Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Latihan Fisik PEOL Selama Hemodialisis Terhadap Fatigue Pada Pasien Gagal Ginjal Stadium Akhir Amilia, Yunita; Istibsaroh, Faridatul; Suryadi, Mohammad Shiddiq; Bakar, Abu; Nadatien, Ima
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 6, No 2 (2021): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v6i2.7919

Abstract

 Background:  End-stage renal failure patients undergoing hemodialysis experience various comorbid conditions, social, psychological, financial stress, medication, symptoms that these patients often experience are closely related and can lead to fatigue problems and affect the assessment of the quality of life.Objective: To identify the effect of giving PEOL physical training during hemodialysis on fatigue in final stadium renal failure patientMethods: This article used a quasy experimental with pre and post-test and use a control group design approach. The sample in this study was 32 respondents divided into 16 interventions group and 16 control groups. The sampling technique is simple random sampling by using a lottery. Data collection was obtained by using a questionnaire Chalder Fatigue Scale. Data analysis is used paired t-test and Independent t-test with a confidence level of 95% (α=0,05)Results:  The results of data analysis using the paired t-test showed the results of p-0,002 and the independent t-test showed the results of p = 0,000Conclusion:  PEOL physical training during hemodialysis can reduce fatigue in final stadium renal failure patients
Hubungan Efikasi Diri terhadap Kepatuhan Gaya Hidup Sehat pada Penderita Hipertensi Sulayfiyah, Tri Nili; Suryadi, Mohammad Shiddiq; Wahyuni, Ida
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5969

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit komorbid dan sering disebut silent killer tanpa gejala awal yang jelas sehingga memerlukan gaya hidup sehat umtuk mencegah adanya komplikasi ataupun kematian. Dalam menerapkan gaya hidup sehat, pasien hipertensi perlu adanya efikasi diri. Efikasi diri diperlukan untuk meningkatkan kesehatan melalui keyakinan diri dalam menjalankan gaya hidup sehat. Berdasarkan Riskesdas pada tahun 2018 prevalensi hipertensi di Indonesia diperkirakan mencapai 34,1% pada penduduk berusia di atas 18 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan efikasi diri terhadap kepatuhan gaya hidup sehat pada penderita hipertensi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini studi kuantitatif yang menggunakan pendekatan cross-sectional, sampel 88 responden penderita hipertensi di Desa Kowel yang dipilih melalui metode purposive sampling. Alat ukur menggunakan koesioner, data dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank dengan taraf signifikan 5% (α = 0,05). Penilitian ini didapatkan p value 0,000 yang berarti ada hubungan antara efikasi diri terhadap kepatuhan gaya hidup sehat padapasien hipertensi, dengan menunjukkan mayoritas responden memiliki self efficacy tinggi dengan gaya hidup sehat sebanyak 73 (83,0%) responden. Terdapat hubungan yang bermakna antara efikasi diri dengan gaya hidup pada pasien hipertensi. Semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula gaya hidup sehat.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI HIJAMAH (BEKAM KERING) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WLIAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG PENANG KABUPATEN SAMPANG Mohammad Shiddiq Suryadi; Lestari Ika , Mei; Willi Holis; Uyunur Rohmah; Faisal Amir
Jurnal Penelitian Keperawatan Kontemporer Vol 5 No 4 (2025): Juli 2025
Publisher : Program Studi S1 Ilmu Keperawatan dan Ners IKBIS Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59894/jpkk.v5i4.1021

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi termasuk masalah yang tidak boleh diabaikan terutama pada lansia karena gejalanya seringkai tidak diketahui meskipun sudah berlangsung lama. Penggunaan obat-obatan farmakologi selain dapat mengeluarkan biaya yang sangat mahal juga dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal apabila di konsumsi dengan waktu yang sangat panjang, maka dari itu juga dibutuhkan terapi non farmakologi. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest . Populasi terdiri dari 32 lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Karang Penang. Sampel ditentukan dengan cara acak dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi setelah diberikan terapi Hijamah (Bekam Kering), dengan nilai signifikansi p = 0,003. Hal ini mengindikasikan bahwa terapi Hijamah (Bekam Kering) efektif dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian terapi Hijamah (Bekam Kering) bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan alternatif terapi untuk menurunkan bahkan menormalkan tekanan darah pada penderita hipertensi, dan terbukti efektif dalam membantu menurunkan dan menormalkan tekanan darah pada individu dengan kondisi tersebut. Kata Kunci : Terapi Hijamah (Bekam Kering), Tekanan Darah, Hipertensi.
Overview of Knowledge About Covid - 19 in Pademawu Sub-District, Pamekasan Regency Suryadi, Mohammad Shiddiq; Harista, Dessy Rindiyanti; Abdi, Akh. Choirul
Journal of Bionursing Vol 7 No 2 (2025): Journal of Bionursing
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.job.2025.7.2.13167

Abstract

Background: Coronavirus or severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) is a virus that attacks the respiratory tract. The disease caused by infection with this virus is called COVID-19. The main cause of people's non-compliance with health protocols is a lack of knowledge about the risks of disease and the benefits of treatment, as well as the main obstacles in accessing health services. Method: A cross-sectional design was used for the research design. There are 297 subjects in this study. The samples taken were 170 respondents. The sampling technique uses probabilistic sampling and random sampling techniques. The data collection method uses a questionnaire sheet. Use a statistical test with Spearman's rank test (a = 0.05). Results: Based on the results of the Knowledge Brief Research on COVID-19 in Sampan District, Sampan District, it is known that almost half of the community, namely 75 people (44.1%), do not have sufficient knowledge. The public is encouraged to educate themselves about COVID-19 and adhere to the COVID-19 health protocol. Conclussion: From the study it can be concluded that almost half of the community's knowledge is lacking in Pademawu Sub-District, Pamekasan Regency.
Kesiapan Perawat Dalam Menyusun Media Edukasi Berbasis Video Interaktif Hilmah Noviandry R; Abdan Syakura; Adinda Nur Brillyana; Mohammad Shiddiq Suryadi
Indonesian Health Science Journal Vol. 5 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Nazhatut Thullab Al- Muafa Sampang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52298/ihsj.v5i2.133

Abstract

Perawat memegang peran penting dalam edukasi kesehatan, namun selama ini pemberian edukasi pada pasien di Puskesmas Banyuanyar masih menggunakan media cetak dalam bentuk leaflet yang kurang menarik dan seringkali diabaikan oleh klien, hal ini masih belum mengikuti perkembangan jaman dan memiliki resiko mengalami penurunan dalam efektifitasnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan perawat dalam menyusun media edukasi berbasis video interaktif di wilayah kerja Puskesmas Banyuanyar Sampang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kuantitatif yaitu jenis penelitian yang menggambarkan suatu fenomena hasil penelitian dengan pendekatan survei, populasi yang diambil seluruh perawat di wilayah kerja Puskesmas Banyuanyar Sampang berjumlah 43 orang, menggunakan teknik total sampling. penelitian ini menggunakan quesioner closeended dengan jenis skala likert, dengan pengolahan dan analisa data menggunakan coding, editing, scoring, tabulating dan interpretating dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: sebagian besar responden sebanyak 26 orang (60%) dikategorikan dalam siap menyusun video interaktif, dan sebagian kecil responden sebanyak 4 orang (9%) memiliki kategori sangat siap dalam menyusun video interaktif. Sebanyak 30% responden tidak siap dalam menyusun video interaktif. Kesimpulan: Perawat di Wilayah Kerja Puskesmas Banyuanyar Sampang dinyatakan siap dalam menyusun media edukasi berbasis video interaktif, yang menandakan adanya potensi pengembangan media edukasi digital dalam pelayanan kesehatan primer. Selain untuk pengembangan bagi keperawatan selanjutnya bagi yang siap, pengembangan ini juga akan bermanfaat untuk meningkatkan kesiapan perawat yang tidak siap