Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PEMBUATAN DAN ANALISIS PEMBACAAN SENSOR KARBON DIOKSIDA PADA GAS ANALYZER TERHADAP VARIASI BAHAN BAKAR BERBASIS APLIKASI ANDROID Mira Esculenta Martawati; Hanny Hardiyana
JURNAL ELTEK Vol 15 No 2 (2017): ELTEK Vol 15 No 2
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.908 KB)

Abstract

Semakin meningkatnya aktivitas manusia, kebutuhan akan kendaraan bermotor semakin bertambah. Semakin bertambahnya jumlah kendaraan, maka akan berdampak buruk bagi lingkungan karena emisi gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan. Terdapat gas gas yang berbahaya seperti CO, HC, CO2, Pb, dan lain lain semakin menguatkannya alat pendeteksi kadar emisi gas buang. Pengadaan alat uji emisi ini sangat mahal dan biaya perawatan yang juga mahal. Maka dari itu dibutuhkan alat uji emisi gas buang yang dapat mengatasi masalah tersebut.Tujuan dari penelitian ini untuk menguji pengaruh jenis bahan bakar, dan variasi putaran mesin terhadap hasil emisi gas buang karbon dioksida.Untuk memperoleh data dilakukan pengujian emisi gas buang kendaraan menggunakan alat standar, dengan memvariasikan bahan bakar dari jenis pertalite, pertamax, pertamax plus dan putaran mesin dari idle sampai 5000 RPM.Metode penelitian yang digunakan untuk mengolah data menggunakan Two Way ANOVA untuk mengambil keputusan analisa data.Two Way Anova adalah salah satu uji komparatif yang digunakan untuk menguji perbedaan rata rata data lebih dari dua kelompok. Dengan syarat harus memiliki dua variabel independent, dan variabel terikat. Dalam peneltian ini digunakan aplikasi Ms. Excel untuk menganalisis data.Hasil dari penelitian ini menunjukkan H0 ditolak dan H1 diterima, maka ada pengaruh variasi bahan bakar dan putaran mesin terhadap pembacaan sensor gas karbon dioksida pada alat standar. Dan keakuratan sensor gas karbon dioksida adalah mampu membaca kadar gas karbon dioksida sekitar 350 -10000 ppm atau 0,035 % - 1 %. Jadi sensor tidak bisa membaca kadar karbon dioksida lebih dari 10.000 ppm.. When human activity increases, the need for vehicles is also increasing. The increasing number of vehicles, will be bad for the environtment because due to exhaust emissions produced by vehicles. There are dangerous gases such as CO, HC, CO2, Pb and others strengthening the need for exhaust gas emission detector.The procurement of these emission test kits and the maintenance cost is very expensive. Therefore, it is required exhaust gas analyzer that can overcome the problem.The purpose of the study is to examine the effect of variation type of fuel, and the engine rotation on carbon dioxide emissions. To obtain the data, the vehicle emissions test is done by standart tool, by vary the fuel of type, use pertalite, pertamax and pertamax plus and engine rpm from idle until 5000 rpm.The method in this study use Two Way ANOVA to take decision of data analysis.Two Way Anova is one comparative test used to test the mean difference in data over two groups. It is required to have two independent variables and the dependent variable. The study useMs. Excel to analyze data.The result of this study are H0 is rejected and H1 accepted, so there are influence of fuel variation and engine rpm to the reading of carbon dioxide sensor on standart tool. And the accuracy of the sensor is capable to sense gas levels around 350 until 10000 ppm or 0,035% until 1%. The gas sensor is not capable to read carbon dioxide level more than 10.000 ppm.
Analisis stabilitas tegangan pengisian baterai terhadap putaran kincir angin pada pembangkit listrik tenaga angin Mira Esculenta Martawati
JURNAL ELTEK Vol 18 No 1 (2020): ELTEK Vol 18 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.693 KB) | DOI: 10.33795/eltek.v18i1.214

Abstract

Pembangkit energi alternatif Saat ini semakin meningkat dikarenakan berkaitan dengan semakin banyaknya kebutuhan pasar akan energi. Ada beberapa pembangkit energi alternatif yang sudah mulai dibangun antara lain pembangkit listrik tenaga angin. Pada umumnya pembangkit listrik tenaga angin didirikan di daerah pesisir pantai atau di daerah yang miliki yang menghasilkan banyak angin. Dalam membangun pembangkit listrik tenaga angin dibutuhkan banyak perhitungan yang matang supaya didapatkan desain yang sesederhana mungkin dengan biaya yang seminim mungkin akan tetapi dapat menghasilkan daya yang maksimal, sehingga dapat mengurangi pemborosan energi dan dapat memanfaatkan tenaga angin yang tersedia pada alam sekitarnya semaksimal mungkin dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Pembuatan simulasi turbin angin dapat dilakukan dengan menggunakan simulasi simulink pada matlab. Hasil dari simulasi dan analisa data adalah terdapat perbedaan pengaruh antara variasi pitch angle dan kecepatan turbin terhadap daya keluaran dan nilai tegangan , karena nilai p-value < 0,05 dan membuktikan bahwa H0 dinyatakan ditolak. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar pitch angle maka kecepatan turbin terhadap daya keluaran dan tegangan yang dihasilkan juga akan semakin besar Alternative energy generation is increasing as it relates to the growing number of energy market needs. There are several alternative energy plants that have begun to be built, such as wind power plants. In general, wind power plants are established in coastal areas or in areas that have produced a lot of wind. In building wind power plants needed a lot of mature calculations so that the design is as simple as possible with a minimal cost possible but can produce maximum power, so as to reduce energy waste and can utilize the wind power available in the surrounding nature as much as possible and can be utilized by the surrounding community. The manufacture of simulation of wind turbine can be done using simulink simulation in MATLAB. The result of the simulation and data analysis is the difference in influence between the variation of pitch angle and the speed of the turbine to the output power and the voltage value, due to the P-value value of < 0.05 and proving that the H0 declared rejected. The result of this study shows that the greater the pitch angle then the turbine speed to the output power and the resulting voltage will also be greater
Sistem Elektrolisa Air Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pada Kendaraan Mira Esculenta Martawati
JURNAL ELTEK Vol 12 No 1 (2014): ELTEK Vol 12 No 1
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.688 KB)

Abstract

Saat ini banyak sekali diciptakan sarana & prasarana untuk membantu mempermudah kehidupan manusia. Salah satunya adalah sarana transportasi. Banyak sekali diciptakan kendaraan-kendaraan sebagai sarana transportasi yang umumnya menggunakan bahan bakar minyak bumi. Akibatnya persediaan bahan bakar minyak bumi di dunia semakin lama akan semakin menipis. Kendaraan dengan bahan bakar air sudah mulai diteliti dan dikembangkan sejak awal abad ke 19. Water fuel cell ciptaan Stanley Meyer merupakan salah satu alat yang paling terkenal, yang dibuat kembali prototypenya oleh Dave dengan alat elektrolisa air nya.
Peningkatan Ketrampilan Pembuatan Rak Bunga Remaja Karang Taruna Kelurahan Srengat Kabupaten Blitar dengan Pelatihan Pengelasan SMAW Arif Rochman Fachrudin; Fina Andika Frida Astuti; Mira Esculenta Martawati; Ahmad Hanif Firdaus; Yuniarto Yuniarto
Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): JIPPM - Juni 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.907 KB) | DOI: 10.54082/jippm.14

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada Karang Taruna yang terletak di Kelurahan Srengat Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. Permasalahan pada Karang Taruna ini adalah, banyak anggota Karang Taruna yang masih belum mendapatkan pekerjaan yang tetap, banyak yang menganggur, terkadang kerja terkadang berhenti, belum mengenyam pendidikan tinggi dan tidak mempunyai pengetahuan serta ketrampilan yang dapat digunakan sebagai nilai jual bekerja baik wirausaha ataupun bekerja di bengkel/perusahaan. Solusi untuk memecahkan permasalahan yaitu melalui beberapa kegiatan, antara lain: pelatihan teori pengelasan dan pelatihan praktek pengelasan SMAW dengan membuat rak bunga. PkM ini ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan ketrampilan pengelasan SMAW pembuatan rak bunga. Luaran dari PkM ini adalah kegiatan pelatihan pengelasan SMAW dan bantuan unit pengelasan kepada Karang Taruna yang dapat digunakan untuk latihan dan untuk kelengkapan kegiatan karang taruna. Materi pelatihan meliputi K3 dalam pengelasan, dasar dasar pengelasan dan pengelasan SMAW Kesimpulan yang diperoleh selama program kegiatan PkM ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan remaja karang taruna tentang pengelasan SMAW pembuatan rak bunga sehingga mendapatkan bekal yang cukup sebagai modal kerja atau berwirausaha.
Pengembangan Sistem Monitoring Kapasitas Baterai Kendaraan Listrik Berbasis Internet of Things Faizal Norman Zain; Mira Esculenta Martawati; Fatkhur Rohman
Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks "SOLIDITAS" Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/js.v6i1.3861

Abstract

Pengembangan sistem monitoring kapasitas baterai kendaraan listrik dikembangkan dengan menambahkan fitur Internet of Things menggunakan Blynk, dan menambahkan fitur ECO-Drive dengan indikator berkendara ECO-drive. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai kapasitas baterai secara langsung pada kendaraan dan secara jarak jauh melalui aplikasi smartphone, tujuan lain yaitu untuk mereduksi konsumsi baterai (Ah) dengan perlakuan berkendara menggunakan indikator ECO-Drive. Dalam membuktikan perbedaan konsumsi baterai saat berkendara menggunakan indikator ECO-Drive dan tanpa menggunakan nyala indikator ECO-Drive. Dilakukanlah pengujian pada sepada motor listrik dengan jarak tempuh 3 km dan kondisi jalan yang sama. Diperoleh data berupa konsumsi baterai dan waktu tempuh saat pengujian. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisa menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi baterai (Ah) saat kondisi indikator non-ECO Drive menghasilkan konsumsi baterai sebesar 2.21 km/Ah. Kemudian saat menggunakan gaya berkendara pada indikator ECO-Drive diperoleh data konsumsi baterai sebesar 2.71 km/Ah. Terbukti dengan 1 Ah baterai terdapat selisih jarak sebesar 0.5 km atau sekitar 22.62 %. Waktu tempuh yang diperlukan oleh pengendara dengan menerapkan ECO-Drive cenderung lebih lama (56.4 detik) yang disebabkan karena dengan gaya berkendara ECO-Drive pengendara membatasi kecepatan untuk mempertahankan nyala indikator ECO-Drive
Desain dan Pembuatan Sistem Alat Monitoring Suhu Baterai Kendaraan Listrik Berbasis Internet Of Things (IoT) Dwi Rama Hadi Prastyo; Mira Esculenta Martawati
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu TeknikĀ  Vol. 2 No. 5 (2024): Oktober: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v2i5.420

Abstract

In simplifying the process of monitoring the temperature of electric vehicle batteries, especially in discharging conditions, a remote electric vehicle battery temperature monitoring system was created. The problem with the previous monitoring system was that there was no electric battery temperature monitoring system, so users could not monitor the temperature condition of the vehicle battery when in use. The purpose of this study is to design an Internet of Things (IoT)-based electric vehicle battery temperature monitoring device system using the web and add a data logger to monitor battery temperature remotely and find out the difference in temperature values from the device with a thermogun. And the addition of a cut off feature when the battery overheats as one of the safety. The research method uses experiments, namely by comparing the speed between 30km/h and 50km/h and comparing the readings of the monitoring device with a thermogun. In proving the performance of the monitoring equipment, it is carried out with a distance of 1km, 2km, and 3km and in sloping road conditions. The data obtained were then analyzed using the paired T-test method. The results of the study showed that the tool worked quite well with the highest error value of 3.88%. And the battery temperature value between the speed of 30km/h and 50km/h is a significant difference with a P-value result of 0.035 which means that H0 is rejected and H1 is accepted.