Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KEGIATAN SOSIALISASI PENGENALAN MARKETING SECARA DIGITAL BERSAMA TOKO KERUPUK DAN KEMPLANG 770 Wijaya, Andrian; Hartanti, Ery; Feriyanto; Wijaya, Laurentius Ricardo; Vincent
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 3 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 2 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i2.8761

Abstract

This community service activity aimed to introduce digital marketing to the employees of Toko Kerupuk dan Kemplang 770. The approach involved delivering educational materials on digital marketing and training on creating poster designs for marketing purposes. Conducted on April 21, 2024, the activity successfully helped employees understand and apply the concepts of digital marketing. The main advantage was the enhancement of employees' knowledge and skills in digital marketing, although the attendance was not optimal, affecting the overall effectiveness of the training. This initiative is expected to assist the store in attracting more customers through improved marketing strategies.
Penerapan Hidden Markov Model untuk Prediksi Pergerakan Harga Bitcoin Vincent; Putri Pratiwi, Mariska
Jurnal Ilmiah Binary STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Binary STMIK Bina Nusantara Jaya
Publisher : STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuk Linggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52303/jb.v7i2.164

Abstract

Pergerakan harga Bitcoin yang sangat fluktuatif dan volatil telah menjadi tantangan bagi para investor dan peneliti dalam melakukan prediksi harga secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode Hidden Markov Model (HMM) dalam menganalisis dan memprediksi pergerakan harga Bitcoin dengan pendekatan berbasis machine learning. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan model prediksi yang mampu mengidentifikasi pola tersembunyi dalam data historis harga Bitcoin dan memberikan insight mengenai kondisi pasar, apakah sedang berada dalam tren naik (bullish), tren turun (bearish), atau stabil (sideways). Metode yang digunakan adalah unsupervised learning dengan pendekatan HMM berbasis Gaussian, menggunakan data harga penutupan (close), moving average (MA200), dan volume perdagangan Bitcoin dari tahun 2020 hingga 2025. Proses penelitian mencakup praproses data, ekstraksi fitur, pelatihan model HMM, dan visualisasi hasil berupa klasifikasi status pasar dan analisis transisi antar status. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model HMM berhasil mengelompokkan data ke dalam tiga status tersembunyi dengan interpretasi tren yang konsisten terhadap kondisi pasar aktual. Status sideways mendominasi sepanjang periode, diikuti oleh status bearish dan bullish. Durasi rata-rata masing-masing status menunjukkan bahwa bearish berlangsung lebih lama dibanding bullish, yang hanya muncul secara singkat. Analisis transisi antar status memperkuat pemahaman terhadap pergerakan pasar kripto. Kesimpulannya, metode HMM terbukti efektif untuk mengidentifikasi pola pergerakan harga Bitcoin dan dapat dijadikan dasar dalam pengembangan sistem prediksi dan peringatan dini di pasar aset digital.
Penerapan Algoritma Gradient Boosting dalam Mendiagnosa Penyakit Kucing dan Anjing Vincent; Rachmat, Nur
Jurnal Buana Informatika Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Buana Informatika, Volume 16, Nomor 02, Oktober 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Royal Canin selaku lembaga riset hewan domestik mengungkapkan bahwa hewan peliharaan di Indonesia jarang sekali melakukan pemeriksaan rutin ke klinik hewan, jika dipersentasekan hanya berada di angka 29,5%. Dengan persentase tersebut, semakin khawatir hewan dapat menularkan penyakit ke manusia atau disebut sebagai zoonosis, jika hewan sama sekali tidak mendapatkan perawatan dan identifikasi dini penyakit yang dialami. Pada penelitian ini menggunakan metode gradient boosting sebagai fokus utama untuk memprediksi penyakit berdasarkan gejala-gejala yang dialami hewan peliharaan. Melalui proses hyperparameter tuning menggunakan gridsearch, diperoleh model terbaik dengan kombinasi parameter: learning_rate 0,05, max_depth 7, min_samples_leaf 1, min_samples_split 2, n_estimators 200, dan subsample 0,9. Dari hasil hyperparameter tuning, model tersebut menunjukkan performa terbaik dengan accuracy 88%, precision 97%, recall 96%, f1-score 96%, dan hamming loss 0,29%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan memprediksi multilabel yang akurat.
Perlindungan Konsumen Terhadap Pembelian Produk Impor Melalui Tik Tok Shop Utami Keliat, Venia; Vincent; Simbolon, Sapriadi
DOKTRINA: JOURNAL OF LAW Vol. 8 No. 2 (2025): Doktrina:Juornal of Law Oktober 2025
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/doktrina.v8i2.14652

Abstract

In an era of increasingly sophisticated technology, aspects of buying and selling have also experienced significant developments along with the progress of the times, namely through online shopping activities on e-commerce platforms, especially for imported products. E-commerce is a buying and selling activity that is carried out boldly (online) by utilizing digital technology. However, on the scale of online buying and selling, the problems that arise tend to be more complex. This is because consumers cannot see the goods directly, but can only assess the product through the description provided by the seller. Therefore, it is important to understand how consumer protection is regulated in e-commerce in Indonesia and the form of legal protection for consumers on platforms such as TikTok Shop. This study uses a normative legal research method. The regulation of consumer protection in e-commerce is regulated in Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection and Law Number 19 of 2016 concerning Amendments to Law Number 11 of 2008 concerning Information and Electronic Transactions (ITE). Settlement of peace that arises in an effort to protect consumers can be done through litigation or non-litigation. If the settlement cannot be resolved peacefully, consumers have the right to file a lawsuit in court.
Implikasi Prinsip First To File Dalam Sengketa Merek Denza Antara BYD dan PT Worcas Nusantara Abadi Vincent; Mota, Rafael Alfredo; Itaar, Israel Gabriel
UNES Journal of Swara Justisia Vol 10 No 1 (2026): Unes Journal of Swara Justisia (April 2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/y6432t18

Abstract

Sistem perlindungan merek di Indonesia berlandaskan pada asas first to file, sehingga hak atas merek diberikan kepada pihak yang pertama kali mengajukan pendaftaran di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Ketentuan ini menimbulkan persoalan ketika terjadi benturan antara perlindungan merek terdaftar dengan eksistensi merek terkenal yang belum didaftarkan di Indonesia. Penelitian ini mengkaji implikasi penerapan asas first to file dalam sengketa merek “DENZA” antara BYD Company Limited dan PT Worcas Nusantara Abadi, serta kedudukan hukum para pihak dalam perspektif Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Worcas Nusantara Abadi memiliki kedudukan hukum yang lebih kuat karena telah mendaftarkan merek “DENZA” terlebih dahulu pada tahun 2023, sementara BYD belum terdaftar di Indonesia ketika mengklaim sebagai pemilik merek berdasarkan reputasi global. Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak gugatan BYD dan menegaskan berlakunya asas first to file serta prinsip teritorialitas, meskipun BYD mengklaim bahwa pendaftaran yang dilakukan PT WNA didasarkan pada itikad tidak baik. Kasus ini memperlihatkan ketidaksinkronan antara sistem hukum nasional dan kewajiban perlindungan merek terkenal yang diatur dalam TRIPs.
Implementasi Prinsip Hukum Internasional dalam Praktik Hukum Administrasi Negara Vincent; Mota, Rafael Alfredo; Itaar, Israel Gabriel
UNES Law Review Vol. 8 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/d7htxc47

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip hukum internasional dalam praktik hukum administrasi negara di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi dokumen dan analisis kasus, penelitian ini menelaah berbagai peraturan perundang-undangan, perjanjian internasional yang telah diratifikasi, serta kebijakan administrasi publik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi prinsip-prinsip hukum internasional seperti supremasi hukum, hak asasi manusia, good governance, dan kepatuhan terhadap perjanjian internasional telah diterapkan melalui proses ratifikasi, kebijakan publik berbasis standar global, serta prosedur administratif yang menjamin transparansi dan akuntabilitas. Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan seperti ketidaksesuaian antara regulasi nasional dan kewajiban internasional, keterbatasan pemahaman aparat publik, serta hambatan birokrasi yang kompleks. Untuk mengoptimalkan penerapannya, diperlukan harmonisasi regulasi nasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan mekanisme pengawasan dan evaluasi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga internasional, akademisi, dan masyarakat sipil menjadi langkah strategis untuk memastikan efektivitas implementasi prinsip hukum internasional dalam administrasi negara dan memperkuat legitimasi Indonesia di tingkat global.
Status Hukum dan Perlindungan Pekerja Platform Digital: Studi Komparatif Indonesia dan Singapura Vincent; Lie, Gunardi
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i2.5204

Abstract

Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital telah melahirkan model kerja baru yang dikenal sebagai gig economy, di mana pekerja platform digital berada dalam zona abu-abu hukum antara kategori “pekerja” dan “kontraktor independen”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi rekonstruksi status hukum pekerja platform serta membandingkan kerangka perlindungan hukum yang diterapkan di Indonesia dan Singapura. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perbandingan hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Indonesia, status hukum pekerja platform masih didominasi oleh konsep “kemitraan” yang cenderung semu, di mana pekerja memiliki posisi tawar rendah dan perlindungan jaminan sosial yang belum memadai. Sebaliknya, Singapura telah melakukan langkah progresif melalui Platform Workers Act yang memberikan pengakuan hukum khusus bagi pekerja platform, mencakup perlindungan kecelakaan kerja dan kontribusi dana pensiun (CPF) tanpa harus menyematkan status karyawan penuh. Perbandingan ini menunjukkan bahwa Indonesia memerlukan rekonstruksi regulasi yang lebih spesifik guna menciptakan keadilan bagi pekerja platform. Kesimpulan dari studi ini merekomendasikan perlunya kategori hukum ketiga (sui generis) dalam hukum ketenagakerjaan Indonesia untuk mengakomodasi karakteristik unik pekerja platform yang memiliki subordinasi ekonomi namun memiliki fleksibilitas kerja, guna menjamin hak-hak dasar dan kesejahteraan mereka di masa depan demi tegaknya keadilan sosial.