Sudirman, Rany Muliany
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Efektivitas Terapi Musik Degung Sunda Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Mulyati, Lia; Sudirman, Rany Muliany
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.017 KB)

Abstract

Hypertension is a degenerative disease that becomes an important health problem can cause various complications for the sufferer of one of the stress factors that affect through through the activation of hypotalamic-pituitary axis. Music therapy is one of the non-pharmacological techniques that has the effect of relaxation, which can affect the hypothalamic-pituitary-and adrenal mechanisms. Degung sunda one of the traditional musical instruments has a regular rhythm and rhythm that has a meditative impact. The objective of the study was to identify the effectiveness of Sundanese music therapy on the decrease of blood pressure in hypertensive patients in Pancalang sub-district, Kuningan Regency. Types of quasi experimental research with nonequivalent control group design. Sampling by purposive sampling technique 50 people with paired t-test data analysis. The results of music therapy therapy degu sunda can lower blood pressure, especially in systolic blood pressure (p value 0.02). There was a significant mean difference between systolic blood pressure in the control group and the intervention and no significant difference in mean diastolic blood pressure in the control group and intervention, Sundanese music therapy can lower blood pressure, especially in systolic blood pressure. The need for improved preventive health services in the form of counseling and health education with the provision of degener music intervention in patients with hypertension.
HUBUNGAN ANTARA USIA DAN INDEKS MASSA TUBUH DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RS JUANDA KUNINGAN TAHUN 2023 Sudirman, Rany Muliany; Saprudin, Nanang; Pricilla, Cucu Ratna Dewi
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.866

Abstract

Latar Belakang : Provinsi Jawa Barat merupakan provinsi yang menyumbang kasus kematian ibu tertinggi di Indonesia, angka kematian ibu di Provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 sebanyak 96 per 100.000 kelahiran hidup, preeklamsia menempati urutan pertama penyebab kematian ibu di Jawa Barat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia di RS Juanda Kuningan Tahun 2023. Metode Penelitian : Penelitian observasional analitik dengan rancangan cross-sectional, populasi sebanyak 401 ibu hamil dan sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 201 responden. Sumber data menggunakan data sekunder dan instrumen penelitian yang digunakan yaitu rekam medis, analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan chi-square. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden termasuk dalam kategori usia berisiko (<20 th dan >35 th) yaitu sebanyak 119 responden (59,2%), hampir setengahnya responden termasuk dalam kategori IMT overweight yaitu sebanyak 85 responden (42.3%), dan sebagian besar responden mengalami preeklamsia yaitu sebanyak 135 responden (67,2%). Terdapat hubungan antara usia ibu hamil dengan kejadian preeklamsia p value 0,000 dan OR 3.760, terdapat hubungan antara indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia p value 0,000. Simpulan dan saran : Terdapat hubungan antara usia dan indeks massa tubuh dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RS Juanda Kuningan Tahun 2023. Disarankan bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan ANC secara rutin dan program hamil diusia yang tepat untuk mencegah terjadinya preeklamsia.
PERAN PERAWAT EDUCATOR DAN MOTIVATOR PADA BALITA STUNTING DI KABUPATEN KUNINGAN TAHUN 2023 Nengsih, Neneng Aria; Sudirman, Rany Muliany; Khamaludin, Khamaludin
National Nursing Conference Vol. 1 No. 2 (2023): National Nursing Conference
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nnc.v1i2.867

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi stunting di dunia pada tahu 2020 sebanyak 149,2 juta (22,0%), di Indonesia sebanyak 5,33 juta (24,7%), sementara di tempat penelitian yaitu di Kabupaten Kuningan mengalami kenaikan 6,6% tahun 2022. Perawat memiliki peran mencegah stunting diantaranya melakukan edukasi dan motivasi kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan peran perawat sebagai educator dan motivator dengan balita stunting di Kabupaten Kuningan tahun 2023. Metode : Jenis penelitian adalah penelitian Kuantitatif dengan rancangan crosssectional. Populasi adalah ibu yang mempunyai balita stunting sebanyak 1.302 ibu. Teknik Sampling menggunakan Proportionate Startifed Random Sampling diperoleh sebanyak 306 sampel. Instrumen berupa kuesioner. Analisis dilakukan secara univariat distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan Chi Square. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar peran perawat sebagai educator baik (56,5%), dan peran perawat sebagai motivator baik (60,5%), kategori stunting pendek (71,2%). Analisis Chi square diperoleh p-value = 0,036 pada variabel peran educator dan p-value = 0,025 pada peran motivator. Simpulan dan saran : Ada hubungan peran perawat sebagai educator dan motivator dengan balita stunting di Kabupaten Kuningan. Saran diharapkan responden dapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi dalam perilaku pencegahan stunting.
Pengaruh bolu kukus pisang kepok terhadap peningkatan berat dan tinggi badan balita stunting Nengsih, Neneng Aria; Sudirman, Rany Muliany; Saprudin, Nanang; Badriah, Dhiya
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bqxaq592

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Kuningan khususnya CigandaMekar menjadi prioritas utama dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia karena tingginya prevalensi stunting pada balita. Perlu adanya olahan bahan lokal  dari pisang kepok kaya nutrisi dan berpotensi meningkatkan tinggi dan berat badan balita. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh olahan pisang kepok terhadap perubahan berat dan tinggi badan balita stunting. Metode: Quasi eksperimental dengan model nonequivalent control group. Sampel sebanyak 36 balita stunting yang dibagi menjadi kelompok intervensi (18 balita) dan kelompok kontrol (18 balita) dipilih secara consecutive sampling. Instrumen terdiri dari timbangan berat badan, microtoise serta SOP. Olahan lokal pisang kepok diberikan setiap hari selama 3 minggu. Data dianalisis menggunakan uji paired samples t-test dan independent samples t-test. Hasil : Pada kelompok intervensi terdapat peningkatan berat badan (0,72 kg dengan nilai p=0,026) dan tinggi badan (0,87 cm dengan nilai p=0,000). Pada kelompok kontrol terdapat peningkatan berat badan (0,08 kg dengan nilai p=0,000) dan tinggi badan (0,45 cm dengan nilai p=0,001). Terdapat perbedaan signifikan rata-rata berat dan tinggi badan antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol dengan nilai p=0,000 dan p=0,001. Kesimpulan : Kelompok intervensi lebih signifikan dalam peningkatan berat dan tinggi badan balita stunting dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Pengaruh edukasi media audiovisual dan flashcard terhadap pengetahuan cuci tangan pakai sabun Nurhasanah, Windy; Nengsih, Neneng Aria; Sudirman, Rany Muliany
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/fz10d570

Abstract

Latar Belakang: Edukasi penting dalam meningkatkan pengetahuan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada anak. Media, seperti audiovisual dan flashcard dapat mendukung proses peningkatan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media audiovisual dan flashcard terhadap pengetahuan CTPS.Metode: Penelitian quasy experiment dengan desain two group pre-test and post-test melibatkan 34 siswa kelas 1 sebagai sampel total. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan CTPS. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil: Nilai rata-rata pengetahuan CTPS sebelum pemberian edukasi dengan media audiovisual yaitu 9,06 dan setelah pemberian edukasi menjadi 14,00. Nilai rata-rata pengetahuan CTPS sebelum pemberian edukasi dengan media flashcard yaitu 9,12 dan setelah pemberian edukasi menjadi 14,76. Hasil uji wilcoxon kelompok media audiovisual maupun media flashcard mendapatkan hasil p-value = 0,000. Hasil uji mannwhitney diperoleh p-value = 0,007.Kesimpulan: Terdapat pengaruh edukasi media audiovisual maupun media flashcard terhadap pengetahuan CTPS. Edukasi media flashcard lebih efektif dibandingkan media audiovisual terhadap pengetahuan CTPS.
Efektivitas minuman jahe dan aromaterapi jeruk nipis terhadap tingkat nyeri dismenore pada mahasiswi Sudirman, Rany Muliany; Moonti, Mutia Agustiani; Azahra, Hana Raihan
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/yej0fj86

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi dismenore di Indonesia tercatat sebesar 72,89% dan sebanyak 54% terjadi pada remaja putri. Metode guna menurunkan dismenore dengan pendekatan non farmakologi seperti pemberian minuman jahe dan  aromaterapi jeruk nipis. Hasil studi pendahuluan didapatkan 50% mahasiswi mengalami dismenore. Tujuan penelitian menganalisis efektivitas minuman jahe dan aromaterapi jeruk nipis terhadap tingkat nyeri dismenore.Metode: Design quasi-experiment dengan one-group pretest-posttest design. Sampel penelitian menggunakan purposive sampling sebanyak 18 responden dari jumlah populasi sebanyak 86 mahasiswi prodi keperawatan tingkat 1. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, Numeric Rating Scale (NRS), SOP pembuatan minuman jahe, SOP pemberian aromaterapi jeruk nipis. Analisa data bivariat menggunakan uji wilcoxon signed rank test.Hasil: Hasil analisis univariat menunjukkan hasil pre-test rata-rata tingkat nyeri dismenore sebesar 4,55 sedangkan hasil post-test menunjukan rata-rata tingkat nyeri dismenore sebesar 3,33. Analisis bivariat didapatkan p value = 0,000.Kesimpulan: Penerapan ini tidak memerlukan peralatan khusus sehingga dapat dengan mudah diimplementasikan dalam rutinitas harian selama fase menstruasi.
Pengaruh Kompres Dingin dan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Putri di Kabupaten Cirebon Tahun 2024 Sudirman, Rany Muliany; Widianingsih, Ilda; Fatmawati, Reni
Jurnal Keperawatan Galuh Vol 7, No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jkg.v7i1.17877

Abstract

Dysmenorrhea is a common health problem among adolescent girls and may interfere with daily activities. Non-pharmacological management is needed as a safe and easily applicable alternative, including cold and warm compress therapy. This study aimed to analyze the effects of cold and warm compresses on reducing dysmenorrhea pain and to compare the effectiveness of both interventions among adolescent girls. This study employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest approach. A total of 32 adolescent girls aged 15–19 years in Cikancas Village, Beber District, Cirebon Regency, were selected using accidental sampling. Participants were divided into two intervention groups: cold compress and warm compress. Pain intensity was measured before and after the interventions using a pain scale. Data were analyzed using the Friedman test. The results showed that both cold and warm compresses significantly reduced dysmenorrhea pain (p < 0.05). The reduction in pain intensity was greater in the warm compress group compared to the cold compress group. A significant difference in effectiveness was found between the two interventions, indicating that warm compress therapy was more effective in reducing dysmenorrhea pain. Both cold and warm compresses are effective in reducing dysmenorrhea pain; however, warm compress therapy is more strongly recommended as a non-pharmacological intervention in adolescent nursing practice.