Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK PERKEMBANGAN INDUSTRI PARIWISATA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DESA Pratama, I Wayan Haris Putra; Sutrisna, I Putu Edi; Lagatama, Pradna
Paryaṭaka Jurnal Pariwisata Budaya dan Keagamaan Vol 3 No 2 (2025): Februari 2025
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Gde Puda Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53977/pyt.v3i2.2350

Abstract

Perkemabangan pariwisata secara teoritis dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi pada daerah dimana pariwisata tersebut berkembang. Namun, pada penelitian ini, perkembangan berbagai akomodasi serta industri pariwisata di Desa Keliki yang terletak di Kabupaten Gianyar, Bali tidak terlihat jelas bagaimana hal tersebut berdampak pada aspek perekonomian masyarakat setempat. Oleh karena itu, penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan untuk mengkaji perkembangan industri pariwisata serta dampaknya terhadap perekonomian masyarakat Desa Keliki. Melalui observasi dan wawancara mendalam, penelitian menemukan bahwa industri pariwisata memberikan perkembangan terkait dengan atraksi, amenity, accessbilitas, dan juga anciliary di Desa Wisata Keliki. Selain itu, ditemukan pula bahwa dalam aspek ekonomi, industri pariwisata telah berdampak terhadap pendapatan pemerintah. kepemilikan dan kontrol, pembangunan secara umum, penerimaan devisa, peluang kerja, harga, pendapatan masyarakat, dan kualitas hidup masyarakat di Desa Keliki.
Model Pengembangan Kawasan Wisata Taman Sri Widari Berbasis Tri Hita Karana di Desa Munduk Bestala Buleleng Agustina, Ni Made Fani; Paramita, Ida Bagus Gede; Lagatama, Pradna
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i4.4783

Abstract

Taman Sri Widari area (KWTSW) in Munduk Bestala Village has diverse potential for natural, cultural, and man-made tourism. However, this area has not been managed within an integrated and sustainable development model. This research aims to (1) identify the tourism potential in KWTSW that is suitable for development based on Tri Hita Karana; (2) identify supporting and inhibiting factors for development; and (3) design and recommend a development model based on the principles of Tri Hita Karana. This research uses a qualitative approach with case study methods. Data was collected through observation, interviews, and document analysis, and analyzed using the Miles & Huberman model, SWOT analysis, and data triangulation for validation. KWTSW has the potential for spring sources, trekking, bathing pools, and meditation sites. The results can contribute as a reference in designing tourism potential based on local wisdom in KWTSW as it encompasses potential analysis to development models. Internal and external factors are analyzed as the basis for designing the development model. The proposed model is the Ecoculture tourism package of Taman Sri Widari based on Tri Hita Karana, which includes three tourist activities such as bathing in natural pools, trekking, and meditation.
Pemberdayaan Komunitas Hindu Dalam Pengembangan Desa Budaya Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Lingsar Lombok Barat Lagatama, Pradna; Rika Sukmadewi, Ni Putu; Dane, Nyoman
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.402

Abstract

Desa Lingsar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai desa budaya berbasis kearifan lokal yang mampu mendorong perekonomian lokal. Namun, pemahaman masyarakat khususnya komunitas Hindu di Desa Lingsar terkait konsep wisata budaya dan upaya pelestarian budaya masih sangat kurang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada komunitas Hindu mengenai pemahaman menyeluruh tentang pengelolaan potensi wisata budaya berbasis kearifan lokal, pelatihan konten digital bagi generasi muda serta penguatan dalam melestarikan budaya lokal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan partisipatif melalui pendekatan ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, serta observasi langsung di lapangan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk pengelola pura, perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kemampuan masyarakat Hindu untuk merawat potensi budaya secara otentik serta berperan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan pariwisata berbasis kearifan lokal; partisipasi aktif membantu mempertahankan nilai-nilai tradisi sambil membuka peluang ekonomi namun juga mengungkap keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pelatihan lanjutan untuk menjaga keberlanjutan pengelolaan. Disimpulkan bahwa pemberdayaan komunitas efektif untuk pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan di Lingsar, dengan rekomendasi penguatan kapasitas, dukungan infrastruktur, serta pemantauan dan pendampingan jangka panjang.