Articles
Pengkajian Penyediaan Sarana Prasarana Permukiman Berdasarkan Daya Dukung Pulau Giliyang
Desriani, Rian Wulan;
Widyahantari, Rani;
Suhaeni, Heni;
Samyahardja, Puthut;
Yodhakersa, Wahyu
Jurnal Permukiman Vol 10 No 2 (2015)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2015.10.68-77
Tekanan terhadap kawasan pulau kecil semakin tinggi akibat pertambahan penduduk dan perkembangan ekonomi terutama ketika ditetapkan sebagai kawasan wisata. Salah satu pulau kecil yang direncanakan menjadi kawasan wisata adalah Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana untuk mengembangkan Pulau Giliyang menjadi pulau wisata kesehatan karena terdapat beberapa titik O2 tinggi di pulau ini. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji kriteria penyediaan sarana prasarana permukiman yang dapat mendorong kegiatan wisata namun tetap berkelanjutan. Alat ukur yang digunakan adalah daya dukung pulau kecil. Hasilnya menyatakan bahwa daya dukung fisik dan lingkungan serta sosial ekonomi memiliki beberapa keterbatasan yang harus diakomodasi pada penyediaan sarana prasarana permukiman. Tiga hal utama yang menjadi persyaratan dalam penyediaan sarana prasarana adalah lokasi berada di luar kawasan lindung, besaran harus di bawah daya dukung pulau serta dampak penyediaan harus terukur. Penyediaan sarana prasarana ini diharapkan dapat dijadikan rujukan dalam perencanaan pengembangan kawasan Pulau Giliyang ataupun pulau kecil lainnya sebagai tujuan wisata alam.
Parameter untuk Menyusun Stratifikasi Penghasilan Studi Kasus : Kecamatan Ngampilan Kota Yogyakarta
Suhaeni, Heni
Jurnal Permukiman Vol 7 No 1 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2012.7.51-57
 Secara umum, parameter untuk penyusunan stratifikasi penghasilan penduduk perkotaan berguna untuk mengukur dan mempertimbangkan rencana pembangunan perumahan dan penduduk yang menghuninya. Idealnya stratifikasi penghasilan ini dapat disusun secara berkala. Pertanyaannya adalah ukuran dasar apa yang dapat dijadikan acuan untuk menyusun stratifikasi tersebut, dan apa tujuan yang ingin dicapainya. Dalam penelitian ini dilakukan penyusunan stratifikasi penghasilan penduduk perkotaan berdasarkan 4 parameter. Tujuan penelitian ini berguna untuk menentukan kelompok sasaran subsidi perumahan. Sampel penelitian adalah data penghasilan penduduk kecamatan Ngampilan kota Yogyakarta sebagai studi kasus. Excel dan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) digunakan untuk mengolah dan menganalisis data. Hasilnya menunjukkan bahwa dengan menggunakan 4 parameter dapat disusun stratifikasi penghasilan penduduk secara lebih akurat, dan ternyata kelompok masyarakat berpenghasilan rendah adalah kelompok masyarakat terbesar. Dengan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan miskin adalah yang terbesar, maka program subsidi perumahan seharusnya diprogramkan lebih spesifik, agar subsidi perumahan lebih tepat sasaran dan mampu memperbaiki kualitas kehidupan penduduk yang l ebih layak
Peran Kawasan “Inner City Residents†di Kota Bandung bagi Kelompok Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Suhaeni, Heni
Jurnal Permukiman Vol 7 No 3 (2012)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2012.7.162-169
Di negara-negara sedang berkembang, bukti menunjukkan bahwa kawasan “inner city residents†banyak dibutuhkan sebagai tempat tinggal dan tempat bekerja, walaupun kondisi kawasanâ€inner city resident†tersebut padat huni dan kumuh, karena posisi geografisnya yang berdekatan dengan pusat kegiatan ekonomi kota. Pertanyannya adalah, mengapa penduduk lebih memilih untuk bertempat tinggal di kawasan “inner city residents†yang kumuh dan padat huni, dan seberapa pentingkah kawasan “inner city residents†bagi mereka. Dalam makalah ini dibahas mengenai karakteristik kawasan “inner city residents†dan penduduknya yang bertempat tinggal di kawasan tersebut. Pengolahan dan analisis data diproses melalui Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Metoda yang digunakan dalam SPSS ini adalah “dimension reduction†dan korelasi. Data primer hasil penelitian ini diambil dari dokumentasi Pusat Litbang Permukiman tahun 2010. Hasilnya menunjukkan bahwa kawasan “inner city residents†ini memiliki peran penting yang signifikan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dalam hal menyediakan berbagai pilihan tempat tinggal yang variatif dan terjangkau, dan terutama karena posisi geografis yang strategis yang dapat dijadikan tempat tinggal dan tempat mencari nafkah di sekitar kawasan tersebut.
Kepadatan Penduduk dan Hunian Berpengaruh terhadap Kemampuan Adaptasi Penduduk di Lingkungan Perumahan Padat
Suhaeni, Heni
Jurnal Permukiman Vol 6 No 2 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2011.6.85-91
Dalam kehidupan perkotaan pertambahan penduduk terus meningkat, sedangkan lahan perkotaan untuk perumahan semakin sulit, mahal dan terbatas, maka penduduk perkotaan terpaksa tinggal di kawasan perumahan yang kepadatannya terus bertambah. Adaptasi penduduk dapat diartikan sebagai usaha menyesuaikan diri dengan kondisi fisik lingkungan perumahan yang serba terbatasi. Dalam kajian ini diteliti mengenai pengaruh kepadatan penduduk terhadap adaptasi masyarakat pada lingkungan perumahan yang memiliki kepadatan penduduk tinggi. Tujuan dari kajian ini untuk menemukan seberapa besar pengaruh kepadatan penduduk yang tinggi terhadap adaptasi masyarakat dalam lingkungannya. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara menguji hipotesis melalui analisis regresi linier. Sumber data diperoleh melalui pengumpulan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan penduduk dan hunian yang tinggi berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan manusia dalam beradaptasi den gan lingkungannya, sehingga dalam batas-batas tertentu kondisi tersebut berpengaruh dalam mencapai optimalisasi kehidupannya.
Sistem Spasial Berbasis Budaya Menghasilkan Ruang Produktif untuk Industri Kreatif
Suhaeni, Heni
Jurnal Permukiman Vol 6 No 1 (2011)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2011.6.53-59
Pada dasarnya, manusia dan lingkungan fisik memiliki hubungan timbal balik yang dapat saling mempengaruhi. Lingkungan fisik dibangun dan manusia akan mengikuti dengan cara mana seorang individu memanfaatkan lingkungan fisik tersebut. Penduduk Indonesia secara umum digambarkan sebagai masyarakat yang menikmati kebersamaan, senang berbagi, dan berinteraksi cukup terbuka. Sedangkan lingkungan fisiknya adalah tempat dimana penduduk dapat membangun sebuah komunitas dengan memanfaatkan lingkungannya. Dalam sistem spasial seorang individu yang kreatif dapat memanfaatkan lingkungan fisiknya, sehingga menghasilkan sesuatu yang produktif melalui proses interaksi. Pertanyaannya adalah bagaimana seorang individu berinteraksi dengan lingkungan fisiknya dalam satu sistem spasial berdasarkan budaya setempat dan mendapatkan manfaat dari situasi tersebut. Dalam makalah ini dibahas mengenai interaksi antara individu dan lingkungan dalam sistem spasial berbasis budaya, dan bagaimana sistem spasial tersebut terbentuk menjadi ruang produktif dan bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia. Metoda penelitian merupakan penelitian deskriptif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder yang diolah dan dianalisis secara kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatka gambaran sistem spasial berbasis budaya yang dapat dikembangkan dan bermanfaat dalam kelangsungan hidup manusia. Hasilnya menunjukkan bahwa interaksi manusia dan lingkungan dalam sistem spasial berbasis budaya dapat mendorong lahirnya aktivitas produktif secara turun temurun.Â
Tipologi Kawasan Perumahan dengan Kepadatan Penduduk Tinggi dan Penanganannya
Suhaeni, Heni
Jurnal Permukiman Vol 5 No 3 (2010)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2010.5.116-123
Kawasan perumahan kumuh memiliki kompleksitas masalah yang rumit, karena berbagai faktor fisik, sosial dan ekonomi ikut terkait didalamnya. Pada dasarnya setiap faktor yang terkait dengan kawasan perumahan kumuh membutuhkan perlakuan yang spesifik agar secara sistemik perbaikan dan pembangunan kawasan perumahan kumuh dapat berlangsung lebih efektif. Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah menetapkan bahwa Indonesia akan mencapai target bebas dari kawasan perumahan kumuh pada tahun 2025. Penyusunan sebuah klasifikasi secara sistematis adalah merupakan suatu cara yang efektif untuk mempermudah dalam menemukenali kondisi sebuah kawasan perumahan kumuh berdasarkan faktor penentu agar dapat ditangani sesuai dengan masalah yang dihadapi. Dalam penelitian ini dilakukan klasifikasi sistematis sehingga menghasilkan tipologi kawasan perumahan berdasarkan kondisi fisik, sosial dan ekonomi serta alternatif penanganannya. Tujuan penelitian ini adalah menemukan cara klasifikasi sistematis yang terukur, sehingga dapat mempermudah dan mempercepat dalam menentukan penanganan kawasan perumahan kumuh tepat sasaran dan efektif. Metodologi yang digunakan adalah data primer yang dikumpulkan dari lokasi penelitian di kawasan perumahan kumuh diolah melalui analisis statistik SPSS (Statistical Package for the Social Sciences). Faktor-faktor yang diklasifikasikan adalah karakteristik fisik perumahan dan infrastruktur dasar serta karakteristik sosial dan ekonomi penduduk. Hasilnya menunjukkan bahwa klasifikasi sistematis yang dilakukan melalui analisis SPSS dapat menghasilkan klasifikasi terukur, cepat dan mudah serta dapat menghasilkan beberapa kl asifikasi atau tipologi berdasarkan faktor-faktor penentu yang dominan.
Pembangunan Rumah Susun dalam Mendukung Aktivitas Ekonomi Perkotaan (Studi Kasus Kota Bandung)
Suhaeni, Heni
Jurnal Permukiman Vol 4 No 2 (2009)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31815/jp.2009.4.102-109
Konsep dasar pembangunan rumah susun perkotaan adalah penataan ruang yang menghasilkan kualitas lingkungan perkotaan yang sehat dengan penggunaan lahan yang efisien. Masalahnya adalah pembangunan rumah susun tidak pernah memperhitungkan kelompok-kelompok sasaran secara jelas. Padahal aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan di kota-kota besar Indonesia pada umumnya didukung dan digerakkan oleh berbagai kelompok dan strata sosial ekonomi masyarakat yang beragam. Kajian ini mengidentifikasi struktur aktivitas ekonomi penduduk mayoritas dan kecenderungannya dalam membentuk & membangun pola-pola aktivitas ekonomi perkotaan, serta pembangunan rumah susun yang seperti apa yang dapat mendukung aktivitas ekonomi perkotaan tersebut. Kajian ini menggunakan data statitistik, dan metoda yang digunakan adalah metoda penelitian induktif. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa ternyata aktivitas yang dominan penduduk Kota Bandung bergerak di sektor perdagangan dan industri pengolahan, terutama industri pengolahan skala rumah tangga sektor non formal. Oleh sebab itu pembangunan rumah susun sebaiknya diarahkan secara terintegrasi untuk mendukung dan mengakomodasi kebutuhan ruang sebagai unit hunian dan sebagai ruang ekonomi produktif perkotaan di Kota Bandung.Â