Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konsekuensi Representasi Propaganda Budaya dan Ideologi Dalam Film Wijaya, Maman
IMAJI Vol. 12 No. 2 (2021): Panorama Mengamplifikasi Gagasan melalui Media Audio-Visual
Publisher : Fakultas Film dan Televisi - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52290/i.v12i2.47

Abstract

Merepresentasikan propaganda budaya dan ideologi memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sekedar merepresentasikan pesan informatif. Artikel ini bertujuan untuk menelaah konsekuensi apa saja bila propaganda budaya dan ideologi direpresentasikan di dalam film. Pembahasannya bersifat kualitatif menggunakan data dari beberapa artikel film ditambah pengalaman penulis dalam berinteraksi dengan para pembuat film serta pengalaman menonton film bersama masyarakat. Kajiannya lebih dititikberatkan pada perspektif penonton awam yang tidak mengetahui teori Semiotika sebagaimana penonton pada umumnya. Hasilnya disimpulkan ada lima konsekuensi, yaitu: (1) munculnya persepsi penonton yang berbeda dari yang diharapkan; (2) munculnya perbedaan perilaku penonton akibat dari perbedaan interpretasi terhadap representasi yang diterimanya; (3) Ketiga, dampak dari sifat komunikasi, yaitu pesan yang direpresentasikan dalam film bersifat irreversible; (4) munculnya anggapan bahwa dalam proses pembuatan film ada problem etika; dan (5) kesan totalitas isi film menjadi kabur akibat pesan ganda yang direpresentasikan.
Eksplorasi Motif Batik Tamarin Berbasis Filosofi Tokoh Wayang Golek Dewi Drupadi di Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang Hadijah, Ijah; Anggakarti, Deden Maulana; Pertiwi, Annisa Bela; Wijaya, Maman
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i3.1054

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengeksplorasi dan mengembangkan motif Batik Tamarin yang terinspirasi dari filosofi tokoh wayang golek Dewi Drupadi sebagai upaya pelestarian budaya lokal sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat Desa Cikurubuk, Kecamatan Buahdua, Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah partisipatif dengan tahapan observasi, sosialisasi, pelatihan membatik, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan produksi, hingga evaluasi. Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan terlihat sangat antusias, meskipun sebelumnya belum mengenal tradisi membatik. Beberapa motif telah berhasil dirancang, di antaranya Drupadi Berjuang, Gunungan Sunda, Alam Cikurubuk, dan Golek Karuhun. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai filosofis tokoh wayang golek dengan keterampilan membatik dapat menjadi strategi pemberdayaan desa berbasis ekonomi kreatif dan pelestarian budaya.
Peningkatan Daya Tarik Produk UMKM Cimahi melalui Pendampingan Re-Desain Kemasan di Mozi Design Institute Anggakarti, Deden Maulana; Pertiwi, Annisa Bela; Hadijah, Ijah; Wijaya, Maman
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Mayarakat: In-Progress
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v6i2.5651

Abstract

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan nyata pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Cimahi terhadap kemasan yang mudah dibaca, konsisten secara visual, dan layak produksi. Di lapangan, banyak UMKM—terutama yang masih mengandalkan platform desain berbasis template—menghadapi masalah keterbacaan, ketidakteraturan hierarki informasi, serta berkas yang tidak memenuhi standar pra-cetak, sehingga menghambat proses produksi dan promosi. Menjawab persoalantersebut, kegiatan yang dilaksanakan pada 26 Agustus 2025 di Mozi Design Institute ini menargetkan delapan pelaku UMKM lintas sektor di Kota Cimahi (n = 8) yang mengalami kendala keterbacaan kemasan, ketidakkonsistenan identitas visual, dan ketidaksiapan berkas pra-cetak, untuk didampingi melalui sesi re-desain terstruktur guna memperkuat pesan, identitas merek, dan kesiapan teknis kemasan. Metode yang digunakan adalah kualitatif Participatory Action Research melalui satu siklus PDSA: pemetaan kebutuhan dan perancangan bersama; workshop praktis menggunakan Canva; klinik desain individual untuk penyempurnaan berkas; serta evaluasi melalui observasi, checklist pracetak, wawancara singkat, dan telaah artefak. Hasil menunjukkan peningkatan keterbacaan judul, penegasan hirarki informasi, dan konsistensi warna–tipografi. Sebagian besar peserta menuntaskan berkas siap cetak (PDF Print dengan bleed dan crop marks) serta mockup untuk promosi; peserta lainnya membawa draf kuat dengan rencana tindak lanjut (uji cetak kecil, penambahan QR/kontak). Model pendampingan ini ringkas, kontekstual, dan mudah direplikasi pada komunitas serupa.