyand Aditya; Rahmania Rahman; Istiqomah Istiqomah; Kasumah Kasumah
Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Department of Tadris IPS FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/edueksos.v11i1.10172

Abstract

Abstrak: Permasalahan pengembangan pendidikan non formal juga dapat dihubungkan dengan beberapa isu-isu srategis lain seperti UMKM, dunia digital, budaya, dan lain sebagainya. Meskipun demikain terdapat sebuah penelitian bahwa pendekatan pendidikan non formal cukup sulit dilaksanakan. Artikel ini melihat bagaimana implementasi program Pustaka Kampung Impian, dan pengembangan Pustaka Kampung Impian yang dilukan oleh Rumah Relawan Remaja(3R). metode pentlitian ini menggunakan pendektana penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik penarikan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Temuan lapangan menunjukan setidaknya terdapat 8 kegiatan pelaksanaan pendidikan non formal dalam program Pustaka Kampung impian antara lain kelas membaca dasar, kemudia kelas membaca menengah, kelas membaca berita, kelas fotografi, kelas menjahit dan bahasa, kelas prakarya, kelas memasak makanan tradisional, maupun kelas membagun pustaka bersama. Hingga saat ini juga terdapat tujuh lokasi Pustaka Kampung Impian dengan enam relawan Guru Impian yang sedang bertugas. Selanjutnya dalam pengembangannya pendidikan non formal terdapat empat hal penting yaitu 1)Masa Orientasi Menjadikan Kemapuan Relawan Meningkat, 2) Menciptkaan Pembelajaran yang Efektif, 3)Keterlibatan Masyarakat dalam Pembangunan Pustaka Kampung Impian, 4) Tinggal Bersama Guna Ciptakan Kolaborasi Tiada Henti.Kata Kunci: Pendidikan Non Formal; Pengembangan; Pelaksanaan. Abstract: The problem of developing non-formal education can also be linked to several other strategic issues such as MSMEs, the digital world, culture, and so on. However, there is a study that non-formal education approaches are quite difficult to implement. This article looks at the implementation of the Dream Village Library program, and the development of the Dream Village Library which is required by the Youth Volunteer House (3R). This research method uses a qualitative descriptive research approach with data collection techniques using interviews, observation and documentation. Field findings show that there are at least 8 non-formal education implementation activities in the Dream Village Library program, including basic reading classes, then intermediate reading classes, news reading classes, photography classes, sewing and language classes, craft classes, traditional food cooking classes, and building classes. shared library. Until now, there are also seven locations of the Dream Village Library with six Dream Teacher volunteers on duty. Furthermore, in the development of non-formal education, there are four important things, namely 1) Orientation Period Makes Volunteer Skills Increase, 2) Creating Effective Learning, 3) Community Involvement in the Development of the Dream Village Library, 4) Living Together To Create Endless Collaboration.Keywords: Non-Formal Education; Development; Implementation.
Implementasi Program Filantropi oleh Yayasan Amanah Ummat Muslimin (YAUM) Cirebon Istiqomah Istiqomah
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v5i2.7313

Abstract

AbstractPhilanthropy is a good deed or charity setting aside a portion of one's assets in order to help the poor. This research will look at the implementation of the Philanthropy program carried out by YAUM Cirebon both during normal times and during this pandemic situation. This research uses descriptive qualitative methods with data collection techniques using interviews, observation and documentation study. Researchers found that the implementation of the philanthropic program carried out by YAUM Cirebon is divided into five major programs, namely humanitarian social donations, educational donations, public da'wah donations, donations for health and YAUM donations for the people. besides that, there are special programs carried out during the pandemic. Assistance in the form of basic necessities for poor people who need PPE, masks, hand sanitizer, and boots to several medical institutions in the Cirebon area.Abstrak Filantropi adalah perbuatan baik atau beramal menyisihkan sebagian hartanya dalam rangka membantu masyarakat dhuafa. pada penelitian ini akan melihat implementasi program Filantropi yang dilakukan oleh YAUM Cirebon baik ketika masa normal maupun ketika situasi pandemi ini. penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Peneliti menemukan bahwa implementasi program filantropi yang dilakukan oleh YAUM Cirebon terbagi menjadi lima program besar yaitu donasi sosial kemanusiaan, donasi pendidikan, donasi dakwah keumatan, donasi untuk kesehatan dan donasi YAUM untuk umat. selain itu ada program khusus yang dilakukan ketika masa pandemi. Bantuan berupa sembako bagi masyarakat dhuafa yang membutuhkan dana bantuan APD, masker, hand sanitizer, dan sepatu boots kepada beberapa institusi medis di wilayah cirebon.
Peran Taman Bacaan Masyarakat dalam Pengembangan Masyarakat di Yogyakarta: Pendekatan, Pelibatan, dan Pelaksanaan Istiqomah Istiqomah
Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/empower.v7i2.11461

Abstract

AbstrakPendidikan non formal merupakan salah satu alternative penyebaran ilmu pengetahun ditengah maraknya isu ketimpangan sosial, ketidak merataan pembangunan infrastruktur pendidikan, hingga minimnya tenaga pendidikan formal di Indonesia. Bahkan beberapa regualsi mendorong agar terciptanya pemerataan penyebaran pengetahuan melalui pendidikan non formal salah satunya adalah pendirian taman bacaan masyarakat(TBM). Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran TBM Delima dalam pengembangan masyarakat, secara spesifik akan melihat pendekatannya, pelibatannya, dan pelaksanaannya. Metode penelitian ini menggunakan deksriptif kualitatfi dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Temuan lapangan menunjukan bahwa pendekatan dalam proses pemberdayaan yang disingkat dengan istilah 5P yaitu pemungkiman, penguatan, pelindungan, penyokongan, dan pemeliraan. Selanjutnya Selanjutnya pelibatan masyarakat dengan melakukan berabagai kegiatan secara partisipatif. Bentuk kegiatannya antara lain adalah: mengdakan forum dan dengan mendongengkan kisah-kisah nabi, membuat paguyuban ibu-ibu, dan juga melaksanakan kegiatan pada hari bersejarah. Sedangkan pelaksanaan atau implementasi program ini memiliki tiga unsur yaitu unsur pelaksana, program yang dilaksanakan, dan kelompok sasaran.