Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Bahtera Inovasi

Pengaruh Pengalaman Kerja, Promosi Jabatan dan Pengembangan Karir Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT. X Yulainda Yulainda; Akhirman Akhirman; Firmansyah Kusasi
Bahtera Inovasi Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Bahtera Inovasi
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/bi.v2i1.1505

Abstract

The purpose of this research is to know whether the Work Experience, Job Promotion and Career Development influence Employee Job Satisfaction at PT. X. The type of data that is used consists of primary data and secondary data, obtained by interview, questionnaire distribution and study of library, which the measurement uses Likert scale, and processed with SPSS version 22 program. The sample technique uses non- probability sampling totaling 40 respondents distributed to all employees of PT. X. Data analysis method used is quantitative analysis using data quality test, classical assumption test and hypothesis testing analysis. The research results indicate that: (1) Work Experience there is a significant influence between Work Experience variables on employee job satisfaction at PT. X, (2) Position Promotion there is a significant influence between Job Promotion variables on employee job satisfaction at PT. X, and (3) Career Development there is a significant influence between Career Development variables on employee job satisfaction at PT. X.
Strategi Pengembangan Pariwisata Bahari Desa Pulau Benan Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau Akhirman Akhirman; Nurhasanah Nurhasanah
Bahtera Inovasi Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Bahtera Inovasi
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/bi.v2i2.1629

Abstract

Desa Pulau Benan merupakan salah satu desa yang berada dalam Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga ternyata memiliki potensi Wisata Bahari yang layak untuk dikembangkan menjadi wisata unggul di Provinsi Kepeulauan Riau setelah Lagoi. Kepri berhasil membukukan Rp 4,8 triliun dari industri pariwisata sepanjang tahun 2017 lalu. Nominal itu merupakan asumsi dari uang yang dibelanjakan wisatawan domestik dan mancanegara. Sepanjang Januari hingga November 2017 lalu, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kepri mencapai 1.815.978. Jumlah itu naik 6,29 persen dibanding periode yang sama 2016 lalu. Saat itu, wisman yang berlibur ke Kepri berjumlah 1.708.500. Namun data kunjungan wisatawan ke Objek Wisata Pulau Benan masih tergolong rendah, dalam catatan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora, Kab.Lingg; 2016) Kabupaten Lingga kunjungan wisatawan ke Pulau Benan tersebut tahun 2018 hanya dalam hitungan puluhan wisatawan dari mancanegara. (Disparpora, Kab.Lingga; 2016). Kendala transportasi dari Tanjungpinang, Batam atau dari Lingga untuk datang ke Pulau Benan masih terbatas bahkan spekulatif sekali. Jika terjadi cuaca buruk seperti angin kencang maka Ferry atau Speed Baod yang ditompangi tidak dapat merapat untuk singgah di Pelabuhan satu-satunya pelabuhan penumpang, kemudian Ongkos transportasi yang tidak proporsional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan objek wisata Desa Pantai Pulau Benan agar menarik minat wisatawan untuk datang ke objek wisata tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan strategi pariwisata Desa Pantai Pulau Benan dapat dirumuskan dengan menggunakan SWOT dan strategi analisis SO, ST, WO, WT. dengan menerapkan Pariwisata Berbasis Masyarakat sebagai pendekatan untuk pengembangan pariwisata.
Analisis Pengelolaan Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kepri Tahun 2015 – 2016 Akhirman Akhirman
Bahtera Inovasi Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Bahtera Inovasi
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/bi.v3i1.1649

Abstract

Kepulauan Riau memiliki letak geografis yang strategis antara berbagai negara asing seperti Vietnam, Kamboja, Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura. Maka dari itu, persaingan Kepulauan Riau tidak terpusat pada persaingan nasional, bahkan dibidang internasional lebih sangat diperhatikan karena letak geografis Kepulauan Riau yang lebih dekat dengan berbagai negara asing dibanding dengan Ibukota Negara Indonesia. Juga menjadi wilayah destinasi pariwisata ke 3 setelah Bali dan Jakarta. Namun dalam bidang maritim Kepulauan Riau menduduki peringkat pertama destinasi pariwisata bahari di Indonesia. Dan Kepulauan Riau juga dicadangkan menjadi Gerbang Wisata Bahari Indonesia untuk kancah Internasional.Pada tahun 2016 perjalanan yang dilakukan penduduk Indonesia yang berasal dari Provinsi Kepulauan Riau yaitu sekitar 3.077.543 dansekitar 58,02 persen melakukan perjalanan dengan tujuan untuk berlibur/rekreasi. Sedangkan, jumlah penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan dengan tujuan utama ke Provinsi Kepri, ada sekitar 2.891.123 orang, dan sekitar 59,73 persen datang ke Kepri untuk berlibur/rekreasi (Kementrian Pariwisata RI, 2016).Jumlah wisatawan mancanegara selama periode januari-Desember 2016 yang datang ke Kepri ada sekitar 1.920.232 orang atau 16,67 persen terhadap total wisman nasional (BPS Kepri,2017). Hal tersebut merupakan potensi yang sangat baik untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau yang harus dikelola dengan baik. Karena kedatangan wisatawan jelas akan menjadi sumber pendapatan bagi Kepri dan mampu menggeliatkan berbagai kegiatan ekonomi sektor-sektor ikutannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata di KEPRI pada tahun 2015-2016
Reposisi Ekspor Provinsi Kepulauan Riau Sebelum dan Saat Terjadinya Pandemi Covid’ 19 Tahun 2018 – 2020 Akhirman Akhirman
Bahtera Inovasi Vol 4 No 2 (2021): Jurnal Bahtera Inovasi
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/bi.v4i2.3312

Abstract

This study aims to committee government policies in an effort to make policies on the Export Repositioning of Riau Islands Province in 2019-2020 or before and during the Covid19 outbreak and government policies on the national and regional economies in Indonesia. The data used to analyze this research is secondary data, which is obtained from several agencies such as BPS Keepri, media on online pages that provide information about the economy that occurred during the Covid-19 pandemic in Indonesia and areas issued by the government. Especially for exporters and local governments who are more concerned with the health of the wider community by following the government's appeal in one way is to follow the lockdown until the implementation of the PSBB with the aim of preventing the chain of spread of the Covid-19 pandemic.
Pengaruh Aplikasi Zoom Kuliah Daring Terhadap Minat Belajar Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi – UMRAH pada Masa Pandemi Covid 19 Akhirman Akhirman
Bahtera Inovasi Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Bahtera Inovasi
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/bi.v3i2.3327

Abstract

Wabah Virus Corona Covid’19 telah merubah tatatan kehidupan masyarakat seluruh bangsa disegala penjuru. Termasuk salah satunya Indonesia. Penelitian ini khusus ditujukan pada aktivitas bidang pendidikan selama Covid’19, dengan judul “Pengaruh Aplikasi Zoom Kuliah Daring Terhadap Minat Belajar Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi - UMRAH Pada Masa Pandemi Covid’19”. Peneltian dengan kesimpulan bahwa. Sebanyak 119 responden atau 55% responden menyatakan bahwa Perkuliahan daring menggunakan aplikasi Zoom, sebagai perkuliahan yang Lebih nyaman dalam berdiskusi dan tanya jawab antar mahasiswa dan dosen. Yang kedua sebanyak ada 118 responden atau 54,4%, mahasiwa pada umumnya memiliki perangkat/peralatan untuk mengikuti kuliah dari rumah sesuai dengan petunjuk yang diberikan, dan yang ke Tiga adalah untuk menggunakan aplikasi Zoom, sebanyak 115 atau 53 % responden menyatakan bahwa dosen selama kuliah daring, memberikan respon terhadap pertanyaan yang muncul selama kuliah daring dan dosen memiliki Kompetensi yang baik.
Asean dan Pembangunan Ekonomi Maritim Kepulauan Riau – Indonesia Akhirman Akhirman
Bahtera Inovasi Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Bahtera Inovasi
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/bi.v1i2.3439

Abstract

This study aims to find out the Maritime Economic Development of ASEAN Countries and Riau Islands - Indonesia. ASEAN which was established on August 8, 1967 through the Bangkok Declaration by Indonesia, the Philippines, Malaysia, Singapore, and Thailand. Then in 1984 he joined the State of Brunei Darussalam, in 1995 followed by the country of Vietnam, in 1997 the countries of Laos and Myanmar, and in 1998 joined the country of Cambodia. ASEAN in the Indonesian language known as Perbara or Perhimpunan Nations of Southeast Asia is a collaborative organization in the field of economy and geo-politics. The variables used in this study are Economic Growth, Export Rate. Inflation, and IPM. The data used is time series data, namely from 2014-2016. The analytical method used in this study is descriptive and econometric analysis. World Bank data, in 2017, predicts that there are three countries, namely Cambodia, Laos and Myanmar, which are predicted to have the most expansive economic growth after India in 2017-2019, and it is estimated that economic growth can reach 7%. while Indonesia in Quarter II 2017 grew 5.1 percent (BPS, 2017), while in 2013 it grew 5.58 percent. Riau Islands, a small town that captures part of NKRI in 2015 6.02 percent (yoy) economic growth, in the second quarter of 2017 must be willing with the lowest number two national economic growth, which is 2.02 percent which was the highest in Sumatra exceed national figures of 4.79 percent. (yoy). Suggestions given in this study include the need to think about a policy strategy that has potential economic areas to support sustainable export growth so that it can improve economic growth better.
Analisis dan Perancangan SIM BUMDes Benan Bahari, di Desa Benan, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri Kusasi, Firmansyah; Paramita, Bunga; Akhirman, Akhirman
Bahtera Inovasi Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Bahtera Inovasi
Publisher : Program Studi Manajemen FEBM UMRAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/bi.v7i1.6469

Abstract

This report focuses on the Indonesian and ASEAN maritime markets. Indonesia's wide network of islands and key location in Southeast Asia have a considerable impact on its transportation system, economy, and trade. The shipping industry contributes significantly to the expansion of the global economy. ASEAN emphasizes the importance of the maritime industry in fostering economic progress and regional integration. Recent discussions at the ASEAN Maritime Forum included environmental concerns, vessel security, cyberattacks on maritime infrastructure, and regional collaboration in relation to maritime transport. Previous research has emphasized the efforts made by nations such as Malaysia, Singapore, Vietnam, Myanmar, Cambodia, Indonesia, Thailand, and the Philippines to enhance their maritime sectors. The purpose of this paper is to examine the current situation of the shipping market in Indonesia and other ASEAN nations, as well as the problems and opportunities it brings.