Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

The relationship between the implementation of the five pillars of Community-Led Total Sanitation (CLTS) and the incidence of stunting at Sei Bejangkar Community Health Center Sylvana, Dhini; Husna, Fika Amaliza; Rahmadayani, Fanny; Djuang, Michelle Hendriani; Akbar, Khainir; Ibnu, Syahroni; Djohan, Djohan; Hutagalung, Tommy Rizky; Puspawani, Yeni; Napitu, Sabar Hamonangan Victorianus; Baeha, Ferdinando Motuho; Tarigan, Setia Budi
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i1.7435

Abstract

Researchers were interested in studying the impact of Community-based total sanitation on stunting in the service area of the Sei Bejangkar Health Center since the first survey indicated that 90 toddlers were stunted owing to the effects of inadequate sanitation. The study used a quantitative, cross-sectional methodology. This research was carried out near the Sei Bejangkar Health Center. All of the infants and toddlers in the puskesmas's operational region served as the study's population. Total sampling was used during the sampling process. Univariate, Bivariate, and Multivariate tests were utilized to analyze both main and secondary data in this study. Based on the data, it appears that there is no connection between the halt defecation movement and stunting in toddlers in the sei anchor health center's service area (P value of 0.529 or more than 0.05). Toddlers at the Sei Bejangkar Health Center are less likely to be stunted if open defecation is reduced. The p-value is 0.000, which means it's significantly larger than 0.05 (0.000 > 0.05).
PREVALENSI KASUS CEDERA KEPALA (TRAUMA KAPITIS) BERDASARKAN KLASIFIKASI DERAJAT KEPARAHANNYA PADA PASIEN OPERATIF DAN NON-OPERATIF DI RSU ROYAL PRIMA AYAHANDA DARI TAHUN 2021-2023 Singh, Sukmen Raj; Hutagalung, Tommy Rizky; Nasution, M. Andriady Saidi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48094

Abstract

Cedera kepala merupakan suatu trauma yang harus dianggap serius, karena cedera kepala adalah salah satu kasus yang memiliki tingkat mortalitas yang tinggi. Kondisi cedera kepala dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik dan kognitif seperti kebingungan, pandangan kosong, sakit kepala, gangguan keseimbangan, mual atau muntah, rasa lelah yang berlebihan, kantuk, penglihatan yang menurun, telinga berdenging, serta penurunan sensitivitas pada pancaindra. Cedera kepala sendiri terjadi akibat benturan mekanik yang berefek pada scalp atau kulit kepala, tulang tulang kranial, dan tulang tulang. Cedera kepala memiliki 3 derajat yang diukur berdasarkan Glassgow coma scale (GCS), yaitu cedera kepala ringan (CKR), cedera kepala sedang (CKS), cedera kepala berat (CKB). Penelitian ini menggunakan penelitian retrospektif deskriptif serta dilakukan di Rumah Sakit Umum Royal Prima Ayahanda Medan dari tahun 2021-2023, Sampel yang diambil menggunakan teknik total sampling yaitu 95 orang yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel dalam penelitian terdiri dari variabel bebas (variabel dependen) seperti jenis cedera kepala dan variabel terikat (variable independen) seperti Usia, jenis kelamin, jenis penatalaksanaan, serta mortality rate. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diperoleh Pasien cedera kepala berdasarkan GCS adalah cedera kepala ringan (CKR) sebanyak 76 pasien (80%), berdasarkan Usia adalah pada kelompok 15-24 Tahun (31,6%), berdasarkan Jenis Kelamin adalah Laki-laki 61 Pasien (64,2%), berdasarkan Tindakan adalah Non-Operatif 70 Pasien (73,7%), berdasarkan Mortality Rate adalah 3 Pasien (3,2%) dengan kasus terbanyak pada pasien CKB, yaitu 2 pasien.
The relationship between the implementation of the five pillars of Community-Led Total Sanitation (CLTS) and the incidence of stunting at Sei Bejangkar Community Health Center Sylvana, Dhini; Husna, Fika Amaliza; Rahmadayani, Fanny; Djuang, Michelle Hendriani; Akbar, Khainir; Ibnu, Syahroni; Djohan, Djohan; Hutagalung, Tommy Rizky; Puspawani, Yeni; Napitu, Sabar Hamonangan Victorianus; Baeha, Ferdinando Motuho; Tarigan, Setia Budi
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i1.7435

Abstract

Researchers were interested in studying the impact of Community-based total sanitation on stunting in the service area of the Sei Bejangkar Health Center since the first survey indicated that 90 toddlers were stunted owing to the effects of inadequate sanitation. The study used a quantitative, cross-sectional methodology. This research was carried out near the Sei Bejangkar Health Center. All of the infants and toddlers in the puskesmas's operational region served as the study's population. Total sampling was used during the sampling process. Univariate, Bivariate, and Multivariate tests were utilized to analyze both main and secondary data in this study. Based on the data, it appears that there is no connection between the halt defecation movement and stunting in toddlers in the sei anchor health center's service area (P value of 0.529 or more than 0.05). Toddlers at the Sei Bejangkar Health Center are less likely to be stunted if open defecation is reduced. The p-value is 0.000, which means it's significantly larger than 0.05 (0.000 > 0.05).
Clinical Outcome Pada Pasien Stroke Hemoragik Yang Dilakukan Tindakan Operasi Dalam Rentan Waktu Januari - Maret 2025 di RSU Royal Prima Ayahanda Tan, Hubert Hariman; Hutagalung, Tommy Rizky; Saidi Nasution, M. Andriady
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 10 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i10.7095

Abstract

Stroke hemoragik merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas dengan prognosis yang seringkali buruk. Berbagai faktor klinis seperti jenis operasi, usia, jenis stroke, dan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) awal diduga memengaruhi clinical outcome pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara variabel-variabel tersebut dengan luaran klinis pasien stroke hemoragik di RSU Royal Prima Ayahanda.Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 12 pasien stroke hemoragik yang dirawat periode Januari–Maret 2025. Data diperoleh dari rekam medis meliputi jenis operasi, usia, jenis stroke, GCS awal, dan clinical outcome yang diukur dengan Modified Rankin Scale (mRS). Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien berusia dewasa, berjenis kelamin laki-laki, dengan kasus terbanyak berupa intracerebral hemorrhage (ICH) dan GCS awal kategori ringan. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis operasi (p = 0,943), usia (p = 0,943), jenis stroke hemoragik (p = 0,943), dan GCS awal (p = 0,652) dengan clinical outcome (mRS). Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis operasi, usia, jenis stroke hemoragik, dan GCS awal tidak berhubungan secara signifikan dengan clinical outcome pasien stroke hemoragik. Penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar diperlukan untuk memperoleh hasil yang lebih representatif.