Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Variasi Gula Stevia dan Sirup Jagung dalam Formulasi Sediaan Gummy Candies Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum) Wijiani, Nina; Kustriyani, Anung; Udianto, Abi Mas; Siddiqo, Nurdiana Fajriatus
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 1 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i1.23362

Abstract

Gummy candies adalah permen kunyah yang terbuat dari gelatin dan karagenan. Tujuan dari formulasi ini adalah memformulasikan infusa daun salam (Syzygium polyanthum) ke dalam bentuk gummy candies. Penelitian ini menggunakan variasi konsentrasi pemanis gula stevia dan sirup jagung. Formula 1 berisi 2 % gula stevia dan 12 % sirup jagung, formula 2 berisi 4 % gula stevia dan 10 % sirup jagung, dan formula 3 berisi 6 % gula stevia dan 8 % sirup jagung. Metode pembuatan yang digunakan adalah metode cetak tuang. Gummy candies diuji secara organoleptis, uji pH, keseragaman bobot, dan stabilitasnya pada suhu sejuk, suhu ruang, dan suhu hangat. Menurut hasil penelitian didapatkan organoleptis untuk seluruh formula adalah berbentuk love, berwarna hijau, beraroma khas gelatin, memiliki tekstur kenyal, dan rasa yang kurang manis pada formula 1, rasa manis pada formula 2, dan lebih manis pada formula 3. Seluruh formula memiliki nilai pH sebesar 5 dan ini telah memenuhi persyaratan pH sediaan gummy candies. Seluruh formula memenuhi persyaratan keseragaman bobot. Hasil uji stabilitas seluruh formula stabil disimpan pada suhu sejuk yaitu 8°C – 15°C.
Ekstraksi Kolagen dari Produk Sampingan Industri Pengalengan Lemuru (Sardinella lemuru) Menggunakan Ekstraksi Asam Asetat Cesarinda, Resma Anisa Nofa; Artemisia, Stephanie Devi; Udianto, Abi Mas; Kustriyani, Anung
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.101188

Abstract

Kabupaten Banyuwangi, terutama wilayah Muncar, merupakan area pendaratan utama untuk ikan Lemuru, sebagian besar dari tangkapan tersebut dikirim ke pabrik pengalengan lokal. Produk sampingan dari pabrik-pabrik ini meliputi kepala ikan, isi perut, dan ekor. Meskipun produk sampingan ini biasanya digunakan untuk membuat tepung ikan, nilai ekonominya bisa lebih tinggi jika diproses menjadi kolagen. Penelitian ini menyelidiki ekstraksi kolagen dari produk sampingan ikan Lemuru (Sardinella lemuru) menggunakan tiga konsentrasi asam asetat: 0,25M, 0,5M, dan 0,75M. Ekstraksi menghasilkan kolagen berupa padatan putih, dengan hasil tertinggi dicapai menggunakan asam asetat 0,75M. Tes kualitatif dengan reagen ninhidrin dan Hopkins-Cole dilakukan untuk menilai keberadaan kolagen. Tes ninhidrin menunjukkan hasil positif (warna ungu) untuk sampel yang diekstraksi dengan asam asetat 0,5M dan 0,75M, sementara sampel dengan asam asetat 0,25M menunjukkan hasil negatif. Tes Hopkins-Cole, yang mendeteksi triptofan, menunjukkan hasil negatif untuk semua sampel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsentrasi asam asetat yang lebih tinggi meningkatkan hasil kolagen, menunjukkan bahwa konsentrasi pelarut secara signifikan mempengaruhi efisiensi ekstraksi.
Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak TK 3 Kartini Kemiren artemisia, stephanie devi; Sriyanti, Titis; Udianto, Abi Mas
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v3i1.351

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan keadaan sehat dari jaringan keras dan jaringan lunak gigi beserta unsur-unsur yang berkaitan dengan rongga mulut yang digunakan untuk makan, berbicara dan berinteraksi sosial tanpa gangguan fungsi, estetik dan ketidaknyamanan karena adanya penyakit, penyimpangan oklusi dan kehilangan gigi yang menyebabkan kemampuan hidup secara produktif secara sosial dan ekonomi. Permasalahan gigi disebabkan karena sikap yang mengabaikan kebersihan gigi, kurangnya pengetahuan tentang pentingnya memelihara kesehatan gigi. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk mengajak siswa siswi TK 3 Kartini Kemiren menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut. Proses pengabdian Masyarakat dimulai dengan siswa-siswi TK diberikan pretest sederhana terkait dengan kesehatan gigi untuk mengetahui kemampuan anak-anak mengenai permasalahan gigi. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi bentuk video dan praktek menggosok gigi, kegiatan terakhir yaitu mengerjakan postest untuk mengetahui peningkatan pengetahuan anak-anak. Alat yang digunakan adalah lembar soal yang berisi 5 soal gambar menjodohkan. Dari hasil rekap hasil nilai pretest siswa-siswa, didapatkan nilai rata-rata 68 dan hasil nilai rata-rata postest sebesar 84. Hal ini menunjukkan bahwa yang mengikuti kegiatan ini rata-rata nilai pengetahuannya meningkat sebesar 16 poin. Hal ini juga membuktikan bahwa teknik pemberian edukasi kepada siswa-siswi sudah tepat, yaitu dengan menggunakan video pembelajaran dan praktek langsung
Uji Aktivitas Antibakteri Daun Singkong (Manihot esculenta) Pada Bakteri Staphylococcus aureus dan Eschrichia coli Prasasti, Azmi; Kustriyani, Anung; Udianto, Abi Mas; Permatasari, Velisia Dini; Oktalia, Putri; Nursiyatin, Nursiyatin
Bioeksperimen: Jurnal Penelitian Biologi Vol 8, No 1: March 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bioeksperimen.v8i1.16133

Abstract

Staphylococcus aureus and Escherichia coli are bacteria that cause infections and they are often found in the community. Infections caused by these bacteria are usually treated with antibiotics. However, excessive and uncontrolled use of antibiotics can lead to antibiotic resistance or immunity. This can result the infection will be more difficult to treat because of the bacteria's resistance to the antibiotic. Thus,  the treatment to minimize side effects of antibiotics resistance is needed. One of the traetment is using the herbal ingredients. Cassava leaves are plants with various properties, one of which is antibacterial. Therefore, this study aimed to determine the content of secondary metabolites and to test the antibacterial activity of cassava leaf extract on S. aureus and E. coli bacteria. The extraction method uses maceration. Antibacterial test using paper disc method test. Variations in the concentration of cassava leaf extract were 50,000 ppm, 100,000 ppm, and 150,000 ppm. The results showed that cassava leaf extract contained alkaloids, flavonoids, tannins, saponins and was able to inhibit the growth of S. aureus and E. coli bacteria. In S. aureus, the concentration of 150,000 ppm produced the highest inhibition zone of 11.1 mm and the concentration of 50,000 ppm produced the lowest inhibition zone of 8.6 mm. In E. coli a concentration of 150,000 ppm resulted in the highest inhibition zone of 5.2 mm and the lowest concentration of 3.5 mm. The response of cassava leaf extract was classified as a moderate response in inhibiting the growth of S. aureus bacteria. While producing a weak response in inhibiting the growth of E. coli bacteria. Statistical test for the inhibition zone of S. aureus showed normality of 0.500 and homogeneous 0.286, while for the inhibition zone of E.coli showed normal 0.96 and homogeneous 0.281.
Analisis Kadar Kafein pada Kopi Liberika (Coffea liberica) Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Prasasti, Azmi; Kustriyani, Anung; Udianto, Abi Mas; Delafani, Ulil
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): January (In Progress)
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i1.924

Abstract

Coffee Liberica (Coffea liberica) is one of the coffee varieties that has the potential to be developed, but information on the effect of roasting levels on caffeine content is limited. Meanwhile, caffeine levels are an important parameter that affects quality and sensory characteristics. This study aims to qualitatively identify the presence of caffeine and quantitatively determine caffeine levels in liberica coffee with different roast levels, namely light, medium, and dark roast. The research was conducted experimentally in the laboratory using the Qualitative Test of the Parry method and the quantitative test of the UV-Vis Spectrophotometry method. The sample was in the form of liberica coffee beans at three roasting levels and was repeated three times. The results of the qualitative test showed that all samples of liberica coffee at the three levels of positive roasting contained caffeine which was characterized by the formation of a green color in the Parry test. The results of the quantitative analysis showed that the highest caffeine level was found at the light roast level of 116.412 mg/g, followed by medium at 102.381 mg/g, and the lowest at dark roast at 91.036 mg/g. The decrease in caffeine content as the temperature increases and the length of the roasting time shows that the roasting process has a significant effect on the stability of caffeine. The results of this study are expected to make a scientific contribution to the development of the chemical study of Liberica coffee, as well as become a practical reference for coffee industry players in determining the roasting level according to the characteristics of caffeine.