Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sumbangsih Juhani Pallasmaa dalam Teori Arsitektur Sabatini, Stefani Natalia; Kurniati, Feni; Haristianti, Vika; Sudrajat, Iwan
RUAS Vol. 15 No. 2 (2017)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2017.015.02.6

Abstract

Given the condition that there is very limited discussion about Juhani Pallasmaa ideas, this study aims to discover substantial overview of Pallasmaa selected writings. This study was conducted by extracting five key writings of Pallasmaa and then complemented it by others’ writings, which also focus on Pallasmaa’s notions. The findings show that Pallasmaa ideas can be devided into several topics which are multisensoric architecture, technology and computation, cultural and historical based considerations, contextualization, and imagination in architectural design.
Perkembangan Tipologi Rumah Vernakular dan Responnya terhadap Bahaya Gempa Studi Kasus: Desa Duku Ulu, Bengkulu sudrajat, Iwan; Triyadi, Sugeng; Harapan, Andi
Jurnal Permukiman Vol 5 No 3 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2010.5.107-115

Abstract

Desa Duku Ulu, Bengkulu merupakan salah satu desa tua di Kabupaten Rejang Lebong, yang sudah sering mengalami kejadian gempa yang menyebabkan banyak bangunan yang rusak (ringan, sedang, dan berat). Uniknya terdapat beberapa bangunan vernakular khas daerah tersebut yang masih bert ahan (hanya mengalami rusak kecil). Sayangnya kelebihan ini tidak dipotensialkan oleh masyarakat, perkembangan bangunan yang muncul sekarang justru banyak mengalami perubahan. Perubahan yang terjadi adalah perubahan bentuk, sistem struktur, material yang digunakan, dan sistem konstruksi (sambungan). Terdapat 5 tipologi bangunan vernakular di desa ini yang merupakan hasil perkembangan bangunan yang ada. Tipologi 1 merupakan rumah lama masyarakat Rejang (yang keberadaannya sudah sangat jarang, yang dinyatakan masyarakat sebagai rumah paling tua di Rejang Lebong, yang terbuat dari kayu yang dibangun sekitar tahun 1800-an). Tipologi 2 merupakan perkembangan dari tipologi 1 tetapi dengan bentuk yang lebih sederhana (hanya tinggal 5 bangunan). Tipologi 3 merupakan tipologi kolonial, yang pembangunannya dibantu oleh Belanda sekitar tahun 1924. Tipologi 4 merupakan tipologi yang dibangun oleh tukang dari Sungai Musi (Palembang), yang dibangun sekitar tahun 1980-an. Tipologi yang terakhir adalah tipologi 5 yang banyak dikembangkan oleh penduduk yang dibangun tahun 1990-an. Perubahan bentuk yang terjadi menunjukkan perkembangan bangunan rumah vernakular kearah pengurangan terhadap respon gempa, yang dapat dilihat dari bentuk bangunan, sistem struktur bangunan, material yang digunakan, dan sistem konstruksi (sambungan). Gempa yang seharusnya menjadi indikator peningkatan pengetahuan lokal penduduk untuk merespon gempa justru tidak terjadi. Kejadian gempa menyebabkan semakin buruknya respon bangunan terhadap resiko gempa. Tidak heran ketika gempa tahun 1979, 1997, dan 2000 banyak bangunan rumah vernakular tersebut yang rusak berat. Hilangnya kemampuan penduduk disebabkan oleh 3 faktor, yaitu: 1) semakin berkurangnya ahli (tukang) yang membangun bangunan, 2) susahnya mencari material kayu, 3) budaya instan, yang ingin cepat membangun rumah.
PENERAPAN KONSEP FREEDOM OF USE PADA KARYA ANNE LACATON DAN JEAN PHILIPPE VASSAL Sitorus, Nurul Adha; Hanjayani, Masita; Nurrahmada, Hana Hali; Sudrajat, Iwan
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4323

Abstract

Abstract: Anne Lacaton and Jean Philippe Vassal are French architects renowned for their "freedom of use" approach in their works. This concept rejects conventional spatial standards and emphasizes spatial generosity, economic efficiency, and sustainability in the design of living spaces. This article aims to examine the application of the "freedom of use" concept in their major projects through a qualitative literature study. The analysis focuses on identifying key principles and their contributions to architectural practice. The findings indicate that this approach holds significant potential in creating flexible, participatory spaces centered on user well-being, while also offering sustainable design alternatives in a global context. Keywords: freedom of use, participatory architecture, spatial flexibility, sustainability, Lacaton & Vassal Abstrak: Anne Lacaton dan Jean Philippe Vassal merupakan arsitek asal Perancis yang dikenal melalui pendekatan "freedom of use" dalam karya-karyanya. Konsep ini menolak standar spasial konvensional dan menekankan prinsip kedermawanan ruang, efisiensi ekonomi, serta keberlanjutan dalam mendesain ruang hidup. Artikel ini bertujuan mengkaji penerapan konsep "freedom of use" dalam proyek-proyek utama mereka dengan pendekatan studi literatur kualitatif. Analisis difokuskan pada identifikasi prinsip-prinsip utama dan kontribusinya terhadap praktik arsitektur. Hasil studi menunjukkan bahwa pendekatan ini memiliki potensi besar dalam menghasilkan ruang yang fleksibel, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan pengguna, serta menawarkan alternatif desain berkelanjutan dalam konteks global. Kata Kunci: freedom of use, arsitektur partisipatif, fleksibilitas ruang, keberlanjutan, Lacaton & Vassal