Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) di Puskesmas Kabupaten Banyuwangi Kustriyani, Anung; Amanda Deviani, Dita; Sriyanti, Titis; Rizki Amalia, Saradila; Robiati Andini, Nur
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 1 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i1.22269

Abstract

Obat Anti Tuberkulosis merupakan obat yang digunakan sebagai terapi farmakologi pada pasien Tuberkulosis. Obat tersebut diberikan oleh Pemerintah sebagai obat program. Pasien Tuberkulosis dapat memperoleh obat tersebut di Puskesmas. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran penggunaan Obat Anti Tuberkulosis di Puskemas Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang dilakukan secara retrospektif. Data yang dihasilkan berupa deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah resep obat anti tuberkulosis yang diperoleh dari unit farmasi 4 Puskesmas Kabupaten Banyuwangi. Penggunaan obat pada 4 Puskesmas adalah Kategori 1 dan 2 yaitu Puskesmas Klatak, Sobo, Genteng Kulon, dan Singotrunan masing-masing sejumlah 71 pasien (89,9%) dan 3 pasien (3,8%), 55 pasien (90,1%) dan 4 pasien (6,7%), 52 pasien (85,2%) dan 9 pasien (14,8%), dan 58 pasien (96,7%) dan 2 pasien (3,3%). Kategori anak hanya digunakan di Puskesmas Klatak dan Sobo masing-masing sejumlah 5 pasien (6,3%) dan 2 pasien (3,2%). Pengobatan kategori 1 digunakan pada 4 Puskesmas untuk pengobatan Tuberkulosis paru atau ekstra paru pasien baru. Kesimpulan penelitian ini yaitu penggunaan Obat Anti Tuberkulosis terbanyak yang digunakan di Puskesmas Banyuwangi adalah Kategori 1.
Analisis faktor kejadian COVID 19 pada tenaga kesehatan di Rumah Sakit ‘X’ Kabupaten Banyuwangi Sriyanti, Titis; Deviani, Dita Amanda; Prasetyawan, Riyan Dwi
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 13 No 4 (2021): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v13i4.592

Abstract

Angka kejadian COVID 19 pada tenaga kesehatanjuga cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor resiko terkonfirmasi COVID 19 tenaga kesehatan Rumah Sakit dari status Jenis Kelamin Responden, Status Penggunaan APD Secara Lengkap, Status perolehan In House Training penggunaan APD selama Pandemi dan Kontak Erat dengan Keluarga terkonfirmasi COVID 19 dan riwayat Status Penyakit Penyerta (Kormobid). Penelitian ini bersifat Analitik Observasional. Dengan menggunakan Analisis Regresi Logistik tentang factor-faktor pemicu kejadian COVID 19 pada 96 Tenaga Kesehatan. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit swasta Rujukan COVID 19 di Kabupaten Banyuwangi. Adapun variable Independen pada penelitian ini adalah data Jenis Kelamin, Tingkat Pendidikan, Status Ketenagaan, Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), Pengalaman In House Training tentang Penggunaan APD, Riwayat Kontak Erat dengan Keluarga Terkonfirmasi COVID 19 dan Riwayat Menderita Penyakit Penyerta (Kormobid). Untuk variable Dependent adalah Kejadian COVID 19 Pada Tenaga Kesehatan terkonfirmasi Positif Hasil penelitian menunjukkan bahwa variable Tingkat Pendidikan dan Status Ketengaan pada tenaga Kesehatan berpengaruh signifikan terhadap Kejadian COVID 19.
GAMBARAN KELENGKAPAN RESEP SECARA ADMINISTRATIF DAN FARMASETIK DI APOTEK X Devi A, Stephanie; Sriyanti, Titis
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 15 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prescription screening is important to minimize medication errors and prevent adverse patient events. The prescription service flow involves steps of administrative handling, pharmaceutical, and clinical screening. This study aimed to assess the completeness of prescriptions determining the proportion of prescriptions that are complete in terms of administrative and pharmaceutical aspects at the Kebelenan Pharmacy. It was a descriptive study, describing it systematically, using a cross-sectional research design—the prospective method used for data collection. The study used 80 prescriptions entered at the X Pharmacy in February 2023. The research results were complete administration of prescriptions written by doctors, namely doctor's name (100%), doctor's license number (100%), doctor's address (100%), telephone number (100%), prescription date (100%), doctor's initials (100%), and patient's name (100%). As for the completeness of the prescription, the patient's address (76%), gender (64%), age (49%), and body weight (3.7%) were lacking. Then for the completeness of the recipe that does not exist, namely height (0%). While the pharmaceutical equipment written by the doctor is the drug’s name (100%), amount of drug (100%), instructions for use (100%), and stability (100%). While the completeness of the recipe still needs dosage form (84%) and dosage strength (39%). Then for the results of the completeness of the recipe, there is no drug mixing (0%). Conclusion: several administrative and pharmaceutical completeness aspects still need to comply with the stipulated regulations.
Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak TK 3 Kartini Kemiren artemisia, stephanie devi; Sriyanti, Titis; Udianto, Abi Mas
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v3i1.351

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan keadaan sehat dari jaringan keras dan jaringan lunak gigi beserta unsur-unsur yang berkaitan dengan rongga mulut yang digunakan untuk makan, berbicara dan berinteraksi sosial tanpa gangguan fungsi, estetik dan ketidaknyamanan karena adanya penyakit, penyimpangan oklusi dan kehilangan gigi yang menyebabkan kemampuan hidup secara produktif secara sosial dan ekonomi. Permasalahan gigi disebabkan karena sikap yang mengabaikan kebersihan gigi, kurangnya pengetahuan tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengajak siswa siswi TK 3 Kartini Kemiren menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut. Proses pengabdian Masyarakat dimulai dengan siswa-siswi TK diberikan pretest sederhana terkait dengan kesehatan gigi untuk mengetahui kemampuan anak-anak mengenai permasalahan gigi. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi bentuk video dan praktek menggosok gigi, kegiatan terakhir yaitu mengerjakan postest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan anak-anak. Alat yang digunakan adalah lembar soal yang berisi 5 soal gambar menjodohkan. Dari hasil rekap hasil nilai pretest siswa-siswa, didapatkan nilai rata-rata 68 dan hasil nilai rata-rata postest sebesar 84. Hal ini menunjukkan bahwa yang mengikuti kegiatan ini rata-rata nilai pengetahuannya meningkat sebesar 16 poin. Hal ini juga membuktikan bahwa teknik pemberian edukasi kepada siswa-siswi sudah tepat, yaitu dengan menggunakan video pembelajaran dan praktek langsung
PENGARUH MUSIK GEDOGAN TERHADAP KUALITAS HIDUP LANSIA DI DESA KEMIREN KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN BANYUWANGI: The Effect Of Gedogan Music On The Quality Of Life Of The Elderly In Kemiren Village, Glagah District, Banyuwangi Regency Sriyanti, Titis
Jurnal Ilmiah Kebidanan (Scientific Journal of Midwifery) Vol. 7 No. 1 (2021): JIKeb | Maret 2021
Publisher : LPPM - STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikeb.v7i1.722

Abstract

ABSTRAK Lansia adalah sekelompok manusia yang memiliki resiko tinggi terutama dalam resiko kesehatan. Kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan social dan lingkungan adalahbeberapa factor yang mempengaruhi kesehatannya. Musik Gedogan adalah Musik Khasmasyarakat Banyuwangi yang biasa dimainkan pada saat Bulan Purnama atau mejelangacara hajatan tertentu. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh bermain music gedogan terhadap kualitas hidup lansia. Penelitian ini jenis penelitian kuantitatif, metode quasy eksperiment. Dilakukan dua kali pengukuran, yaitu mengukur Kualitas Hidup dengan alat ukur The WorldHealth Organization Quality Of Life (Whoqol) -Bref sebelum dilakukan bermain musicgedogan selama 6 kali berturut-turut dan pengukuran setelah bermain musik. Populasi dalam penelitian ini adalah Lansia yang terdapat di Desa KemirenKecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi dan sampel penelitian diambil dengan metode Accidental Sampling. Pengukuran tersebut akan didapat dua buah nilai, yaitu nilai awal (O1) nilai dimanabelum dilakukan bermain music gedogan dan nilai akhir (O2) nilai dimana telah dilakukanbermain musik. Analisis data menggunakan perangkat lunak analisis data. Paired t-test (dependent t-test) digunakan untuk membandingkan kualitas hidup sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukan perbedaan bermakna kualitas hidup lansia dan seluruh domain yang terukur. Domain fisik (50,23?55,00 dengan nilai p<0,05), domain psikologis (64,31?70,31 dengan nilai p<0,05), domain hubungan social (69.77± 75.38 p<0,05) dan domain lingkungan(68.46?73.62 dengan nilai p<0,05). Hal tersebut mengartikan bahwa ada pengaruh permainan music Gedogan terhadap kualitas hidup lansia. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi bahwa music gedogan dapat meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga menjadi alternative bermusik yang mampu meningkatkan kualitas lansia.
Penyuluhan Tanaman Obat sebagai Antihipertensi di Dusun Krajan Desa Tamansuruh Banyuwangi Artemisia, Stephanie; Sriyanti, Titis; Mas Udianto, Abi
Journal of Health Innovation and Community Services Vol. 4 No. 1 (2025): Journal of Health Innovation and community Services
Publisher : PPPM Stikes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/jhics.v4i1.474

Abstract

Hipertensi salah satu penyakit degeneratif yang harus menggunakan obat jangka panjang untuk mengontrol tekanan darah. Hipertensi yaitu keadaan meningkatnya darah sistolik (≤ 140 mmhg) dan distolik (≤ 90 mmhg). Hasil pendataan Dinkes tahun 2022 prevelensi hipertensi kabupaten Banyuwangi dalam 3 tahun terakhir penderita hipertensi mengalami peningkatan, data terakhir menunjukkan 80,8% dari wanita usia 15 tahun keatas menderita hipertensi, sedangkan laki-laki menunjukkan 79,3% laki-laki usia 15 tahun keatas menderita hipertensi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan terkait penyakit hipertensi, pengobatan hipertensi menggunakan obat sintesis serta pemanfaatan tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi hipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi pembagian leafleat hipertensi, pemaparan materi terkait penyakit hipertesi, pengujkuran tekanan darah secara gratis, pemeberian toga sebagai simbolis. Pemaparan materi yang disampaikan kepada masyarakat menggunakan bahasa yang mudah dipahami.setelah pemaparan materi dibuka sesi tanya jawab dengan maksud untuk mengetahui tingkat kepahaman masyarakat terhadap materi yang sudah diberikan. Masyarakat dapat mengembangan tanaman TOGA yang diberikan dan dapat mengolah bahan tersebut menjadi sumber obat herbal.
Gambaran Penggunaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) di Puskesmas Kabupaten Banyuwangi Kustriyani, Anung; Amanda Deviani, Dita; Sriyanti, Titis; Rizki Amalia, Saradila; Robiati Andini, Nur
Camellia : Clinical, Pharmaceutical, Analytical and Pharmacy Community Journal Vol 3 No 1 (2024): Camellia (Clinical, Pharmaceutical, Analytical, and Pharmacy Community Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/cam.v3i1.22269

Abstract

Obat Anti Tuberkulosis merupakan obat yang digunakan sebagai terapi farmakologi pada pasien Tuberkulosis. Obat tersebut diberikan oleh Pemerintah sebagai obat program. Pasien Tuberkulosis dapat memperoleh obat tersebut di Puskesmas. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui gambaran penggunaan Obat Anti Tuberkulosis di Puskemas Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional yang dilakukan secara retrospektif. Data yang dihasilkan berupa deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah resep obat anti tuberkulosis yang diperoleh dari unit farmasi 4 Puskesmas Kabupaten Banyuwangi. Penggunaan obat pada 4 Puskesmas adalah Kategori 1 dan 2 yaitu Puskesmas Klatak, Sobo, Genteng Kulon, dan Singotrunan masing-masing sejumlah 71 pasien (89,9%) dan 3 pasien (3,8%), 55 pasien (90,1%) dan 4 pasien (6,7%), 52 pasien (85,2%) dan 9 pasien (14,8%), dan 58 pasien (96,7%) dan 2 pasien (3,3%). Kategori anak hanya digunakan di Puskesmas Klatak dan Sobo masing-masing sejumlah 5 pasien (6,3%) dan 2 pasien (3,2%). Pengobatan kategori 1 digunakan pada 4 Puskesmas untuk pengobatan Tuberkulosis paru atau ekstra paru pasien baru. Kesimpulan penelitian ini yaitu penggunaan Obat Anti Tuberkulosis terbanyak yang digunakan di Puskesmas Banyuwangi adalah Kategori 1.