Articles
Literatur Review: Studi Tentang Distribusi Suhu dan Dampaknya Terhadap Ekosistem Hutan Tropis
Hakim, Marbun;
Gusmira, Eva
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 2 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i2.57
Suhu adalah derajat panas atau dingin yang diukur pada skala tertentu dan dapat diukur dengan termometer. Suhu yang umum digunakan adalah dalam derajat Celcius (°C). Waktu paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi suhu. Hutan tropis sering disamakan dengan hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan alam yang terletak di daerah beriklim tropis antara garis lintang 23° 27' LU dan 23° 27' LS. Hutan tropis terdiri dari dua musim: musim hujan dan musim kemarau. Hutan tropis mempunyai lebih dari 0,01% yang melebihi suhu kritis untuk fotosintesis setidaknya setahun sekali. Karena dedaunan lebih cepat panas dibandingkan udara, perubahan iklim di masa depan diperkirakan akan meningkatkan laju pemanasan hingga 1,4%. Saat suhu rata-rata berkisar 46,7 derajat Celcius, kegagalan fotosintesis pada daun pohon hutan tropis menurun. Jika hal ini terjadi, stomata akan menutup, sehingga mengurangi pendinginan transpirasi, dan daun mungkin tidak lagi dapat menjalankan fungsinya. Suhu daun ini jauh lebih tinggi dibandingkan suhu udara. Kata kunci: Suhu, Hutan Tropis.
Pemanfaatan Data CHIRPS untuk Pemetaan Curah Hujan Per Kabupaten di Wilayah Jambi dengan Menggunakan ArcGIS
Umairoh, Putri Suci;
Gusmira, Eva
Al-DYAS Vol 4 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58578/aldyas.v4i1.4408
It was recorded that several areas in jambi region in the last 5 years from 2020 to 2024 have the potential to be affected by flooding, especially in densely populated urban areas and around the lowland, at least once a year there was flood with quite large water discharges that occurred during the rainy season.therefore, this research was carried out, where this research aims to explore information related to average rainfall which includes information on the distribution of rain, mapping rainfall part of district by utilizing rain datas that coincides in jambi area.another aim of this research is to learn more about how to map raw data using the ArcGIS application.this research uses monthly data sourced from CHIRPS (climate hazards center infra red precipitation with station data).this data is used as a solution for areas where rainfall data is rarely available and USGS: lansat 8 then the data will be processing using ArcGIS software.and then the data was summarized using Microsoft excel and from the result it can be seen that the distribution of rainfall in jambi is fairly even and is in the range of 1501-3000 mm at each district.
A analisis kebakaran lahan di provinsi Jambi kabupaten muaro jambi : A
scendynawa24;
Gusmira, Eva
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 3 No 1 (2025): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v1i1.80
Kebakaran hutan merupakan salah satu masalah lingkungan yang sering terjadi di Muaro Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur cuaca yang berpengaruh pada kejadian kebakaran hutan di Muara Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan mengumpulkan data cuaca harian selama periode kebakaran hutan pada tahun 2019 Data cuaca yang dianalisis meliputi suhu, kelembaban relatif, hospot kebakaran dan curah hujan. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menghitung rata-rata, nilai minimum, dan nilai maksimum dari masing-masing unsur cuaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat terjadi kebakaran hutan, suhu udara relatif tinggi dengan rata-rata 34,5°C, kelembaban relatif rendah dengan rata-rata 65%, total hospot dengan rata- rata 77,88%, dan curah hujan sangat rendah dengan rata-rata 10 mm per hari. Kesimpulannya, kondisi cuaca yang kering dan berangin menjadi faktor pendorong terjadinya kebakaran hutan di Muaro Jambi. Kata kunci: kebakaran hutan, unsur cuaca, Provinsi Jambi
Efektivitas Praktek Pengalaman Lapangan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Terhadap Kompetensi Mengajar Mahasiswa / The Effectiveness of Field Experience Practice in Arabic Language Education Study Program on Students' Teaching Competence
Irfan, Irfan;
Wahab, Wahab;
Gusmira, Eva;
Qoyyim, Abdul
Loghat Arabi : Jurnal Bahasa Arab dan Pendidikan Bahasa Arab VOL 6, NO 1 (JUNI 2025): LOGHAT ARABI
Publisher : UI DDI AD Polewali Mandar, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36915/la.v6i1.311
This study aims to determine the effectiveness of field experience practice on students' pedagogical, personality, social and professional competencies. Effectiveness is assessed from the perception of supervising teachers. The research sample was taken using the purposive random sampling technique, namely schools that have arabic language supervising teachers from 38 schools. The research method uses mixed method research with a sequential strategy of the explanatory type. Data collection techniques using questionnaires, interviews and documentation. The content validity test was carried out by three experts and the construct validity test. The reliability test used SEM-PLS version 3.0. The data analysis technique used was the mixed method technique. Quantitative analysis used the mean formula which was continued with qualitative analysis. The results of the study found that students' pedagogical and social competencies were high and had very high personality and professional competencies. The results of the interview found several shortcomings in students' pedagogical competencies, namely in making lesson plans, and making computer-based learning media. The shortcomings in social competence are unequal relationships with teachers and the school environment. This is the basis for development for program managers to be able to improve student competency before PPL students.Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan efektivitas praktek pengalaman lapangan terhadap kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan profesional mahasiswa. Efektivitas dinilai dari penilaian guru pamong. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik Purposive Random Sampling yaitu sekolah yang memiliki guru pamong bahasa arab dari 38 sekolah. Metode penelitian menggunakan Mixed Method Research dengan strategi sequential tipe Explanatory. Teknik pengumpulan data dengan teknik angket, wawancara dan dokumentasi. Uji validitas isi dilakukan oleh tiga orang ahli dan uji validitas konstruk. Uji reliabilitas menggunakan SEM-PLS versi 3.0. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik mixed method. Analisa kuantitatif menggunakan rumus mean yang dilanjutkan dengan analisa kualitatif. Hasil penelitian menemukan kompetensi pedagogik dan kompetensi sosial mahasiswa tinggi serta memiliki kompetensi kepribadian dan kompetensi profesional yang sangat tinggi. Hasil wawancara menemukan beberapa kekurangan dalam kompetensi pedagogik mahasiswa yaitu dalam pembuatan RPP, dan pembuatan media pembelajaran berbasis komputer. Kekurangan dalam kompetensi sosial adalah pergaulan yang kurang merata dengan guru, dan lingkungan sekolah. Hal ini menjadi dasar pengembangan bagi pengelola program agar dapat meningkatkan kompetensi mahasiswa sebelum mahasiswa PPL.
Analisis Dampak Limbah Sampah Rumah Tangga Terhubung Pencemaran Lingkungan Hidup
Erika Erika;
Eva Gusmira
Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus : Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi
Publisher : UNIVERSITAS MARITIM AMNI SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58192/profit.v3i3.2245
Household waste is one of the major environmental pollution issues that is increasing along with population growth and urbanization. This article aims to analyze the impact of household waste on environmental pollution, including air, soil, and water pollution. Furthermore, this article explores various solutions that can be applied to reduce these negative impacts. The research methodology includes a literature review and case studies in major cities in Indonesia. The findings indicate significant contributions of household waste to environmental degradation, emphasizing the need for integrated waste management, public awareness, and stringent regulations to mitigate these effect.
Dampak Pencemaran Udara terhadap Kesehatan Masyarakat di Perkotaan
Rosatul Umah;
Eva Gusmira
Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus : Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi
Publisher : UNIVERSITAS MARITIM AMNI SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58192/profit.v3i3.2246
Urban air pollution is a critical environmental issue, significantly impacting public health. This study examines the sources of urban air pollution, types of pollutants, and their health effects. Methods include literature review and analysis of health data from urban populations. Findings reveal that exposure to pollutants such as PM2.5, NO2, and O3 leads to respiratory and cardiovascular diseases, reduced lung function, and increased mortality rates. The study highlights the need for sustainable urban planning and stringent emission control measures to mitigate these health risks. Implications suggest that policy interventions and public awareness are crucial in addressing the adverse health impacts of urban air pollution.
Literatur Review: Analisis Pengaruh Pepohonan Sawit Terhadap Suhu Disekitarnya Menggunakan Internet Of Things (IoT) Sensor Dh22
Eka Ariyani Safitri;
Eva Gusmira
Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus : Profit: Jurnal Manajemen, Bisnis dan Akuntansi
Publisher : UNIVERSITAS MARITIM AMNI SEMARANG
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58192/profit.v3i3.2248
Palm oil is an industrial/agricultural crop that is processed into vegetable oil, industrial oil and fuel raw materials. In developing oil palm farming, the problem faced by entrepreneurs and farmers involved is the procurement of planting materials. Of the oil palm business activities, especially in planting and watering plants, many still use manual seeding methods. Starting from oil palm nurseries with manual irrigation. This means that irrigation is carried out in the morning and evening via a hose connection. Day, for watering the seeds and lighting the planted seeds, direct sunlight and oil light intensity are still used. Temperature is the degree of hot or cold measured on a certain scale and can be measured with a thermometer. Temperature is usually expressed in degrees Celsius (°C). Internet of Things (IoT) is the concept that certain objects can send and receive data via a WiFi network, so that this process does not require human-to-human or human-to-computer interaction. The DHT 22 sensor is a digital sensor that can measure temperature from -40°C to 125°C and humidity from 0% to 100% of the surrounding air. This sensor is very easy to use in conjunction with Arduino. It has a high level of stability and very accurate calibration features. The temperature and humidity sensor used in making this tool is DHT22.
TINGGINYA KENAIKAN SUHU AKIBAT PENINGKATAN EMISI GAS RUMAH KACA DI INDONESIA
Mona Febriani Irma;
Eva Gusmira
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 1 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i1.49
Saat ini cuaca terus mengalami perubahan, sewaktu waktu bisa terjadi hujan ataupun panas. Perubahan cuaca ini mengalami pergeseran pada periodenya, penyebabnya bisa bermacam-macam salah satunya adalah peningkatan emisi gas rumah kaca. Gas rumah kaca yang paling banyak berada di atmosfer bumi adalah karbondioksida (CO2), metana (CH4), uap air (H2O), dan dinitrogen monoksida (N2O) serta gas lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis krisis iklim akibat peningkatan emisi gas rumah kaca terhadap kondisi suhu bumi. Dengan menggunakan metode literatur review penelitian ini mereview berbagai jurnal maupun artikel dengan topik bahasan yang sesuai dengan penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi peningkatan emisi gas rumah kaca maka bumi semakin hangat. Peningkatan emisi gas rumah kaca menyebabkan peningkatan kemampuan atmosfer bumi untuk menahan panas matahari dan mencegahnya meninggalkan atmosfer. Ini mengakibatkan pemanasan global dan perubahan iklim yang lebih ekstrem, termasuk peningkatan suhu rata-rata global, pencairan es di kutub, dan perubahan pola cuaca yang tidak stabil. Oleh karena itu, semakin tinggi emisi gas rumah kaca, semakin hangat kondisi bumi secara keseluruhan. Pentingnya penulis mengangkat judul ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang perubahan iklim serta upaya mitigasi yang diperlukan, dan mendukung upaya pelestarian lingkungan untuk melindungi bumi dari konsekuensi negatifnya.
Literatur review: penggunaan Internet of things (IoT)) dalam pemantauan suhu dan kelembapan menggunakan sensor DHT11
Scendynawa;
Eva Gusmira
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 2 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i2.53
Suhu adalah derajat panas atau dingin yang diukur pada skala tertentu dan dapat diukur dengan termometer. Suhu yang umum digunakan adalah dalam derajat Celcius (°C). Waktu paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi suhu. Internet of Things (IoT) adalah komponen utama yang telah mengubah cara orang menggunakan dan menghubungkan perangkat teknologi. Dengan data yang lebih akurat, sistem yang lebih responsif, dan pemahaman yang lebih baik, sensor IoT dapat membantu memecahkan tantangan lingkungan yang semakin kompleks dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pola lingkungan. Misalnya, sensor DHT11 dapat digunakan untuk mengukur suhu lingkungan di STRING (Teknologi Unit Penulisan Penelitian dan Inovasi). Hasil pengukuran suhu menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan termometer analog. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor DHT11 mempunyai error yang sangat kecil berkisar antara 1% hingga 3,9%. Kata kunci: Suhu dan kelembaban, Internet of Things (IoT), sensor DT11.
Literatur Review: Studi Tentang Distribusi Suhu dan Dampaknya Terhadap Ekosistem Hutan Tropis
Marbun Hakim;
Eva Gusmira
JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan Vol 2 No 2 (2024): JSSIT: Jurnal Sains dan Sains Terapan
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30631/jssit.v2i2.57
Suhu adalah derajat panas atau dingin yang diukur pada skala tertentu dan dapat diukur dengan termometer. Suhu yang umum digunakan adalah dalam derajat Celcius (°C). Waktu paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi suhu. Hutan tropis sering disamakan dengan hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis adalah hutan alam yang terletak di daerah beriklim tropis antara garis lintang 23° 27' LU dan 23° 27' LS. Hutan tropis terdiri dari dua musim: musim hujan dan musim kemarau. Hutan tropis mempunyai lebih dari 0,01% yang melebihi suhu kritis untuk fotosintesis setidaknya setahun sekali. Karena dedaunan lebih cepat panas dibandingkan udara, perubahan iklim di masa depan diperkirakan akan meningkatkan laju pemanasan hingga 1,4%. Saat suhu rata-rata berkisar 46,7 derajat Celcius, kegagalan fotosintesis pada daun pohon hutan tropis menurun. Jika hal ini terjadi, stomata akan menutup, sehingga mengurangi pendinginan transpirasi, dan daun mungkin tidak lagi dapat menjalankan fungsinya. Suhu daun ini jauh lebih tinggi dibandingkan suhu udara. Kata kunci: Suhu, Hutan Tropis.