Articles
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Kelurahan Cijoho Wilayah Kerja Puskesmas Kuningan Tahun 2017
Nengsih, Neneng Aria;
Saprudin, Nanang;
Arief, Lisa Novita
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (169.456 KB)
ISPA is kind of disease it might infected. ISPA also kind of disease are still exsist and its become a big issue of global in all countries. The case of ISPA to an infants in Kuningan now isreach of 69,17% in area of work central population (PUSKESMAS) in the village of Cijoho Kuningan its become number 1 intotal of infants and tis is most highhest ranking of diseas in years 2015-2016 withISPA. The reason in this case is explain to analysis the factor of risk which combinate its happening ti ISPA for infants in the village of Cijoho working area Puskesmas Kuningan 2017. Type of reserch is quantitative analytic survey with design cross-sectional. The sample 250 infants with sampling techniques Proportionate Stratified Random Sampling. Research instrument used is the weight scale,measuring height, questionnaries and obsevation sheets that have tesed the validity. Data analysis using standard chii-square with significant (0,05). Factor whice combine with ISPA its happening to infants within research when in the family is smoking with p-value = 0,011 given breast feeding exclusiv of p-value = 0,017, in status of protein, the result of imunisation, the knowledge of being mother is not combine with the meaning of ISPA to the infants in the village of Cijoho working are Puskesmas Kuningan 2017. Informing the message to all mother who have an infants to more cares and given breast feeding exclusiv within 0-6 months and contynuesly until 2,5 years old of your infants, so your baby is not easy to have a virus or bacterial in any mamber in your family is smoking inside of the house, so please to stop it to avoid negativ health to your infants.
Peningkatan Pengetahuan Orangtua Tentang Perawatan Pasca Tranfusi Pada Anak Thalasemia Melalui Pemberian Komunikasi Informasi Edukasi Berbasis Audio Visual di Kabupaten Kuningan
Saprudin, Nanang;
Sudirman, Rani Muliany
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 10 No 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (306.284 KB)
|
DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.88
Latar Belakang: Insidensi thalasemia pada anak, saat ini terus mengalami peningkatan. Thalasemia yang diderita anak bisa menurunkan kualitas hidup anak baik aspek fisik maupun psikologis. Perawatan pasca tranfusi yang kurang tepat oleh orang tua dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam perawatan pasca tranfusi bisa dilakukan melalui pemberian komunikasi informasi dan edukasi berbasis audio visual. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan orang tua dalam perawatan pasca tranfusi pada anak thalasemia sebelum dan sesudah pemberian KIE. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design dengan menggunakan one group pretest posttest. Subjek penelitian ini adalah orang tua dengan anak thalasemia sesuai kriteria. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling sejumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisioner, pemutar video dan LCD. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji t dependen. Hasil : penelitian menunjukan ada peningkatan skor dan perbedaan pengetahun responden dengan p value 0,000 < 0,05. Simpulan : terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan setelah pemberian KIE dan terdapat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah pemberian KIE. Saran : bagi orang tua untuk menambah informasi menggunakan media elektronik sejenis serta bagi rumah sakit untuk memasukan KIE berbasis audio visual sebagai pengembangan program dalam media penyuluhan khususnya tentang perawatan pasca tranfusi kepada orang tua dengan anak thalassemia.
Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Perawat Puskesmas Dengan Terlaksananya Program Perawatan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Kuningan
Hermansyah, Heri;
Saprudin, Nanang;
Muhaimin, Muhammad Yahya
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol 2 No 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (259.999 KB)
Pendahuluan: Sebanyak 37 Puskesmas yang ada di Kabupaten Kuningan hanya ada 6 Puskesmas yang sudah menjalankan program secara optimal dan memiliki Nursing Center, dan 31 Puskesmas lainnya belum menjalankan program secara optimal sertabelum memiliki Nursing Center.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Perawat Puskesmas Dengan Terlaksananya Program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) Di Kabupaten Kuningan. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Responden penelitian berjumlah 100 responden yang diambil secara Proportionate Stratified Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer kemudian di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan rank spearman dengan standar signifikan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat Hubungan Yang Signifikan Antara Pengetahuan Perawat Puskesmas Dengan Terlaksananya Program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) denganp value0,005, terdapat Hubungan Yang Signifikan Antara Sikap Perawat Puskesmas Dengan Terlaksananya Program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) dengan p value 0,001. Kesimpulan: Sebagian kecil perawat puskesmas di Kabupaten Kuningan belum melaksanakan program Perkesmas secara optimal dikarenakan masih ada perawat Puskesmas yang belum memahami pentingnya program Perkesmas. Dengan penelitian ini diharapkan perawat Puskesmas dapat terus meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan program Perkesmas sehingga pelaksanaan program Perkesmas bisa lebih optimal sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Perawat Puskesmas Dengan Terlaksananya Program Perawatan Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Kuningan
Heri Hermansyah;
Nanang Saprudin;
Muhammad Yahya Muhaimin
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 2 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendahuluan: Sebanyak 37 Puskesmas yang ada di Kabupaten Kuningan hanya ada 6 Puskesmas yang sudah menjalankan program secara optimal dan memiliki Nursing Center, dan 31 Puskesmas lainnya belum menjalankan program secara optimal sertabelum memiliki Nursing Center.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Pengetahuan Dan Sikap Perawat Puskesmas Dengan Terlaksananya Program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) Di Kabupaten Kuningan. Metode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Responden penelitian berjumlah 100 responden yang diambil secara Proportionate Stratified Random Sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan data primer kemudian di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan rank spearman dengan standar signifikan 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat Hubungan Yang Signifikan Antara Pengetahuan Perawat Puskesmas Dengan Terlaksananya Program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) denganp value0,005, terdapat Hubungan Yang Signifikan Antara Sikap Perawat Puskesmas Dengan Terlaksananya Program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) dengan p value 0,001. Kesimpulan: Sebagian kecil perawat puskesmas di Kabupaten Kuningan belum melaksanakan program Perkesmas secara optimal dikarenakan masih ada perawat Puskesmas yang belum memahami pentingnya program Perkesmas. Dengan penelitian ini diharapkan perawat Puskesmas dapat terus meningkatkan pengetahuan dan sikap terhadap pelaksanaan program Perkesmas sehingga pelaksanaan program Perkesmas bisa lebih optimal sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Kelurahan Cijoho Wilayah Kerja Puskesmas Kuningan Tahun 2017
Neneng Aria Nengsih;
Nanang Saprudin;
Lisa Novita Arief
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 6 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ISPA is kind of disease it might infected. ISPA also kind of disease are still exsist and its become a big issue of global in all countries. The case of ISPA to an infants in Kuningan now isreach of 69,17% in area of work central population (PUSKESMAS) in the village of Cijoho Kuningan its become number 1 intotal of infants and tis is most highhest ranking of diseas in years 2015-2016 withISPA. The reason in this case is explain to analysis the factor of risk which combinate its happening ti ISPA for infants in the village of Cijoho working area Puskesmas Kuningan 2017. Type of reserch is quantitative analytic survey with design cross-sectional. The sample 250 infants with sampling techniques Proportionate Stratified Random Sampling. Research instrument used is the weight scale,measuring height, questionnaries and obsevation sheets that have tesed the validity. Data analysis using standard chii-square with significant (0,05). Factor whice combine with ISPA its happening to infants within research when in the family is smoking with p-value = 0,011 given breast feeding exclusiv of p-value = 0,017, in status of protein, the result of imunisation, the knowledge of being mother is not combine with the meaning of ISPA to the infants in the village of Cijoho working are Puskesmas Kuningan 2017. Informing the message to all mother who have an infants to more cares and given breast feeding exclusiv within 0-6 months and contynuesly until 2,5 years old of your infants, so your baby is not easy to have a virus or bacterial in any mamber in your family is smoking inside of the house, so please to stop it to avoid negativ health to your infants.
Pengaruh Penggunaan Nesting Terhadap Perubahan Suhu Tubuh Saturasi Oksigen Dan Frekuensi Nadi Pada Bayi Berat Badan Lahir Rendah di Kota Cirebon
Nanang Saprudin;
Isti Kumala Sari
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jikbh.v9i2.63
Bayi berat lahir rendah di Indonesia masih tergolong tinggi dan masih menjadi perhatian serius. BBLR mengakibatkan gangguan fungsi vital organ yang berakhir pada penurunan kualitas proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Penanganan BBLR yang dianjurkan adalah penggunaan nesting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan nesting terhadap perubahan suhu tubuh, saturasi oksigen dan frekuensi nadi bayi berat lahir rendah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design dengan menggunakan one group pretest posttest. Subjek penelitian ini adalah BBLR sesuai kriteria. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 40 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, termometer dan probe finger oxymetri yang telah dikalibrasi. Analisis yang digunakan adalah uji beda dengan dependent t tes. Hasil penelitian menunjukan terdapat peningkatan rerata suhu tubuh, saturasi oksigen dan frekuensi nadi pada BBLR setelah penggunaan nesting. Hasil penelitian terdapat perbedaan suhu tubuh, saturasi oksigen dan frekuensi nadi pada BBLR dengan masing – masing p value < 0,05. Simpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh nesting terhadap suhu tubuh, saturasi oksigen dan frekuensi nadi pada BBLR. Disarankan bagi perawat untuk melaksanakan penggunaan nesting secara berkelanjutan pada BBLR diruangan agar pemulihan dan kestabilan tanda vital bayi BBLR bisa dilaksanakan dengan tepat dan cepat.
Peningkatan Pengetahuan Orangtua Tentang Perawatan Pasca Tranfusi Pada Anak Thalasemia Melalui Pemberian Komunikasi Informasi Edukasi Berbasis Audio Visual di Kabupaten Kuningan
Nanang Saprudin;
Rani Muliany Sudirman
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jikbh.v10i1.88
Latar Belakang: Insidensi thalasemia pada anak, saat ini terus mengalami peningkatan. Thalasemia yang diderita anak bisa menurunkan kualitas hidup anak baik aspek fisik maupun psikologis. Perawatan pasca tranfusi yang kurang tepat oleh orang tua dipengaruhi oleh faktor pengetahuan. Upaya untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam perawatan pasca tranfusi bisa dilakukan melalui pemberian komunikasi informasi dan edukasi berbasis audio visual. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan orang tua dalam perawatan pasca tranfusi pada anak thalasemia sebelum dan sesudah pemberian KIE. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design dengan menggunakan one group pretest posttest. Subjek penelitian ini adalah orang tua dengan anak thalasemia sesuai kriteria. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling sejumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisioner, pemutar video dan LCD. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji t dependen. Hasil : penelitian menunjukan ada peningkatan skor dan perbedaan pengetahun responden dengan p value 0,000 < 0,05. Simpulan : terdapat peningkatan rerata skor pengetahuan setelah pemberian KIE dan terdapat perbedaan pengetahuan responden sebelum dan sesudah pemberian KIE. Saran : bagi orang tua untuk menambah informasi menggunakan media elektronik sejenis serta bagi rumah sakit untuk memasukan KIE berbasis audio visual sebagai pengembangan program dalam media penyuluhan khususnya tentang perawatan pasca tranfusi kepada orang tua dengan anak thalassemia.
PENINGKATAN SIKAP DAN MOTIVASI ORANGTUA TENTANG PERAWATAN PASCA TRANFUSI PADA ANAK THALASEMIA MELALUI PEMBERIAN KOMUNIKASI INFORMASI EDUKASI BERBASIS AUDIO VISUAL DI KABUPATEN KUNINGAN
Nanang Saprudin;
Rany Muliany Sudirman
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 1 No 1 (2020): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.34305/jnpe.v1i1.195
Insidensi thalasemia pada anak, saat ini terus mengalami peningkatan. Thalasemia yang diderita anak bisa menurunkan kualitas hidup anak baik aspek fisik maupun psikologis. Perawatan pasca tranfusi yang kurang tepat oleh orang tua dipengaruhi oleh faktor sikap dan motivasi orangtua. Upaya untuk meningkatkan sikap dan motivasi orang tua dalam perawatan pasca tranfusi bisa dilakukan melalui pemberian komunikasi informasi dan edukasi berbasis audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap dan motivasi orang tua dalam perawatan pasca tranfusi pada anak thalasemia sebelum dan sesudah pemberian KIE. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design dengan menggunakan one group pretest posttest. Subjek penelitian ini adalah orang tua dengan anak thalasemia sesuai kriteria. Teknik pengambilan sampel dengan accidental sampling sejumlah 30 responden. Instrumen yang digunakan menggunakan kuisioner, pemutar video dan LCD. Analisis bivariat yang digunakan adalah uji t dependendan uji wilcoxon. Penelitian menunjukan ada peningkatan skor dan perbedaan sikap (p value = 0,000) dan motivasi (p value = 0,001)< 0,05. Terdapat peningkatan rerata skor sikap dan motivasi setelah pemberian KIE dan terdapat perbedaan sikap dan motivasi responden sebelum dan sesudah pemberian KIE. Bagi orang tua untuk menambah informasi menggunakan media elektronik sejenis serta bagi rumah sakit untuk memasukan KIE berbasis audio visual sebagai pengembangan program dalam media penyuluhan khususnya tentang perawatan pasca tranfusi kepada orang tua dengan anak thalassemia.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN HEALTH BELIEF MODEL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUN DAN SIKAP IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PENTAVALEN DI DESA WANGKELANG
Nanang Saprudin;
Aditia Puspa Negara;
Buggy Guntara
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 4 No 2 (2016): Juli-Desember
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) INDRAMAYU
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1420.299 KB)
|
DOI: 10.36973/jkih.v4i2.11
Pengantar : Imunisasi pentavalen bertujuan mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus dan hepatitis B. Capaian imunisasi pentavalen terendah terdapat di Desa Wangkelang sekitar 6,8 % pada tahun 2014. Kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi pentavalen dapat ditingkatkan melalui pendidikan kesehatan berbasis health belief model. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan health belief model terhadap tingkat pengetahuan dan sikap ibu dalam memberikan imunisasi pentavalen di Desa Wangkelang Wilayah Kerja Puskesmas Cingambul tahun 2015. Metode : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre-experimental design with one group pre-test post-test. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak usia 18 bulan sebanyak 41 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Uji statistik menggunakan uji paired test. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pengetahuan dan sikap ibu adalah quisioner. Hasil : Hasil penelitian menunjukan semua responden meningkat pengetahuannya serta hampir seluruhnya responden (95,1 %) meningkat pula sikapnya setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil uji statistik menunjukan nilai p value tingkat pengetahuan = 0,0001 < α (0.05) serta nilai p value sikap = 0,0001 < α (0.05). Simpulan & Saran : Terdapat pengaruh antara pendidikan kesehatan health belief model dengan pengetahuan maupun dengan sikap ibu dalam pemberian imunisasi pentavalen pada anak di Desa Wangkelang Wilayah Kerja Puskesmas Cingambul tahun 2015. Saran bagi ibu untuk lebih aktif mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan dan tidak ragu untuk memberikan imunisasi pentavalen pada anak.