Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

CONTRACEPTION CHOICE WHICH LEAD EXTREMELY CLOSE INTERPREGNANCY DISTANCE Faraswati, Riska; Natalia, Mega Silvian
INTERNATIONAL JOURNAL OF NURSING AND MIDWIFERY SCIENCE (IJNMS) Vol. 8 No. 2 (2024): VOLUME 8 ISSUE 2 AUGUST 2024
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2024/Vol8/Iss2/591

Abstract

Preventing unwanted or unplanned pregnancies is part of the national health programme. There are various negative impacts on pregnancies that occur between 3-12 months after delivery such as the risk of premature birth, psychological disorders, abortion, etc. Prevention programmes aim to reduces the number of unintended pregnancies. The aim of this study was to estimate the number of women who used contraception within 18 months after childbirth and the association between contraceptive methods used and risk of pregnancy within 18 months. A cross-sectional research method was chosen as research approach in mothers who gave birth to their first child in 2021 to 2022 conducted in Paiton Probolinggo district, data were collected from childbirth cohort records, contraceptive methods, information regarding re-pregnancy ≤ 18 months after previous delivery. The Fisher Exact Test statistical test results obtained a p value of 0.000 <0.05, 99% CI which shows that the choice of contraceptive method and the time of use have an impact on the interval of re-pregnancy.
EDUKASI EMPAT ASUPAN KUNCI UTAMA DI PERIODE EMAS ANAK PADA IBU NIFAS Romdhani, Retno Hastri Risqi; Faraswati, Riska
Masyarakat Mandiri dan Berdaya Vol. 4 No. 5 (2025): Volume 4, Nomor 5, Oktober 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/mbm.v4i5.582

Abstract

Stunting, sebagai masalah kesehatan prioritas nasional, masih menjadi tantangan signifikan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Probolinggo dengan prevalensi 15,1% pada tahun 2024. Salah satu penyebab mendasar adalah kurangnya pemahaman mengenai asupan kunci pada periode emas anak (0-12 bulan) di kalangan ibu nifas, yang berperan sentral dalam pemenuhan gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan transfer pengetahuan melalui edukasi spesifik kepada ibu nifas mengenai empat pilar asupan utama guna mendukung pencegahan stunting. Edukasi ini penting untuk menjembatani kesenjangan informasi dan membekali ibu dengan ilmu yang tepat sebagai fondasi perilaku pengasuhan yang optimal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Gading Wetan, Kabupaten Probolinggo pada 28 Juni 2025, melibatkan 30 ibu nifas dengan metode ceramah interaktif berbantuan booklet dan sesi tanya jawab. Evaluasi menggunakan pretest-posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Hasul pretest menunjukkan distribusi pengetahuan baik (60%), cukup (30%), dan kurang (10%). Setelah intervensi, posttest mencatat kenaikan tajam pada kategori baik menjadi 83,3% (25 peserta), kategori cukup 16,7% (5 peserta), dan penghilangan kategori kurang (0%). Hasil ini membuktikan efektivitas metode edukasi yang diterapkan dalam meningkatkan pemahaman kognitif peserta secara keseluruhan. Diskusi mengindikasikan bahwa kegiatan telah berhasil mentransfer IPTEKS dan mengisi kesenjangan pengetahuan, sehingga membentuk landasan kritis bagi perubahan perilaku nyata dalam praktik pemberian gizi pada periode emas anak. Rekomendasi untuk keberlanjutan adalah pendampingan rutin dan integrasi materi ke dalam program posyandu
Implementation Gap Analysis of National Electronic Health Record (EHR) Data Security Standards in Primary Healthcare Facilities Destri Maya Rani; Windatania Mayasari; Riska Faraswati; Dafrosa Luni; Nikmatul Firdaus
Research and Evidence on Knowledge in Administration and Management — Medical Electronic Data and Information Systems Vol. 1 No. 2 (2025): September, 2025
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/rekammedis.v1i2.304

Abstract

This study examines the gap between national Electronic Health Record (EHR) data security standards, established by Minister of Health Regulation No. 24 of 2022, and their implementation in Indonesia’s primary healthcare facilities. Secondary data from the Ministry of Health, BSSN, and BPJS Kesehatan (2020–2025) reveal compliance rates of 55%–70%, with significant regional disparities linked to infrastructure and staff training deficiencies. Regression analysis shows staff training intensity (β = 0.54, p = .001) and infrastructure quality (β = 0.47, p = .005) as key predictors, explaining 72% of compliance differences. The findings highlight challenges in technology, human resources, and governance. Urgent integration of technological upgrades and continuous role-based cybersecurity training is recommended to enhance accountability and secure the digital health ecosystem. These insights inform national policy for standardized cybersecurity practices.