Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

RANCANG BANGUN ALAT PENUKAR KALOR THERMOSYPHON UNTUK PENDINGINAN DENGAN MODUL TERMOELEKTRIK I Dewa Gede Agus Tri Putra; I Dewa Made Susila; I Wayan Adi Subagia
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol 13 No 1 (2013): March
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.373 KB)

Abstract

Aplikasi pendinginan dengan modul termoeletrik untuk AC di daerah tropis seperti Indonesia masih cukup menjanjikan. Tingkat kenyamanan untuk orang Indonesia masih berada pada kisaran kondisi udara dalam ruangan dan bisa dikatakan tidak membutuhkan rentang penurunan temperatur yang cukup besar. Untuk optimasi perpindahan panas modul termoelektrik pada sisi dinginnya perlu dirancang sebuah penukar kalor yang sesuai dengan desain dari modul thermoelektrik yang akan digunakan. Metode yang digunakan dalam melakukan kajian desain alat penukar kalor ini, menggunakan metode simulasi CFD. Solidwork flow simulation adalah software yang dipakai dalam melakukan kajian thermal pada desain dan mensimulasikan data numerik yang menjadi input dalam pendekatan kondisi operasional alat penukar kalor. Setelah proses rancang bangun alat penukar kalor maka desain rancangan tersebut memiliki luas bidang perpindahan kalor 25687,4 mm2, jumlah pipa penukar kalor 68 buah dengan panjang 40 mm. Perpindahan panas maksimum alat penukar kalor adalah 0,0093 kJ/detik.
PKM Revitalisasi Sistem Penerangan Dan Sistem Suplay Air Bersih Pemakaman Muslim Tunggasari Dauh Peken Tabanan Sudirman; Made Ery Arsana; I Wayan Suastawa; I Wayan Adi Subagia; I Dewa Gede Agus Tri Putra; I Nengah Darma Susila
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 1 (2023): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v9i1.67-74

Abstract

Tempat pemakaman diharapkan selain tertata rapi dan bersih, orang yang berziarah bisa dengan mudah mencari makam anggota keluarganya. Selain tertata rapi dan bersih, pemakaman juga harus dalam kondisi terang pada malam hari. Saat ini, terutama kondisi Pandemi Covid-19, yang terpapar Covid-19 sehingga meninggal dunia, harus dimakamkan segera, walaupun itu saat tengah malam. Karena itu lingkungan pemakaman harus cukup terang saat malam hari. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas yang ada di pemakaman Muslim Tunggal sari, tertama untuk fasilitas penerangan dan fasilitas air bersih. Sehingga peningkatan fasilitas yang ada mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat malam hari. Selain itu, fasilitas tersebut akan menghilangkan kesan seram dari sebuah pemakaman dan memperindah kota Tabanan. Kegiatan ini selain melibatkan dosen-dosen yang ada di Jurusan Teknik Mesin PNB,  juga melibatkan mahasiswa  dalam pelaksanaan instalasi penerangan dan air bersih. Hasil dari kegiatan ini berupa penggantian kabel instalasi lampu, kap lampu dan lampunya sebanyak 11 titik, outdoor panel untuk power outlet  1 titik, 3 titik lampu tenaga PLTS,  instalasi air bersih beserta keran air sebanyak 5 titik, dan tower tank kapasitas 1200 liter. Hasil evaluasi kegiatan  menunjukkan bahwa masyarakat memberikan persepsi yang sangat baik terhadap pelaksanaan kegiatan PKM dalam wujud  perawatan dan instalasi penerangan PLN, PLTS dan instalasi  sistem suplai air bersih di Pemakaman Tunggalsari, sekaligus menunjukkan keberhasilan implementasi program PKM  PNB. 
PKM Revitasilasi Mesin Pendingin Chest Freezer di Banjar Jeroan Desa Patemon Singaraja I Wayan Temaja; I Gede Artha Negara; I Wayan Adi Subagia; I Dewa Gede Agus Tri Putra; Ida Bagus Widiantara
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 9 No. 2 (2023): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v9i2.100-107

Abstract

Desa Patemon mempunyai luas wilayah 282 Ha, terletak antara Kelurahan Seririt. Banjar Jeroan adalah salah satu banjar di Desa Patemon. Banjar ini terletak di ujung desa dan berbatasan langsung dengan desa Bengkel. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat Banjar Jeroan dapat mencakup: kegiatan persiapan bahan upacara, dan persiapan perlengkapan upacara. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pelaksanaan layanan upacara keagamaan dan kegiatan masyarakat di Banjar Jeroan Desa Patemon dengan memperhatikan aspek kebersihan, keselamatan, dan kesehatan. Selain itu, untuk menerapkan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan aspek efisiensi energi dengan menerapkan konsep green technology. Metode yang diterapkan di PKM ini adalah studi observasi, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin pendingin serta serah terima perangkat mesin pendingin chest freezer. Hasil dari PKM ini adalah pengujian kinerja mesin chest freezer teramati temperatur kabin menurun hing-ga 12°C pada sekitar 5 menit pengujian. Temperatur teramati relatif konstan pada waktu pengujian sekitar 65 menit sampai 125 menit yaitu −20°C. Temperatur kabin terendah teramati mencapai −20°C. Hasil evaluasi kepuasan terkait pengabdian masyarakat berdasarkan pengamatan survey, 80% masyarakat memberikan persepsi sangat baik terhadap aspek ketersediaan teknologi serta fasilitas pelatihan yang diimplementasikan di kegiatan pengabdian. Secara keseluruhan, penyerahan mesin pendingin chest freez-er digunakan untuk penyimpanan olahan daging mentah yang mudah busuk sehingga olahan daging mampu bertahan dalam waktu yang lama. Kegiatan PKM ini menunjang dan meningkatkan layanan kegiatan kemasyarakatan dan upacara keagamaan di Banjar Jeroan.
Inovasi Kincir Hidro Energi untuk Peningkatan Pariwisata Air Terjun Blemantung di Desa Pujungan Pupuan Tabanan-Bali I Dewa Gede Agus Tri Putra; Putu Wijaya Sunu; I Made Suarta; I Nyoman Gede Baliarta
Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS Vol. 10 No. 1 (2024): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v10i1.28-36

Abstract

Pandemi yang telah terjadi selama ini menyebabkan penurunan ekonomi para pelaku pariwisata di Bali secara drastis. Para pemilik logistik kepariwisataan seperti bangunan hotel, villa, dan jenis fasilitas lainnya sebagai pendukung kepariwisataan mengalami kesulitan dalam biaya perawatan fasilitas yang dimiliki. Konsumsi energi yang tinggi menjadi komponen biaya yang paling tinggi dan telah menjadi permasalahan di berbagai bidang industri lainnya. Mitra kegiatan ini menargetkan pembuatan akomodasi dan kegiatan wisata (event tourism) berbasis energi dan teknologi ramah lingkungan (green technology) dengan memanfaatkan dan mendukung objek wisata air terjun blemantung. Teknologi kincir hidro energi dibuat sebagai pengembangan pariwisata di Air Terjun Blemantung Desa Pujungan Tabanan-Bali. Energi air di salah satu bagian dari air terjun blemantung akan dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik dengan memasang sebuah kincir air sehingga energi air dapat dikonversikan menjadi energi listrik. Peralatan yang dibutuhkan dalam kegiatan ini meliputi; kincir air, generator permanent magnet, dan baterai atau aki. Selain itu, peralatan pendukung untuk instalasi kincir hidro energi ini meliputi: saluran/kanal penampung air terjun, pemipaan ke Nozzle (penstock) dan sistem instalasi kelistrikan untuk baterai dan penggunaan output energi listrik. Instalasi Kincir hidro energi ini digunakan untuk memberikan tambahan energi listrik untuk konsumsi energi bangunan dan logistik pariwisata di air terjun blemantung. Penggunaan battery pack (deep cycle) dapat memberikan kemudahan dan efisiensi dalam manajemen energi untuk tipe sumber energi air kecil. Selain itu, instalasi peralatan di lokasi wisata dapat memberikan pemandangan tambahan untuk dinikmati oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Dalam hal ini pertimbangan seni (artistik) dalam instalasi peralatan kincir hidro energi juga menjadi pertimbangan utama pelaksanaan kegiatan ini. Luaran dalam kegiatan ini adalah unit kincir hidro energi yang telah dipasang di wilayah air terjun blemantung dan pemberdayaan masyarakat dalam merawat dan penggunaan energi dalam lingkup kepariwisataan di Desa Pujungan Tabanan Bali. Dalam kegiatan ini telah dapat dihasilkan kincir air yang dapat berputar rata-rata 550 rpm dan mengahasilkan tegangan 17 volts. Pembebanan dengan lampu penerangan telah diketahui dapat diberikan sampai 25 watts.
Real-time thermodynamic monitoring of split inverter ACs: amicrocontroller-driven investigation of performance I Gede Artha Negara; Adi Winarta; Putu Wijaya Sunu; I Dewa Made Cipta Santosa; I Nyoman Suamir; I Gusti Agung Bagus Wirajati; I Dewa Gede Agus Tri Putra
Jurnal Polimesin Vol 22, No 2 (2024): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v22i2.4178

Abstract

Recent technological advancements, particularly in air conditioning cooling systems, have led to rapid developments such as inverter technology. Inverter technology provides various advantages including energy savings compared to non-inverter air conditioners. Globally, the inverter modulates the compressor to continue operation despite reaching the set temperature. This study aimed to monitor the performance of split inverter air conditioners utilizing microcontroller technology. The microcontroller model employed was the ATmega2560, capable of logging each test parameter and displaying in real-time. Additionally, the ATmega2560 integrated sensors including the DS18B20 temperature sensor and PZEM 004-T multifunction electrical sensor. Monitoring occurred over one hour of operation on a 8525 Btu/h capacity split inverter AC. Experimental monitoring results showed the lowest Tsupply at T1 compared to other temperatures, reaching 8°C. At Treturn, both T1 and T2 exhibited identical decreasing trends to 25.5°C around 3000 s. The minimum power variation occurred at P5 relative to other variations. The average power consumption of the split inverter AC was approximately 750 W. The minimum energy consumption observed was at E5 during the study, while the maximum was at E1 with peak energy consumption of 0.96 kWh. Microcontroller-based experimental monitoring can provide real-time results and shows promise for monitoring split inverter AC performance.
UJI EKSPERIMENTAL PENDINGIN TERMOELEKTRIK TENAGA SURYA DENGAN SIRKULASI AIR PADA HEATSINK SISI PANAS Sugiartha, Nyoman; Riadi, I Made Hoki; Widiantara, Ida Bagus Gde; Sugina, I Made; Tri Putra, Dewa Gede Agus
MUSTEK ANIM HA Vol 13 No 01 (2024): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Faculty of Engineering, Musamus University, Merauke, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v13i01.5959

Abstract

Energi surya sebagai sumber daya terbarukan semakin menjadi fokus dalam upaya menuju sistem energi yang berkelanjutan. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) memberikan solusi yang populer untuk menghasilkan listrik dari sinar matahari. Pendingin termoelektrik dan PLTS terintegrasi adalah pendekatan inovatif dalam memanfaatkan energi surya untuk aplikasi pendinginan yang ramah lingkungan. Pada penelitian ini perangkat sistem pendingin termoelektrik tenaga surya sudah dibuat dan diuji eksperimental dengan tujuan untuk menentukan performansi sistem pendingin. Sistem pendingin termoelektrik menggunakan satu buah modul termoelektrik TEC-12706, heatsink aluminium bersirip dengan kipas pada sisi dingin dan water block heatsink pada sisi panas dengan sirkulasi air. Kotak pendingin memiliki kapasitas 10 L. Sistem PLTS terdiri dari satu buah panel surya 120 Wp dan satu buah baterai 12 V/24 Ah. Tes performansi dilakukan di tempat terbuka untuk menentukan kapasitas pendinginan, konsumsi daya listrik dan COP sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pendingin termoelektrik mampu menghasilkan kapasitas pendinginan 7.26 W, konsumsi daya listrik rata-rata 49.4 W dan COP 0.147 dengan penurunan temperatur air dari 27.6 ºC sampai 19.3 ºC.
Monitoring Suhu dan Konsumsi Energi AC Split Berbasis Blynk IoT Sugiartha, Nyoman; I Dewa Made Gede Surya I Dewa Made Gede Surya Okgiarta; I Made Sugina; I Dewa Gede Agus Tri Putra
Journal of Energy, Materials, & Manufacturing Technology Vol 4 No 01 (2025): Journal of Energy, Materials, & Manufacturing Technology
Publisher : Unit Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) Politeknik ATI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61844/jemmtec.v4i01.974

Abstract

AC split adalah perangkat pendingin aktif yang dirancang untuk menjaga kenyamanan termal di dalam ruangan. Setpoint suhu ruangan merupakan faktor utama yang mempengaruhi konsumsi energi pada AC split. Penyesuaian suhu secara manual melalui remote control yang tidak sesuai dengan beban panas ruangan dapat menyebabkan penggunaan energi yang boros. Oleh karena itu, sistem pemantauan dan pengendalian yang fleksibel dengan akses jarak jauh dan real-time menjadi sangat penting. Penelitian ini mengembangkan sistem pemantauan suhu dan konsumsi energi untuk AC split berbasis teknologi IoT dengan mengintegrasikan mikrokontroler NodeMCU ESP8266, sensor DHT22, sensor PZEM-016, dan pemancar LED inframerah dalam platform Blynk IoT. Sistem ini diuji pada AC split berkapasitas 1 PK di ruangan berukuran 4 m x 4 m dengan setpoint suhu 22 ºC selama 7 jam. Hasil pengujian menunjukkan fluktuasi suhu ruangan antara 21.5 ºC hingga 25.2 ºC dalam 100 menit selama siklus hidup/mati AC, dengan konsumsi energi total sebesar 5.3 kWh dan daya rata-rata 757 W. Temuan ini menegaskan potensi besar teknologi IoT dalam mendukung pengelolaan energi yang lebih cerdas dan pengoperasian AC split yang lebih terintegrasi.
THE POTENTIALS OF ULTRASONIC ATOMIZER AUGMENTED THE SEA SALT PRODUCTIONS I Dewa Gede Agus Tri Putra; Putu Wijaya Sunu; Nyoman Sugiartha; I Nyoman Gede Baliarta; I Wayan Temaja
Logic : Jurnal Rancang Bangun dan Teknologi Vol. 24 No. 1 (2024): March
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/logic.v24i1.17-23

Abstract

Ultrasonic atomizers can potentially augment the production of sea salt through a process known as ultrasonic nebulization. While the traditional method of sea salt production primarily relies on natural evaporation, ultrasonic atomization can accelerate the evaporation process. The process typically involves the following steps: collection of seawater, evaporation, brine crystallization and then harvesting process of the sea salt. After processing, the sea salt is typically dried and packaged for distribution and sale. In this project, influencing of ultrasonic atomizer in the process a saline water into the brine, before crystallization can be proceeded. The ultrasonic atomization process significantly increases the surface area of the seawater by converting it into fine droplets. Droplets evaporate more efficient due to large surface area of the droplets. According to testing of the research apparatus which had been conducted, an ultrasonic atomization can increase the salinity by brine evaporation or of droplet productivity of sea salt. This result had been shown that this process can be used to increasing the salinity of sea water. For further steps, this technique can potentially augment the production of sea salt.
PKM Revitalisasi Sistem Penerangan Dan Sistem Suplay Air Bersih Pemakaman Muslim Tunggasari Dauh Peken Tabanan Sudirman; Made Ery Arsana; I Wayan Suastawa; I Wayan Adi Subagia; I Dewa Gede Agus Tri Putra; I Nengah Darma Susila
Bhakti Persada Vol. 9 No. 1 (2023): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v9i1.67-74

Abstract

Tempat pemakaman diharapkan selain tertata rapi dan bersih, orang yang berziarah bisa dengan mudah mencari makam anggota keluarganya. Selain tertata rapi dan bersih, pemakaman juga harus dalam kondisi terang pada malam hari. Saat ini, terutama kondisi Pandemi Covid-19, yang terpapar Covid-19 sehingga meninggal dunia, harus dimakamkan segera, walaupun itu saat tengah malam. Karena itu lingkungan pemakaman harus cukup terang saat malam hari. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas-fasilitas yang ada di pemakaman Muslim Tunggal sari, tertama untuk fasilitas penerangan dan fasilitas air bersih. Sehingga peningkatan fasilitas yang ada mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan saat malam hari. Selain itu, fasilitas tersebut akan menghilangkan kesan seram dari sebuah pemakaman dan memperindah kota Tabanan. Kegiatan ini selain melibatkan dosen-dosen yang ada di Jurusan Teknik Mesin PNB,  juga melibatkan mahasiswa  dalam pelaksanaan instalasi penerangan dan air bersih. Hasil dari kegiatan ini berupa penggantian kabel instalasi lampu, kap lampu dan lampunya sebanyak 11 titik, outdoor panel untuk power outlet  1 titik, 3 titik lampu tenaga PLTS,  instalasi air bersih beserta keran air sebanyak 5 titik, dan tower tank kapasitas 1200 liter. Hasil evaluasi kegiatan  menunjukkan bahwa masyarakat memberikan persepsi yang sangat baik terhadap pelaksanaan kegiatan PKM dalam wujud  perawatan dan instalasi penerangan PLN, PLTS dan instalasi  sistem suplai air bersih di Pemakaman Tunggalsari, sekaligus menunjukkan keberhasilan implementasi program PKM  PNB. 
PKM Revitasilasi Mesin Pendingin Chest Freezer di Banjar Jeroan Desa Patemon Singaraja I Wayan Temaja; I Gede Artha Negara; I Wayan Adi Subagia; I Dewa Gede Agus Tri Putra; Ida Bagus Widiantara
Bhakti Persada Vol. 9 No. 2 (2023): Bhakti Persada Jurnal Aplikasi IPTEKS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/bp.v9i2.100-107

Abstract

Desa Patemon mempunyai luas wilayah 282 Ha, terletak antara Kelurahan Seririt. Banjar Jeroan adalah salah satu banjar di Desa Patemon. Banjar ini terletak di ujung desa dan berbatasan langsung dengan desa Bengkel. Kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat Banjar Jeroan dapat mencakup: kegiatan persiapan bahan upacara, dan persiapan perlengkapan upacara. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan pelaksanaan layanan upacara keagamaan dan kegiatan masyarakat di Banjar Jeroan Desa Patemon dengan memperhatikan aspek kebersihan, keselamatan, dan kesehatan. Selain itu, untuk menerapkan sarana dan prasarana yang berkaitan dengan aspek efisiensi energi dengan menerapkan konsep green technology. Metode yang diterapkan di PKM ini adalah studi observasi, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin pendingin serta serah terima perangkat mesin pendingin chest freezer. Hasil dari PKM ini adalah pengujian kinerja mesin chest freezer teramati temperatur kabin menurun hing-ga 12°C pada sekitar 5 menit pengujian. Temperatur teramati relatif konstan pada waktu pengujian sekitar 65 menit sampai 125 menit yaitu −20°C. Temperatur kabin terendah teramati mencapai −20°C. Hasil evaluasi kepuasan terkait pengabdian masyarakat berdasarkan pengamatan survey, 80% masyarakat memberikan persepsi sangat baik terhadap aspek ketersediaan teknologi serta fasilitas pelatihan yang diimplementasikan di kegiatan pengabdian. Secara keseluruhan, penyerahan mesin pendingin chest freez-er digunakan untuk penyimpanan olahan daging mentah yang mudah busuk sehingga olahan daging mampu bertahan dalam waktu yang lama. Kegiatan PKM ini menunjang dan meningkatkan layanan kegiatan kemasyarakatan dan upacara keagamaan di Banjar Jeroan.