Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Sawakong melalui Inovasi Cemilan Sehat Tongkol Jagung Tinggi Kalori untuk Cegah Stunting Meilany, Lilik; Talib, Muhammad Thabran; Sari, Novi Puspita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22923

Abstract

ABSTRAK Stunting pada balita dan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di Desa Sawakong, Kecamatan Galesong Selatan dengan jumlah kasus 34 anak tergolong stunting dan 9 Ibu hamil KEK. Salah satu faktor penyebabnya adalah rendahnya pengetahuan masyarakat tentang gizi serta kurangnya pemanfaatan sumber pangan lokal bergizi seperti jagung. Mayoritas penduduk di Desa Sawakong adalah petani jagung, namun limbah tongkol jagung yang memiliki potensi kandungan serat dan gizi tinggi masih kurang dimanfaatkan secara optimal. Tujuan Pengabdian masyarakat ini untuk memberdayakan kader posyandu melalui pelatihan pembuatan “Baruassa Tekoja,” kue tradisional Makassar yang diolah dengan tambahan tepung tongkol jagung sebagai sumber serat dan nutrisi. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis pengolahan, edukasi gizi ibu hamil dan balita, serta pendampingan produksi. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan status gizi ibu hamil dan balita sekaligus menurunkan angka kejadian stunting di Desa Sawakong melalui pemanfaatan bahan lokal yang berkelanjutan. HasilProgram PKM di Desa Sawakong berhasil mengembangkan camilan bergizi "Baruasa Tekoja" berbasis tepung tongkol jagung untuk intervensi stunting pada balita. Pelatihan teknis meningkatkan kapasitas kader dan ibu rumah tangga dalam produksi pangan bergizi. Produk mengandung 63,02 Kkal energi, 0,8 g protein, dan mikronutrien seperti zat besi dan zinc. Uji konsumsi menunjukkan tingkat penerimaan tinggi dan indikasi perbaikan status gizi balita. Inovasi ini mendukung pencapaian SDGs terkait pangan, kesehatan, ekonomi, dan produksi berkelanjutan serta memperkuat kemandirian masyarakat dalam pengelolaan pangan lokal. Kata Kunci: Stunting, Tepung Tongkol Jagung, Pemberdayaan Masyarakat, Inovasi Pangan Lokal.  ABSTRACT Stunting in toddlers and Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remain significant health issues in Sawakong Village, Galesong Selatan District, with 34 stunted children and 9 pregnant women with CED. One of the contributing factors is the low community knowledge about nutrition and the underutilization of nutritious local food sources such as corn. Most residents in Sawakong are corn farmers, but corn cob waste, which has potential high fiber and nutritional content, is still underutilized. Purpose This community service aims to empower posyandu cadres through training in making "Baruasa Tekoja," a traditional Makassar cake processed with added corn cob flour as a source of fiber and nutrients. The methods include technical processing training, nutrition education for pregnant women and toddlers, and production assistance. This activity is expected to improve the nutritional status of pregnant women and toddlers while reducing stunting incidence in Sawakong Village through sustainable utilization of local ingredients. Result The PKM program successfully developed a nutritious snack "Baruasa Tekoja" based on corn cob flour for stunting intervention in toddlers. Technical training increased the capacity of cadres and housewives in producing nutritious food. The product contains 63.02 Kcal energy, 0.8 g protein, and micronutrients such as iron and zinc. Consumption trials showed high acceptance and indications of improved toddler nutritional status. This innovation supports the achievement of SDGs related to food, health, economy, and sustainable production, as well as strengthens community independence in managing local food resources. Keywords: Stunting, Corn Cob Flour, Community Empowerment, Local Food Innovation.
Pengaruh Ketepatan Pengkodean Diagnosa dan Tindakan Medis pada Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II terhadap Tarif Ina-Cbgs Unit Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar Sulawesi Selatan Ari Sukawan; Lilik Meilany
Jurnal Mitrasehat Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v10i1.123

Abstract

Dasar pengelompokan dalam INA-CBGs menggunakan system kodefikasi dari diagnosis akhir dan tindakan/prosedur yang menjadi output pelayanan, dengan acuan ICD-10 untuk diagnosis dan ICD-9-CM untuk tindakan/prosedur. Tarif Indonesian-Case Based Groups yang selanjutnya disebut Tarif INA-CBGs adalah besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan atas paket layanan yang didasarkan kepada pengelompokan diagnosis penyakit dan prosedur. Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar masih terdapat kurang tepat dan tidak tepat pada pengkodean diagnosa dan tindakan medis yang berpengaruh pada tarif INA-CBGs tinggi sedang dan rendah. Pengaruh Ketepatan Pengkodean Diagnosa dan Tindakan Medis Pada Penyakit Diabetes Mellitus Tipe II Terhadap Tarif INA-CBG’s Unit Rawat Inap Di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar. Dalam penelitian ini yang digunakan adalah penelitian asosiatif kuantitatif dimana peneliti mendapatkan gambaran dan keterangan-keterangan mengenai ketepatan pengkodean diagnosis dan tindakan medis pada penyakit diabetes mellitus tipe II terhadap tarif INA-CBG’s unit rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar.. Sampel didapatkan 100 rekam medis pasien rawat inap penderita penyakit diabetes militus type II dibulan Januari 2017 - Juni 2017. Menggunakan uji parsial/uji t dan uji simultan/uji F. Dari hasil penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Makassar. Sulawesi selatan terlihat pada tabel 4.1.1 ketepatan pengkodean diagnosa dan tabel 4.1.2 ketepatan tindakan medis masih terdapat pengkodean kurang tepat dan tidak tepat dalam memberikan kode. terdapat tarif yang dikategorikan tinggi, sedang dan rendah. Dari hasil penelitian terdapat adanya Pengaruh ketepatan pengkodean diagnosa dan tindakan medis terhadap tarif INA-CBGs. Berdasarkan hasil perhitungan, terdapat variabel yang paling berpengaruh terhadap tarif INA-CBG’s adalah ketepatan tindakan medis.
Faktor Mempengaruhi Kinerja terhadap Pengelolaan Rekam Medis di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar Ari Sukawan; Lilikmeilany; Agustina
Jurnal Mitrasehat Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v12i1.324

Abstract

Bilamana dalam pelayanan dirumah sakit ingin ditingkatkan maka perlu dibenahi pengelolaan rekam medis dengan cara meningkatkan kinerja petugas rekam medis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apakah faktor yang mempengaruhi kinerja dalam pengelolaan rekam medis dirumah sakit Bhayangkara Makassar. Desain dari Penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dengan analisa data univariate dan bivariate. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas rekam medis pada rumah sakit bhayangkara makassar yang berjumlah 25 dengan menggunakan total sampling. Hasil yang diperoleh yakni pada umumnya kinerja sesuai dan meningkat karena pengaruh faktor motivasi 15 orang (60,0%) yang sesuai dengan kinerja, 8 orang (28%) tidak sesuai kinerja, namun terdapat 2 orang (8%) memiliki motivasi rendah namun kinerja sesuai. Lingkungan kerja baik yang jumlah 13 orang ( 52,0%) sesuai dengan kinerja, terdapat 12 orang (48%), lingkungan kerja kurang baik sehingga tidak sesuai kinerja. Memiliki Sikap baik jumlah 15 (60,0%) yang sesuai dengan kinerja, terdapat 13 orang (52,0%), dan yang memiliki sikap kurang baik sejumlah 10 (40,0%), terdapat 6 orang (24%) kinerja yang tidak sesuai. kesimpulan dalam penelitian ini adalah 1) Motivasi memiliki pengaruh yang bermakna dengan kinerja petugas rekam medis dengan nilai p = 0,017 < α (0,05). 2) Lingkungan kerja memiliki pengaruh yang bermakna dengan kinerja petugas rekam medis nilai p = 0,011 < α (0,05), 3) sikap juga memiliki pengaruh kinerja petugas rekam medis dengan nilai p= 0,28 < α (0,05). pada taraf signifikan nilai P=value < α (0,05) Ho ditolak sehingga dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh signifikan motivasi, lingkungan kerja, sikap terhadap kinerja petugas rekam medis di rumah Sakit Bhayangkara Makassar.