Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JICS : Journal Of International Community Service

UPAYA KEPOLISIAN DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP ANAK YANG DILAKUKAN OLEH ANAK PELAJAR SEBAYA Abdullah, La Ode Dedi; Pratiwi, Endang Tri
JICS : Journal Of International Community Service Vol 1 No 02 (2022): JICS : Journal Of International Community Service
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jics.v1i02.425

Abstract

Peranan Kepolisian menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang terdapat dalam Pasal 5 ayat (1). Peran Polres Baubau dalam memberantas tindak pidana kekerasan terhadap anak dengan kekerasan menggunakan upaya represif, karena yang dilakukan oleh pihak Polres Baubau pada saat telah terjadi tindak pidana/kejahatan yang tindakannya berupa penegakan hukum (law enforcement). Hambatan dalam penanggulangan tindak pidana dengan kekerasan terahdap anak dengan pelaku anak sebaya adalah di Polres Baubau kurangnya partisipasi dari Masyarakat. Masyarakat sangat berperan penting dalam penanggulangan tindak pidana dengan kekerasan ini, sehingga antara masyarakat dengan pihak kepolisian memiliki hubungan yang saling berkaitan. Saksi susah dimintai keterangan. Hal ini karena banyaknya saksi yang takut terlibat dalam proses pengadilan. Dikarenakan adanya saksi yang tidak bisa diajak bekerjasama. Korban dalam terjadinya tindak pidana kekerasan juga patut diperhatikan dan menjadi salah satu faktor yang penting dalam terjadinya tindak pidana kekerasan. Kekerasan ini tidak akan terjadi apabila tidak adanya niat dari sipelaku sendiri, kewaspadaan korban, tingginya tingkat keamanan di Polres Baubau, pergaulan pelaku yang baik, tidak adanya kesempatan sekecil apapun yang diberikan korban kepada sipelaku.
SINERGITAS PENDAMPING HUKUM DAN UNIT PENJAGA TAHANAN DALAM MENJAGA TERJADINYA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN ANTAR WARGA BINAAN LAPAS KELAS IIA BAUBAU Abdullah, La Ode Dedi; Tri Pratiwi, Endang; Abdullah, Rudi
JICS : Journal Of International Community Service Vol 2 No 02 (2023): JICS : Journal Of International Community Service
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM Azramedia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jics.v2i02.1101

Abstract

The result is the first: in dealing with the violence that has occurred against fellow citizens, the social security agencies are engaged in preventive and repressive efforts, such as interacting with the civilians, improving surveillance and construction, socializing human rights values in construction, giving day leave, conditional leave, family visiting leave, and conditional release. And second: The inhibitory factors of the Marketing Institute in counteracting the violence committed by the prisoners at the IIA Baubau Marketing Institute are: 1) the formation of a ruling group, 2) the interconnection between the builders, 3) the number of builders exceeding the capacity, where the number is 1538 builders while the residential capacity is 477 people, 4) the lack of number of officers that secure Lapas.
UPAYA KEPOLISIAN DALAM PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP ANAK YANG DILAKUKAN OLEH ANAK PELAJAR SEBAYA Abdullah, La Ode Dedi; Pratiwi, Endang Tri
JICS : Journal Of International Community Service Vol 1 No 02 (2022): JICS : Journal Of International Community Service
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jics.v1i02.425

Abstract

Peranan Kepolisian menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 Tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia yang terdapat dalam Pasal 5 ayat (1). Peran Polres Baubau dalam memberantas tindak pidana kekerasan terhadap anak dengan kekerasan menggunakan upaya represif, karena yang dilakukan oleh pihak Polres Baubau pada saat telah terjadi tindak pidana/kejahatan yang tindakannya berupa penegakan hukum (law enforcement). Hambatan dalam penanggulangan tindak pidana dengan kekerasan terahdap anak dengan pelaku anak sebaya adalah di Polres Baubau kurangnya partisipasi dari Masyarakat. Masyarakat sangat berperan penting dalam penanggulangan tindak pidana dengan kekerasan ini, sehingga antara masyarakat dengan pihak kepolisian memiliki hubungan yang saling berkaitan. Saksi susah dimintai keterangan. Hal ini karena banyaknya saksi yang takut terlibat dalam proses pengadilan. Dikarenakan adanya saksi yang tidak bisa diajak bekerjasama. Korban dalam terjadinya tindak pidana kekerasan juga patut diperhatikan dan menjadi salah satu faktor yang penting dalam terjadinya tindak pidana kekerasan. Kekerasan ini tidak akan terjadi apabila tidak adanya niat dari sipelaku sendiri, kewaspadaan korban, tingginya tingkat keamanan di Polres Baubau, pergaulan pelaku yang baik, tidak adanya kesempatan sekecil apapun yang diberikan korban kepada sipelaku.
SINERGITAS PENDAMPING HUKUM DAN UNIT PENJAGA TAHANAN DALAM MENJAGA TERJADINYA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN ANTAR WARGA BINAAN LAPAS KELAS IIA BAUBAU Abdullah, La Ode Dedi; Tri Pratiwi, Endang; Abdullah, Rudi
JICS : Journal Of International Community Service Vol 2 No 02 (2023): JICS : Journal Of International Community Service
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jics.v2i02.1101

Abstract

The result is the first: in dealing with the violence that has occurred against fellow citizens, the social security agencies are engaged in preventive and repressive efforts, such as interacting with the civilians, improving surveillance and construction, socializing human rights values in construction, giving day leave, conditional leave, family visiting leave, and conditional release. And second: The inhibitory factors of the Marketing Institute in counteracting the violence committed by the prisoners at the IIA Baubau Marketing Institute are: 1) the formation of a ruling group, 2) the interconnection between the builders, 3) the number of builders exceeding the capacity, where the number is 1538 builders while the residential capacity is 477 people, 4) the lack of number of officers that secure Lapas.