Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Women's Reproductive Health for Housewives in the Work Area of the Passo Health Center, Ambon City Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima; Lisse Pattipeiluhu
Journal of Universal Community Empowerment Provision Vol. 2 No. 2 (2022): Journal of Universal Community Empowerment Provision
Publisher : Pusat Studi Pembangunan dan Pemberdayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.507 KB) | DOI: 10.55885/jucep.v2i2.165

Abstract

Reproductive health for housewives in the work area of the Passo Health Center is carried out based on problems from the partner group, namely low knowledge and minimal information about women's reproductive health, especially cervical cancer and breast cancer as well as skills in practicing or performing the BSE method resulting in low awareness of the importance women's reproductive health, this is shown through the low behavior of early detection carried out by housewives both the IVA test for early detection of cervical cancer and the application of the BSE method for early detection of breast cancer. With the aim of increasing the knowledge, skills and health of housewives in the target group regarding reproductive health, especially cervical cancer and breast cancer as a prevention effort. As well as increasing the knowledge of mothers about basic clinical information on cervical cancer and breast cancer, methods of detection as prevention and treatment methods, the number of mothers who are detected and can be treated. The solutions applied to the above problems are (1). Counseling to increase the knowledge of housewives about women's reproductive health (cervical Ca and breast Ca); (2). perform early detection of cervical cancer and early detection (screening) of breast cancer. The method used for the implementation of the solution is (1). Lectures, questions and answers and discussions both audio (sound) and visual (pictures and video) to increase mothers' knowledge about women's reproductive health; (2). Visual inspection method with acetic acid, also known as visual inspection with acetic acid (IVA test) for early detection of cervical cancer in housewives of the target group; Evaluation is carried out for each implementation of activities to encourage understanding of housewives to behave healthily towards reproductive health.
ANALISIS INTERVENSI GIZI SPESIFIK TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS KILANG KOTA AMBON Bellytra Talarima; Ivy Violan Lawalata
Jurnal Endurance Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Endurance : Kajian Ilmiah Problema Kesehatan
Publisher : LLDIKTI Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22216/jen.v8i2.2132

Abstract

Stunting occurs in almost all regions of Indonesia, one in three under five and toddlers is stunted, the prevalence of stunting based on the 2022 Indonesian Nutrition Status Study (SSGI) is 21.6%. Data on stunting toddlers in the working area of the Ambon City Refinery Health Center in 2021 totals 50 toddlers. The purpose of this study was to determine the relationship and magnitude of the risk of exclusive breastfeeding, initiation of early breastfeeding, the appropriateness of giving MP-ASI and a history of childhood infectious diseases with the incidence of stunting. The research method used was analytic observational with a cross-sectional approach. The study was conducted at the Ambon City Refinery Health Center, the number of samples was 115 under-fives with a purposive sampling technique, the data were analyzed using the chi-square test with a value of α = 0.05. The results showed that there was a relationship between exclusive breastfeeding with a p value = 0.03 and a prevalence ratio (PR) CI of 95% = 1.722; Early initiation of breastfeeding with a p value = 0.02 and a prevalence ratio (PR) CI of 95% = 2.314; The accuracy of complementary feeding with a p value = 0.00 and a prevalence ratio (PR) CI of 95% = 1.927; and a history of infectious diseases under five with a p value = 0.02 and a prevalence ratio (PR) CI of 95% = 2.643. It is hoped that the participation of all parties in efforts to prevent, control and overcome stunting. Keywords: specific nutrition; Exclusive breastfeeding; MP-ASI; IMD; stunting
Praktik Tradisi Lokal Bameti dan Balobe Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Masyarakat Pesisir Belly Talarima; Ivy Violan Lawalata; Hellen Nanlohy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.989

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, menujukan bahwa prevalensi stunting di provinsi Maluku sebesar 34,02% dengan tiga kabupaten yang menjadi lokasi fokus penanganan stunting di tahun 2018 - 2019 masing-masing, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Barat dan Kabupaten Kepulauan Aru. Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, menunjukan prevalensi stunting di Provinsi Maluku sebesar 28,7%. Metode yang digunakan adalah penyampaian materi dalam bentuk ceramah dan tanya jawab dilengkapi dengan peralatan media seperti LCD dan sound system. Hasil yang didaptkan menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah seluruh peserta mengikuti kegiatan, dimana hasil pre test menunjukan nilai mean 52,73 dan hasil post test menunjukan nilai mean 79,24 dimana terjadi peningkatan nilai mean sebesar 25,51. Kesimpulan dari kegiatan ini memberikan gambaran bahwa melalui penyampian materi dalam bentuk ceramah dan tanya jawab telah meningkatkan pengetahuan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan, dengan harapan bahwa pembudayaan tradisi lokal bameti dan balobe dapat mencegah stunting.
Determinan Hipertensi pada Usia Remaja dan Dewasa (18-44 tahun) di Puskesmas Karang Panjang Kota Ambon Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima; Bella Agustina Adinda Subagiyo
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 8, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/ghs8107

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia pada kelompok usia muda berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 13.2% pada usia 18-24 tahun, 20.1% di usia 25-34 tahun dan 31.6% pada kelompok usia 25-44 tahun dibandingkan dengan tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besar risiko determinan riwayat genetik keluarga, obesitas, aktivitas fisik dan kondisi psikologi stres dengan kejadian hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah Case Control. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 146 responden dengan rincian 73 kasus dan 73 kontrol. Analisis data yang dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan uji chi- square. Hasil analisis menujukan riwayat genetik keluarga merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 72.696 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 22.692 – 232.890; Obesitas merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 5.056 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 2.112 – 12.101; Aktivitas fisik bukan merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 1.059 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 0.545 – 2.060; Kondisi psikologi stres merupakan determinan kejadian hipertensi dengan nilai Odds Ratio (OR) = 10.815 tingkat kepercayaan CI 95% nilai LL dan UL = 4.377 – 26.726. Kesimpulan riwayat genetik keluarga, obesitas dan kondisi psikologi stress merupakan determinan kejadian hipertensi, disarankan kepada usia remaja dan dewasa 18 – 44 tahun agar dapat mengontrol pola makan, lakukan aktivitas fisik secara teratur dan mengendalikan tingkat stres serta melakukan pengontrolan tekanan darah rutin setiap bulan dipelayanan kesehatan terdekat. Kata kunci: genetik; aktivitas fisik; obesitas; kondisi psikologi stres; hipertensi
HUBUNGAN FAKTOR KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALONG Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima; Dolvina Sahulatta
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 3, No 2 (2021): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v3i2.737

Abstract

Hypertension or high blood pressure is the cause of death and high illness. Hypertension as a chronic disease is influenced by several factors. The risk factors for hypertension are divided into non-modifiable risk factors and modifiable risk factors. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Halong Public Health Center. This study uses an analytical survey method with a cross sectional research design. The sample size was 73 people with purposive sampling technique. The results of the physical activity test with the incidence of hypertension in the elderly obtained a p-value=0.03, smoking habits p-value=0.04, genetic factors p-value=0.03, obesity p-value=0.00. This it can be concluded that there is a relationship between physical activity, smoking habits, genetic factors and obesity with the incidence of hypertension in the elderly in the working area of the Halong Public Health Center. This research is expected to be an illustration to the public to prevent hypertension
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN KADAR ASAM URAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAIHOKA KOTA AMBON TAHUN 2018 Indri Noya; Ivy Violan Lawalata; Bellytra Talarima
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 1, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v1i2.31

Abstract

Berdasarkan hasil pemeriksaan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon prevalensi peningkatan kadar asam urat mengalami peningkatan dari Tahun 2017 dengan jumlah 72 kasus dan jumlah kasus dari bulan Januari sampai bulan Agustus Tahun 2018 sebesar 111 kasus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Peningkatan Kadar Asam Urat Di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka Kota Ambon Tahun 2018. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan Metode Purposive Sampling dengan jumlah sampelnya yaitu 98 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan komputer program statistic (SPSS). Hasil analisis bivariat didapatkan adanya hubungan antara obesitas sentral dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,02), terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,00), tidak terdapat hubungan antara konsumsi alkohol dengan peningkatan kadar asam urat (p =0,75) dan tidak terdapat hubungan antara asupan makanan kandungan purin (p =0,46). Kesimpulan penelitian ini adalah adanya hubungan yang signifikan antara obesitas sentral dan riwayat keluarga dengan peningkatan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka dan tidak adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dan asupan makanan kandungan purin dengan peningkatan kadar asam urat di Wilayah Kerja Puskesmas Waihoka. Disarankan kepada masyarakat agar meningkatkan pola hidup yang sehat dan selalu mengontrol kesehatan di pusat kesehatan masyarakat. Kata Kunci : Peningkatan Kadar Asam Urat, Asupan Makanan Kandungan                             Purin, Obesitas Sentral, Konsumsi Alkohol, Riwayat Keluarga
Systematic Review Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pneumonia Pada Balita Talarima, Bellytra; Lawalata, Ivy Violan; Pantouw, Felix Falentino
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 4, No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v4i3.991

Abstract

Pneumonia pada balita masih merupakan masalah kesehatan utama baik di Indonesia maupun dunia. Hal ini terlihat dengan tingginya angka morbiditas dan mortalitas pneumonia pada balita. Salah satu upaya untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas adalah dengan mengetahui faktor resiko yang menyebabkan terjadinya pneumonia pada balita itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran hubungan faktor-faktor pemberian ASI eksklusif, status gizi, status imunisasi, dan kebiasaan merokok keluarga terhadap kejadian pneumonia pada balita melalui systematic review. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan metode systematic review yang mengkaji 34 jurnal penelitian nasional yang diambil dari situs pencarian Garuda Ristek Brin dan Perpustakaan Nasiona; yang telah memenuhi kriteria inklusi untuk dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian setelah dikaji secara systematic review menemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok, ASI eksklusif dan status gizi terhadap kejadian pneumonia pada balita sedangkan status imunisasi tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap kejadian pneumonia pada balita. Peningkatan pengetahuan untuk orang tua dan pemahaman bagi tenaga kesehatan terkait faktor resiko penyebab pneumonia pada balita sangat penting dalam mencegah peningkatan angka morbiditas dan mortalitas. Kata Kunci: Sistematik Riview Pneumonia pada balita, Merokok, status imunisasi.
DETEKSI DINI PTM MELALUI PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH DAN ASAM URAT Talarima, Bellytra; Lawalata, Ivy Violan
EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2023): EJOIN : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/ejoin.v1i12.2034

Abstract

Hypertension is called the silent killer because many people do not realize that they have hypertension, the incidence of gout continues to increase with age. This activity aims to provide education and measurement (screening) for blood pressure and uric acid for all educational and educational staff as well as the community around the campus of the Indonesian Christian University, Maluku, totaling 122 people. The method used is point of care testing (POCT) using a blood pressure measurement device (tensimeter) and uric acid through blood tests. The results obtained were that the majority of respondents had a blood pressure category of pre hypertension and above, namely pre hypertension at 33.6%, grade 1 hypertension at 17.2% and grade 2 hypertension at 6.6%, while for uric acid levels the majority of respondents had the category the maximum is 6 – 7.9 mg/dl and above with details of the percentage of uric acid levels of 6 – 7.9 mg/dl amounting to 35.2%, 8 – 9.9 mg/dl amounting to 15.2% and ≥ 10 mg/dl dl of 9.8%. In conclusion, prevention efforts need to be carried out through implementing a healthy diet, good physical activity and controlling genetic factors
Jojaro (Pemuda) dan Mongare (Pemudi) Melalui Peningkatan Pengetahuan TBC Sebagai Upaya Preventif Talarima, Bellytra; Lawalata, Ivy Violan; Jotlely, Hery
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13715

Abstract

Background: Based on the Global Tuberculosis Report in 2022, the prevalence of TB in Indonesia is 10.6 million, Ambon City is an area in Maluku Province with the highest incidence of TB, namely 4,787 cases with the highest locus in the Passo community health center area in Ama Ory Hamlet. The aim was to increase the knowledge of jojora and mongare (young men and women) about TB, ILTB and TPT. Method The method used is community education through a counseling approach to increase knowledge by delivering material (lectures). Result: Respondents experienced an increase in knowledge where the first session of pre test results 68.4 and post test 87.6 there was an increase of 19.2 and the second session of pre test results 45.7 and post test results 69.8 there was an increase of 24.1. Conclusion: There was an increase in knowledge among respondents after counseling was conducted.