Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN UPCYCLING LIMBAH KAIN PERCA PADA KURSI FLAT-PACK Pramono, Andi; Azis, Baskoro; Primadani, Tiara Ika Widia; Putra, Wahyu Waskito
Mintakat: Jurnal Arsitektur Vol. 23 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Architecture Department University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/jam.v23i1.6075

Abstract

Limbah kain perca merupakan limbah anorganik yang memerlukan perhatian khusus dalam penanganannya dengan tujuan untuk keberlanjutan lingkungan. Metode yang sering digunakan dalam pengelolaan limbah adalah 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Dari teknik pengolahan Reuse kemudian berkembang menjadi upcycling yang lebih menekankan kepada peningkatan nilai manfaat material. Dalam bidang interior, kain perca di-upcycling menjadi pembungkus busa untuk dudukan dan sandaran pada kursi flat-pack. Konsep dasar pembuatan kursi flat-pack adalah pemanfaatan limbah kardus yang disusun sedemikian rupa sehingga terbentuk kursi yang dapat digunakan pada ruangan interior seperti ruang tamu dan ruang keluarga. Kemudian konsep pembuatan bahan ini dikembangkan dengan menggunakan papan MDF yang lebih keras dan kokoh. Untuk lebih memberi kenyamanan pada kursi, perlu ditambah busa yang dibungkus kain. Teknik sambungan yang digunakan dalam menyambung kain perca berupa patchwork, quilting, dan applique. Untuk mempercantik produk dan sekaligus sebagai identitas pembuatan, dapat menambahkan teknik sablon, baik sablon manual ataupun sablon digital.Fabric waste is inorganic waste that requires special treatment in its handling with the aim of environmental sustainability. The method often used in waste management is 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Reuse processing methods then developed into upcycling, emphasising more on increasing the value of material benefits. In the interior, fabric waste is upcycling into foam coverings for backrests and seats. It mounts on a flat-pack chair. The main idea behind flat-pack chairs is to use cardboard trash that has been arranged in such a way that chairs may be made. It is suitable for usage in indoor spaces such as living rooms and family rooms. Then the concept of making this material was developed using a more rigid and sturdy MDF board. Comfortable on the seat need to be applied by adding foam that covered by the fabric.  Joint techniques to combine fabric waste can use patchwork, quilting, and applique technique. To decorate the product and simultaneously as the identity of manufacture, can embed screen printing techniques, either manual screen printing or digital screen printing.
Pengolahan Limbah Kain dari UMKM Tirai Menjadi Produk Interior Primadani, Tiara Ika Widia; Kurniawan, Bambang Kartono; Pramono, Andi; Huda, Miranti Nurul; Putra, Wahyu Waskito
Jurnal Desain Interior Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jdi.v10i2.8098

Abstract

Limbah yang merupakan sisa dari produksi industri adalah sebuah masalah besar bagi lingkungan. Karena limbah ada yang dapat diolah oleh lingkungan yang disebut dengan limbah organic dan limbah yang tidak dapat diurai oleh lingkungan yang disebut dengan limbah anorganik. Studi kasus pada penelitian ini adalah memanfaatkan limbah dari UMKM tirai yang ada di Kota Malang, dengan memberdayakan UMKM craft yang ada di Kota Malang dan sekitarnya. Permasalahannya, teknik apa saja yang dapat digunakan untuk mengolah limbah kain dari UMKM tirai agar menjadi produk pendukung interior yang mempunyai nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah pada limbah dari UMKM kain tirai melalui proses kreatif. Dengan menggabungkan teknik sulam, rajut, lukis dan ecoprint, limbah kain tersebut diubah menjadi produk-produk dekoratif seperti sarung bantal, pouch, hiasan dinding, dan aksesoris fashion. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan, pengembangan ekonomi kreatif di sektor desain interior, serta memperkaya khazanah desain produk ramah lingkungan.