Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

CONTRACEPTION CHOICE WHICH LEAD EXTREMELY CLOSE INTERPREGNANCY DISTANCE Faraswati, Riska; Natalia, Mega Silvian
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol. 8 No. 2 (2024): VOLUME 8 ISSUE 2 AUGUST 2024
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2024/Vol8/Iss2/591

Abstract

Preventing unwanted or unplanned pregnancies is part of the national health programme. There are various negative impacts on pregnancies that occur between 3-12 months after delivery such as the risk of premature birth, psychological disorders, abortion, etc. Prevention programmes aim to reduces the number of unintended pregnancies. The aim of this study was to estimate the number of women who used contraception within 18 months after childbirth and the association between contraceptive methods used and risk of pregnancy within 18 months. A cross-sectional research method was chosen as research approach in mothers who gave birth to their first child in 2021 to 2022 conducted in Paiton Probolinggo district, data were collected from childbirth cohort records, contraceptive methods, information regarding re-pregnancy ≤ 18 months after previous delivery. The Fisher Exact Test statistical test results obtained a p value of 0.000 <0.05, 99% CI which shows that the choice of contraceptive method and the time of use have an impact on the interval of re-pregnancy.
Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Pemberian Asi dengan Sikap Ibu dalam Pencegahan Hiperbilirubin pada Bayi Baru Lahir di RSIA Karinda Husada Musyarirotur Rizki, Firdalia; Ekasari, Tutik; Faraswati, Riska
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i1.3884

Abstract

Pengetahuan ibu mengenai pemberian Air Susu Ibu (ASI) memiliki peran penting dalam pembentukan sikap positif terhadap pencegahan hiperbilirubin pada bayi baru lahir. Hiperbilirubin merupakan kondisi yang umum terjadi pada neonatus dan dapat menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian ASI dengan sikap ibu dalam upaya pencegahan hiperbilirubin. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan dilaksanakan di RSIA Karinda Husada pada bulan Mei 2025. Jumlah sampel sebanyak 55 ibu yang baru melahirkan, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, yang kemudian melalui proses editing, coding, scoring, dan tabulating. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu dengan pengetahuan baik mengenai pemberian ASI juga menunjukkan sikap yang baik dalam pencegahan hiperbilirubin, yaitu sebanyak 34 orang. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pemberian ASI dengan sikap ibu dalam pencegahan hiperbilirubin dengan nilai ? = 0,000 (? < 0,05). Diharapkan adanya peningkatan edukasi dan penyuluhan kepada ibu-ibu pasca melahirkan mengenai pentingnya pemberian ASI secara optimal sebagai salah satu langkah dalam mencegah terjadinya hiperbilirubin pada bayi baru lahir.
EDUKASI EMPAT ASUPAN KUNCI UTAMA DI PERIODE EMAS ANAK PADA IBU NIFAS Romdhani, Retno Hastri Risqi; Faraswati, Riska
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i5.582

Abstract

Stunting, sebagai masalah kesehatan prioritas nasional, masih menjadi tantangan signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo dengan prevalensi 15,1% pada tahun 2024. Salah satu penyebab mendasar adalah kurangnya pemahaman mengenai asupan kunci pada periode emas anak (0-12 bulan) di kalangan ibu nifas, yang berperan sentral dalam pemenuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan melalui edukasi spesifik kepada ibu nifas mengenai empat pilar asupan utama guna mendukung pencegahan stunting. Edukasi ini penting untuk menjembatani kesenjangan informasi dan membekali ibu dengan ilmu yang tepat sebagai fondasi perilaku pengasuhan yang optimal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gading Wetan, Kabupaten Probolinggo pada 28 Juni 2025, melibatkan 30 ibu nifas dengan metode ceramah interaktif berbantuan booklet dan sesi tanya jawab. Evaluasi menggunakan pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Hasul pretest menunjukkan distribusi pengetahuan baik (60%), cukup (30%), dan kurang (10%). Setelah intervensi, posttest mencatat kenaikan tajam pada kategori baik menjadi 83,3% (25 peserta), kategori cukup 16,7% (5 peserta), dan penghilangan kategori kurang (0%). Hasil ini membuktikan efektivitas metode edukasi yang diterapkan dalam meningkatkan pemahaman kognitif peserta secara keseluruhan. Diskusi mengindikasikan bahwa kegiatan telah berhasil mentransfer IPTEKS dan mengisi kesenjangan pengetahuan, sehingga membentuk landasan kritis bagi perubahan perilaku nyata dalam praktik pemberian gizi pada periode emas anak. Rekomendasi untuk keberlanjutan adalah pendampingan rutin dan integrasi materi ke dalam program posyandu
Hubungan Pengetahuan Akseptor KB dengan Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di UPT Puskesmas Curahtulis Widiastutik, Tri; Widayati, Agustina; Faraswati, Riska
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.417

Abstract

Pengetahuan yang benar tentang program KB termasuk tentang berbagai jenis kontrasepsi akan meningkatkan keikutsertaan masyarakat pada kontrasepsi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan akseptor yang dapat mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi yang kaitannya menjadi alasan mengapa para akseptor tidak memilih MKJP sebagai alat kontrasepsi. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan menggunakan desain cross sectional, yaitu melakukan pengukuran pada saat bersamaan (sekali waktu) untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan akseptor dengan pemakaian MKJP di UPT Puskesmas Curahtulis. Hasil Penelitian didapatkan bahwa dari 34 akseptor KB yang menjadi sampel penelitian memiliki pengetahuan baik 16 responden, cukup 12 responden dan kurang 6 orang. Berdasarkan uji statistik didapatkan bahwa pengetahuan akseptor KB tidak berpengaruh terhadap pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di UPT Puskesmas Curahtulis.
Tingkat Pengetahuan tentang Kebutuhan Gizi Ibu Hamil dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) di Puskesmas Wangkal Kabupaten Probolinggo Yuliantika; Faraswati, Riska; Ermawati, Iit
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.425

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan masalah gizi pada kehamilan yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan dan kebutuhan gizi serta dipengaruhi oleh penyakit infeksi, dan dapat berdampak pada bayi dengan berat lahir rendah (<2500 g). Pemenuhan gizi ibu hamil sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap terhadap kebutuhan zat gizi selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan gizi ibu hamil trimester I, II, dan III dengan kejadian KEK di Puskesmas Wangkal Kecamatan Gading. Penelitian menggunakan desain cross sectional yang dilaksanakan pada Mei 2025 dengan sampel 52 ibu hamil yang mengalami KEK dan berisiko KEK, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 61,5% responden mengalami KEK dan 38,5% berisiko KEK. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan tentang kebutuhan gizi ibu hamil dengan kejadian KEK (p = 0,004). Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi dan konseling gizi oleh tenaga kesehatan dan kader kepada ibu hamil dan keluarganya.