Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF IBNU KHALDUN Indrawati, Dewi; Sujalmo, Condro; Fadila, Ahmad
Aisyah Journal of Intellectual Research in Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2025): Aisyah Journal of Intellectual Research in Islamic Studies
Publisher : Ma'had Aisyah Binti Abu Bakar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64834/2vjzzj13

Abstract

Artikel ini membahas pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun, seorang tokoh terkemuka dalam sejarah intelektual Islam yang lahir di Tunisia pada tahun 1332 M. Ia dikenal melalui karya monumentalnya, Muqaddimah, yang menjadi rujukan penting dalam bidang sejarah, sosiologi, dan pendidikan. Pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun menekankan peran strategis pendidik, pentingnya pendekatan yang sesuai dengan perkembangan intelektual peserta didik, serta perlunya keseimbangan antara pendidikan agama dan duniawi. Ia juga menolak metode pengajaran yang bersifat kekerasan. Artikel ini bertujuan mengulas kontribusi dan relevansi pemikiran Ibnu Khaldun dalam konteks pendidikan Islam modern, serta mengkaji kritik terhadap kekurangan dalam aspek metodologis dan filosofis dari teorinya. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapat kelemahan, pemikiran Ibnu Khaldun tetap relevan untuk pengembangan konsep pendidikan yang humanis dan adaptif terhadap perubahan sosial.
KONSEP PENDIDIKAN AL-GHAZALI DAN BENJAMIN S. BLOOM: KAJIAN KOMPARATIF DALAM PERSPEKTIF TUJUAN DAN TAHAPAN PEMBELAJARAN Indrawati, Dewi; Nurhasanah, Anis; Sujalmo, Condro
Ar Rasyiid: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2025): Ar Rasyiid: Journal of Islamic Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurroosyidiin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70367/arrasyiid.v3i2.30

Abstract

Tulisan ini membandingkan konsep pendidikan Al-Ghazali dan Benjamin S. Bloom yang berasal dari latar belakang epistemologis dan historis berbeda. Al-Ghazali menekankan pendidikan sebagai proses penyucian moral dan spiritual, sedangkan Bloom mengembangkan taksonomi berbasis domain kognitif, afektif, dan psikomotor. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis pustaka untuk menganalisis kesamaan dan perbedaan dalam tujuan pendidikan, tahapan pembelajaran, serta transformasi peserta didik. Keduanya menekankan pentingnya perkembangan bertahap, namun Al-Ghazali berlandaskan spiritualitas Islam, sementara Bloom berbasis psikologi empiris. Temuan menunjukkan bahwa integrasi kerangka spiritual Al-Ghazali dengan struktur sistematis Bloom dapat menghasilkan model pendidikan yang lebih holistik, terutama bagi institusi pendidikan Islam