Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The FIVES Strategy Berbasis Indigenous Culture: Implementasinya dalam Meningkatkan Critical Literacy Skill Sari, Ayu; Ma'fiyah, Imroatul; Hidayanto, Habibi Nur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.492

Abstract

Peningkatan critical literacy skill yang lebih baik adalah tujuan dari penelitian ini. Critical Literacy Skill adalah keterampilan penting yang harus dipupuk untuk mempersiapkan diri menghadapi era disrupsi di bidang pendidikan. Peserta didik dapat merespon berbagai informasi dengan keterampilan critical literacy. Ideologi, agama, budaya, dan tata nilai masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh kemajuan dalam komunikasi, yang sering dikaitkan dengan arus budaya global. Untuk itu, strategi yang tepat diperlukan agar generasi muda dapat mempertahankan nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa. Meningkatkan kemampuan critical literacy dan menginternalisasi nilai-nilai kesadaran budaya dengan The FIVES strategy berbasis budaya dapat menjawab tantangan tersebut. Studi ini dilakukan di jurusan pendidikan Bahasa Inggris di salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah, Indonesia. Subjek penelitian adalah peserta didik Program studi Pendidikan bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah Reading. Terdapat 23 peserta didik sebagai subjek penelitian. Metode pengumpulan data meliputi observasi, catatan lapangan, tes, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa The FIVES Strategy berbasis Indigenous Culture dapat meningkatkan Critical Literacy Skill peserta didik. Nilai rata-rata pre test yaitu 65, Nilai rata-rata post test 1 yaitu 72 dan nilai rata-rata post test 2 yaitu 80.
Profiling ESP Students’ Needs as Recommendation for Designing Hospitality Syllabus in Indonesian Vocational Schools Ma'fiyah, Imroatul
FOSTER: Journal of English Language Teaching Vol. 4 No. 3 (2023): FOSTER JELT
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training of IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/foster-jelt.v4i3.139

Abstract

This descriptive qualitative study examines the needs of ESP students’ as a fundamental basis for designing an English for hotel program in the context of vocational secondary school in Indonesia. English teachers and students from hospitality program collaborated to investigate learners’ specific needs, which were then used to make recommendations for classroom implementation and instruction. The study aimed to understand how students in the hospitality program perceive their English needs and assess the adequacy of the current syllabus in meeting those needs. The findings revealed that students identified a range of language skills they need to acquire, including speaking, listening, reading and writing skills with particular emphasis on communication in hotel costumer service situations. Students expressed their expectations for practical, interactive and industry-relevant language learning experiences. The study emphasizes the importance of incorporating materials and real-world scenarios into syllabus to enhance students’ language proficiency and job readiness. The research findings serve as a valuable contribution to reorganizing the syllabus to better align with the students’ needs. Further research is recommended to explore the significance of addressing students’ specific needs as language learners and in relation to their career goals in the hotel industry.
FOSTERING CRITICAL THINKING SKILLS IN EFL UNIVERSITY STUDENTS DURING LISTENING COMPREHENSION USING DIGITAL TEACHING-MATERIALS: A CASE STUDY Ma'fiyah, Imroatul; Riyani, Riyani; Annisa, Happy
English Review: Journal of English Education Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : University of Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/erjee.v11i3.8155

Abstract

Understanding listening materials is perceived as the most challenging aspect of language learning by many EFL University students. They face difficulties in recognizing English words, phrases, pronunciation, vocabulary, and sentence complexity, compounded by the rapid speech rate of native speakers. Addressing these challenges, this study explores the use of digital materials that require students to analyse, evaluate and make informed judgments based on listening content, thereby nurturing higher order thinking skills. A qualitative case study was conducted, involving the collection of comprehensive data from course syllabi, lecturers and students. A total of sixty-one university students enrolled intermediate listening course, along with two listening lecturers, were actively engaged to enrich the data. The results shows that the use of digital materials, particularly the e-module, has proven to be effective. Students’ responses indicate that the e-module effectively facilitates critical thinking, improves reflective ability, and encourages motivation. Moreover, the e-module features, including well-defined learning outcomes, authentic materials, scaffolded learning activities, engaging multimedia elements, collaborative features, and opportunities for reflection and self-assessment, collectively contribute to foster critical thinking skills and motivation among students.
The FIVES Strategy Berbasis Indigenous Culture: Implementasinya dalam Meningkatkan Critical Literacy Skill Sari, Ayu; Ma'fiyah, Imroatul; Hidayanto, Habibi Nur
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.492

Abstract

Peningkatan critical literacy skill yang lebih baik adalah tujuan dari penelitian ini. Critical Literacy Skill adalah keterampilan penting yang harus dipupuk untuk mempersiapkan diri menghadapi era disrupsi di bidang pendidikan. Peserta didik dapat merespon berbagai informasi dengan keterampilan critical literacy. Ideologi, agama, budaya, dan tata nilai masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh kemajuan dalam komunikasi, yang sering dikaitkan dengan arus budaya global. Untuk itu, strategi yang tepat diperlukan agar generasi muda dapat mempertahankan nilai-nilai budaya dan jati diri bangsa. Meningkatkan kemampuan critical literacy dan menginternalisasi nilai-nilai kesadaran budaya dengan The FIVES strategy berbasis budaya dapat menjawab tantangan tersebut. Studi ini dilakukan di jurusan pendidikan Bahasa Inggris di salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah, Indonesia. Subjek penelitian adalah peserta didik Program studi Pendidikan bahasa Inggris yang mengambil mata kuliah Reading. Terdapat 23 peserta didik sebagai subjek penelitian. Metode pengumpulan data meliputi observasi, catatan lapangan, tes, dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa The FIVES Strategy berbasis Indigenous Culture dapat meningkatkan Critical Literacy Skill peserta didik. Nilai rata-rata pre test yaitu 65, Nilai rata-rata post test 1 yaitu 72 dan nilai rata-rata post test 2 yaitu 80.
INTERACTIVE WORDWALL : TEACHING WRITING TO EFL STUDENTS Winhartanti Julika, Indri Natasya; Sari, Ayu Istiana; Ma'fiyah, Imroatul
JEELL (Journal of English Education, Linguistics and Literature) Vol. 12 No. 3 (2025): JEELL Volume 12 Number 3 Oktober 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/jeell.v12i3.88

Abstract

The objective of this study to examine the use of interactive Wordwall as a digital teaching and learning writing English Foreign Language (EFL) on descriptive at the seventh grade of a public junior high school in Central Java during the 2024/2025 academic year. This study used a Classroom Action Research (CAR) design and conducted in two cycles, each consist of planning, action, observation, and reflection. The sample of this research was 29 students from seventh grade of junior high school. The topic focused on describing public places and implemented interactive Wordwall activities, especially unjumbled sentences task. The data were collected through writing tests (pre-test, post-test 1, post-test 2), observation, and documentation. The data were analyzed used quantitative methods by comparing the average scores obtained at each stage. The findings of the study suggested the application of Wordwall significantly improved students’ writing skill on descriptive text. The average score increased from 56 in the pre-test with 27.65% of students nearly achieved the minimum completion criteria, to 73 in post-test 1 with 69%, and improved further to 80 in post-test 2 with 82.8%, surpassing the minimum completion criteria of 75. This study concludes that Wordwall can effectively improved students' writing ability through interactive teaching and learning methods based on digital learning media.      
Knowledge Sharing Bersama MGMP Bahasa Inggris SMK: Pengembangan Bahan Ajar Digital Berbasis HOTS Untuk Mengoptimalkan Kemampuan Profesional Guru Ma'fiyah, Imroatul; Riyani, Riyani; Yuliana, Carrisa Rahma
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juli 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i2.461

Abstract

Digitalisasi bahan ajar memainkan peran penting dalam meningkatkan kompetensi profesional guru, terutama dalam penguasaan teknologi dan penerapannya dalam pembelajaran. Namun, tidak semua guru memiliki kemampuan yang memadai untuk mengembangkan bahan ajar digital. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan dukungan melalui sharing knowledge guna meningkatkan keterampilan profesional guru bahasa Inggris. Fokus utama kegiatan ini adalah memfasilitasi guru dalam memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mengembangkan bahan ajar digital berbasis HOTS. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif yang mengenalkan konsep HOTS dan penerapannya dalam pembelajaran bahasa Inggris, serta praktik penggunaan beberapa aplikasi digital yang relevan. Sebanyak lima belas guru bahasa Inggris yang tergabung dalam forum MGMP SMK, berpartisipasi aktif dan mencoba beberapa aplikasi yang dapat digunakan dalam merancang bahan ajar digital inovatif. Hasil evaluasi menunjukkan respons positif. Sebanyak 55.6 % peserta menyatakan sangat setuju dan 44.4% menyatakan setuju bahwa kegiatan ini berhasil membantu meningkatkan kemampuan mereka dalam merancang dan mengembangkan bahan ajar digital yang mengarah pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam memanfaatkan teknologi serta memperkuat kompetensi profesional mereka, sehingga mampu mendukung pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa di era digital.
Student Preference in American VS. British English Accents: A Survey in Non-native Speakers Ma'fiyah, Imroatul; Salsabila, Farah Alya; Loviliana, Julietta; Putri, Salma Diva Herlinda
Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal Vol 9 No 2 (2026): Linguistic, English Education and Art (LEEA) Journal
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/4s114247

Abstract

Indonesia is a country that does not use English as its primary language, and accent has emerged as a linguistic factor that influences understanding and the way Indonesian students view their language skills in social and academic contexts. English Accents play a major role in Students learning. Previous studies indicate that students in Indonesia are generally more familiar with and adapted to American accents due to the national education system's incorporation of several American-accented instructional materials. This research employs a qualitative case study design, the qualitative research relies primarily on the collection of the qualitative data. The research is precisely conducted with questionnaires via Google Form and interviews. The questions were carefully made and had about 15 items, and the questionnaire (in Google Form format) was given to the 37 students. The students selected to interview were non-native English learners in the age range of 13–18, who have studied and been exposed to English for five to ten years or even more to both American and British English through various media. The findings show a strong preference for American English, mainly by media exposure, perceived ease of understanding and the relevance for global communication.  Students think American English is more modern and useful, while British English seems more formal and prestigious but less used. Although many students learn American English in a formal learning environment, their media consumption further strengthens this preference, students also said that schools should start by teaching one accent like American English, to give a strong base before bringing in other accents. At the end students recognize the functional benefits of both accents, yet more students think that American English is more helpful for their future academic or job prospects. Keywords: Accents, American English, British English, Non-native, Students’ Preferences