Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Pengalaman, Independensi, Gender Auditor Terhadap Kualitas Audit Suryani, Irma; Efendi, Asep; Fitriana, Fitriana
Syntax Idea Vol 3 No 2 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-idea.v3i2.1041

Abstract

This research was conducted because of the number of cases of audit failure that mghasilka poor audit quality, alleged experience, independesi, gender auditor brpgaruh to the quality of audit supported by the inconsistencies of the results of previous research. The population in the study was a permanent auditor working atkap Central Jakarta registered in the IAPI 2019 directorate. The study population was 265 auditors. Determination of sample size using the Slovin formula. The sampling technique used was probability sampling and the number of samples in this study was 72 fixed auditors. The research method used is descriptive and verifikative method. Data analysis method uses multiple linear regression analysis using SPSS 20. The results prove that: (1) auditor experience in KAP Central Jakarta belongs to the high category (2) auditor independence in KAP Central Jakarta including the very high category (3) gender auditors in KAP Central Jakarta dominated by men, the results showed female auditors are better at auditing.( 4) The quality of auditors at KAP Central Jakarta is of a high category,(5)the auditor's experience has a negative and insignificant effect on the partial audit quality,(6) Independence has a positive and significant effect on the quality of the audit partially,(7) gender negatively and significantly affects the quality of the audit partially, (8)experience, independence, the auditor's gender affects the quality of the audit simultaneously.
ANALISIS LITERATUR TERKAIT STRATEGI MENGURANGI PRODUK CACAT INDUSTRI KOMPONEN OTOMOTIF: IMPLEMENTASI SDGS PASAL 12 Efendi, Asep; Dwianto, Agung Surya
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 11 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi untuk mengurangi produk cacat dalam industri komponen otomotif dengan fokus pada implementasi Pasal 12 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Studi literatur menunjukkan bahwa metodologi manajemen kualitas seperti Plan-Do-Check-Action (PDCA), Define-Measure-Analyze-Improve-Control (DMAIC) dari Lean Six Sigma, dan Theory of Inventive Problem Solving (TRIZ) efektif dalam mengurangi tingkat cacat produk. Implementasi strategi ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi produksi, dan mencapai kualitas produk yang lebih baik. Selain itu, integrasi Lean Manufacturing membantu mengurangi aktivitas yang tidak bernilai tambah. Implementasi SDGs Pasal 12, yang menekankan konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, sangat penting dalam mengurangi produk cacat. Strategi ini melibatkan penggunaan bahan baku yang berkelanjutan, efisiensi energi dalam proses produksi, pengurangan limbah, dan daur ulang komponen otomotif. Tantangan utama dalam implementasi ini meliputi biaya awal yang tinggi, perubahan budaya organisasi, dan kebutuhan akan pelatihan karyawan. Solusi yang diusulkan termasuk memanfaatkan insentif pemerintah, mengadopsi pendekatan bertahap, serta kolaborasi dengan pemasok dan mitra bisnis. Kesimpulannya, penerapan strategi manajemen kualitas yang komprehensif, penggunaan teknologi canggih, dan pelatihan karyawan yang efektif, bersama dengan implementasi SDGs Pasal 12, dapat mengurangi produk cacat dalam industri komponen otomotif. Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan masyarakat diperlukan untuk keberhasilan implementasi ini, yang tidak hanya melindungi lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
INTERNATIONAL HR MANAGEMENT: PENGEMBANGAN KOMPETENSI LINTAS BUDAYA DALAM KEBERHASILAN MANAJEMEN SDM GLOBAL Efendi, Asep; Perkasa, Didin Hikmah
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 4 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen SDM internasional memerlukan kompetensi lintas budaya (3C) untuk berhasil mengelola keberagaman budaya di lingkungan kerja global. Artikel ini menyoroti pentingnya 3C dalam konteks manajemen SDM internasional, di mana individu dan organisasi harus mampu beradaptasi dengan perbedaan budaya, nilai, dan norma yang ada di berbagai negara. Penelitian ini juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi pengembangan 3C, seperti pengalaman hidup di berbagai budaya, pengetahuan tentang budaya lain, keterampilan berkomunikasi lintas budaya, motivasi untuk belajar tentang budaya lain, kesadaran akan norma budaya, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan budaya yang baru. Dengan memahami dan mengembangkan 3C, individu dan organisasi dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam berinteraksi dan beradaptasi dengan budaya yang berbeda, yang pada akhirnya akan mendukung keberhasilan dalam manajemen SDM internasional.
KONSEPTUAL MODEL QUALITY OF WORK LIFE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR OTOMOTIF : A LITERATURE REVIEW Efendi, Asep; Azmy MM,CHRM , Dr.Ahmad
Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol. 2 No. 6 (2024): Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas Hidup Kerja (Quality of Work-Life/QWL) adalah konsep penting dalam industri manufaktur komponen otomotif, mencakup kepuasan kerja, kesejahteraan psikologis, dan kualitas hubungan di antara karyawan. Tinjauan literatur ini mengeksplorasi berbagai dimensi QWL dalam industri ini, menekankan relevansinya bagi karyawan, perusahaan, dan kinerja ekonomi nasional. Model seperti Hackman dan Oldham menyoroti pentingnya memenuhi kebutuhan psikologis karyawan untuk QWL yang tinggi. Faktor-faktor yang mempengaruhi QWL mencakup lingkungan kerja fisik dan psikologis, keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi, kesempatan pengembangan karier, kebijakan organisasi, dan hubungan antarpribadi. QWL memberikan manfaat signifikan baik bagi karyawan maupun perusahaan. Bagi karyawan, inisiatif QWL dapat meningkatkan kepuasan kerja, moral, motivasi, kesehatan fisik dan mental, serta mengurangi absensi dan turnover. Bagi perusahaan, memprioritaskan QWL dapat meningkatkan retensi karyawan, produktivitas, reputasi, daya tarik bakat, dan keunggulan kompetitif. Implementasi QWL dalam industri otomotif melibatkan tantangan, namun dengan strategi yang tepat, organisasi dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan dan efektivitas organisasi. Hubungan antara QWL dan kinerja karyawan sangat erat, di mana peningkatan kualitas lingkungan kerja dan kepuasan kerja dapat meningkatkan kinerja individu dan tim. Pengukuran QWL dapat dilakukan dengan berbagai metode, seperti instrumen kuesioner. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang QWL, diharapkan industri manufaktur komponen otomotif dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi karyawan mereka
ANALISIS HAMBATAN KOMUNIKASI RENCANA PEMBANGUNAN PLTS SINGKARAK DALAM MENDUKUNG TRANSISI ENERGI Firdaus, Dadan; Efendi, Asep
Konvergensi Vol 6 No 2 (2025): Konvergensi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/7qk2v455

Abstract

Danau Singkarak merupakan danau purba yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok Provinsi Sumtra Barat. Danau Singkarak bagi Masyarakat sangat penting, selain sebagai sumber air juga menjadi sumber mata pencaharian, ikan bilih salah satu komoditi unggulan. Danau Singkarak juga pada tahun 1992 dijadikan sebagai sumber energi dari PLTA Singkarak dengan kapasitas175 MW, namun dalam pembangunan dan operasinya dipersepsikan oleh warga sekitar danau tidak mengindahkan janji yang sudah disepakati. Kondisi ini menjadi penghambat komunikasi bagi PLN Indonesia Power dalam melakukan rencana Pembangunan PLTS Apung di Danau Singkarak dengan kapasitas 50 MW, Pembangunan ini dalam rangka mendukung transisi energi. PLN Indonesia Power sebagai user telah melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan warga sekitar danau untuk membangun kesepahaman warga sekitar danau, namuan warga sekitar danau memberikan penolakan atas Pembangunan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hambatan komunikasi dalam rencana pembangunan PLTS Terapung di Danau Singkarak, di mana warga sekitar danau merespons negatif tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dalam rangka untuk mengeksplorasi masalah sosial dan menganalisis persepsi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan para stakeholder relevan. Teknik sampling yang digunakan menggunakan metode purposive dan snowball sampling. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan pandangan yang disebabkan adanya pengalaman buruk dalam Pembangunan PLTA Singkarak dan perbedaan budaya dalam berkomunikasi,  menyebabkan terjadinya kesalahpahaman dalam rencana Pembangunan PLTS Singkarak.