Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PROGRAM INSPEKSI DALAM PENCAPAIAN BUDAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI PT HEXINDO ADIPERKASA TBK BALIKPAPAN Rosyiid, Muhammad Haedar Ali; Rusba, Komeyni; Pongky, Patunru; Swandito, Adji
IDENTIFIKASI Vol 9 No 2 (2023): November 2023
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v9i2.279

Abstract

Budaya keselamatan dan kesehatan kerja (Budaya K3) merupakan kebiasaan atau kegiatan sehari-hari yang berkaitan dengan komitmen pekerja terhadap keselamatan pekerja itu sendiri maupun lingkungan sekitar pekerja. Salah satu budaya keselamatan dan kesehatan kerja yang ada pada PT Hexindo Adiperkasa Tbk Balikpapan adalah inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja. Inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja atau bisa juga disebut dengan pemeriksaan dengan cara seksama merupakan pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan karakteristik tertentu yang sehubungan dengan objek inspeksi. Inspeksi dilakukan untuk memeriksa objek untuk memastikan bahwa objek yang diperiksa tersebut telah memenuhi standar tertentu demi terhindarnya kecelakaan kerja yang disebabkan oleh peralatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi budaya keselamatan dan kesehatan kerja terhadap inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja beserta tahapan pelaksanaan inspeksi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dimana data data yang dikumpulkan merupakan kata-kata, data tersebut diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan arsip perusahaan. Data penelitian yang digunakan terdiri dari 2 (dua) jenis data, yaitu data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap prosedur pelaksaan inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja dan langkah kerja. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan cara membandingkan antara prosedur pelaksanaan program inspeksi perusahaan dengan peraturan pemerintah nomor 50 tahun 2012 tentang SMK3. Hasil penelitian menunjukan bahwa PT. Hexindo Adiperkasa Tbk Balikpapan telah menerapkan program inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja yang terdiri dari inspeksi terencana dan tidak terencana yang meliputi pelaksanaan, tahapan, dan tindak lanjut dari masing-masing pelaksanaan inspeksi di PT. Hexindo adiperkasa Tbk Balikpapan dan telah sesuai dengan SOP dan peraturan yang berlaku. Maka pelaksanaan, tahapan dan tindak lanjut inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja di PT. Hexindo Adiperkasa Tbk Balikpapan tergolong inspeksi keselamatan dan kesehatan kerja yang sangat baik.
PERANAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM MENANGGULANGI BENCANA BANJIR DI KOTA BALIKPAPAN Setiawan, Aditiya; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad; Saputra, Dharma; Swandito, Adji
IDENTIFIKASI Vol 10 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i1.319

Abstract

Upaya pemerintah kota balikpapan dalam penanggulangan bencana banjir yang menjadi bencana tahunan yang terjadi penurunan jumlah kasusnya adalah dengan melakukan koordinasi dengan BPBD agar dapat meminimalisir terjadinya bencana banjir.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran, serta upaya BPBD dalam penanggulangan bencana pada tahap prabencana banjir di Kota Balikpapan. Metode yang digunakan ialah metode penelitian jenis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dan disajikan dengan tahapan mengolah data dan menyiapkan data dengan analisis, hingga akhirnya dapat ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran BPBD dalam menjalankan perannya dalam penanggulangan bencana pada tahap pra bencana banjir ada tiga yakni dengan mengadakan sosialisasi terkait pembuatan peta rawan bencana, membantu dalam hal pertolongan dan penyelamatan pada saat bencana, dan sebagai tahap pemulihan dan rehabilitasi rekontruksi pada pasca bencana. Kesimpulan dari upaya BPBD dalam mengatasi kendala-kendala tersebut yaitu BPBD harus selalu siap siaga dalam masalah bencana dan harus selalu berpedoman kepada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah diterapkan agar proses pengatasan yang dilakukan bisa tercapai sesuai dengan hasil yang telah diharapkan, disamping itu kesadaran masyarakat juga penting guna membantu peran BPBD dalam menanggulangi bencana pada tahap pra bencana banjir ini.
ANALISIS PENGUKURAN SUHU DAN KELEMBABAN UDARA PADA AREA PRODUKSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) KM 12 DI PERUMDA TIRTA MANUNTUNG BALIKPAPAN Hakim, Arif Rahman; Rusba, Komeyni; Swandito, Adji
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.380

Abstract

Dalam proses pengolahan air menjadi air bersih di area produksi PERUMDA Tirta Manuntung, kegiatan pengelolaan air di khususnya di area produksi, dimana reaksi kimia dari proses kimia yang terjadi dalam proses pengolahan air menghasilkan panas, selain itu pengolahan air pada area produksi tentunya bisa menimbulkan tingkat kelembaban udara yang tinggi dikarenakan proses produksi yang menghasilkan uap air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan mengetahui tingkat suhu dan kelembapan pada area produksi instalasi pengolahan air (IPA) KM 12 di PERUMDA Tirta Manuntung Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa suhu pada sembilan titik yang berada pada area produksi didapati bahwa ke sembilan titik pada area produksi belum memenuhi standar nilai ambang batas kualitas udara, sementara untuk nilai indeks suhu basah dan bola ke sembilan titik telah memenuhi nilai ambang batas. sedangkan kelembaban udara pada sembilan titik yang berada pada area produksi didapati bahwa ke sembilan titik pada area produksi ada yang sudah memenuhi standar nilai ambang batas kualitas udara ruangan dan ada yang belum memenuhi standar nilai ambang batas kualitas udara. selain itu Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan diketahui bahwa suhu yang melebihi nilai ambang batas tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kondisi pekerja, dan kelembaban yang melebihi nilai ambang batas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kondisi pekerja.
KESELAMATAN KIMIA PADA WATER TREATMENT PLANT SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA DI PT PERTAMINA PORT AND LOGISTICS SHOREBASE TANJUNG BATU Swandito, Adji; Alang, Besse Nasri; Rusba, Komeyni
IDENTIFIKASI Vol 10 No 2 (2024): November 2024
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v10i2.392

Abstract

Keselamatan kimia merupakan upaya dalam menciptakan kondisi aman dari resiko kecelakaan dan penyakit akibat bahan kimia berbahaya, keselamatan ini meliputi penggunaan bahan kimia dan juga penyimpanan bahan kimia dengan tujuan mencegah terjadinya bahaya fisik kesehatan maupun lingkungan sehingga dapat dengan tepat mengambil perlindungan dan pencegahan dari bahaya kimia dengan menerapkan suatu pengendalian administrasi dan penggunaan alat pelindung diri. PT. Pertamina Port And Logistics membangun unit pengolahan air dimana bahan kimia digunakan dan disimpan pada water treatment plant di perusahaan tersebut. Pada area penggunaan bahan kimia berada pada tangki pembubuhan dan pencampuran lalu untuk penyimpanan bahan kimia berada di gudang penyimpanan bahan kimia di water treatment plant. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dimana peneliti menggunakan lembar checklist mengenai kesesuain penggunaan bahan kimia dan juga penyimpanan bahan kimia serta pedoman wawancara kepada informan yang bertanggung jawab mengenai penggunaan bahan kimia dan juga penyimpanannya. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa kesesuaian untuk penggunaan bahan kimia di tangki pembubuhan dan pencampuran bahan kimia 50%, untuk kesesuaian penyimpanan bahan kimia di gudang penyimpanan 42% dengan total kesesuaian penggunaan dan penyimpanan bahan kimia pada water treatment plant di PT. Pertamina Port And Logistics sebesar 46% dengan kategori “sangat kurang”.
Peningkatan kualitas air buangan ke laut dengan metode FLOCOM untuk lapangan offshore produksi minyak dan gas bumi Swandito, Adji; Amrullah, Herman; Sutrisno; Putra, Dendy Andalas; Asyifa, Cesaria Riza
Jurnal Rekayasa Proses Vol 16 No 1 (2022): Volume 16, Number 1, 2022
Publisher : Jurnal Rekayasa Proses

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jrekpros.69285

Abstract

Air buangan ke laut dalam proses produksi minyak dan gas bumi merupakan hal yang penting dan krusial untuk menjamin kesinambungan proses produksi dan lingkungan. Peningkatan kualitas air buangan ke laut dalam rangka menurunkan jumlah minyak terkandung dalam air buangan dapat dilakukan dengan cara injeksi bahan kimia dalam proses pemisahan minyak dan air. Bahan kimia yang umumnya digunakan adalah reverse demulsifier berbasis flokulan. Namun penggunaan flokulan dalam jumlah banyak dapat menimbulkan permasalahan operasi dengan timbulnya partikel flock yang dapat menyebabkan kebuntuan pada alat operasi. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh aplikasi metode inovasi FLOCOM dalam kualitas air buangan ke laut. Penelitian dilakukan di lapangan offshore Attaka yang terdapat permasalahan flock. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FLOCOM dapat menurunkan kandungan minyak dalam air buangan ke laut dari 20 mg/L menjadi 10 mg/L serta dapat menurunkan konsumsi injeksi bahan kimia pada lapangan offshore Attaka dari 4.6 gallons per thousand barrel oil equivalent menjadi 3.2 gallons per thousand barrel oil equivalent.
ANALISIS BAHAYA DAN RISIKO PEKERJAAN PEMASANGAN SUPPORT DAN CABLE TRAY PROYEK RDMP PT.WIFGASINDO DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS Swandito, Adji; Kobandaha, Tiara Meivalia Putri; Rusba, Komeyni; Ramdan, Muhamad
IDENTIFIKASI Vol 11 No 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i2.568

Abstract

Proyek RDMP Balikpapan merupakan proyek minyak dan gas terbesar yang didalamnya terdapat berbagai bidang pekerjaan salah satunya adalah bidang kelistrikan. Dalam bidang kelistrikan terdapat instrumen pendukung yang sangat penting yaitu support dan cable tray yang berfungsi untuk menahan kabel kelistrikan agar tertata rapi dan aman. PT Wifgasindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan yang mengutamakan aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam proyek agar pekerja terhindar dari kecelakaan kerja yang dapat berdampak pada produktivitas kerja serta mempengaruhi pencapaian target yang sudah ditentukan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dilakukan untuk menggambarkan bagaimana pekerjaan pemasangan support dan cable tray serta menganalisis bahaya dan risiko yang terdapat dalam proses pemasangan. Subjek penelitian ini adalah informan yang berasal dari pekerja yang bersentuhan langsung dengan pekerjaan di lapangan. Metode yang digunakan yaitu Job Safety Analysis (JSA) dengan mengidentifikasi bahaya melalui observasi pekerjaan di lapangan dan wawancara pekerja yang berkaitan langsung dengan pekerjaan terkait tahapan kerja. Pengukuran identifikasi bahaya menghasilkan dua bahaya utama yaitu bahaya ketinggian dan bahaya pengelasan yang memiliki potensi besar untuk menyebabkan kecelakaan kerja. Pengukuran tahapan kerja menghasilkan bahwa terdapat beberapa aspek pekerjaan yang harus dilakukan dalam pemasangan support dan cable tray yaitu peralatan dan perkakas yang digunakan serta prosedur kerja yang perlu diperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerjanya untuk meminimalisir risiko kecelakaan kerja. Untuk pekerja disarankan agar selalu mengikuti prosedur kerja aman demi menjaga keselamatan diri dan bagi perusahaan membuat program keselamatan dan kesehatan kerja yang dapat meningkatkan awareness kepada pekerja.
Sosialisasi Seminar Pengendalian Polusi Udara mulya, widya; Sari, Iin Pratama; Siahaan, Jannes; Swandito, Adji
EUNOIA Vol 1 No 2 (2022): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air pollution is the entry or inclusion of substances, energy, and/or other components into the ambient air by human activities, so that the ambient air quality drops to a certain level which causes the ambient air to be unable to fulfill its function (Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.15/MENLHK/SETJEN/KUM.1/4/2019). Ten years ago, the World Bank predicted that global primary energy supply would increase by a factor of 1,6 to 3,5 then until 2050 and for developing countries this factor would range from 2,3 to 5,2, in projections BPPT-OEI 2016 for the 2015-2050 period, the factor of increasing primary energy supply is even greater, ranging from 5,3 to 6,8 8 (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, 2017). The 2015 World Climate Change Summit or UNFCCC COP21 held in Paris aims to keep the world’s average temperature rise below 20C, compared to pre-industrial temperatures and to encourage further efforts to increase the temperature to no more than 1,50C, at the conference Indonesia committed to reduce greenhouse gas (GHG) emissions by 26% by its own efforts and up to 41% with international assistance as outlined in the NDC (Nationally Determined Contribution) (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, 2017). Air pollution control can be carried out with strict supervision of clean energy development according to policies that have been issued by the government, create as many green open spaces as possible, especially with plants that have the characteristics of absorbing maximum amounts of pollutants, pollutant-prone areas such as cities and industries to complement pollutant sources with particulate control technology tools and gas control technologies.
SOSIALISASI PENTINGNYA K3 DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BHAKTI INDONESIA Wahyuni, Sri; Suherna; Saputra, Dharma; Swandito, Adji
EUNOIA Vol 2 No 1 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Socialization is also an individual learning process in social life, life that is guided by norms. Norms are rules, principles, levels or standards that are fully accepted by society to regulate daily life and behavior, so that life feels safe and enjoyable. The norms themselves are still divided into several types such as religious norms, moral norms, legal norms and customs. this community service activity has had a good impact such as understanding and knowledge about OSH, workers now apply OSH while working and use the specified PPE so that workers will feel safe, comfortable and can prevent Occupational Accidents (KAK). Occupational safety is the most important aspect of work. The use of personal protective equipment can protect all or part of the body against possible potential hazards/work accidents, and reduce the risk of disease due to accidents. Fire extinguishing is carried out according to the type of fire that occurs. Extinguishers must always be checked periodically. The methodology for this community service activity is in the form of socialization on Occupational Safety and Health (K3) given to the Bhakti Indonesia Vocational High School aimed at students so that this socialization can add insight into the importance of maintaining safety and health while working and can be applied onwards by workers.
Sosialisasi Penanggulangan Kebakaran Dilingkungan Masyarakat Padat Penduduk ramdan, muhamad; swandito, adji; Fuadi , Yan; Sunyanti, Sunyanti
EUNOIA Vol 2 No 2 (2023): Eunoia
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This simulation method is very important to be given to trainees to provide the opportunity to practice the training material obtained. It is hoped that the training participants must really master the training material received, know about the causes of fires, know the methods of extinguishing fires in the community, can use a good and correct fire extinguisher. From observations of the results of fire prevention training in densely populated communities, it can be seen that the community participated in the training with great enthusiasm. It was also seen that whenever there was something that was not explained by the speaker, the community immediately asked the speaker, especially the accompanying students. Some small difficulties, a small part of the community is not very familiar with the use of APAR, so they have to teach the basics of its use.
MENINGKATKAN ASPEK KESELAMATAN PADA SISTEM INJEKSI BAHAN KIMIA DENGAN MENGGUNAKAN METODE TEE LESS DI INDUSTRI HULU MIGAS Swandito, Adji
IDENTIFIKASI Vol 6 No 2 (2020): IDENTIFIKASI
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v6i2.139

Abstract

Leakage at access fitting of injection point chemical has created a potential environmental pollution and safety risk for workers due to chemical and hydrocarbon spills. The purpose of this study is to analyze the causes of leakage and improve the reliability of the access fitting chemical injection system using the PDCA method. Analysis of the causes of leakage was carried out using Fishbone, FMEA, and Pareto method. The results of this study showed that leakage in the access fitting injection system was caused by the galvanic corrosion mechanism. Modification and innovation result in the access fitting injection system using tee less method have succeeded in eliminating the galvanic effect that causes corrosion. The improvement process of the access fitting injection system using tee less method has met five quality targets including zero spill, zero leaking accident, cost savings, fast installation, and increased confidence in the reliability of the chemical injection system.