Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Gen Alpha Slang in 'Last Rizzday Night' Lyrics: A Semantic Analysis Subhan, Muhammad; Firdaus, Dadan; Yatmikasari, Ika
Journal of English Language and Education Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i1.648

Abstract

This study investigates the semantic evolution of Generation Alpha's slang as reflected in the lyrics of Jelly House's YouTube song Last Rizzday Night. As a digital-native generation, Gen Alpha frequently reshapes language through their engagement with digital media. Analysing 15 slang terms, including "Rizz," "Skibidi," and "Sigma," the research examines how their meanings align with or diverge from standard dictionary definitions. Using a qualitative descriptive methodology, the study highlights linguistic shifts driven by digital culture, such as "Rizz" symbolizing charm and social success, and "Sigma" representing self-reliant confidence. The findings emphasize the role of contextual semantics in understanding generational language trends, offering insights for educators, content creators, and marketers aiming to connect with Gen Alpha effectively.
Turn-Taking Strategies in Happy Sad Confused: Crafting an Interactive and Engaging Talk Show Experience Maharani, Frevy; Firdaus, Dadan; Sariyati, Ice
Journal of Pragmatics Research Vol. 7 No. 1 (2025): Journal of Pragmatics Research
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/jopr.v7i1.157-181

Abstract

Turn-taking manages mechanical speaking turns and creates a cooperative, dynamic, and entertaining conversation. Therefore, creating pleasant and engaging experiences allows participants to express their ideas confidently. Thus, this study investigates how such an experience is facilitated by the turn-taking mechanism in Happy Sad Confused and identifies how markers are used as strategies in conversational dynamics. This study used a descriptive qualitative method and Stenström's (1994) theory related to turn-taking strategies. The data were collected using Jefferson's (2009) transcription approach. The results of this study showed that the interaction between Josh Horowitz and Henry Cavill demonstrated a successful turn-taking mechanism to promote compelling discussion, allowing Henry Cavill to disclose emotive and in-depth work experiences. So, turn-taking also enriched conversational dynamics in a talk show scenario. Markers significantly contributed to maintaining the natural flow of communication and smooth transitions to keep the conversation rhythm. The most dominant marker by filled pauses (e.g., “ǝ:m”, “uh”) was 47 times. Overall, turn-taking maintained interesting communication. Speakers could use suitable tactics and markers to enable meaningful interactions, making talks more dynamic and entertaining for participants and viewers.
Baznas’ integrated marketing communication strategy in building brand equity Firdaus, Dadan; Abror, Fauzan Jatnika
Jurnal Iman dan Spiritualitas Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Iman dan Spiritualitas
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia boasts immense zakat potential—approximately IDR 327.6 trillion—yet realizes only 10% due to low literacy, eroded trust in official institutions, and entrenched informal practices via musollas, foundations, and direct aid to mustahik. This study examines how BAZNAS optimizes its IMC strategy to broaden reach, bolster trust, and foster muzakki loyalty to official channels. Employing a qualitative, descriptive-exploratory approach, it draws on purposive in-depth interviews, analyzed via thematic development, data reduction, and inference for recommendations. Findings reveal BAZNAS deploys three of eight IMC elements—product advertising, personal selling, public relations, and mobile marketing—anchored by the "Cahaya Zakat" umbrella message. Its brand equity stems from governmental authority, national coordination via provincial/district BAZDA networks, the 3A principles (Safe Syar'i, Safe Regulation, Safe NKRI), and personalized rituals like prayer recitation, sustaining muzakki commitment.
Hipdut (Hip Hop Dangdut): Percampuran Budaya Ala Generasi Z di Ruang Digital Hanifah, Cahyarani Triayu; Firdaus, Dadan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6630

Abstract

Hipdut (Hip Hop Dangdut) merupakan fenomena budaya populer kontemporer yang menunjukkan proses percampuran antara musik dangdut sebagai budaya lokal dengan hip hop sebagai representasi budaya global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Hipdut sebagai bentuk hibridisasi budaya yang tumbuh dan diterima oleh Generasi Z melalui ruang digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan desk research dan analisis konten, menggunakan data sekunder berupa karya musik, video klip, serta dokumentasi digital dari platform media sosial seperti YouTube dan TikTok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hipdut tidak hanya merepresentasikan inovasi musikal, tetapi juga menjadi medium negosiasi identitas budaya, perubahan stigma terhadap dangdut, serta manifestasi budaya partisipatif khas Generasi Z. Hipdut berfungsi sebagai bentuk adaptasi budaya lokal agar tetap relevan dalam arus globalisasi dan digitalisasi.
Pandangan Ibnu Sina Terhadap Teologi Rasional Muhammad Abduh (Studi Kasus pada UMKM Kuliner di Kabupaten Cirebon) Putri, Kayla Rania; Firdaus, Dadan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i12.2871

Abstract

Makalah ini membahas hubungan antara pemikiran teologi rasional Ibnu Sina dan Muhammad Abduh, dua tokoh besardalam tradisi intelektual Islam yang hidup di era dan konteks yang berbeda. Ibnu Sina (980–1037), seorang filsuf danilmuwan Muslim dari era klasik, mengembangkan pendekatan teologi berbasis filsafat dan rasionalitas yang dikenaldengan istilah hikmah. Sementara itu, Muhammad Abduh (1849–1905), seorang pembaharu Islam modern dari Mesir,menekankan pentingnya akal dalam memahami ajaran Islam sebagai respons terhadap kemunduran umat dan tantanganmodernitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis titik temu dan perbedaan mendasar antara pandangankeduanya mengenai peran akal dalam memahami Tuhan, wahyu, dan alam semesta. Metode yang digunakan adalahstudi pustaka (library research) dengan pendekatan filosofis-kritis terhadap karya-karya utama kedua tokoh, sertainterpretasi terhadap konteks historis pemikiran mereka. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun terdapatperbedaan dalam metodologi dan latar belakang, baik Ibnu Sina maupun Muhammad Abduh sama-sama menjadikanakal sebagai sarana utama untuk memahami kebenaran teologis. Ibnu Sina meletakkan dasar-dasar metafisika Tuhanmelalui pendekatan filsafat Yunani dan konsep wajib al-wujud, sedangkan Abduh lebih menekankan pada pemurnianakidah Islam dari unsur takhayul dan pembelaan terhadap rasionalitas wahyu. Dengan demikian, pemikiran keduanyamenunjukkan kesinambungan dalam tradisi rasional Islam yang menempatkan akal sebagai mitra wahyu. Kajian inidiharapkan dapat memperkaya wacana teologi Islam kontemporer yang rasional dan kontekstual.
ANALISIS HAMBATAN KOMUNIKASI RENCANA PEMBANGUNAN PLTS SINGKARAK DALAM MENDUKUNG TRANSISI ENERGI Firdaus, Dadan; Efendi, Asep
Konvergensi Vol 6 No 2 (2025): Konvergensi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51353/7qk2v455

Abstract

Danau Singkarak merupakan danau purba yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok Provinsi Sumtra Barat. Danau Singkarak bagi Masyarakat sangat penting, selain sebagai sumber air juga menjadi sumber mata pencaharian, ikan bilih salah satu komoditi unggulan. Danau Singkarak juga pada tahun 1992 dijadikan sebagai sumber energi dari PLTA Singkarak dengan kapasitas175 MW, namun dalam pembangunan dan operasinya dipersepsikan oleh warga sekitar danau tidak mengindahkan janji yang sudah disepakati. Kondisi ini menjadi penghambat komunikasi bagi PLN Indonesia Power dalam melakukan rencana Pembangunan PLTS Apung di Danau Singkarak dengan kapasitas 50 MW, Pembangunan ini dalam rangka mendukung transisi energi. PLN Indonesia Power sebagai user telah melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan warga sekitar danau untuk membangun kesepahaman warga sekitar danau, namuan warga sekitar danau memberikan penolakan atas Pembangunan tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis hambatan komunikasi dalam rencana pembangunan PLTS Terapung di Danau Singkarak, di mana warga sekitar danau merespons negatif tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh perusahaan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dalam rangka untuk mengeksplorasi masalah sosial dan menganalisis persepsi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan para stakeholder relevan. Teknik sampling yang digunakan menggunakan metode purposive dan snowball sampling. Hasil dari riset ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan pandangan yang disebabkan adanya pengalaman buruk dalam Pembangunan PLTA Singkarak dan perbedaan budaya dalam berkomunikasi,  menyebabkan terjadinya kesalahpahaman dalam rencana Pembangunan PLTS Singkarak.