Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Jurnal Ilmiah Ecosystem

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah di Desa Tampo Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang Mutalib, Abdul; -, Nurhapsa; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 20 No. 1 (2020): ECOSYSTEM VOL.20 NO 1 TAHUN 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was conducted using multiple linear regression analysis. The aim is to analyze how much the use of production factors are land area (X1), seeds (X2), labor (X3), fertilizer (X4) and insecticide (X5) on the production of shallots (Y). the coefficient of determination (R2) in this study is 0.967, meaning that the influence of factors of production on production can be explained by the independent variable (X) of 96.7%, the rest is explained by other factors outside this study. The value of F-count 140,811> F-table 2.60 at 95% confidence level so that H1 is accepted and H0 is rejected. This means that simultaneously there is a significant influence between the area of land, seeds, labor, fertilizer and insecticide on the production of shallots. Partially the area of land has a significant effect on production, while seeds, labor, fertilizer and insecticides have no significant effect on the production of shallots.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI ANTARA PETANI YANG MENGGUNAKAN BENIH PADI BERLABEL DAN BENIH PADI NON BERLABEL DI DESA LEPPANGANG KECAMATAN PATAMPANUA KABUPATEN PINRANG Yusdi, Muhammad; -, Yusriadi; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 19 No. 1 (2019): ECOSYSTEM VOL 19 NO. 1 Januari - April 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The government has an inportant role in efforts to increase agricultural roductivity by giving great attention to developing seeds. One of the successes of efforts to increase rice production is very dependent on seeds quality, while quality seeds are labeled seeds, while farmers prefer to use non-labeled rice seeds rather than labeled rice seeds. This research is quantitative research using numerical data as a tool to analyze information about what you want to know. This research was conducted in Leppangang Patampanua Sub District, Pinrang District which starts from June to july 2018. The method used in this study is survey. The types of data collected are primary data and secondary data. The result of this study indicate (1) the amount of costs incurred between farmers who use labeled rice seeds and non-labeled rice seeds is significantly different, while the average cost of using rice seeds labeled is Rp. 8.284.046/period and non-labeled rice seeds of Rp.7.376.302/period. (2) the average income of farmers who use labeled rice seeds and non-labeled rice seeds in significantly different. For farmers who use rice seeds labeled as Rp. 23.101.512, while the income of farmers who use non-labeled rice seeds is Rp. 19.826.180. (3) R/C Ratio value farmers farms that use labeled rice seeds and non-labeled rice seeds are not significantly different from the 0,1. R/C Ratio of farmers who use labeled rice seeds = 3,79, whlie R/C Ratio of farmers who use non-labeled rice seeds = 3,69.
Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Keluarga Petani Sawah Di Kelurahan Salomallori Kecematan Dua Pitue Kabupaten Sidrap Ismayanti, Ismayanti; Nurhapsa, Nurhapsa; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1101

Abstract

Kelurahan Salomallori merupakan Kelurahan yang mata pencahariannya yang paling banyak adalah sebagai petani, dimana di Kelurahan ini masih kental dengan tradisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukn tingkat pendapatan dan kesejahteraan petani. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif, Teknik pengumpulan datanya adalah observasi, wawancara dan Quisioner. Data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer. Penelitian ini terdapat 25 responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan total pendapatan petani padi di Kelurahan Salomallori adalah Rp.673.229.650/panen. Nilai Return Cost Ratio (R/C-ratio) adalah 5 yang menunjukkan bahwa usaha tani padi layak untuk di usahatanikan karena R/C Ratio yang di dapat 5 sama dengan 1 (R/C Ratio > 1) . Tingkat kesejahteraan masih tergolong cukup rendah. Salomallori village is a village with the most livelihoods being farmers, where in this Salomallori village is still thick with its traditions. This study aims to determine the level of income and welfare of farmers. The type of research used is quantitative and qualitative. The data collection techniques are observation, interview and questionnaire. The data used are secondary data and primary data. This study consisted of 25 respondents. Based on the research results, the total income of farmers in Salomallori village is Rp. 673.229/harvest. The value of return cost ratio (R/C-ratio) is 5 which indicates that rice farming is feasible to be farmed because the R/C ratio obtained is 5 equal to 1 (R/c Ratio > 1). The level of welfare is still quite low.
Analisis Marjin dan Efisiensi Saluran Pemasaran Produksi Bawang Merah (Allium ascolanicum L.) Di Desa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Irmayani, Irmayani; Hasnawati, Hasnawati; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1107

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis marjin dan efisiensi pemasaran produksi bawang merah desa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang.Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan yaitu bulan September sampai November 2020.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua saluran pemasaran bawang merah didesa Banti Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang yaitu: Saluran I : Petani ke Pedagang pengumpul kemudian ke Pedagang pengecer lalu Konsumen akhir Saluran II : Petani ke Pedagang pengecer kemudian ke Konsumen akhir, Marjin pemasaran tiap lembaga pemasaran yaitu saluran I Petani memperoleh keuntungn sebesar Rp 2.997 /Kg, pedagang pengumpul sebesar Rp 1.562 /Kg, pedagang pengecer sebesar Rp 1.572 /Kg dan saluran II Petani memperoleh keuntungan sebesar Rp 2.942 /Kg pedagang pengecer Rp 2000 /Kg. Tingkat efisiensi saluran pemasaran bawang merah desa Banti menunjukkan bahwa saluran II lebih efisiensi debanding saluran I dengan nilai 3,85% dan saluran II 4.59%. This study aims to analyze the margin and marketing efficiency of shallot production in Banti Village, Baraka District, Enrekang Regency. This research was conducted for three months, from September to November 2020. The results showed that there were two marketing channels for shallots in Banti Village, Baraka District, Enrekang Regency, namely: Channel I : Farmers to collecting traders then to retailers and then final consumersChannel II : Farmers to retailers then to final consumers The marketing margin of each marketing agency, namely channel I Farmers get a profit of IDR 2,997 / Kg, collectors IDR 1,562 / Kg, retailers IDR 1,572 / Kg and channel II Farmers get a profit of Rp. 2,942 / kg retailers Rp. 2000 / kg. The efficiency level of the Banti village's shallot marketing channel shows that channel II is more efficient with channel I debanding with a value of 3.85% and channel II is 4.59%
Analisis Pendapatan Usaha Gula Aren Di Desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang Irmayani, Irmayani; Sari, Irna; Sriwahyuningsih, Andi Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha gula aren di Desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang mewakili suatu daerah dengan benar, dan untuk menjangkau fakta yang terjadi di lapangan melalui kunjungan dan wawancara langsung, sehingga diperoleh gambaran secara keseluruhan mengenai pendapatan ekonomi rumahtanggga pengrajin Aren di Desa Buntu Pema Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang berdasarkan berdasarkan data yang diperoleh dari rumahtangga petani. Hasil penelitian menunjukkan Total pendapatan gula aren di daerah Buntu Pema adalah Rp.149.444.700/produksi. Pendapatan gula aren di Daerah Buntu Pema adalah Rp. 2.532.560 selama selama satu kali produksi.Hasil rata-rata pendapatan petani responden cukup besar untuk digunakan menutupi kegutuhan hidup dan menunjang keuangan rumah tangga petani dikala tepuruknya harga komoditi pertanian utama petani sampel di daerah penelitian.Nilai revenue cost ratio (R/C49-ratio) adalah sebesar 1,98 menunjukkan bahwa R/C>1 berarti usaha layak untuk dijalankan. Atau denga kata lain pendapatan lebih besar dari total biaya yang dikeluarkan maka usaha gula aren di Desa Buntu Pema di Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang layak untuk di jalankan. This study aims to determine the income of palm sugar business in Buntu Pema Village, Curio District, Enrekang Regency. The research method used is a quantitative method that aims to get a picture that represents an area correctly, and to reach the facts that occur in the field through visits and direct interviews, so that an overall picture of the household income of Aren craftsmen in the dead-end village Pema Curiokabupati is obtained enrekang based on data obtained from farmer households. The results showed that the total income of palm sugar in the Buntu Pema area was IDR 149,444,700 / production. Palm sugar income in the Buntu Pema area is Rp. 2,532,560 during one production. The average yield of the respondent's farmers' income is large enough to be used to cover the necessities of life and to support farmer household finances when the prices of the main agricultural commodities of the sample farmers in the study area have fallen. The value of revenue cost ratio (R / C49-ratio) is 1.98 indicating that R / C> 1 means the business is feasible to run. Or in other words, the income is greater than the total costs incurred, the palm sugar business in Buntu Pema Village in Curio District, Enrekang Regency is feasible to run.
Analisis Pendapatan Petani Jagung Pulut (Zea mays var. Ceratina) Di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru Harum, Subehan; Irmayani, Irmayani; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 2 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 2, Mei - Agustus Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i2.1112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani jagung pulut di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Penelitian ini di laksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai Oktober 2020, bertempat di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru. Penentuan responden di lakukan dengan metode total sampling yaitu semua petani yang ada di Kelurahan Mangkoso dengan jumlah sampel 37 petani. Metode analisis yang di gunakan adalah pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata produksi jagung pulut dalam satu kali musim tanam di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru sebesar 4.480/ tongkol dan rata-rata penerimaan yang diperoleh petani sebesar Rp. 3.499.135/ are, sedangkan total biaya yang dikeluarkan petani rata-rata sebesar Rp. 1.500.623/ are dan pendapatan usahatani jagung pulut di Kelurahan Mangkoso Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru Rp. 1.998.512/ are. This study aims to determine the income of pulut corn farmers in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency. This research was conducted in August 2020 to October 2020, located in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency. Determination of respondents was done by total sampling method, namely all farmers in Mangkoso Village with a total sample of 37 farmers. The analysis method used is income and eligibility. The results showed that the average production of pulut corn in one planting season in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency was 4,480 / ear and the average income obtained by farmers was Rp. 3,499,135 / acre, while the total cost incurred by farmers is an average of Rp. 1,500 623 / acre and income from pulut corn farming in Mangkoso Village, Soppeng Riaja District, Barru Regency Rp. 1,998,512 / are
Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Kebun Raya Masenrenpulu Di Desa Batu Mila, Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang Hadijah, Hadijah; Nuddin, Andi; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 21 No. 3 (2021): ECOSYSTEM Vol. 21 No 3, September - Desember Tahun 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v21i3.1140

Abstract

Kebun Raya adalah kawasan konservasi eksitu yang memiliiki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola taksonomi, bioregion, tematik atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk mencapai tujuan kebun raya. Tujuan Kebun Raya yakni kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan. Untuk mencapai tujuan, pengelolaan kebun raya diselenggarakan melalui sebuah kelembagaan sebagai penanggung jawab atau pelaksana kegiatan. Pengelolaan kebun raya masih terdapat masalah yang harus dibenahi. gagasan perubahan status dan organisasi serta penekanan kegiatan menjadi pusat konservasi tumbuhan, menambah tugas dan fungsi kebun raya. Untuk melaksanakan tugas dan fungsi tersebut, hal ini menjadi tanggung jawab dari pengelola kebun raya itu sendiri. Namun, dalam perkembangannya tugas dan fungsi kebun raya belum berjalan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui Lembaga-lembaga apa saja yang seharusnya terlibat dalam pengelolaan Kebun Raya Massenrempulu Enrekang. 2) Untuk mengetahui apa saja Langkah-langkah strategi yang dilakukan untuk mendukung penguatan kelembagaan dalam pengelolaan Kebun Raya Massenrempulu Enrekang. Peneltian ini memiliki 5 sampel responden dengan menggunakan metode sampel purposeve sampeling atau penetapan yang dilakukan secara sengaja dengan ketentuan sampel mewakili tugas dan fungsi masing-masing dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, penelitian ini kemudian diolah menggunakan teknik analisis Interpretative Structural Modeling (ISM). Dari hasil penelitian diperoleh : Lembaga yang paling berperan dalam pengelolaan Kebun Raya Maserempulu dalam hasil penelitian ini adalan Dinas Lingkungan dengan nilai bobot Driver power 1.00 dan nilai bobot Dependent 0.21. Program strategi yang paling disarankan dari hasil uji ISM adalah program strategi pengoptimalan perencanaan pengelolaan KRME dengan nilai bobot Driver Power 1.00 dan nilai bobot Dependent 1.00.
Tingkat Kepuasan Konsumen Kebab Durian Pada Usaha Kebab Durian Ucok Di Kelurahan Lancirang Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang Syamsu, Nirwada; Nurhapsa, Nurhapsa; Sriwahyuningsih, A. Erna
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 1 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 1, Januari - April Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i1.1388

Abstract

Kebab Durian merupakan kreasi dari kebab daging yang berisian daging buah durian asli dan segar. Selain dinikmati aroma yang khas dan kelezatannya juga memiliki kandungan gizi yang relatif lengkap dibandingkan dengan buah-buahan lainnya. Kebab Durian ini diharapkan dapat membuat konsumen merasa puas. Tingkat kepuasan konsumen dapat menjadi faktor pendorong dan mengoptimalkan usaha yang dilakukan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Tingkat Kepuasan Konsumen Kebab Durian Pada Usaha Kebab Durian Ucok Kelurahan Lancirang Kecamatan Pitu Riawa Kabupaten Sidenreng Rappang dari segi faktor produk, harga, tempat/lokasi dan tampilan fisik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, karena pelaksanaan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan data kuantitatif didapatkan dalam bentuk angka yang dapat dianalisis dengan menggunakan rumus matematika, data yang digunakan data primer dan data sekunder. Terdapat 90 sampel dalam penelitian ini  kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan dianalisis menggunakan teknik analisisis Skala Likert. Dari hasil penelitian ini diperoleh: 1) Sebanyak 4 sub variabel dalam tingkat kepuasan konsumen pada usaha kebab durian ucok. 2) Yang paling sesuai dengan kepuasan konsumen adalah sub variabel tampilan fisik dikarenakan warna gerai sudah sangat menarik, lampu yang memadai, WiFi dan WC tersedia, meja dan kursi tersedia banyak dan dekorasi/music yang nyaman. Durian Kebabs are creations and meat kebabs that contain original and fresh Durian fruit flesh. Apart from enjoying the distinctive aroma and deliciousness, it also has a relatively complete nutritional content compared to other fruits. Kebab Durian is expected to make consumers feel satisfied. The level of customer satisfaction can be a driving factor and optimize the business carried out. The purpose of this study was to determine the level of consumer satisfaction of Durian Kebabs in Ucok Durian Kebab Business, Lancirang Village, Pitu Riawa District, Sidenreng Rappang Regency and in terms of product factors, price of place/location and physical appearance. This research uses quantitative and qualitative methods, because the implementation of qualitative data is obtained through interviews, questionnaires. observation, and quantitative data obtained in the form of numbers that can be analyzed using the mathematical formula of the data used. primary data and secondary data. There were 90 samples in this study which were then processed using Microsoft Excel and analyzed using the Likert Scale analysis technique. From the results of this study, it was obtained 1) A total of 4 sub-vanables in the level of consumer satisfaction in the Durian Ucok kebab business 2) The most appropriate with consumer satisfaction is the display sub-vanable physically because the color of the booth is very attractive, the lights are adequate, WiFi and WC are available, tables and chairs are available, and the decorations/music are comfortable.
Analisis Nilai Tambah dan Kelayakan Usaha Pupuk Organik Limbah Kotoran Kambing (Kohembing) Bubuk Sriwahyuningsih, A.Erna; Arman, Arman; Rusdi, Rismawaty
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1827

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai tambah pupuk organik bubuk yang berasal dari limbah kotoran kambing (kohembing) dan aspek kelayakan usahanya dari aspek pasar, tekhnis dan finansial. Metode penelitian menggunakan analisis nilai tambah Hayami. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah pupuk organik kohembing bubuk yaitu Rp. 3.865/kg dengan rasio sebesar 57%. Margin keuntungan sebesar Rp. 6.565/kg dengan rasio 49,7%. untuk aspek pasar lebih meluas melalui penggunaan digital marketing seperti fb, wa, messenger dan marketplace serta kemitraan pada toko pertanian, pada aspek tekhnis diperkuat oleh tampilan produk yang bersih dan penggunaan kemasan plastik putih. Pada aspek finansial dirasa cukup menguntungkan dengan profitabilitas sebesar Rp. 249.540/produksi, pendapatan sebesar Rp. 246.299/produksi dengan besaran R/C ratio sebesar 3.495. The purpose of this study is to analyze the added value of organic powder fertilizer derived from goat manure waste (kohembing) and aspects of business feasibility from market, technical and financial aspects. The research method uses Hayami value-added analysis. The results showed the added value of powdered kohembing organic fertilizer, which was Rp. 3,865 / kg with a ratio of 57%. The profit margin is Rp. 6,565/kg with a ratio of 49.7%. For the market aspect is more widespread through the use of digital marketing such as Facebook, WhatsApp, Messenger and marketplace as well as partnerships in agricultural stores, in the technical aspect is strengthened by the clean appearance of products and the use of white plastic packaging. In the financial aspect, it is considered quite profitable with profitability of Rp. 249,540 / production, the revenue of Rp. 246,299/production with an R/C ratio of 3,495.